
‘Berikan darah setengah iblis itu padaku!’
Saat Jing Yang dan Ye Xiaoya sedang panik. Pusaka Dewa yang mereka berdua pegang memberontak. Rasa haus darah membuat tangan Jing Yang dan Ye Xiaoya gemetar hebat.
“Bing Wang! Huo Wang! Tenanglah!” Ye Xiaoya tidak mengetahui alasan pasti mengapa dua Roh Pedang terlihat agresif.
‘Anak manusia. Makhluk itu memiliki darah iblis yang hanya bertahan hidup ketika malam hari. Cari kelemahannya, jika tidak dapat mengalahkannya. Maka ulur waktu hingga pagi. Jangan biarkan makhluk itu kembali dalam wujud manusianya...’
Kurang lebih Jing Yang mengerti maksud Roh Sang Hitam. Tetapi dia merasa Roh Sang Hitam belum memberitahu apa yang ada di luar Benua Dataran Tengah ataupun kebenaran tentang dunia ini.
Jing Yang menjelaskan pada Ye Xiaoya. Keduanya langsung menenangkan Roh Pedang sebelum bergerak hampir bersamaan menyerang Xiang Qi.
“Manusia seperti kalian ingin melawanku? Jangan gegabah!” Xiang Qi bergerak cepat dan menghilang dari pandangan Jing Yang dan Ye Xiaoya.
Satu cakarannya mengenai sedikit leher Ye Xiaoya, sementara cakaran lainnya menggores perut Jing Yang. Xiang Qi tersenyum menyeringai sebelum menjilat darah Jing Yang dan Ye Xiaoya.
“Apa yang dia lakukan?!” Jing Yang merasakan hal buruk. Bagaimanapun senyuman dan tatapan Xiang Qi membuatnya tidak tenang.
Ye Xiaoya mengernyitkan dahinya, “Yang‘er, Bangsa Iblis adalah makhluk yang keji. Jadi berpikirlah diluar perkiraanmu dan bertindaklah yang terbaik!”
Jing Yang mengangguk. Saat ini Jing Yang dan Ye Xiaoya melepaskan jurus yang sama, gerakan keduanya sangat serasi. Tebasan mereka mengenai leher Xiang Qi, tetapi tidak dapat memotongnya.
“Kalian berdua memotong apa?” Xiang Qi mengayunkan tangannya, seketika rintik hujan turun membasahi tempat pertarungan mereka.
Ye Xiaoya menggigit bibir bawahnya, pandangannya buram. Ini adalah ilusi. Hujan, tempat pertarungan mereka dan semuanya adalah ilusi.
“Yang‘er!” Ye Xiaoya tersentak kaget menyadari kedua pedangnya berbenturan dengan kedua pedang Jing Yang.
Jing Yang masih belum sadar jika dirinya terjebak dalam ilusi. Tetapi dia merasakan samar-samar aura yang buram dan tidak beraturan. Tanda Mata Naga membuatnya menembus batas ilusi.
Jing Yang mendecakkan lidahnya sebelum menyarungkan kedua pedangnya. Ye Xiaoya lega karena dia melihat pemuda ini menyerangnya dengan begitu lincah dan telah menyarungkan pedangnya.
Xiang Qi menggelengkan kepalanya, “Aku rasa kau mempunyai kemampuan yang belum pernah kulihat! Mata kirimu itu, bukanlah mata manusia!”
__ADS_1
Sekarang perhatian Xiang Qi sepenuhnya terarah pada Jing Yang. Ye Xiaoya tersenyum karena merasa Jing Yang mengetahui cara kerja jurus ilusi milik Xiang Qi.
Benar saja, ketika Xiang Qi memusatkan perhatiannya kepada Jing Yang. Dunia disekitar Ye Xiaoya kembali.
‘Saat aku tahu tubuhmu sama sepertiku. Aku tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Selama ini aku tidak pernah sekalipun dianggap sebagai manusia karena kondisi tubuhku ini. Keajaiban selalu datang saat aku bersamamu...’ Ye Xiaoya tersenyum penuh makna melihat Jing Yang yang berdiri dengan tenang ketika Xiang Qi melepaskan pukulan yang dipenuhi tenaga dalam padanya.
“Tarian Pedang Kematian : Darah Layu!”
Suara nyaring terdengar. Ye Xiaoya membelalakkan matanya karena tangan Xiang Qi begitu keras, bahkan kedua pedangnya tidak dapat memotongnya.
“Bagaimana mungkin kau bisa lepas dari jurus ilusi ku?!” Untuk pertama kalinya Xiang Qi terlihat panik, “Ah, sudah kuduga kau adalah anak Jing Tian! Kau dapat mengetahui kemampuan Jurus Darah Iblis milikku!”
Jing Yang tersenyum ketika perhatian Xiang Qi terarah pada Ye Xiaoya.
“Darah adalah kuncinya. Kunci untuk mengaktifkan kemampuanmu. Tetapi jurusmu itu bekerja jika kau memusatkan perhatianmu pada kami berdua...” Jing Yang menatap Ye Xiaoya yang tersenyum padanya.
Satu tetes darah hanya akan bekerja selama satu kali. Karena trik jurus ilusi milik Xiang Qi terbongkar, maka Jing Yang dan Ye Xiaoya tidak akan membiarkan Xiang Qi melukai tubuh mereka dan mengambil setetes darah seperti sebelumnya.
