Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 172 : Desa Api


__ADS_3

Update gak rutin ya, jadi dimaklumi.


____


Kurang lebih hampir selama satu hari Jing Yang bersama Xue Rong menghadapi amukan Hewan Buas Iblis hingga akhirnya keduanya berhasil mencapai sebuah tempat yang merupakan pedesaan.


Desa para pendekar yang berada ditengah kabut membutakan itu membuat Xue Rong khawatir karena menurutnya tempat itu tidak akan berakhir baik jika dirinya dan Jing Yang masuk kedalam sana.


Jing Yang mendengarkan ajakan Xue Rong untuk melanjutkan perjalanan melewati pedesaan itu, tetapi Jing Yang memilih untuk beristirahat dan mencari informasi.


Xue Rong menghela nafas panjang dan mengalah, “Baiklah, tetapi jangan berbuat macam-macam tanpa sepengawasanku. Ingat, ucapanku ini, Junior Yang.”


“Aku mengerti, Senior Rong. Lagipula ini sangat menarik perhatianku...” Jing Yang membaca dalam hati sebuah pintu masuk yang bertuliskan api.


“Desa api...” Jing Yang bergumam pelan sambil memandang orang-orang yang mendekatinya, “Senior Rong, kedua orang itu mengeluarkan aura pembunuh!”


Dua orang yang berlari dengan kecepatan tinggi kearahnya membuat Jing Yang mengeluarkan aura pembunuh dan menangkap pukulan tangan pria yang memasang ekspresi marah dan membantingnya.


‘Bocah ini!’ Pria itu tersentak kaget, kemudian melakukan kuncian dikepala Jing Yang namun tubuhnya justru dilempar Jing Yang dengan mudah.

__ADS_1


“Cao Ji, jangan lengah! Kau cukup urus perempuan manis itu! Aku rasa dia itu siluman!” Sekarang pria yang memainkan pedang mengayunkan pedangnya kearah leher Jing Yang, namun sebelum pedangnya menyentuh leher Jing Yang tangannya membeku begitu juga dengan pedangnya.


“Siluman? Coba katakan sekali lagi!” Xue Rong berteriak dan menendang perut pria itu dengan telak, Jing Yang terdiam melihatnya.


‘Kenapa Senior Rong marah?’ Jing Yang mengerutkan keningnya dan mundur dua langkah sebelum melepaskan tendangan pada pria yang disebut Cao Ji.


“Sial! Lepaskan kami! Kalian berdua bukan berasal dari kabut bukan? Tolong kami!” Pria yang dibekukan tangannya oleh Xue Rong berteriak.


“Senior Cao Ji! Senior Liang Fan!” Seorang pemuda berperawakan tinggi berlari mendekati pria yang dipanggil Cao Ji dan Liang Fan.


“Oh, Bing Hen. Cairkan es ini. Tanganku kedinginan.” Pria yang dipanggil Liang Fan menatap kearah pemuda bernama Bing Hen.


Melihat bagaimana teknik alami pemuda itu, Xue Rong mengerutkan keningnya, ‘Kemampuan ini, bukankah ini sama dengan milik Klan Bing di Gunung Es Utara.’


Saat Xue Rong melamun, pemuda bernama Bing Hen melepaskan serangan tombak es ke arah Xue Rong, segera Jing Yang menangkisnya dengan sebuah dinding api dari aura tubuhnya.


“Senior Rong, kenapa melamun?” Jing Yang menoleh sambil melepaskan aura tubuhnya lebih besar dari sebelumnya, lalu memanipulasi api.


Seketika Liang Fan dan Bing Hen menjaga jarak, sementara Cao Ji melepaskan sebuah pukulan penuh tenaga dalam mengincar kepala Jing Yang.

__ADS_1


“Jangan alihkan pandanganmu!” Cao Ji berteriak membuat Jing Yang tersenyum tipis.


“Aku tidak mengalihkan pandanganku...” Jing Yang menghindari pukulan Cao Ji, lalu dengan secepat kilat tendangan kakinya mengenai belakang kepala Cao Ji dan membuat pria itu tergeletak ke tanah dalam sekali tendangannya.


“Sepertinya kalian salah paham dengan kehadiran kami. Tetapi kami tidak memiliki maksud jahat sama sekali...” Jing Yang tidak ingin melakukan pertarungan sia-sia dengan ketiga orang yang mencegatnya memasuki Desa Api.


“Namun jika kalian bersikeras menyerang kami, aku tidak akan menahan diri!” Jing Yang memberi peringatan.


Liang Fan segera menolong Cao Ji sebelum meminta Jing Yang dan Xue Rong untuk memberikan bantuan pada mereka.


“Maafkan tindakan kami, tetapi kami melakukan ini karena dua hari yang lalu Kepala Desa Li diserang oleh sekelompok orang berkemampuan tinggi. Kami mengira kalian salah satu dari mereka...” Liang Fan menjelaskan jika sekarang Kepala Desa Li dalam kondisi memprihatinkan karena babak belur melindungi Desa Api dari para penyerang.


“Para penyerang pecundang itu sangat mirip dengan sosok iblis yang menghancurkan tempat tinggalku... Aku tidak bisa membiarkan makhluk itu menghancurkan tempat yang menerima keberadaanku ini!” Bing Hen mengepalkan tangannya sambil menatap Jing Yang.


“Katakan padaku, dimana tempatmu berasal?!” Bing Hen melemparkan pertanyaan.


Jing Yang memiringkan kepalanya dan membunyikan lehernya, “Iblis, situasi ini sungguh tidak terduga...” Kemudian Jing Yang mendekati pemuda bernama Bing Hen itu.


“Aku berasal dari Kekaisaran Jiang dan namaku adalah Jing Yang...” Saat Jing Yang memberitahu namanya, Bing Hen menekan aura pembunuhnya.

__ADS_1


“Bing Hen, kemampuan mereka berdua tinggi. Kita tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan mereka berdua...” Liang Fan kemudian menuntun Jing Yang beserta Xue Rong berjalan menuju kediaman Kepala Desa Li.


__ADS_2