
Sinar tipis-tipis menembus awan, menyeruak dan menyibak langit menerangi dunia diiringi kicauan burung di pagi yang indah ini.
Embun pagi menyelimuti Puncak Persik, Jing Yang dan Xue Bingyue terbangun hampir bersamaan saat sinar matahari bersentuhan langsung dengan kelopak mata mereka.
Xue Bingyue menatap topeng rubah putih yang dikenakan Jing Yang sebelum berdiri dan mengusap kedua kelopak matanya.
Jing Yang sendiri menikmati tidurnya malam ini. Dia benar-benar bisa tertidur pulas setelah mengetahui Xue Bingyue berada disampingnya dan dalam jangkauannya.
Keduanya kembali ke penginapan setelah menikmati matahari terbit di Puncak Persik. Mereka berdua menuruni bukit sambil mendengarkan kicauan burung yang bernyanyi disekitar mereka.
Hari ini adalah hari yang ditunggu Xue Bingyue, karena jika dia dapat memenangkan semua pertandingan Turnamen Pendekar Muda, maka dia bisa melihat wajah Jing Yang secara langsung.
Sementara Jing Yang sudah mengantisipasi jika Xue Bingyue yang keluar sebagai pemenangnya. Kekuatan milik Roh Sang Hitam dan Roh Sang Putih akan dia gunakan sebagai antisipasi jika Xue Bingyue akan mengalami penderitaan yang sama sebelumnya.
___
Hari ini stadion tempat digelarnya Turnamen Pendekar Muda dipenuhi penonton yang kebanyakan dari mereka adalah seorang pendekar.
Tian Taohua masih memimpin Turnamen Pendekar Muda sebagai wasit pertandingan. Dan kedelapan peserta yang akan menjadi bintang utama Turnamen Pendekar Muda hadir di tengah lapangan arena pertandingan.
Sebelum babak delapan besar Turnamen Pendekar Muda digelar, Kung Taoji memberikan sambutan dan ucapan selamat kepada kedelapan peserta.
Patriark Puncak Persik ini beberapa kali melihat Tetua Langit Wu Taofan berbincang dengan Patriark Sekte Menara Biru yang bernama Shuang Ciu.
Memang babak delapan besar ini, jumlah penonton yang melihat Turnamen Pendekar Muda meningkat secara singkat melebihi hari kemarin. Kung Taoji merasa jika banyak kejanggalan di dalam kediaman sektenya. Walau Kung Taoji mengetahui hubungan antara Tetua Langit dan Tetua Bumi tidak baik, dia berharap kedua Tetua Puncak Persik itu tidak melakukan hal yang dia pikirkan sekarang.
__ADS_1
Ketika matahari kian meninggi, Tian Taohua segera memanggil dua peserta yang akan bertanding di pertandingan pembuka babak delapan besar Turnamen Pendekar Muda.
“Tian Yuan! Xu Jianbao! Untuk kedua peserta silahkan maju kedepan!” Tian Taohua berkata sambil menatap Tian Yuan yang melompat kebawah diikuti Xu Jianbao.
Kedua peserta yang akan bertanding di pertandingan pembuka ini sama-sama mewakili sekte terbesar di Kekaisaran Yin. Baik Tian Yuan dari Puncak Persik ataupun Xu Jianbao dari Sekte Pedang Suci, keduanya sama-sama mempertaruhkan kebanggaan dan nama besar sekte mereka.
Seperti biasa sebelum bertanding, Tian Taohua menjelaskan peraturan pertandingan pada Tian Yuan dan Xu Jianbao yang sebagai peserta.
Selesai menjelaskan, Tian Taohua memberi isyarat pada Tian Yuan dan Xu Jianbao untuk mengambil jarak. Setelah kedua peserta berada dijarak yang telah ditentukan, Tian Taohua memejamkan matanya sebelum memulai pertandingan pembuka babak delapan besar ini.
“Dengan ini pertandingan dimulai!” Tian Taohua memulai pertandingan pembuka, diikuti dengan Xu Jianbao yang menarik pedangnya dan bergerak melancarkan serangan pembuka pada Tian Yuan.
Sebuah tebasan menyilang mengarah pada Tian Yuan, pertukaran serangan langsung terjadi saat Tian Yuan menyambutnya.
Dari segi kekuatan sendiri Tian Yuan lebih unggul karena telah mencapai pendekar suci, sementara Xu Jianbao baru mencapai pendekar putih.
Banyak penonton yang berdecak kagum dengan permainan pedang Tian Yuan, tetapi sebagian juga menyadari bahwa Tian Yuan tidak lebih dari seorang pemuda yang tidak bisa berpikir untuk mawas diri dan hanya menginginkan pujian.
