
Ledakan demi ledakan memenuhi dataran tempat pertarungan antara Jing Yang dan Ye Xiaoya melawan Xiang Qi dan Ling Shan.
Tubuh Jing Yang terpental beberapa meter ke belakang begitu juga dengan Ye Xiaoya. Keduanya benar-benar tidak berkutik setelah Ling Shan menelan Pil Darah Iblis.
Ye Xiaoya tidak mengalami dampak yang parah berkat Zirah Dewi Malam. Tetapi bagaimanapun serangan yang dilesatkan Xiang Qi membuatnya mengalami luka dalam.
“Jika dia memiliki kekuatan iblis maka satu-satunya cara mengalahkannya hanya dengan memenggal kepalanya!” Ucap Ye Xiaoya sambil menatap Ling Shan yang bergerak cepat ke arahnya.
“Jadi begitu...” Jing Yang mengingat saat dirinya memotong setiap bagian tubuh Xu Hu, namun Xu Hu masih bisa berbicara bahkan berteriak.
Melihat Ling Shan kembali menyerang, Jing Yang menggunakan lebih banyak aura dan tenaga dalam yang tersimpan dalam Tungku Jiwa Naga.
“Seni Napas Dewi Naga Petir!”
Jing Yang menahan tebasan pedang Ling Shan yang tajam dengan kedua pedangnya. Pertukaran serangan berlangsung singkat ketika pedang Ling Shan mengalami retakan dan pada akhirnya hancur berkeping-keping.
Jing Yang memusatkan aura berwarna merah pada Pedang Dewa Naga sebelum melepaskan tebasan yang membentuk mulut singa dari api.
Ling Shan menyeringai ketika Pedang Dewa Naga tidak menembus kulitnya, “Ini adalah pedang legenda dan tidak menembus kulitku? Sepertinya jika sampah yang menggunakannya maka pedang ini juga menjadi sampah!”
Hinaan dan cacian bagi Jing Yang anggap angin lalu. Selama orang yang menghinanya tidak menghina orang terdekatnya, maka baginya itu tidak masalah.
“Hati-hati dengan perkataanmu itu. Kau bisa menyebutku sampah, tapi tidak dengan Lingling. Berkat ucapanmu, sepertinya aku dan dia bisa bekerjasama...” Selepas berkata demikian, Pedang Dewa Naga memancarkan hawa membunuh yang besar.
Ling Shan hendak mundur ke belakang, namun Ye Xiaoya sudah dalam posisi hendak memotong lehernya. Serangan dari dua arah yang dilakukan Jing Yang dan Ye Xiaoya sangat terampil. Kombinasi yang mengerikan.
Xiang Qi yang melihatnya hanya tersenyum menyeringai sambil menarik napas panjang, “Jangan lupakan aku! Aku merasa dianggap menjadi makhluk halus!” Dada Xiang Qi mengembung sebelum mulutnya mengembuskan api yang besar.
Jing Yang dan Ye Xiaoya segera menghindar begitu juga dengan Ling Shan. Api membakar hutan dan malam di kota perbatasan kian mencekam.
__ADS_1
Xiang Qi tidak peduli dengan Ling Shan ataupun anggotanya. Yang ingin dia lakukan adalah bertarung dengan meriah dan membunuh semuanya.
“Senior Xiang, seranganmu hampir mengenaiku!” Ling Shan berdiri tepat di samping Xiang Qi setelah menghindar.
“Kau lawan bocah itu. Aku penasaran dengan zirah yang dikenakan wanita itu. Entah kenapa aku merasa wanita itu memiliki kemampuan yang tersembunyi!” Xiang Qi langsung menghilang dari pandangan Ling Shan setelah berkata demikian.
Jing Yang dan Ye Xiaoya saling berbisik sebelum keduanya berpencar. Ye Xiaoya mengetahui Xiang Qi akan mengincarnya, sehingga dia membawa Xiang Qi sejauh mungkin dari dataran yang dekat dengan kota.
Tetapi langkah Xiang Qi berhenti, “Kenapa menjauh? Aku jadi kecewa!” Xiang Qi mengalirkan tenaga dalam pada kedua kakinya sebelum melepas tendangan yang dilapisi api.
Ye Xiaoya menangkisnya dengan dua pedang, “Mengeraskan tubuh. Sebagai seorang pendekar pedang, akan menjadi suatu kebanggaan jika dapat memotong tubuhmu!” Ye Xiaoya memutarkan tubuhnya sambil melepaskan aura pembunuh.
Xiang Qi membuka telapak tangannya, seketika api yang membara muncul di kepalan tangannya yang secara perlahan api kian membesar. Setiap pukulan tangan Xiang Qi mengakibatkan ledakan ketika bersentuhan dengan tanah ataupun pepohonan.
