Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 245 - Qiao Xi


__ADS_3

Bergerak dengan lembut Qiao Xi dan berakhir duduk dihadapan Jing Yang. Tatapan yang dingin serta ekspresi wajah yang bersemu merah menunjukkan Qiao Xi menahan debaran jantungnya berada didekat Jing Yang.


Memang ekspresi wajah Qiao Xi selalu dingin, bahkan saat didekat Jing Yang ekspresi tersebut belum sepenuhnya menghilang. Namun perbedaan jelas bisa terlihat karena saat ini Qiao Xi telah mendengarkan penjelasan Jing Yang tentang Metode Penyiksaan Petir dan Metode Penyiksaan Api.


“Saudari Qiao, apa kau telah siap? Jika kau ragu, kau bisa memikirkannya kembali.” Jing Yang menatap Qiao Xi tajam sama halnya dengan Qiao Xi yang menatapnya tajam.


“Mmm...” Qiao Xi menganggukkan kepalanya lembut sambil melepaskan pakaian atasnya tanpa keraguan sedikitpun.


Kehalusan bersemi terpampang jelas dihadapan Jing Yang. Tubuh mulus Qiao Xi duduk dengan anggun dihadapannya. Jing Yang bersikap tenang saat Qiao Xi memperlihatkan punggungnya kepada Jing Yang.


“Yang Mulia, sama halnya dengan Mei Hua, aku ingin melewati Metode Penyiksaan Petir dan Metode Penyiksaan Api dengan kemampuanku. Mohon bimbingannya, Yang Mulia...” Suara lembut diwajah dingin itu membuat Jing Yang tersenyum.


Sentuhan lembut mendarat dipunggung Qiao Xi. Jing Yang dengan penuh kelembutan meraba punggung Qiao Xi sambil mengalirkan tenaga dalamnya.


“Sssshhhhh...”


Sontak saja saat Qiao Xi merasakan sensasi kehangatan berganti menjadi rasa sakit. Desisan dari bibir mungilnya keluar, tanpa sadar air mata menetes. Qiao Xi tidak menyangka akan sesakit ini memperbarui titik-titik meridiannya.


Jing Yang menyeka air matanya dan tersenyum teduh, “Tatap mataku ini, Saudari Qiao. Semua akan baik-baik saja, atur aliran nafasmu dan tahan rasa sakit itu...”


Qiao Xi refleks memeluk tubuh Jing Yang erat sehingga dada keduanya bersentuhan. Jing Yang menelan ludah untuk sesaat karena terkejut, namun saat menyadari tangan Qiao Xi yang gemetaran serta teriakan gadis itu, akhirnya Jing Yang membalas pelukannya.


“Aaaahhhh!”


Qiao Xi berteriak untuk beberapa saat sebelum akhirnya rasa sakit yang mendera tubuhnya mereda. Wajah Qiao Xi merah padam saat mengetahui dirinya memeluk erat Jing Yang, bau badannya ataupun bau badan Jing Yang menyatu.


Jing Yang tersenyum hangat dan kembali menyeka air mata Qiao Xi dan mengakhiri dengan menyeka keringat tipis yang membasahi kening Qiao Xi.

__ADS_1


“Yang Mulia...” Qiao Xi mendorong tubuh Jing Yang pelan saat menyadari dadanya menyentuh dada Jing Yang yang masih mengenakan pakaian.


Jing Yang mengalihkan pandangannya dan tersenyum tipis, “Saudari Qiao, kita mulai tahap selanjutnya...” Berbeda dengan Mei Hua, kali ini Jing Yang memperbarui titik-titik meridian Qiao Xi dengan saling berhadapan sehingga dirinya dapat memeluk Qiao Xi saat gadis itu mengerang kesakitan.


Qiao Xi menganggukkan kepalanya, “Yang Mulia, kamu adalah laki-laki yang menyentuh dan melihat tubuhku. Jadi jangan ragu...”


Suara lembut Qiao Xi membuat Jing Yang mengatur nafasnya. Jing Yang menyentuh perut Qiao Xi penuh kelembutan dan merabanya sebelum mengalirkan Api Ilahi kedalam tubuh Qiao Xi.


Wajah Qiao Xi merah padam saat merasa sentuhan telapak tangan Jing Yang. Sensasi ini baru pertama kali Qiao Xi rasakan. Dirinya merasa aneh karena disentuh Jing Yang terlebih ekspresi santai Jing Yang saat menatapnya teduh penuh keramahan.


“Aku akan memulainya...” Jing Yang bertanya pada Qiao Xi dan dijawab anggukan kepala oleh Qiao Xi.


Jing Yang mengalirkan Api Ilahi kedalam perut Qiao Xi secara hati-hati. Perlahan muncul kilatan petir yang menyatu dengan Api Ilahi. Alis Qiao Xi mengkerut saat mengetahui kelembutan sentuhan telapak tangan Jing Yang menghilang berganti menjadi rasa sakit yang menyayat ulu hati dan jiwanya.


