
Berbeda dengan Xue Bingyue yang tidak bertemu lawan yang merepotkan di babak enam belas besar, Yin Feng justru bertemu lawan yang merepotkan karena di pertandingan kedua Turnamen Pendekar Muda mempertemukan antara Yin Feng melawan Xiao Fang.
Yin Feng sendiri masuk ke babak enam belas besar tidak mudah, karena bagaimanapun dia sendiri yang merupakan pendekar tingkat dua diantara peserta lainnya yang masuk babak enam belas besar Turnamen Pendekar Muda.
Sementara lawannya Xiao Fang merupakan salah satu dari dua murid Kung Taoji. Saat Tian Taohua menyuruh keduanya mendekat sambil memberitahu peraturan pertandingan, Yin Feng merasakan tekanan dari tatapan mata Xiao Fang.
“Baiklah, dengan ini pertandingan kedua Turnamen Pendekar Muda dimulai!” Tian Taohua bersuara lantang disambut dengan putaran tombak Yin Feng.
“Benar kata Saudaraku, yang kubutuhkan sekarang adalah pengalaman...” Yin Feng melihat Xiao Fang belum bergerak dari tempatnya, bahkan pemuda itu sampai sekarang belum menarik pedangnya.
Saat jarak antara Yin Feng dan Xiao Fang semakin singkat, serangan pertama yang tercipta adalah tusukan tombak Yin Feng dipenuhi bara api.
Xiao Fang melapisi tangan kanannya dengan aura sebelum menyambutnya. Seperti biasa Xiao Fang terlihat tidak ingin menarik pedangnya.
Melihat itu Yin Feng mengernyitkan keningnya, ‘Kau boleh saja meremehkanku! Tetapi kau tahu, aku telah dilatih oleh Saudaraku. Jika kau meremehkanku, maka kau sama saja meremehkan dirinya!’
Yin Feng mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar sebelum melakukan tusukan berkali-kali pada Xiao Fang. Serangannya tajam, hanya saja Xiao Fang dapat melihat setiap pergerakannya.
Banyak penonton yang tidak mengetahui jika Yin Feng melakukan ancang-ancang gerakan tipuan, sehingga gerakan yang dilakukan Yin Feng terkesan sembarangan.
Setelah melakukan tujuh gerakan tipuan, Yin Feng berhasil mendaratkan tusukan tepat di dada Xiao Fang. Seketika suasana di stadion hening karena bagaimanapun Xiao Fang merupakan seorang pendekar suci. Terlebih Yin Feng berhasil mendaratkan tusukan pada Xiao Fang.
Raut wajah Xiao Fang masih tetap tenang sebelum pemuda itu melompat ke belakang sambil menghentikan pendarahan menggunakan tenaga dalamnya.
Serangan tusukan tombak Yin Feng tidak berhenti sampai disitu, setelah berhasil mendaratkan satu tusukan pada lawannya dan mencuri perhatian penonton, sekarang Yin Feng melakukan serangan bertubi-tubi hingga akhirnya dia memberikan pilihan sulit bagi Xiao Fang.
“Aku tidak menyangka ada seorang anak bangsawan menjadi pendekar, terlebih anda merupakan penerus tahta Kekaisaran Yin.” Untuk pertama kalinya Xiao Fang berbicara. Tusukan tombak Yin Feng mengincar lehernya.
__ADS_1
Tanpa basa-basi Xiao Fang menarik pedangnya dan menangkis tusukan tombak Yin Feng dengan ayunan pedang yang lincah.
“Bisa aku katakan padamu jika seorang penerus tahta kekaisaran merupakan jenius yang sesungguhnya. Kalian semua yang ada disini tidak sebanding dengan dirinya!” Yin Feng menyeringai mengingat kehebatan Jing Yang. Dalam satu gerakan yang pasti, Yin Feng kembali berhasil mendaratkan tusukan pada lengan kanan Xiao Fang.
“Maaf, aku sendiri tidak tahu apa yang dimaksud jenius.” Xiao Fang mengakhiri pertarungan dengan putaran tebasannya yang membuat tubuh Yin Feng keluar arena.
Tian Taohua segera mengangkat tangannya, “Pemenangnya Xiao Fang dari Puncak Persik!” Tepuk tangan diberikan kepada Xiao Fang dan Yin Feng yang telah menyajikan pertarungan seru di babak enam belas besar Turnamen Pendekar Muda.
Xiao Fang sendiri penasaran dengan orang yang dimaksud Yin Feng. Xiao Fang menghampiri Yin Feng dan mengulurkan tangannya.
“Aku bisa melihat tekad dan semangatmu, Tuan Muda Yin.” Xiao Fang menatap Yin Feng yang masih meringis kesakitan.
