
Puncak Persik merupakan sekte aliran putih terbesar di Kekaisaran Yin begitu juga dengan Sekte Pedang Suci. Kedua sekte ini banyak melahirkan pendekar muda yang berbakat.
Jing Yang mengamati dengan seksama karena memang yang dikatakan Xue Bingyue benar apa adanya. Kedua sekte ini mendominasi kota kecil yang berada di bawah bukit dibandingkan pendekar dari sekte kecil sampai menengah.
Saat Xue Bingyue menceritakan pendekar bernama Zhi Duan dari Puncak Persik dan Xu Jianbao dari Sekte Pedang Suci, Jing Yang mengepalkan tangannya. Karena bagaimanapun kedua pendekar ini berulang kali melamar Xue Bingyue bahkan saat kompetisi antar pendekar, mereka semua berniat mencelakainya.
Bukan hanya Zhi Duan dan Xu Jianbao, dua pendekar dari kedua sekte ini juga ada yang menaruh perhatian pada Xue Rong, nama pendekar itu adalah Tian Yuan dan Kang Fengerui. Bukan menutup kemungkinan para Tetua kedua sekte juga menaruh perhatian pada Xue Rong ataupun Xue Bingyue.
Jing Yang menghela napas panjang sebelum menurunkan Yin Feng di depan Panglima Zhang Mufan. Yin Feng digendong Panglima Zhang Mufan karena kehadirannya yang terbang melayang di udara saja sangat menarik perhatian.
Jing Yang sendiri berjalan dengan tenang dan mengabaikan orang-orang disekitarnya, beberapa orang berjalan mendekatinya. Jing Yang segera mengeluarkan Aura Raja Naga dan membuat lusinan pendekar menahan napas.
Xue Bingyue tersenyum manis melihat Jing Yang yang melindunginya. Xue Rong menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan tertawa lirih karena melihat tindakan Jing Yang.
Jing Yang sendiri masih belum menyadari jika lusinan pendekar yang dia tekan pergerakannya dengan Aura Raja Naga adalah teman-teman dari Tian Yuan, pendekar muda dari Puncak Persik.
Setelah berjalan memutari kota, akhirnya Jing Yang berpisah dengan Xue Bingyue. Jing Yang berada di penginapan khusus laki-laki, sementara Xue Bingyue menginap di tempat biasa dirinya menginap bersama Xue Rong dan Xue Que di kota kecil yang berada di bawah bukit ini.
__ADS_1
Yin Ruo memesan tiga kamar untuk dirinya bersama Yin Feng, sedangkan dua sisanya untuk Panglima Zhang Mufan dan Jing Yang. Kehadiran Yin Ruo membuat pelayan penginapan terkejut. Mereka benar-benar menyambut kedatangan Yin Ruo.
Beberapa pendekar yang sudah lebih dulu memesan kamar untuk bermalam menatap ke arah Yin Ruo dan Yin Feng dengan tatapan tajam, sementara beberapa lainnya saling berbisik membicarakan maksud kedatangan Yin Ruo ke kota terpencil di bawah bukit.
Jing Yang mengamati pendekar yang menatap tajam ke arah Yin Ruo, dia sekilas merasakan aura pembunuh yang besar tetapi banyaknya pendekar yang berada di ruang tengah penginapan membuat Jing Yang tidak dapat memastikan, ditambah pendekar ini mampu menyembunyikan hawa keberadaannya dengan baik.
Bahkan Panglima Zhang Mufan sekilas merasakan apa yang Jing Yang rasakan, hanya saja dia dapat mengetahui bahwa ada pendekar yang memiliki kemampuan setara bahkan lebih daripada Jing Yang di penginapan ini.
____
Jing Yang bersama Yin Ruo, Yin Feng dan Panglima Zhang Mufan memasuki restoran. Jing Yang ditunggu Xue Rong dan Xue Bingyue di depan pintu, sementara Xue Que sudah memesan tempat.
Sebenarnya restoran ini tidak terlalu ramai, hanya saja kabar Xue Rong yang selalu makan di restoran tersebut menarik perhatian semua orang.
Saat Jing Yang duduk bersama Xue Rong dan Xue Bingyue, tatapan tajam semua pendekar mengarah padanya. Terlebih saat pelayan membawakan makanan, Jing Yang sama sekali tidak memesan dan hanya duduk melihat Xue Bingyue makan.
Beberapa pendekar beranggapan bahwa Jing Yang adalah orang yang tidak mampu, sebagian ada yang ingin mengamati tingkat kemampuan Jing Yang.
__ADS_1
Xue Que yang duduk disamping Xue Bingyue hanya menghela napas panjang mendengar perkataan miring tentang Jing Yang dari orang-orang disekitarnya. Pemuda yang memiliki kharisma tersendiri ini bukan hanya kaya tetapi seorang penerus tahta Kekaisaran Jiang, latar belakangnya saja sudah melebihi orang-orang yang sedang makan di restoran kecuali Yin Ruo dan Yin Feng.
“Dasar orang-orang berpikiran dangkal...,” gumam Xue Que seraya mengangkat tangannya memesan makanan. Tak lama Xue Que menggelengkan kepalanya pelan.
Yin Ruo dan Panglima Zhang Mufan melihat salah satu pendekar membawa gelas berisikan air panas dan menumpahkannya tepat di badan Jing Yang.
“Maaf, aku tidak sengaja...” Pendekar muda ini menunduk dan mencuri pandang menatap Xue Rong dan Xue Bingyue.
Pendekar muda ini sengaja mempermalukan Jing Yang, seketika Xue Bingyue langsung membekukan tubuh pendekar muda itu.
“Minta maaf? Jangan bercanda!”
Sontak seisi restoran terdiam, bahkan Xue Rong baru pertama kali melihat Xue Bingyue terlihat begitu emosi.
___
Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.
__ADS_1
Kalau ada typilo ketik ya di kolom komentar, aku belum koreksi langsung up.