Jing Yang menatap cemas Qiao Xi. Kekhawatiran dalam dirinya saat mulut Qiao Xi terbuka lebar dan berteriak sekeras-kerasnya. Jing Yang mengeluarkan kata-kata penyemangat kepada Qiao Xi.


“Akh!”


Jing Yang mengelus kepala Qiao Xi dan berbisik lembut, “Gigitlah leherku jika itu bisa mengurangi rasa sakit itu...” Jing Yang bisa merasakan batas kemampuan Qiao Xi yang sudah diambang batas.


Jing Yang mengelus rambut halus Qiao Xi dan terus membisikkan kata-kata penyemangat. Qiao Xi menggigit leher Jing Yang hingga memberikan bekas kemerahan. Qiao Xi melepaskan gigitan itu dan berteriak hebat.


“Arggh!”


Jing Yang memejamkan matanya saat mendengar jeritan Qiao Xi yang menyayat hati. Terlebih seluruh tubuh Qiao Xi bergetar hebat dan akhirnya Jing Yang bisa merasakan hembusan nafas Qiao Xi yang tersengal-sengal dilehernya.


Suara tulang menggema saat Qiao Xi berhasil melewati sepuluh persen Metode Penyiksaan Api dan Metode Penyiksaan Petir. Pandangan Qiao Xi buram namun sebelum tak sadarkan diri Qiao Xi mengalami keanehan pada pikirannya.

__ADS_1


Ingatan seseorang atau penglihatan misterius tiba-tiba muncul memperlihatkan seorang perempuan yang sedang tertidur lemas tidak berdaya diatas tubuh seorang pria tampah rupawan.


“Xi‘er, terimakasih karena telah memberikan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu. Aku akan bertanggung jawab.” Pria itu melepaskan penyatuan tubuh mereka.


Qiao Xi mengetahui jelas jika sang perempuan adalah dirinya dan sosok pria itu adalah Jing Yang. Yang mengejutkan adalah penampilan Jing Yang sangat berbeda dengan sekarang. Pria itu terlihat suram pandangan matanya seolah-olah seperti orang yang kekurangan tidur.


“Kenapa kau tega melakukan itu padaku, Gege?!” Perempuan itu menangis dan memukul dada sang pria.


Pria itu mencium kening sang perempuan dan menatapnya dingin, “Kau mencintaiku bukan? Setelah aku mengakhiri semuanya, aku akan menikahimu, tidak aku akan menikahi kalian semua. Aku telah berbuat sejauh ini dan tidak bisa berhenti disini. Maafkan aku, Xi‘er.”


“Gege, kau telah menghamili Ketua Qiaomi, Guru Liuyu dan... Dan...” Perempuan itu menutup mulutnya karena tidak sanggup menahan sakit mengingat pria itu merenggut mahkotanya tanpa kelembutan.


Pria itu seolah-olah telah berubah sepenuhnya. Namun anehnya sang perempuan tetap mencintainya dan ingin menolongnya.


“Kenapa kau menanggung semuanya sendirian Gege? Aku tidak menyadari semua ini, kau lebih muda dariku dan kau memikul semuanya sendirian! Setelah ini tolong jangan menjauh dariku, kami semua yang ada untukmu!” Perempuan itu menangis sejadi-jadinya.


Sang pria memakai pakaiannya dan mengabaikan tangisan sang perempuan. Sebelum pergi, pria itu berkata kepada perempuan yang tidak bisa bergerak dari ranjang.


“Aku adalah manusia terburuk. Aku gagal melindunginya... Mungkin sejak lahir aku sudah seperti ini. Aku akan mengakhiri semuanya, menghancurkan mereka yang merenggut kebebasanku.” Pria itu hendak pergi namun sang perempuan dengan sekuat tenaga menggerakkan tubuhnya walaupun dirinya kesulitan berjalan.


“Apa yang akan kau lakukan? Apa kau ingin membalas dendam? Semua ini sudah berakhir! Kau telah membuat Benua Dataran Tengah menjadi tempat yang damai tetapi kau mengorbankan dirimu, mengotori tanganmu!” Perempuan itu memeluk tubuh sang pria dari belakang.


“Aku akan membunuh mereka semua, tanpa sisa. Mereka yang ada di luar benua ini.”


Qiao Xi menahan nafas melihat ingatan itu sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. Jing Yang menyerap sembilan puluh persen rasa sakit Qiao Xi sebelum akhirnya memuntahkan darah segar karena rasa sakit yang mendera.


‘Ekspresi wajahnya sama seperti Yueyue dan Saudari Mei... Apa yang terjadi?’ Jing Yang penasaran dengan ekspresi Qiao Xi sebelum pingsan.

__ADS_1


Saat Jing Yang sedang membetulkan pakaian atas Qiao Xi, Fan Ziwei muncul dan menatapnya tajam.


“Yang‘er, kau menang banyak. Sekarang giliranku bukan? Aku ingin kau melakukannya dengan lembut... Karena...” Fan Ziwei memalingkan wajahnya malu-malu, “Karena teriakan mereka bertiga terdengar aneh dan keras...”


__ADS_2