Ye Xiaoya menghindari setiap pukulan yang mengarah padanya. Aliran napasnya masih teratur, tetapi dia khawatir dengan kondisi tubuh Jing Yang.
‘Jika benar tubuhmu memiliki kondisi yang sama sepertiku. Maka dampak terbesar dari kekuatan yang kau gunakan itu adalah lumpuh...’ Ye Xiaoya ragu jika Jing Yang memiliki Tubuh Raja Neraka.
“Kenapa kau menahan diri—”
“Senior Xiang!”
Xiang Qi terdiam ketika merasakan nafsu membunuh yang begitu besar dibelakangnya, serta teriakan Ling Shan yang memperingatinya. Tidak sampai satu detik, dua pedang mengenai lehernya.
“Saudara Ling, bukankah kau sudah yang sudah kuberi perintah untuk melawannya? Kenapa kau melepaskannya?!” Xiang Qi melepaskan aura pembunuh yang begitu besar membuat napas Jing Yang tertahan.
Jing Yang mendecakkan lidahnya dan melompat ke arah Ye Xiaoya, “Guru Xiaoya, sepertinya kita memang harus bertarung bersama Roh Pedang!”
Ye Xiaoya baru pertama kali melihat napas Jing Yang terengah-rengah tidak teratur, “Terimakasih sudah mengulur waktu untukku! Sekarang akan kuperlihatkan pada mereka bagaimana tajamnya tebasan pendekar pedang!”
__ADS_1
“Pedang Jiwa!” Ye Xiaoya mengolah pernapasan dan melakukan konsentrasi secara penuh. Huo Wang dan Bing Wang juga berbagai pikiran yang sama dengan Ye Xiaoya dari alam bawah sadarnya.
“Bekukan semua yang ada dihadapanmu, Bing Wang!”
Pedang di tangan kiri Ye Xiaoya melepaskan hawa dingin, sementara pedang di tangan kanannya melepaskan hawa panas.
“Membaralah, Huo Wang!”
Jing Yang juga melakukan hal yang sama dengan Ye Xiaoya, “Pedang Jiwa!” Bersamaan dengan Jing Yang yang mengolah pernapasan, suara retakan tulang menggema.
Empat kali berturut-turut retakan tulang itu terdengar, “Tulang Bintang Muda? ” Jing Yang tersentak kaget setelah merasakan tulang-tulang dan otot dalam tubuhnya semakin kuat.
Ye Xiaoya sendiri tidak habis pikir jika tubuh Jing Yang akan melakukan penempaan tulang ketika dalam pertarungan.
“Tidak sia-sia aku menerima perintah untuk menghabisi Bangsawan Gu dan Menara Pilar Hitam di Kota Shendu! Kau sangat berbakat anak Jing Tian!” Xiang Qi melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar, “Aku sangat gemar membunuh pendekar muda berbakat. Tetapi aku tidak pernah membunuh pemuda yang mencapai pendekar bumi. Ini adalah pertama kalinya aku merasakan hobiku tersalurkan!”
Ling Shan menjaga jarak dari Xiang Qi yang mulai menggila, “Sial! Jadi rumor itu sungguhan!”
Jing Yang dan Ye Xiaoya berdiri berdampingan sebelum keduanya juga melepaskan aura pembunuh untuk menekan tekanan intimidasi Xiang Qi.
“Jika kalian dapat memaksaku menelan Pil Darah Iblis. Maka kalian berdua sangat pantas untuk kubunuh!” Xiang Qi mengalirkan tenaga dalam pada seluruh tubuhnya.
Seketika angin bertiup dan menghembuskan api. Tubuh Xiang Qi sudah berdiri di depan Jing Yang dan Ye Xiaoya. Ilmu meringankan tubuh Xiang Qi memang sangat tinggi.
Dalam sekejap Jing Yang dan Ye Xiaoya langsung memulai pertukaran serangan dengan Xiang Qi.
Ling Shan yang melihat ada kesempatan untuk membunuh Jing Yang mengeluarkan senjatanya untuk membantu Xiang Qi.
“Saudara Ling, bukankah kau tertarik pada wanita itu. Kenapa kau tidak melawannya?” Xiang Qi menatap lemparan pisau Ling Shan yang dimentahkan Jing Yang.
__ADS_1
Sebelum Ling Shan menjawab, tiba-tiba tubuh Jing Yang dan Ye Xiaoya bertukar. Xiang Qi mengernyitkan dahinya ketika yang berdiri dihadapannya hanya tersisa Jing Yang. Sementara Ye Xiaoya sudah mengambil ancang-ancang menebaskan pedangnya mengincar leher Ling Shan.
“Tarian Pedang Kematian : Kilat Pembelah Awan!”