
Lu Han adalah seorang Kepala Keluarga Lu. Istrinya yang bernama Lu Dihua meninggal setelah mengalami kekerasan seksual oleh anggota Menara Pilar Hitam. Seluruh anggota Keluarga Lu dihabisi satu demi satu karena tidak ada yang mau memberitahu keberadaan Hutan Emas pada Bangsawan Gu dan Menara Pilar Hitam.
Napas Jing Yang tertahan. Matanya melebar, yang tersirat di matanya hanyalah kemarahan. Selepas menceritakan kisah sedihnya, Lu Han menangis dihadapan Jing Yang.
“Tuan Muda, tolong balaskan perbuatan mereka! Aku masih ingat bagaimana mereka mempermalukan istriku dan saudara-saudaraku! Manusia seperti mereka sama sekali tidak berperasaan!” Lu Han menangis sejadi-jadinya sebelum tubuhnya ambruk tergeletak di lantai.
Ye Xiaoya langsung memeriksa denyut nadi Lu Han. Raut wajah Ye Xiaoya membuat Jing Yang ikut memeriksanya.
“Dia adalah ayah dari Paman Hen. Kakek, aku bersumpah akan membunuh mereka semua!” Jing Yang memegang telapak tangan Lu Han dan menggenggamnya.
“Guru Xiaoya, mari kita jalankan rencana. Sebelum itu, Paman Yunxuan, tolong berilah pemakaman yang layak untuknya.” Jing Yang berjalan keluar kediaman dengan langkah kaki yang tenang, namun detak jantung yang dipenuhi kemarahan menggema.
Di depan kediaman terlihat tiga pria paruh baya yang telah menunggunya. Jing Yang segera memberi hormat dan memberi salam pada masing-masing Patriark Sekte Bukit Angin, Sekte Lembah Air dan Sekte Pedang Langit.
“Senior sekalian, junior mempunyai rencana untuk kita...” Jing Yang langsung memperlihatkan catatan yang berisikan informasi rencana penyerangan.
Patriark Sekte Bukit Angin yang bernama Feng Jian tertegun setelah mengetahui Jing Yang dan Ye Xiaoya berhasil melumpuhkan sebagian anggota Menara Pilar Hitam.
“Kami datang mewakili Asosiasi Pedang Hati. Sepertinya kita harus menyergap mereka di bukit ini...” Feng Jian mengeluarkan peta dan menunjuk peta Kekaisaran Jiang. Di Kota Shendu terdapat bukit yang merupakan jalan besar dan biasa dilalui pedagang dan orang-orang yang hendak berkunjung ke Kota Shendu.
Patriark Sekte Lembah Air yang bernama Shui Xu merasa harus mengerahkan segalanya untuk membinasakan Menara Pilar Hitam.
“Saudara Feng, Menara Pilar Hitam memiliki dua pendekar bumi. Bagaimana cara kita mengatasi mereka?” Shui Xu mengelus dagunya dan mengernyitkan keningnya.
Jing Yang menanggapinya, “Dua pendekar bumi serahkan padaku dan Guru Xiaoya. Kami akan mengatasi mereka.”
Ye Xiaoya memperhatikan Jing Yang dengan baik. Pada dasarnya Jing Yang memiliki darah bangsawan dan tentu saja kecakapannya dalam berdiskusi membuatnya tertegun.
__ADS_1
‘Sebenarnya aku tidak dapat menganggapmu sebagai muridku. Entah karena alasan apa, tetapi aura milikmu dan milikku memiliki banyak kesamaan...’ Batin Ye Xiaoya ketika melihat tatapan mata Jing Yang.
“Aku bersama pendekar Sekte Pedang Langit akan bergerak sekarang. Kami akan memutari bukit dan bersembunyi di hutan. Kita akan menyergap mereka dari segala arah. Cara ini lebih efektif untuk membuat serangan kejutan.” Patriark Sekte Pedang Langit yang bernama Yan Wu angkat bicara.
“Kita sambut mereka dengan meriah.” Tambah Yan Wu.
Suasana yang menegang menjadi cair seketika. Jing Yang sependapat dengan Yan Wu, begitu juga dengan yang lain. Kemudian mereka langsung melakukan pergerakan untuk menghentikan tindakan Menara Pilar Hitam.
Feng Jian mulai membawa pendekar dari Sekte Bukit Angin menuju lokasi yang dekat dengan bukit. Sementara Shui Xu mengikuti Feng Jian bersama anggotanya dari belakang.
