
Hari ini Jing Yang sedang membentuk sebuah formasi lingkaran roh dengan tenaga dalamnya. Sesuai arahan dari Roh Sang Hitam, hari ini Jing Yang akan bertarung dengan Binatang Roh.
Saat ini Jing Yang telah duduk bersila sambil bermeditasi dengan tenang. Tak lama Jing Yang tidak mendengar suara-suara raungan dari Binatang Iblis yang ada disekitarnya.
“Saat kau masuk ke alam bawah sadarmu, maka salurkan energi kehidupanmu pada formasi lingkaran roh.” Roh Sang Hitam mengamati Jing Yang yang sedang berkonsentrasi, “Tergantung apakah kau bisa mengalahkan Binatang Roh tersebut atau tidak, tapi jika kau berhasil mengalahkan Binatang Roh yang muncul di alam bawah sadarmu, maka kau akan terikat perjanjian kontrak darah dengan Binatang Roh...”
Jing Yang sekarang berada di alam bawah sadarnya ketika dia menyalurkan energi kehidupannya pada formasi lingkaran roh. Terlihat cahaya berwarna merah darah melingkari tubuh Jing Yang, selang lima jam kemudian cahaya tersebut berubah menjadi warna putih yang terang benderang.
“Sisanya sekarang bagaimana perjuanganmu untuk mendapatkan Binatang Roh yang akan menjadi rekanmu...” Roh Sang Hitam membatin dalam hatinya. Perempuan berparas cantik itu berharap Jing Yang dapat melewati setiap tahapan untuk membuat perjanjian kontrak darah dengan Binatang Roh.
Roh Sang Hitam sudah menjelaskan pada Jing Yang jika tak semua orang dapat melakukan perjanjian kontrak darah dengan Binatang Roh, namun jika seorang manusia mempunyai kontrak darah dengan Binatang Roh. Maka orang itu bisa memanggil Binatang Roh dan mengontrol Binatang Roh tersebut.
Tergantung pada diri masing-masing orang, jika orang yang berhasil membuat kontrak darah dengan Binatang Roh adalah orang yang memiliki niat buruk, maka Binatang Roh akan mengikuti orang yang terikat dengannya layaknya seorang anak yang mengikuti orang tuanya.
Kembali ke Jing Yang yang sedang bermeditasi dan fokus di alam bawah sadarnya. Butuh waktu lama bagi Jing Yang untuk merasakan hawa kehidupan di alam bawah sadarnya untuk terhubung dalam dunia roh.
Tak lama Jing Yang sedikit merasakan hawa kehidupan yang berupa jiwa tak berwujud. Hanya sebuah roh berwarna putih yang terbang mendekatinya.
“Aku rasa itu adalah jiwa dari Binatang Roh. Menurut penjelasan Guru tidak ada orang yang terikat perjanjian dengan Raja Roh dan Ratu Roh...” Jing Yang bergumam dalam hatinya sambil tersenyum tipis, “Siapa tahu ini adalah keberuntunganku mendapatkan perjanjian kontrak darah dengan Raja Roh atau Ratu Roh...”
Cahaya berwarna putih memutari tubuh Jing Yang dan tak lama terdengar suara auman yang terdengar seperti auman harimau.
Jing Yang mengernyitkan dahinya, “Apakah kau Binatang Roh? Kalau begitu urusannya akan menjadi lebih mudah. Bagaimana jika kau menjadi temanku, Binatang Roh?”
Tepat setelah Jing Yang menyelesaikan perkataannya, cahaya berwarna putih tertawa sangat keras. Suara tawanya bercampur dengan auman harimau.
“Jangan gegabah, bocah manusia!” Jing Yang tersentak kaget mendengar raungan harimau bercampur dengan suara manusia.
“Sepertinya Binatang Roh ini tidak ingin menerimaku dengan mudah. Tapi aku tidak menyangka energi kehidupanku berhasil menarik Binatang Roh...” Jing Yang menggumam dalam hatinya dan memikirkan cara untuk membuat perjanjian kontrak darah dengan Binatang Roh.
“Tunjukkan wujud aslimu, cahaya putih! Aku ingin melihatmu secara langsung!” Jing Yang tersenyum tipis dan menggertak Binatang Roh yang masih memasuki wujud jiwa putih yang terbang melayang memutari tubuhnya.
Jing Yang kembali mengernyitkan dahinya ketika mendengar auman harimau yang menggema di telinganya. Matanya terus mengamati cahaya putih yang memutari tubuhnya.
__ADS_1
“Aku sedang mencari anakku! Tapi ternyata aku malah bertemu denganmu, bocah manusia!” Cahaya berwarna putih kembali bersuara dan terus memutari tubuh Jing Yang.
Mendengar perkataan cahaya berwarna putih itu, Jing Yang hanya tersenyum tipis dan berkata, “Pertemuan kita adalah takdir. Apa kau sedang mencari anakmu? Aku bisa membantumu...”
Cahaya berwarna putih tiba-tiba berhenti berputar. Setelah itu suaranya kembali terdengar, “Benarkah? Apa kau bisa membantuku mencari orang tuaku, tidak maksudku anakku?”
“Eh?” Jing Yang sedikit bingung dengan reaksi cahaya berwarna putih yang tak lain adalah Binatang Roh yang tidak menunjukkan wujud aslinya pada dirinya.
“Tentu saja aku bisa. Tetapi kita berdua harus membuat perjanjian kontrak darah. Tidak sebagai hubungan majikan dan peliharaan, namun sebagai teman. Itulah perjanjian yang aku tawarkan padamu.” Jing Yang berkata dengan jelas sambil tersenyum menatap cahaya berwarna putih, “Bagaimana? Tidak buruk, bukan?”
