Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 254 - Perompak Tombak Naga


__ADS_3

Baru pertama kali Jing Yang melihat sebuah kota yang dikelilingi oleh sungai besar dan laut. Jiyangma menurut Jing Yang merupakan tempat yang indah, namun keindahan itu berbeda saat mengetahui Kota Jiyangma dikuasai Kekaisaran Ma membuat Jing Yang merasa gagal menjadi seorang Kaisar.


“Yang‘er, kelemahan terbesarmu adalah kau merasa harus bertanggung jawab atas semua kesalahan Kakekmu dan pendahulumu. Seingatku kau pernah mengatakan ini padaku, ini adalah hidupku, aku yang menentukannya.” Bai Xianlin menegur Jing Yang sambil menepuk pemuda itu.


Jing Yang menghela nafas ringan, “Aku memang pernah mengatakan itu. Dan aku merasa ini sudah menjadi kewajibanku untuk menanggung kesalahan mereka.”


“Kau terlalu merasa bersalah. Setidaknya nikmati masa mudamu.” Bai Xianlin mengelus kepala Jing Yang dan meremas rambutnya.


Hua Ying heran melihat sikap Jing Yang dan Bai Xianlin. Keduanya seperti Ibu dan seorang anak. Jing Yang bahkan terlihat menurut saat Bai Xianlin mengelus kepalanya.


“Bibi Xianlin, aku merasakan aura yang pernah aku rasakan. Aura ini sama seperti saat aku berada di Kota Shendu. Jika tidak salah, aura ini sama seperti Pil Darah Iblis..." Jing Yang mengerutkan keningnya serius dan melebarkan jangkauan aura tubuhnya.


Bai Xianlin dan Hua Ying berdecak kagum melihat kemampuan Jing Yang, namun keduanya tidak menyadari jika Jing Yang justru berdecak kagum pada Xue Bingyue yang lebih mahir merasakan hawa keberadaan seseorang.


“Yueyue, apa kau merasakannya?” Jing Yang bertanya pada Xue Bingyue yang diam disampingnya.


Xue Bingyue menganggukkan kepalanya pelan sebelum akhirnya matanya menajam dan berkata, “Aura ini! Sepertinya ada sekelompok orang yang datang dari berlainan arah! Mereka berjumlah lima!”


Bai Xianlin dan Hua Ying menatap kearah kereta kuda dan menemukan kereta kuda itu dihadang lima orang tidak dikenal. Kelima orang ini memegang tombak berukiran naga dan langsung menyerang kereta kuda.


“Apa yang akan kita lakukan? Membantu mereka atau berdiam diri?” Xue Bingyue bertanya saat melihat kasih kuda dibunuh dengan kejam oleh pria bertopeng yang memutarkan tombaknya.


Jing Yang memberi isyarat pada Bai Xianlin dan Hua Ying agar tidak langsung bergerak, “Sebaiknya kita amati dulu. Mengetahui Jiyangma merupakan kota yang tidak terjamah pemerintahan dan menjadi tempat para kriminal sama halnya dengan Rongma, aku justru penasaran mengapa ada kelompok perampok yang menyerang anggota Lentera Iblis Tunggal. Bukankah kelompok perampok itu terlalu berani?”


Xue Bingyue menyadari ucapan Jing Yang begitu juga dengan Bai Xianlin dan Hua Ying. Menurut mereka ada hal yang janggal dari kelompok perampok itu.


Akhirnya dua pria yang didalam kereta kuda menampakkan dirinya. Dua pria yang merupakan petinggi pasukan khusus Kekaisaran Ma ini mengawal seorang gadis yang merupakan tunangan dari salah satu Iblis Kembar Mematikan bernama Ren Xin.


“Siapa kalian? Beraninya mencegat dan menghancurkan kereta kuda kami?! Apa kalian tidak mengetahui siapa kami?” Salah satu pria berseru lantang sambil mengarahkan pedangnya pada pria bertopeng.

__ADS_1


Pria bernama Juan Fu itu menyeringai lebar dan melepaskan aura pembunuh, “Seragam dan tombak yang kalian gunakan itu... Bukankah itu milik Perompak Tombak Naga?”