Di sisi lain Yan Wu mulai mengarahkan anggota Sekte Pedang Langit untuk langsung bergerak menuju hutan yang dekat dengan bukit.
Setelah kepergian pendekar gabungan dari Asosiasi Pedang Hati, Panglima Shen Ho menghampiri Jing Yang dan menjelaskan rencananya untuk mengevakuasi penduduk.
“Kalian cukup melakukan tugas kalian menjaga penduduk. Tetapi kita harus berpikir di luar perkiraan dan mencoba memahami rencana mereka...” Ye Xiaoya menggigit kuku jari jempolnya, “Bagaimana jika ada beberapa pendekar yang telah menyusup di Kota Shendu?”
Perkataan Ye Xiaoya membuat Jing Yang berpikir kembali, begitu juga dengan Panglima Shen Ho. Tak lama Panglima Shen Ho mengajak Shen Yunxuan untuk menggeledah dan mendatangi tempat-tempat yang mencurigakan. Yang menjadi sasaran utamanya adalah penginapan.
Jing Yang melirik Ye Xiaoya yang sedang menatap bulan. Entah mengapa ketika melihat pandangan mata Ye Xiaoya, seketika ada sesuatu yang aneh di dalam diri Jing Yang.
‘Apakah aku pernah bertemu dengan Guru Xiaoya sebelumnya?’ Sekilas muncul ingatan seseorang, entah siapa tetapi itu membuat hati Jing Yang sedih.
“Yang‘er, kita juga harus segera bergegas...” Ye Xiaoya mengeluarkan pedang besar sebelum terbang menggunakan Ilmu Pedang Terbang.
Jing Yang juga melakukan hal yang sama dengan Ye Xiaoya.
“Yang‘er, hutan perbatasan disana sepertinya menjadi sarang Hewan Buas? Jadi kita bisa menerobos masuk ke dalam Kekaisaran Qing lewat sarang Hewan Buas. Menari.” Ye Xiaoya menatap tajam hutan perbatasan Kekaisaran Jiang dan Kekaisaran Qing dari atas langit.
__ADS_1
Ketika Jing Yang juga mencoba memperhatikan hutan perbatasan, terdengar suara yang ledakan yang keras.
DUAR!!!
Suara ledakan dari arah bangunan yang dekat dengan gerbang kota terdengar diikuti dengan api yang melahap bangunan kayu itu.
Jing Yang mendecakkan lidahnya, “Ledakan ini!” Segera Jing Yang terbang lebih cepat menuju sumber suara diikuti Ye Xiaoya dari belakang.
Di salah satu penginapan yang dekat dengan gerbang telah disusupi anggota Menara Pilar Hitam dan Bangsawan Gu. Situasi ini tidak tertulis dalam rencana yang telah diantisipasi Jing Yang.
Puluhan prajurit militer tewas seketika, sementara penduduk kota berlarian. Pemilik penginapan dan pelayannya berhasil melarikan diri, tetapi disana terlihat Panglima Shen Ho yang terluka parah.
“Aura Zirah Naga : Zirah Naga Petir!”
Jing Yang langsung bergerak dengan kecepatan tinggi menendang pendekar yang mencekik leher Shen Yunxuan.
“Mundurlah! Dan bawalah penduduk menjauh dari sini!” Jing Yang melepaskan Aura Raja Naga dalam jumlah besar untuk menekan kekuatan pria berpenampilan kasar.
“Kau berani menggangguku membunuh mangsaku. Seharusnya dia mengetahui tempat itu...” Pria itu melepaskan aura pembunuh yang besar, bahkan dapat mengimbangi intimidasi Aura Raja Naga.
“Kalian kejar mangsa kita! Tunjukkan pada mereka cara Bangsawan Gu bertindak!”
Jing Yang melihat sekitar tiga puluh pria yang memiliki paras bangsawan keluar dari puing-puing penginapan. Mereka telah mencapai pendekar hitam.
“Hm? Satu pendekar suci dan satu pendekar bumi. Bukan halangan...”
Kata-kata pria berpenampilan kasar itu terhenti. Matanya melebar melihat Jing Yang melepaskan dua tebasan tepat di depan matanya.
__ADS_1
“Tanda Mata Naga!”
Jing Yang mengayunkan pedangnya berniat menghabisi Kepala Keluarga Gu yang sekarang berdiri dihadapannya.