Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 227 - Kedatangan


__ADS_3

Di suatu tempat yang berada di Kekaisaran Jiang terlihat seorang wanita terluka parah. Wanita itu terkena racun mematikan bernama Racun Neraka Terdalam. Kulit putihnya membiru dan sebagian berwarna ungu, wanita itu mencoba terus bertahan hidup ditengah-tengah kejaran kelompok pembunuh dari Kekaisaran Ma.


‘Racun ini membuat diriku tidak bisa menggunakan tenaga dalam kembali... Aku akan cacat seumur hidup. Lebih baik aku mati daripada harus berakhir menyedihkan...’ Wanita itu meratapi kejadian yang menimpa dirinya.


Ditengah-tengah keputusasaan, wanita itu mendengar suara ledakan besar. Jaraknya tidak terlalu jauh sehingga wanita memiliki untuk menjauh dan tidak mendekati suara ledakan itu.


Yang wanita itu temukan saat menjauh dari suara ledakan itu adalah sebuah hutan yang mengalami kondisi aneh. Berbeda dengan hutan yang ada disekitarnya yang disinari sinar matahari terang, hutan itu justru gelap dan hujan.


Langit dan awan menghitam seolah-olah sedang menangis. Wanita itu pun mengingat jika tak jauh dari Pulau Salju Rembulan terdapat sebuah hutan terlarang yang jarang dimasuki pendekar. Nama hutan itu adalah Hutan Menangis.


Saat wanita itu hendak memasuki hutan tersebut, dia melihat tiga gadis muda berlari kearahnya.


“Senior Lihua!” Salah satu dari ketiga gadis itu berteriak.


Wanita itu pun menajamkan matanya. Wanita ini tidak lain adalah Xue Lihua. Sementara gadis yang berteriak kearahnya adalah Mei Hua yang datang bersama Qiao Xi dan Qiu Mei.


“Kalian bertiga? Apa yang kalian lakukan ditempat ini?!” Xue Lihua terkejut melihat Mei Hua, Qiao Xi dan Qiu Mei.


“Senior Lihua, kami merasakan hawa keberadaanmu. Makanya kami datang kesini, Guru Liuyu sedang melawan mereka. Apa kau melihat Tetua Chi dan Tetua Liwei?”


Xue Lihua menggelengkan kepalanya, dia sempat merasakan sebuah pertarungan dari arah berlawanan. Kemungkinan besar itu adalah pertarungan yang dilakukan Chi dan Fan Liwei.


Yang membuat wajah Murong Qiaomi memucat saat membaca pesan dari Chi Rong dan Fan Liwei karena keduanya mengatakan bahwa dirinya terkena Racun Neraka Terdalam. Dengan Chi Rong dan Fan Liwei yang terkena Racun Neraka Terdalam tentu saja mengurangi kekuatan tempur Lentera Naga Fajar dan sekarang Xue Lihua juga telah terkena Racun Neraka Terdalam.


“Mei Hua, ada yang mendekat-” Qiao Xi hendak mengingatkan Mei Hua, namun dia dikejutkan dengan tubuh Murong Liuyu yang terhempas kearahnya. Qiao Xi menghindarinya.


“Ugh!” Murong Liuyu memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya.

__ADS_1


“Guru Liuyu!” Sontak saja Mei Hua, Qiao Xi dan Qiu Mei terkejut.


“Pulau Salju Rembulan memiliki Tubuh Yin diincar salah satu Raja Iblis Agung. Sebaiknya kalian menyerahkannya pada kami jika tidak ingin kami meratakan Pulau Salju Rembulan!” Ditengah-tengah ketegangan itu, pria dengan sebuah pedang ditangannya berjalan mendekati Murong Liuyu.


Pria itu berhenti saat melihat Xue Lihua, “Kau adalah Matriark Pulau Salju Rembulan yang sekarang bukan? Sebaiknya kau katakan padaku dimana Tubuh Yin itu!”


Pria itu melepaskan aura pembunuh dan bergerak kearah Xue Lihua. Dengan cekatan Qiao Xi menahan tebasan pedang pria itu. Keduanya terlibat pertukaran serangan yang singkat sebelum akhirnya pria itu mundur dua langkah kebelakang dan mengamati Qiao Xi.


“Seperti yang dikatakan Tuan Xiaofan, di Benua Dataran Tengah banyak anak jenius. Kalau tidak salah, Tuan Xiaofan mengatakan adiknya pernah mengajari jenius mengerikan bernama Jing Yang.” Pria itu tertawa pelan, “Ditengah-tengah kekacauan ini, banyak jenius yang terlahir. Setidaknya sebelum aku membunuh ketiga jenius ini, aku akan memperkenalkan diriku.”


Pria itu mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar, “Sian Jun, itulah nama orang yang akan membunuhmu!” Pria bernama Sian Jun tiba-tiba memainkan pedangnya dengan agresif.


Qiao Xi refleks mengalirkan tenaga dalam dan aura pada pedangnya sebelum menyambut tebasan pedang Sian Jun. Saat mengetahui kemampuan Sian Jun yang merupakan seorang Pendekar Langit, dalam sekejap Qiao Xi tidak dapat mengimbangi permainan pedangnya.


Cukup singkat pertukaran serangan itu sebelum akhirnya Qiao Xi mendapatkan luka fatal, Mei Hua dan Qiu Mei membantu Qiao Xi namun keduanya tidak dapat berbuat banyak.