“Kau hampir saja membunuhku! Beruntung aku telah terbiasa bertarung melawan Saudaraku...” Yin Feng tidak memungkiri jika dirinya masih kesal dengan kekalahannya.
Pemandangan keakraban Yin Feng dan Xiao Fang menarik perhatian banyak orang. Karena bagaimanapun sangat jarang seorang bangsawan menjadi seorang pendekar yang memiliki kemampuan tinggi dan kegigihan seperti yang dimiliki Yin Feng.
Xue Que dan peserta dari Sekte Menara Biru. Pemuda yang memakai penutup wajah dan telah mencapai pendekar raja itu sangat misterius.
“Ini dia Sekte Menara Biru. Aku dengar sekte ini menutup diri selama satu tahun. Sepertinya mereka akan menjadi sekte yang besar...” Para penonton mulai saling berbisik dan berbincang.
“Peng Ouyang, ada rumor mengatakan bahwa dia baru belajar bela diri selama dua tahun dan telah mencapai pendekar putih.” Penonton yang lain mulai saling bersahutan menanggapi kedatangan pemuda yang sedang berjalan memasuki arena pertandingan.
“Dua tahun mencapai pendekar putih, jika benar, maka sudah dipastikan Peng Ouyang adalah jenius yang sesungguhnya.”
Jing Yang dan Xue Rong mendengarkan setiap bisikan-bisikan para pendekar disekitar mereka. Saat hal yang membuat Jing Yang penasaran adalah sosok Peng Ouyang yang samar-samar memancarkan aura sama persis dengan Mao Gang.
Jing Yang mendecakkan lidahnya karena merasakan firasat buruk. Bagaimanapun Xue Que telah melakukan perjalanan bersamanya, dan lawan dari gadis itu terus memancarkan aura yang membuatnya merasa harus waspada.
__ADS_1
“Ada apa, Junior Yang?” Xue Rong berkata dengan lembut karena melihat telapak tangan Jing Yang mengepal.
“Menurut Senior Rong, pemuda bernama Peng Ouyang dari Sekte Menara Biru itu siapa? Apakah namanya pernah ada di dunia persilatan Kekaisaran Yin?” Jing Yang menjawab sambil memperhatikan Xue Que dan Peng Ouyang yang sedang mendengarkan penjelasan aturan pertandingan dari Tian Taohua.
“Aku belum pernah mendengarnya. Tetapi aku pernah mendengar kabar bahwa Sekte Menara Biru tidak pernah menjalin hubungan khusus dengan sekte lain.” Xue Rong berkata sambil menjelaskan bahwa dirinya juga merasakan ada kejanggalan dalam barisan kepemimpinan Sekte Menara Biru.
Tak lama terlihat Tian Taohua menyuruh Xue Que dan Peng Ouyang untuk menjaga jarak.
“Dengan ini pertandingan ketiga babak enam belas besar Turnamen Pendekar Muda dimulai!” Tepat setelah Tian Taohua mengumumkan pertandingan, Xue Que dan Peng Ouyang bergerak hampir bersamaan.
Keduanya sama-sama menggunakan pedang sebagai senjatanya. Pertukaran serangan sengit sejak awal pertandingan tersaji. Berkali-kali Xue Que melepaskan jurus demi jurus yang memukau dan disambut dengan santai oleh Peng Ouyang.
Setelah melakukan pertukaran lebih dari lima puluh serangan, Peng Ouyang menjaga jarak dari Xue Que sebelum melemparkan sebuah jarum yang menancap di perut Xue Que.
“Jarum seperti ini tidak akan menghentikanku!” Memang benar jarum yang tertancap diperutnya tidak menghentikan pergerakannya, dalam satu kali tebasan Xue Que berhasil membuat Peng Ouyang terluka parah.
Tian Taohua mengangkat tangannya ketika Peng Ouyang juga mengangkat tangannya tanda bahwa dia menyerah.
“Cukup!” Tian Taohua melihat Xue Que yang menyarungkan pedangnya secara perlahan, “Pemenangnya Xue Que dari Istana Bulan Biru!”
Penonton memberikan tepuk tangan pada Xue Que, sementara di bangku penonton terlihat Jing Yang menajamkan matanya menatap jarum yang dicabut Xue Que.
Xue Rong kembali menyadari sesuatu ketika melihat tangan Jing Yang berulang kali mengetuk kulit tangannya yang halus.
Banyak pendekar muda khususnya laki-laki yang iri ketika melihat jari-jemari Jing Yang menyentuh tangan Xue Rong.
Jing Yang sendiri tidak menyadarinya karena dia sedang memikirkan sesuatu, “Gerakan barusan, aku pernah melihatnya...” Jing Yang menggumam pelan sebelum menyadari raut wajah Xue Rong yang sedikit memerah.
__ADS_1