
Penjelasan Jing Yang tentang Metode Penyiksaan Petir dan Metode Penyiksaan Api membuat wajah Mei Hua, Qiao Xi dan Fan Ziwei merah padam bahkan Xue Bingyue ikut memerah wajahnya.
“Yangyang, kau mesum!” Xue Bingyue berteriak dan menatap Jing Yang curiga.
“Yueyue...” Jing Yang menghela nafas panjang, “Hanya lewat cara itu metode latihannya.”
Untuk melakukan Metode Penyiksaan Petir dan Metode Penyiksaan Api, orang yang menjalani latihan diharuskan melepaskan pakaian atasnya agar orang yang melatih bisa menotok bagian-bagian punggungnya dan memperbarui titik-titik meridiannya dengan mengalirkan Api Ilahi serta aura tubuhnya kepada orang yang berlatih.
Sebenarnya akan lebih efektif jika melakukannya dari depan, namun Jing Yang tidak menyarankan ini karena itu membutuhkan keberanian yang besar.
“Aku tidak memaksa kalian melakukan itu. Apa kau juga ingin ikut Yueyue? Ini bagus untuk dirimu yang merupakan praktisi es agar bisa menerima aura api milikku.” Jing Yang menatap Mei Hua, Qiao Xi dan Fan Ziwei secara bergantian lalu memandang wajah Xue Bingyue yang terlihat cemburu.
Xue Bingyue tersenyum, “Baiklah, jika kau memaksa. Aku ingin kau melakukannya dari depan.” Xue Bingyue tidak ragu karena sejak awal dirinya sudah memiliki perasaan yang besar kepada Jing Yang, begitu juga dengan sebaliknya.
“Baiklah, kita akan melakukannya ditempat yang tenang dan sepi.” Jawaban santai Jing Yang membuat wajah Mei Hua, Qiao Xi dan Fan Ziwei menatap rumit mereka berdua.
“Tunggu!” Mei Hua mengerutkan keningnya tidak percaya, “Ini aneh?”
“Aneh?” Jing Yang ikut mengerutkan keningnya, “Aku hanya membantu Yueyue berlatih, apa yang aneh?”
“Itu...” Mei Hua memalingkan wajahnya, rumit mengekspresikan perasaannya kepada Jing Yang.
‘Ini sudah aneh. Mana mungkin aku menunjukkan tubuhku pada dia. Tetapi...’ Fan Ziwei menatap rumit Jing Yang yang tersenyum kearah Xue Bingyue.
“Yang Mulia, aku bersedia. Jika ini membuatku kuat dan Yang Mulia yang membimbingku, aku bersedia.” Sebuah jawaban dari Qiao Xi membuat mata Mei Hua melotot begitu juga dengan Fan Ziwei.
Terpancing akan ucapan Qiao Xi, akhirnya Mei Hua kembali membuka suara, “Aku- Aku... Aku juga bersedia!” Wajah Mei Hua semakin merah padam membayangkan yang bukan-bukan.
Fan Ziwei bersikap santai walaupun jantungnya berdegup kencang saat Jing Yang memandang dirinya. Akhirnya Fan Ziwei juga sepemikiran dengan Qiao Xi dan Mei Hua yang akan mengikuti Metode Penyiksaan Petir dan Metode Penyiksaan Api sesuai arahan Jing Yang.
“Hmmm, baiklah. Kita akan melakukannya secara perlahan dan tidak perlu terburu-buru.” Jing Yang terbang lebih cepat sambil menggerakkan pedang yang dipijak Mei Hua dan Qiao Xi.
“Apa kalian bertiga tertarik belajar Ilmu Pedang Terbang? Aku bisa mengajari ini pada kalian.” Jing Yang menawarkan setelah mengetahui Mei Hua, Qiao Xi dan Fan Ziwei merupakan pemilik hati Sembilan Permata Bunga Persik.