“Aku adalah bawahan Tuan Hong dari Tiga Tengkorak Abadi. Hari ini aku akan mempersembahkan tiga nyawa muda berbakat pada Raja Iblis Guo Wu!” Sian Jun menyeringai lebar saat tebasan pedangnya membentuk sebuah mulut harimau.


“Aku tidak akan membiarkan kalian berdua mati! Menghindarlah!” Mei Hua tiba-tiba melompat kedepan dan menghadang tebasan itu.


“Mei Hua!” Qiu Mei menggigit bibir bawahnya karena melihat tubuh Mei Hua gemetaran hebat.


“Aku turut berduka-”


Trang!!!


Murong Liuyu menahan tebasan Sian Jun sebelum tebasan pedang yang memancarkan aura pekat itu memotong kepala Mei Hua. Murong Liuyu segera memainkan pedangnya dengan ritme cepat dan memberikan perlawanan secara tiba-tiba pada Sian Jun.

__ADS_1


“Kau masih bisa bergerak? Aku masih memiliki satu Racun Neraka Terdalam. Mungkin aku akan menggunakannya padamu, wanita berpedang.” Sian Jun kembali mengalirkan tenaga dalam pada bilah pedangnya dan menyambut serangan yang dilepaskan Murong Liuyu.


Pertukaran serangan itu berlangsung cepat sebelum menjadi sengit. Sian Jun terkejut saat mengetahui Murong Liuyu dapat mengimbangi permainan pedangnya terlebih ada aura yang berbeda dari tubuh wanita itu.


‘Aku pernah mendengar ini. Jika disuatu tempat dibelahan dunia ini terdapat beberapa keturunan manusia yang merupakan Jelmaan Dewa-Dewi. Tetapi apa ini sungguhan?’ Sian Jun tersenyum dan menggelengkan kepalanya, ‘Untuk seorang budak sepertiku, aku tidak dapat berbuat banyak. Aku hanya bisa berharap jika suatu saat dimasa depan ada orang yang menemukan kami. Mengetahui dunia luar dan menyelamatkan orang-orang diluar sana. Yang bisa aku lakukan sekarang adalah mengikuti perintah Tuan Yanlan untuk mendapatkan Tubuh Yin dan memberikannya pada Yang Mulia Guo Wu!’


Saat tebasan pedang Murong Liuyu memancarkan aura berwarna ungu, tebasan pedang Sian Jun memancarkan aura berwarna merah. Kedua benturan tebasan pedang itu menimbulkan hembusan angin yang dahsyat, hingga akhirnya Sian Jun memanfaatkan serangan barusan untuk mempersingkat jaraknya dengan Murong Liuyu.


“Benar-benar wanita yang tangguh!” Sian Jun hendak mengakhiri nyawa Murong Liuyu, namun Murong Liuyu dapat menghindari tusukan pedang Sian Jun.


“Aku tidak akan mati semudah yang kau pikirkan! Jangan remehkan Tetua dari Istana Bunga Persik!” Murong Liuyu tersenyum lebar walaupun tubuhnya berlumuran darah.


Sian Jun tertawa pelan, “Sangat mengagumkan! Kau memang hebat Tetua dari Istana Bunga Persik. Tetapi kau harus mengetahuinya jika ada sesuatu yang lebih hebat diluar benua ini. Era Kekacauan telah dimulai saat perjanjian kuno Tujuh Raja Iblis Agung hancur. Aku rasa cepat atau lambat benua ini akan terkena imbasnya.”


Murong Liuyu mengerutkan keningnya dan mengibaskan pedangnya, “Aku tidak mengerti maksud ucapanmu itu.” Murong Liuyu tidak terlalu memikirkan ucapan Sian Jun dan memilih kembali menyerang Sian Jun dengan kecepatan tinggi.


Sian Jun melempar sesuatu kearah Murong Liuyu. Ledakan kecil tercipta dan menciptakan jarak pandang yang pekat. Murong Liuyu tidak menyadari jika beberapa jarum mengarah padanya.


“Saudari Liuyu! Menghindarlah!” Teriak Xue Lihua dengan keras.


Saat perutnya hampir terkena tusukan jarum itu, seketika tubuh Murong Liuyu mendadak lemas. Xue Lihua yang menyadari serangan Sian Jun hendak menyelamatkannya namun terlambat sudah karena Murong Liuyu terkena Racun Neraka Terdalam.


Debu-debu perlahan menghilang, Sian Jun mendekati Murong Liuyu dan hendak mengakhiri nyawa wanita itu dengan satu kali tebasan pedangnya.


Yang pertama kali Murong Liuyu lihat adalah sebuah pedang yang melepaskan kilatan petir berwarna ungu tertancap dihadapannya. Tubuh Murong Liuyu bergetar hebat saat seorang pemuda terbang rendah dan mendarat didepannya.


Pemuda itu berpijak diatas bilah pedang yang tertancap ditanah dengan gagahnya. Bahkan ekspresi Sian Jun terkejut saat mengetahui pemuda itu datang secara tiba-tiba.

__ADS_1


“Pendekar Roh? Bocah ini?” Sian Jun mengernyitkan keningnya tidak percaya.


“Apa kau baik-baik saja, Senior Liuyu?” Pemuda itu menoleh kearah Murong Liuyu sambil memegang jarum beracun yang hampir membuat wanita itu kehilangan kesempatan menjadi seorang pendekar.


__ADS_2