Xu Jianbao mengernyitkan keningnya ketika menyadari Tian Yuan tidak serius melawannya. Bahkan setelah dia mengeluarkan puluhan jurus, Tian Yuan masih tidak bergeming dan hanya menyambut setiap serangannya dengan santai.
“Aku mendengar kau dipermalukan oleh pemuda di kota bawah puncak ini? Sepertinya Matriark Istana Bulan Biru sudah memiliki pujaan hati, dan orang itu tentunya buka dirimu kan?” Xu Jianbao yang merasa kesal karena tidak dapat mendaratkan tebasan pedang Tian Yuan mulai melakukan provokasi.
Xu Jianbao sendiri juga masih tidak dapat tertidur dengan tenang setelah melihat Xue Bingyue begitu dengan pemuda misterius yang tak lain adalah Jing Yang. Yang paling menyakitkan bagi Xu Jianbao saat melihat Xue Bingyue tidur dibahu Jing Yang, terlebih dia melihat sendiri Xue Rong yang menyelimuti keduanya dengan kain sebagai selimut.
Tian Yuan yang sedang tenang mulai memasang ekspresi kesal saat mengingat Jing Yang membunuh salah satu bawahan Wu Taofan.
__ADS_1
“Pemuda itu cepat atau lambat akan mati karena ayahku...”
“Karena ayahmu sama sekali tidak peduli padamu dan kau berguru pada Tetua Bumi. Benar tidak perkataanku, jika salah maka koreksi Senior Tian!” Xu Jianbao menyeringai kejam saat melihat Tian Yuan mematung. Tanpa aba-aba, pedangnya mendarat dilengan dan dada Tian Yuan.
Para penonton terkejut saat melihat Tian Yuan terkena tebasan Xu Jianbao. Memang tebasan dari Xu Jianbao kurang dalam, tetapi Tian Yuan mendapatkan luka yang termasuk parah karena pendarahan di dadanya.
“Kau melakukannya sialan!” Tian Yuan menatap dingin Xu Jianbao sebelum melakukan serangan brutal, tidak peduli dengan lukanya. Sekarang yang ada dipikirannya adalah bagaimana cara membunuh Xu Jianbao.
Tian Yuan mempersingkat jarak antara dirinya dengan Xu Jianbao, tidak butuh waktu lama bagi Tian Yuan untuk membuat Xu Jianbao terkapar karena tidak dapat menahan serangannya dari berbagai arah.
Sekujur luka ditubuh Xu Jianbao bisa dibilang banyak, dan ketika Tian Yuan hendak mengayunkan pedangnya pada leher Xu Jianbao, segera Tian Taohua menahan tangan anaknya itu.
“Cukup!” Tian Taohua menatap tajam Tian Yuan yang masih terlihat begitu marah dan tidak terima saat dirinya menghentikan tindakannya untuk membunuh Xu Jianbao.
“Aku ingin kekuatan! Jangan sentuh tanganku!” Tian Yuan menghempaskan tangan Tian Taohua.
Sebagai seorang ayah, Tian Taohua tidak menyangka jarak antara dirinya dengan anaknya sejauh ini. Terlebih Tian Taohua baru merasa menyesal setelah melihat Tian Yuan terlalu jauh jatuh dalam kubangan lumpur kegelapan.
“Pemenangnya Tian Yuan dari Puncak Persik!” Tian Taohua mengangkat tangannya menghentikan pertandingan dan mengumumkan Tian Yuan sebagai pemenangnya.
Terlihat Wu Taofan mengobati Tian Yuan yang terluka parah, dan Xu Jianbao tentunya mendapatkan luka lebih parah. Xu Jianbao dirawat para Tetua Sekte Pedang Suci.
Jing Yang melihat jelas jika Tian Yuan dan Xu Jianbao memiliki perasaan kepada Xue Bingyue. Ya, memang setelah menyerap khasiat Giok Pengetahuan, terlebih perpisahannya dengan Ye Xiaoya, Jing Yang merasakan bahwa dirinya benar-benar telah memberikan harapan pada beberapa perempuan dan dia baru menyadari semua itu setelah Ye Xiaoya pergi.
Beberapa saat kemudian Tian Taohua memanggil Xue Que dan Xiao Fang untuk bertarung di pertandingan kedua babak delapan besar Turnamen Pendekar Muda.
__ADS_1
“Xue Que dari Istana Bulan Biru dan Xiao Fang dari Puncak Persik silahkan maju kedepan!”