“Kelompok perompak yang seharusnya berada diperairan justru menampakkan diri didaratan. Kita habisi mereka berlima, Juan Fu.” Pria bernama Yun Zhang menarik pedangnya dan melepaskan energi pedang berjumlah besar.


“Jangan bertindak gegabah Yun Zhang, aku ikut mengawal karena perintah Ayahmu dan Ibumu, jika bukan karena Ibumu memohon padaku, aku pasi akan menolaknya.” Juan Fu memperingati pria bernama Yun Zhang karena merasakan aura pembunuh dari pria bertopeng yang memegang tombak memiliki aura pekat yang luar biasa.


“Kau jangan memerintahku! Kita tidak tahu jika tidak mencobanya!” Yun Zhang melompat ke depan dan melepaskan satu tebasan bertenaga.


“Hati-hati, Zhang‘gege!” Gadis didalam kereta kuda berteriak.


“Tenang saja, aku tidak akan terluka dan akan membunuh keparat ini!" Ucap Yun Zhang penuh percaya diri. Sebuah tebasan pedangnya yang mengandung energi pedang berbenturan langsung dengan tombak milik pria bertopeng.


“Katakan padaku siapa namamu?! Aku sudah mendengar tentang Perompak Tombak Naga, jika tidak salah pemimpinnya adalah pria yang memakai topeng dan menggunakan tombak berukiran naga. Aku yakin pemimpin kelompok Perompak Tombak Naga adalah dirimu!” Yun Zhang tidak melepaskan kewaspadaannya sedikitpun untuk mewaspadai pria bertopeng itu.


“Kau bisa memanggilku Topeng Tombak Naga. Aku tidak memiliki hak untuk memberitahu namaku padamu.” Pria yang menyebutkan dirinya sebagai Topeng Tombak Naga menghilang dari pandangan Yun Zhang sebelum melepaskan satu tusukan mematikan yang ditahan dengan baik oleh Juan Fu.


“Sudah kukatakan padamu agar jangan bertindak gegabah! Dia memiliki kemampuan diatas kita!” Juan Fu cukup santai menahan tusukan tombak dari Topeng Tombak Naga.


Yun Zhang berhasil menjaga keseimbangannya dan langsung melesat kedepan namun pria itu dihadang keempat pria dari kelompok Perompak Tombak Naga.


Pertukaran serangan terjadi saat Yun Zhang memainkan pedangnya dan menyerang keempat pria itu menggunakan jurus pedangnya. Keempat pria yang menghadang Yun tidak mampu bertahan lebih lama saat Yun Zhang mempercepat permainan pedangnya.


“Jangan menghalangiku!” Yun Zhang memotong kepala keempat pria yang menghadangnya tanpa keraguan sedikitpun.


“Cukup bagus, tetapi kau bukanlah tandinganku.” Topeng Tombak Naga menyeringai dari balik topeng yang dua kenakan sebelum melepaskan sejumlah tusukan mematikan pada Yun Zhang.


Pertukaran serangan terjadi saat Yun Zhang menangkis serangan mematikan dari Topeng Tombak Naga. Juan Fu berniat membantu tetapi Yun Zhang memberi tanda untuk jangan menghalangi pertarungannya.


“Apa kau perlu bantuanku, Yun Zhang?” Juan Fu dengan nada bicara santainya bertanya membuat Yun Zhang mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“Tidak perlu, aku akan mengatasinya seorang diri!” Penuh percaya diri Yun Zhang melepaskan serangan demi serangan mematikan dimana serangannya itu mampu membuat ledakan dari setiap ayunan pedangnya.


Topeng Tombak Naga menangkisnya dengan tenang sambil memperhatikan permainan pedang Yun Zhang dengan seksama. Permainan pedang Yun Zhang kian menajam setelah mengetahui Topeng Tombak Naga dapat menahan serangannya.


Ledakan demi ledakan tercipta saat Yun Zhang berhasil melepaskan satu tebasan yang membuat tubuh Topeng Tombak Naga terpental. Yun Zhang berniat mengakhiri nyawa Topeng Tombak Naga, namun seketika tubuhnya merasakan intimidasi.


