Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 251 - Gejolak Rongma II


__ADS_3

Jing Yang mengatakan bahwa dirinya bisa saja menghadapi sepuluh ribu prajurit militer Kekaisaran Ma dan membunuh semuanya. Jing Yang mengatakan ini bukan tanpa alasan, tetapi untuk melakukan ini membutuhkan bantuan Xue Bingyue, Fan Ziwei, Mei Hua, Qiao Xi dan Chu Yui.


Jing Yang tidak mengatakan kepada mereka jika dirinya berniat membangkitkan Roh Pedang. Syarat untuk membangkitkan Roh Pedang adalah dengan seribu roh manusia. Jumlah seribu bisa Jing Yang turuti, namun Roh Pedang yang mendiami kedua pedangnya bukanlahda pedang biasa.


Yue Wang sendiri menginginkan sepuluh seribu nyawa manusia sama halnya seperti Lingling. Mendengar jumlah prajurit militer Kekaisaran Ma, Jing Yang sudah memiliki tujuan lain.


“Aku akui kemampuanmu, tetapi tetap saja sikapmu yang seperti ini sangat arogan, bocah monster.” Chu Yui mencibir Jing Yang.


“Selain itu kau terlalu meremehkan prajurit militer Kekaisaran Ma. Apa kau tidak mengetahui dana yang dikeluarkan Kaisar Ma untuk menguasai Kekaisaran Jiang?” Chu Yui mengatakan bahwa dana yang dikeluarkan Kaisar Ma tidak main-main. Selain memaksa pasukannya menjadi iblis buatan, Kaisar Ma sama sekali tidak peduli dengan perubahan tubuh pasukannya.


Chu Yui mengepalkan tangannya dengan erat lalu menatap bersalah Han Minha yang memejamkan matanya. Jing Yang mengerutkan keningnya dan memasang wajah serius melihat sikap Chu Yui dan Hua Minha barusan.


“Alasan mengapa Patriark Ho Xing meminta puluhan gadis ataupun perempuan dari Rongma karena pasukan Kaisar Ma yang menjadi iblis buatan kehilangan akal sehatnya saat tidak bisa mempertahankan kewaspadaan mereka. Mereka melampiaskan emosi mereka pada tubuh perempuan...” Chu Yui memegang erat lengannya.


“Dengan jumlah sepuluh ribu... Ini sungguh tidak wajar. Mereka tidak memiliki kemanusiaan sama sekali.” Fan Ziwei menggigit bibir bawahnya membayangkan apa saja yang telah dilalui Hua Minha.


Hua Minha sendiri sudah merasakan neraka kehidupan yang membuatnya ingin bunuh diri, tetapi Hua Minha mengurungkan niatnya karena ingin melihat sendiri bagaimana Ho Xing dan Lentera Iblis Tunggal berakhir.


“Semua ini ulah Tang Mu bukan? Jika bukan Tang Mu, maka Fu Xinghe. Tetapi seingatku, Fu Xinghe telah mati...” Jing Yang menanggapi ucapan Chu Yui dengan santai sebelum menunjukkan kemarahannya untuk sesaat.


“Apapun yang terjadi aku akan memastikan kematian Tang Mu dengan tanganku ini!”


Ekspresi Chu Yui berubah saat melihat sikap Jing Yang. Dia sendiri terkejut Jing Yang mengetahui nama Fu Xinghe dan Tang Mu seolah-olah pemuda itu telah bertemu dengan keduanya. Pada kenyataannya, Jing Yang sudah bertemu keduanya dan bertarung melawan mereka.


“Bocah monster, kau seorang Kaisar Jiang bukan? Seorang kaisar pastinya memiliki ambisi, apa ambisi terbesarmu?” Chu Yui bertanya.


“Ambisi terbesarku?” Jing Yang tersenyum tipis sebelum menjawab, “Aku ingin menciptakan negeri yang damai dimana semua orang tersenyum dan bebas, untuk itu aku membutuhkan bantuan semua pihak. Siapapun yang menghalangi dan mengusik orang-orangku, aku akan menganggapnya musuh.”


Chu Yui tertawa pelan, “Bocah monster, kau sangat menarik. Tetapi untuk mencapai itu semua tidak mudah.”