__ADS_1
“Yang‘er...” Fan Ziwei terkejut dengan tawaran Jing Yang. Ilmu Pedang Terbang merupakan ilmu milik Istana Sembilan Naga tentu saja Fan Ziwei tertarik mempelajarinya, “Apa kau serius dengan ucapanmu itu?”
“Aku serius, Senior Ziwei. Kalian bertiga telah mendapatkan kepercayaanku. Walaupun aku lebih muda dari kalian, tetapi aku akan membimbing dan melatih kalian. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Justru sikap dan ucapan Jing Yang membuat Fan Ziwei khawatir. Entah mengapa Jing Yang seolah-olah ingin memastikan mereka bertiga berkembang kuat dan mampu menjaga diri setelah mengalirkan Api Ilahi kepada telapak tangan mereka.
“Aku mengerti. Aku percaya padamu, Yang‘er. Sepertinya mereka berdua tertarik mempelajari Ilmu Pedang Terbang.” Fan Ziwei memandang wajah Jing Yang penuh makna sebelum mengalihkan pandangannya menatap Mei Hua dan Qiao Xi.
Jing Yang tersenyum dan kembali bertanya kepada Mei Hua dan Qiao Xi yang terdiam, “Bagaimana dengan kalian berdua? Apa kalian berdua tertarik mempelajari Ilmu Pedang Terbang?”
Mei Hua dan Qiao Xi sama-sama menganggukkan kepalanya. Kemudian mereka berdua saling memandang satu sama lain dan tersenyum manis.
“Yueyue, apa kau cemburu?” Mei Hua bertanya karena merasa tidak enak Jing Yang secara terang-terangan menaruh perhatian kepada mereka bertiga.
“Tidak, jika Yangyang menyukai kalian, aku hanya berharap kalian bisa memberikan yang terbaik untuknya.” Sebuah ucapan yang terdengar aneh dan menghasut membuat Mei Hua dan Qiao Xi memiliki pandangan lain terhadap Jing Yang.
“Yangyang memiliki alasan khusus bertindak sejauh ini membantu kalian. Aku merasa dia peduli pada kalian bertiga.” Xue Bingyue menambahkan. Setahu Xue Bingyue tindakan Jing Yang sangat misterius, seperti saat ini contohnya.
Setelah menggunakan Api Ilahi kepada Mei Hua, Qiao Xi dan Fan Ziwei, Jing Yang terlihat seperti orang yang berbeda. Bahkan Jing Yang memperhatikan mereka bertiga lebih lama dari biasanya.
‘Ucapan Yueyue benar apa adanya. Apa dia memiliki perasaan padaku? Jika iya, maka kami harus saling berbagi seperti yang dikatakan Qiao Xi.’ Mei Hua larut dalam pikirannya.
Seluruh Tetua Istana Bunga Persik sudah mengetahui ini. Fan Ziwei akhirnya setuju untuk mendapatkan pelatihan dari Jing Yang, ini bukan soal harga diri mengingat umurnya lebih tua melainkan rasa penasaran Fan Ziwei kepada Jing Yang.
____
“Bagaimana Saudari Mei, Saudari Qiao? Apa kalian berdua sudah terbiasa?” Jing Yang bertanya setelah melihat Mei Hua dan Qiao Xi menggunakan Ilmu Pedang Terbang.
Cukup singkat Jing Yang mengajarkan Ilmu Pedang Terbang kepada Mei Hua dan Qiao Xi, keduanya lebih cepat menangkap penjelasannya dan lebih paham memperagakannya lebih dari Jing Yang perkirakan.
“Mereka berdua mahir. Ini luar biasa, mungkin cepat atau lambat mereka berdua akan menyusulku.” Xue Bingyue tersenyum sambil memperhatikan Mei Hua yang mempersingkat jarak dengannya.
“Yueyue!” Seolah-olah telah akrab, Mei Hua melambaikan tangannya kepada Xue Bingyue.
“Kakak Mei, apa kau ingin mengejarku? Tidak semudah itu.” Xue Bingyue tersenyum jahil dan terbang lebih cepat dari sebelumnya membuat Mei Hua cemberut.