“Jangan karena dirimu baru mencapai Pendekar Langit, kau merasa setara denganku! Aku sangat mengenal dirimu! Kau akan mati disini Yun Zhang! Aku hanya ingin mengambil Pil Darah Iblis Murni dan perempuan itu! Jika kau menyerahkan dua permintaanku ini, aku akan membiarkanmu mati tanpa rasa sakit!” Topeng Tombak Naga memberi peringatan kepada Yun Zhang sambil melepaskan aura pembunuh berjumlah besar.


Dalam sekejap dan hitungan detik, Topeng Tombak Naga berada didepan Yun Zhang sambil menghunuskan tombaknya. Yun Zhang terkejut dan tidak dapat bereaksi, namun dari arah samping Juan Fu datang dengan sigap dan menangkis serangan mendadak dari Topeng Tombak Naga.


“Sudah kukatakan agar tidak gegabah menghadapi orang ini, Yun Zhang! Kau bisa saja mati jika aku tidak membantumu!” Juan Fu mengerutkan keningnya karena Yun Zhang terlihat ketakutan untuk sesaat.


‘Sial! Bagaimana mungkin aku yang seorang Pendekar Langit akan kalah seperti ini?’ Yun Zhang tidak mengetahui jika sosok lawannya lebih kuat darinya. Kemampuan Topeng Tombak Naga sendiri telah berada dipuncak Pendekar Langit.


Untuk menghadapi Yun Zhang yang baru saja menerobos Pendekar Langit tentu saja Topeng Tombak Naga tidak menggunakan segenap kemampuannya.


Yun Zhang terdiam sebelum akhirnya melompat kebelakang bersamaan dengan Juan Fu. Topeng Tombak Naga memutarkan tombaknya dengan penuh tenaga dalam menciptakan badai besar.


“Sudah kukatakan, kalian berdua akan mati jika berniat melawanku lebih jauh lagi!” Topeng Tombak Naga menyeringai sebelum akhirnya melepaskan sebuah serangan pada Juan Fu dan Yun Zhang.


Walaupun Juan Fu dan Yun Zhang telah bersatu dan menghadapi Topeng Tombak bersama-sama, tetap saja keduanya bukanlah tandingan Topeng Tombak Naga.


Jing Yang memperhatikan pertarungan itu dan merasakan bahwa gadis yang didalam kereta kuda merupakan tokoh penting Jiyangma. Jing Yang menyuruh Bai Xianlin dan Hua Ying untuk bersiap menolong lebih tepatnya menculik gadis itu bersama dengan pil terlarang yang ada di kereta kuda.


“Apa kau menyuruh kami untuk menculi seorang gadis? Bukankah kau sangat keterlaluan, Yang‘er?” Bai Xianlin menggelengkan kepalanya dan berdiri sambil menekan hawa keberadaannya.


“Pil Darah Iblis, aku pernah mendengar pil ini. Ini bisa jadi kesempatan yang baik untuk kita agar dapat mempelajari segi kekuatan Pulau Iblis Tengkorak." Hua Ying ikut berdiri dan juga menekan hawa keberadaannya.


“Dibandingkan Pil Darah Iblis, aku justru penasaran dengan Pil Darah Iblis Murni yang diincar Topeng Tombak Naga. Sepertinya Topeng Tombak Naga sangat menginginkan pil tersebut." Xue Bingyue menajamkan matanya dan melihat pertarungan antara Topeng Tombak Naga melawan Juan Fu dan Yun Zhang lebih jelas.

__ADS_1


Pertarungan itu berat sebelah saat Topeng Tombak Naga gencar melancarkan serangan mematikan pada Yun Zhang dan Juan Fu. Awalnya Yun Zhang terlihat sangat percaya diri, namun sekarang Yun Zhang terlihat begitu kesulitan menghadapi Topeng Tombak Naga.


“Seperti yang dikatakan Senior Hua Ying, aku ingin mengetahui lebih jelas tentang cara kerja Pil Darah Iblis. Selain itu, aku merasa semua ini ada hubungannya dengan orang-orang diluar Benua Dataran Tengah.” Jing Yang memperhatikan pertarungan yang sudah mendekati akhir saat Topeng Tombak Naga tidak menunjukkan kelemahannya dan terus melancarkan sejumlah serangan mematikan pada Yun Zhang dan Juan Fu.


__ADS_2