“Ya, aku mengerti. Maka dari itu, aku membutuhkan bantuan Bibi Minha dan Bibi Yui.” Jing Yang mengatakan itu dengan wajah tenang. Sementara Hua Minha dan Chu Yui merasakan Jing Yang menaruh kepercayaan dan harapan pada keduanya.


“Kau berambisi, tetapi kau buruk dalam melakukan perencanaan.” Chu Yui berkomentar dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Benar sekali.” Xue Bingyue menanggapi, diiringi dengan anggukan kepala Mei Hua dan Qiao Xi.


“Eh?” Jing Yang terkejut melihat Xue Bingyue, Mei Hua dan Qiao Xi menanggapi ucapan Chu Yui.


“Selalu bertindak seenaknya dan mengatakan hal yang polos lalu menyelesaikan masalah dengan cara membunuh... Benar-benar buruk dalam perencanaan.” Fan Ziwei menghela nafas panjang setelah mengatakan itu.


“Kakak Ziwei juga? Apa seburuk itu aku dalam merencanakan sesuatu?” Jing Yang sendiri tersenyum canggung.


Chu Yui, Xue Bingyue, Mei Hua, Qiao Xi dan Fan Ziwei menganggukkan kepalanya. Akhirnya Jing Yang mengingat kembali ke belakang jika yang dikatakan Chu Yui benar apa adanya.


‘Jika bukan karena Senior Xiaoya, Senior Rong ataupun Bibi Qiaomi, aku pasti sudah tidak dapat mencapai sejauh ini...’


“Rongma memiliki ribuan penduduk. Kau bisa menggunakan mereka, bocah monster.” Chu Yui memancing Jing Yang karena ingin mendengar rencana yang lebih bagus dari pikiran pemuda itu. Dia sendiri sudah memiliki rencana, tetapi Chu Yui tidak akan mengatakan rencananya sampai Jing Yang mengatakan rencana yang diakui dirinya.


“Adik Yui, apa kau berniat menjadikan penduduk ku menjadi benteng hidup?” Hua Minha mengernyitkan dahinya.


Chu Yui tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya, “Tentu saja tidak, Nyonya Minha. Aku tidak sejahat itu sampai harus mengorbankan penduduk lemah tidak berguna, maksudku penduduk tidak bersalah.”


“Kau barusan mengatakan apa, Adik Yui?” Hua Minha menatap tajam Chu Yui membuat Chu Yui menelan ludah.


Hua Minha menghela nafas ringan, “Aku mengerti. Jadi bagaimana Kaisar Kecil?” Panggilan dari Hua Minha membuat Jing Yang tersedak karena ini tidak asing.


Xue Bingyue, Mei Hua, Qiao Xi dan Fan Ziwei tertawa lirih melihat ekspresi terkejut Jing Yang saat Hua Minha memangilnya Kaisar Kecil.


“Tunggu sebentar, aku akan memikirkannya...” Jing Yang memegang dagunya dan memejamkan matanya.


‘Rongma dikelilingi tembok dan disini banyak penduduk yang mendukung niatku. Menggunakan penduduk sebagai prajurit dengan menciptakan pasukan pemanah dari dalam tembok. Hanya ini rencana yang muncul didalam pikiranku...’ Dalam sekejap Jing Yang menemukan rencananya.


Kemudian Jing Yang menceritakan rencana ini kepada yang lainnya. Ekspresi Hua Minha dan Chu Yui terlihat puas, namun tidak dengan Jing Yang yang mengepalkan tangannya dan kembali menambahkan.


“Rencanaku sama saja menyuruh orang biasa menjadi pembunuh. Aku ingin mereka hidup tanpa harus mengotori tangannya. Tetapi aku yakin mereka semua akan melakukan apapun perintahku karena ini menyangkut kebebasan Rongma.” Jing Yang menghela nafas panjang sebelum tersenyum.


“Aku benar-benar pemimpin naif yang lemah dalam mengambil keputusan.” Ekspresi Jing Yang barusan membuat mata Hua Minha melebar.