“Baiklah, jika kau terus memaksanya dengan senang hati aku akan menerimanya...” Cahaya berwarna putih tersebut menjawab dengan cepat.
“Hah? Kenapa mudah sekali?” Jing Yang membatin dalam hatinya dan tidak habis pikir dengan Binatang Roh yang terlihat mencurigakan di matanya.
“Aku akan gigit jariku sekarang. Dan kau tunjukkan wujud aslimu!” Jing Yang mengemut jempolnya dan menatap tajam cahaya berwarna putih.
“T-Tunggu!” Jing Yang mengerutkan dahinya karena mendengar suara gugup dari cahaya berwarna putih.
“Tidak,” jawab Jing Yang singkat.
“Sungguh?” Cahaya berwarna putih tersebut kembali bertanya.
“Sungguh. Aku tidak akan menertawakanmu,” jawab Jing Yang sambil mengamati cahaya berwarna putih.
“Letakkan darahmu pada formasi lingkaran roh milikku. Setelah itu aku akan menunjukkan wujudku dan menceritakan masalahku yang sebenarnya.” Tiba-tiba disekitar cahaya berwarna putih terdapat formasi lingkaran roh yang berwarna merah darah dan memutari cahaya berwarna putih tersebut.
Jing Yang tanpa curiga seperti sebelumnya langsung menggigit jari jempolnya hingga berdarah dan mulai meneteskannya pada formasi lingkaran roh miliknya dan milik Binatang Roh.
“Aku, Jing Yang. Mulai hari ini kau telah terikat kontrak darah denganku. Tunjukkan wujudmu dan jadilah temanku!” Jing Yang berkata cukup keras tanpa rasa malu karena dia berada di alam bawah sadarnya.
Tak lama terdengar suara auman harimau yang suaranya tidak nyaring seperti sebelumnya. Mata Jing Yang melebar melihat Binatang Roh yang terikat perjanjian kontrak darah dengan dirinya.
“Kucing putih?” Ucap Jing Yang dengan ekspresi datarnya menatap Binatang Roh di depannya.
__ADS_1
”Apa-apaan reaksimu itu, manusia! Aku adalah Harimau Putih!” Binatang Roh tersebut merasa kesal dengan sikap Jing Yang ketika melihat wujudnya.
“Aku mengerti. Jadi kau adalah Kucing Putih yang akan menjadi temanku, bukan?” Jing Yang mengangkat tubuh Binatang Roh yang telah menjadi temannya, “Tidak buruk juga. Justru aku senang mempunyai teman yang menggemaskan seperti ini...”
Binatang Roh yang diangkat Jing Yang merasa semakin kesal dengan perkataan Jing Yang.
“Aku adalah Harimau Putih! Bukan Kucing Putih!” Jing Yang mengernyitkan dahinya menatap Binatang Roh yang dia pegang.
“Anak Harimau Putih menjadi Binatang Roh pertamaku. Ya, sudahlah...” Jing Yang menaruh Binatang Roh kembali dan menggelengkan kepalanya.
Tak lama Jing Yang menghela napas panjang. Melihat itu, Binatang Roh semakin geram, “Kenapa? Apa kau kecewa dengan penampilanku ini?”
Jing Yang jongkok dan menatap Anak Harimau Putih, “Jadi kau mencari ayah dan ibumu yang telah terikat kontrak darah dengan orang lain?”
Anak Harimau Putih mengaum dan menatap Jing Yang, “Ya, kedua orang tuaku baru saja meninggalkanku. Setelah itu aku merasa ada orang yang memanggilku sehingga aku memilih meninggalkan Dunia Roh seperti ayah dan ibuku. Setelah keluar dari Dunia Roh, aku bertemu denganmu, anak manusia.”
Jing Yang menggaruk kepalanya, “Dengar perkataanku ini baik-baik, Kucing Putih, tidak maksudku Anak Harimau Putih. Yang boleh memanggilku anak manusia hanyalah Guruku. Jadi kau harus memanggilku Jing Yang.”
Anak Harimau Putih terus menatap Jing Yang dengan tatapan tajam namun juga terlihat menggemaskan, “Apa kau tidak kecewa dengan Binatang Roh mu ini?”
“Tidak, untuk apa kecewa?” Jing Yang berdiri dan mengangkat tubuh Anak Harimau Putih, “Walau sebenarnya aku ingin terikat perjanjian kontrak darah dengan Raja Roh atau Ratu Roh...”
Perkataan terakhir Jing Yang membuat Anak Harimau Putih hendak mencakar wajahnya, namun Jing Yang dengan cekatan menghindari cakaran tersebut.
“Kasar sekali, seharusnya kita akrab,” ucap Jing Yang sambil melepas tubuh Anak Harimau Putih.
“Perkataanmu membuatku kesal,” jawab Anak Harimau Putih dengan wajah yang terlihat seperti hendak menerkam tubuh Jing Yang.
“Ya, maafkan perkataanku. Kalau begitu, aku ingin kembali. Aku ingin memperlihatkannh kepada Guruku.” Jing Yang langsung memejamkan matanya dan berkonsentrasi secara penuh.
Melihat itu, Anak Harimau Putih hendak menghentikan tindakan Jing Yang, namun Jing Yang sudah terlanjur melakukan konsentrasi secara penuh.
“Tunggu!” Tanpa menggubris perkataan Anak Harimau Putih, Jing Yang sudah kembali keluar dari alam bawah sadarnya.
__ADS_1