__ADS_1
“Tunggu!” Mei Hua mengembungkan pipinya saat Xue Bingyue mempercepat gerakannya.
Jing Yang menghela nafas ringan melihat tingkah Xue Bingyue dan Mei Hua, kemudian dia memperhatikan Qiao Xi yang terbang disampingnya sekarang.
“Yang Mulia, aku sangat bersyukur karena bisa kembali bertemu denganmu. Mungkin kau telah berbeda, namun kau tidak berubah dan masih sama.” Qiao Xi dengan wajah tersipu malu mengatakan itu.
“Hmmm...” Jing Yang mengetahui Qiao Xi ataupun Mei Hua memilki perasaan padanya. Dia juga memuji Qiao Xi karena mendengar cerita dari Murong Qiaomi tentang perjuangan Qiao Xi untuk menjadi lebih kuat.
“Sebaiknya kita menyusup dengan cepat dan berjalan kaki. Wilayah Rongma adalah tempat yang tidak pernah terjamah oleh orang-orang seperti kita. Sepertinya sesuatu yang besar terjadi di Rongma.” Fan Ziwei menajamkan indera penglihatannya. Jarak antara mereka berlima dengan Rongma semakin singkat.
Jing Yang melakukan hal yang sama dengan Fan Ziwei, dia menajamkan indera penglihatannya, “Senior Ziwei, disana ada tempat yang cocok untuk bermalam. Kita akan memulai latihannya. Tetapi...”
“Tetapi?” Fan Ziwei terkejut akan indera penglihatan Jing Yang.
“Tidak, hanya saja disana aku melihat sungai yang telah tercemar. Sampah-sampah dan sepertinya bangkai Binatang Iblis juga disana.” Jing Yang menggelengkan kepalanya karena menurutnya sungai tersebut merupakan tempat yang indah.
Mata Jing Yang menyapu sekelilingnya dengan cepat sebelum akhirnya menemukan sebuah gua dikali bukit yang dekat dengan Rongma. Gua itu tertutupi oleh aura yang besar kemungkinan orang yang menutupi aura itu kemampuannya setara dengan Xue Bingyue.
“Kita mendarat.” Jing Yang memberi instruksi. Setelah berada didepan gua, Jing Yang melepaskan aura tubuhnya lalu menarik aura yang menutupi gua. Aura berwarna merah yang mengandung unsur api dia serap seluruhnya.
“Apa gua ini tidak berbahaya?” Mei Hua bertanya.
“Gua ini sempit dan lembab...” Mei Hua memperhatikan sekelilingnya.
“Jadi apa yang ingin kau lakukan Yangyang? Apa kau akan memulai pelatihan?” Xue Bingyue bertanya.
Jing Yang menjawab, “Kita akan memulai pelatihan disini, Yueyue. Tempat ini gelap dan aku tidak bisa melihat tubuh kalian dengan jelas...”
“Itu terdengar meragukan karena diantara kita semua, indera penglihatanmu adalah yang tertajam.” Xue Bingyue menanggapi dengan pipi yang mengembung karena mengira Jing Yang sudah mulai berpikiran mesum.
“Ah-” Jing Yang membuka mulutnya namun suara ludah yang terdengar, ‘Benar juga, ini memalukan...’
“Tidak masalah, lagipula kita sudah sepakat akan melakukan pelatihan. Dan perlu diingat, Yang‘er adalah lelaki yang bertanggungjawab, ya kan Yang‘er?” Fan Ziwei tersenyum kearah Jing Yang.
__ADS_1
“Lebih baik kita membuat api unggun dan makan.” Kembali Fan Ziwei mencairkan suasana, namun dalam hati Fan Ziwei muncul rasa penasaran akan ekspresi wajah ataupun perasaan Jing Yang sekarang.
‘Aku tidak peduli dengan perasaanku yang kacau ini, aku hanya ingin kau melihat diriku untuk sekali ini saja, Yang‘er...’ Entah apa yang dipikirkan Fan Ziwei kepada Jing Yang.