__ADS_1


“Kaisar Kecil, sesuai perkataanmu kau terlalu naif. Kau boleh berbuat baik kepada semua orang, tetapi belum tentu kau akan diperlukan baik oleh semua orang. Dunia ini tidak sebaik itu, bocah.” Han Minha tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“Melihatmu yang polos ini dan mendengar tujuan muliamu itu, aku merasa kau ingin melindungi dan melihat semua orang bahagia. Tetapi kau harus ingat, dirimu itu orang juga. Aku mengatakan ini karena pengalamanku.” Hua Minha menambahkan.


Jing Yang melebar matanya, baginya Hua Minha memiliki sosok sifat layaknya seorang Ibu mengingat umurnya. Jing Yang tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Terimakasih Bibi Minha, kau memberiku pelajaran yang berharga.” Jing Yang akhirnya menjelaskan rencananya.


Dia berniat mengajak penduduk kota untuk bekerjasama. Penduduk kota akan menjadi pasukan pemanah yang memanhan dari dari pintu gerbang, sementara Jing Yang akan menciptakan seribu lebih pedang tak kasat mata dan menggerakkannya diudara.


Untuk pendekar yang menurut Chu Yui memilki kemampuan mendekati Pendekar Roh, Jing Yang akan melihat situasinya saat menjelang pertempuran. Tetapi Jing Yang sudah menemukan rencana untuk melawan mereka dengan menggunakan Xue Bingyue dan Chu Yui sebagai pendekar utamanya.


Sedangkan Mei Hua, Qiao Xi dan Fan Ziwei akan bertindak memberikan bantuan pada Xue Bingyue dan Chu Yui.


“Rencana ini sesuai dengan pikirkanku. Tetapi bocah monster, kau harus menyadari satu hal. Semakin banyak kau membunuh manusia, kau akan kehilangan kemanusiaanmu. Aku takut kau akan seperti itu.” Chu Yui menatap serius Jing Yang.


“Tenang saja, Bibi Yui. Aku tetap akan menjadi Jing Yang yang kalian semua kenal.” Jing Yang tersenyum saat mengatakan itu, namun kita tidak tahu dimasa depan nanti.


Xue Bingyue, Mei Hua, Qiao Xi dan Fan Ziwei terlihat sedih sekaligus gelisah mendengar ucapan Jing Yang barusan. Didalam ingatan mereka saat melakukan Metode Penyiksaan Petir dan Metode Penyiksaan Api, sosok Jing Yang dimasa depan merupakan pria yang berhasil menaklukkan Benua Dataran Tengah dengan mengorbankan dirinya sendiri.


Dan yang terparah Jing Yang saat itu menghamili Xue Bingyue, Murong Qiaomi, Murong Liuyu dan banyak perempuan lain. Ingatan misterius itu terngiang-ngiang didalam kepala Xue Bingyue, Mei Hua, Qiao Xi dan Fan Ziwei.


“Yueyue?” Jing Yang melihat wajah gelisah Xue Bingyue, “Ada apa? Wajahmu pucat?”


Lalu Jing Yang mengalihkan pandangannya menatap Mei Hua, Qiao Xi dan Fan Ziwei secara bergantian. Ekspresi ketiganya juga serupa dengan Xue Bingyue sama-sama pucat.


“Kalian bertiga juga?”


Saat Jing Yang ingin bertanya lebih jauh, seorang penduduk Rongma dan pelayan Penginapan Teratai mengantarkan tiga wanita menuju ruangan yang digunakan Jing Yang untuk berbincang dan membahas strategi.


“Yang‘er, apa kau tidak rindu dengan Bibimu ini?” Bai Xianlin membuka kedua tangannya seolah-olah memberi tanda pada Jing Yang untuk segera memeluknya.


“Bibi Xianlin?” Jing Yang dan Xue Bingyue mengenal sosok ini.

__ADS_1


“Tetua Tao Qiaoli? Tetua Hua Ying?” Mei Hua dan Qiao Xi terkejut melihat kedatangan Tao Qiaoli dan Hua Ying, tentu saja Fan Ziwei juga terkejut.


Hua Ying bersujud dihadapan Hua Minha dan menangis, “Ibu, maafkan atas ketidakmampuan anakmu ini... Anakmu yang tidak berguna ini datang untuk membantumu...”


__ADS_2