“Hahahaha... Pada dasarnya kau adalah keturunan bangsawan dan memiliki darah kaisar. Kau lebih pandai dibandingkan pamanmu itu!” Setelah berkata demikian, Xiang Qi melepaskan aura yang lebih mencekam dari aura pembunuh. Aura Iblis, itulah aura yang sekarang Xiang Qi lepaskan.
Jing Yang dan Ye Xiaoya bergerak bersama melepaskan satu tebasan. Sebuah tebasan yang merupakan kombinasi dari Pedang Gravitasi dan Pedang Api membuat Xiang Qi menyeringai.
Tubuh Xiang Qi tidak dapat digerakkan ketika Jing Yang memusatkan gravitasi yang berat dan membebani tubuh Xiang Qi. Sementara Ye Xiaoya melepaskan satu tebasan yang berapi-api.
“Pasangan pendekar pedang... Di mataku kalian bahkan tidak terlihat seperti guru dan murid...” Xiang Qi tidak habis pikir serangan kombinasi Jing Yang dan Ye Xiaoya membuat Jurus Darah Iblis tidak berkutik sedikitpun.
Malam ini mata Xiang Qi terbuka lebar. Untuk menjadi kuat atau mengalahkan musuh yang lebih kuat, bisa dilakukan dengan kerjasama. Percaya pada seseorang adalah hal yang paling sulit dilakukan. Dan sekarang Xiang Qi melihat Jing Yang dan Ye Xiaoya saling mempercayai satu sama lain. Keduanya menggantung hidup pada masing-masing.
Perlahan-lahan tebasan berapi-api yang dilepaskan Ye Xiaoya semakin membara dan membentuk kepala naga berukuran besar.
“Tarian Pedang Ganda : Gravitasi Naga Api!”
Naga itu membuka mulutnya dan membakar tubuh Xiang Qi. Pertempuran yang diperkirakan akan dimenangkan Menara Pilar Hitam dan Organisasi Air Dosa berubah hasilnya, Jing Yang dan Ye Xiaoya sekarang telah membalikkan keadaan.
__ADS_1
“Kakak Yue Wang! Lingling! Lakukanlah...” Jing Yang bergerak cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Jing Yang dan Ye Xiaoya saling berpandangan sebelum keduanya melepaskan satu tebasan yang memotong tubuh Xiang Qi menjadi empat bagian.
Di tengah kekacauan, semua pendekar Asosiasi Pedang Hati menyaksikan harapan. Lahirnya pasangan pendekar pedang yang membuat pertempuran di kota perbatasan berubah menjadi teriakan kemenangan.
Kematian Xiang Qi, Ling Shan, Xu Hu dan Gu Ao membuat pendekar dari Menara Pilar Hitam dapat diatasi dengan mudah. Bahkan bantuan prajurit militer dari Panglima Shen Ho datang membantu mengatasi pembunuh dari Organisasi Air Dosa.
Panglima Shen Ho terpana melihat Jing Yang dan Ye Xiaoya, keduanya seolah-olah telah mengenal lama.
‘Perasaan ini...” Jing Yang memegang kepalanya, ‘Ini ingatan siapa? Apa aku pernah bertemu Guru Xiaoya sebelumnya?’
Tirai malam di kota perbatasan terbuka ketika sinar matahari menembus awan. Takdir dari pemilik Tubuh Raja Neraka dan Tubuh Ratu Neraka terikat benang merah takdir kehidupan.
Ingatan dari pewaris sebelumnya muncul di pikiran Jing Yang dan Ye Xiaoya.
Jing Yang tidak menyadarinya, tetapi bagi Ye Xiaoya ini adalah hal yang telah dia dambakan sejak dirinya kecil. Namun tidak pernah dia sangka lelaki yang memiliki Tubuh Raja Neraka adalah muridnya.
___
Arc 2 Bangkitnya Pasangan Pendekar Pedang End
Berikan komentarnya tentang chapter ini?
Oh, iya. Cincin Dewa sama Cincin Penyimpanan gak semua pendekar berkemampuan tinggi punya ya. Bisa baca ulang di chapter 88.
Jumlah Cincin Dewa di dunia ada sebelas dan Cincin Penyimpanan berjumlah dua puluh dua. Kenapa Jing Yang polos? Karena kalian tahu sendiri, Jing Yang anak dari Jiang Lian yang keturunan bangsawan.
Kata-kata dan nasihat ibunya mengajarkannya kebaikan. Jing Yang tumbuh dengan rasa sakit. Seiring berjalannya waktu kepribadiannya juga berubah. Pertama kali dia membunuh saat di Kota Xuedong, bahkan Yangyang ini pingsan karena pertama kali tangannya membunuh manusia. Wajar karena MC yang aku buat ini bukan reinkarnasi ataupun kembali ke masa lalu, melainkan dia tumbuh dan berkembang menapaki masa depan.
Dan saatnya memasuki babak ketiga. Buat yang kangen sama Yueyue, besok adalah kejutan untuk kalian. Karena babak ketiga Yueyue akan tampil.
Selamat menikmati
__ADS_1
Pena Bulu Merah, Rafli.