Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 104 : Getaran Gravitasi Naga


__ADS_3

KRUK!!!


“Tanah?”


Xu Hu mengangkat alisnya melihat zirah tanah yang melindungi perut Jing Yang. Walau hanya aura, tetapi kemahiran Jing Yang dalam memanipulasi aura membuat Xu Hu menyeringai dan berkata, “Sangat berbakat!”


Jing Yang yang mendengar perkataan Xu Hu hanya memasang wajah datar dan tenang. Putaran aura disekitarnya bertabrakan dengan aura pembunuh milik Xu Hu. Melihat aura pembunuh yang dimiliki Xu Hu, membuat Jing Yang melepaskan Aura Raja Naga untuk menekannya.


“Apakah kau orang yang membunuh semua Keluarga Lu?” Bersamaan dengan Aura Raja Naga yang bertabrakan dengan aura pembunuh, Jing Yang mengayunkan pedangnya dengan gesit.


Xu Hu menyeringai, “Aku membunuh semua laki-laki dan anak-anak dari Keluarga Lu. Tetapi wanita disana sungguh memuaskan. Kami menikmatinya dengan baik, sebelum mengurung mereka dalam satu tempat...”


Mata Jing Yang melebar sepenuhnya menatap dingin Xu Hu, “Memuaskan? Menikmati? Aku harus lebih berusaha, agar orang-orang seperti kalian mati dengan sangat mengenaskan. Ya, aku akan berusaha...”


Jing Yang menunduk ketika kepribadiannya berubah. Xu Hu yang mengira Jing Yang mulai melemah, langsung mendaratkan pukulan pada wajahnya. Tetapi serangannya itu membuatnya masuk dalam jangkauan serangan Jing Yang.


“Lima jari ini keras seperti baja bukan?” Suaranya begitu tenang setelah Pedang Gravitasi memotong kelima jari yang ada di tangan kanan Xu Hu.


“Bocah...”


Jing Yang kembali bergerak, tidak memberikan ruang sedikitpun bagi Xu Hu untuk bersuara apalagi mengambil napas. Serangannya sangat agresif dan tajam. Belasan jurus yang dilepaskan Jing Yang membuat Xu Hu terdesak hingga terlempar keluar kota.


‘Pil pemberian Senior Mao Gang adalah pil paling kuat yang pernah aku lihat. Lupakan tentang Gu Ao, sekarang aku akan menghancurkan wajah bocah sialan ini hingga hancur berkeping-keping!’ Xu Hu menggunakan kekuatan dari Jurus Darah Iblis. Kelima jarinya kembali beregenerasi, tetapi dia tidak sadar jika secara perlahan dirinya kehilangan banyak darah dan tenaga sebagai ganti kekuatan yang besar.


“Menjijikan.”


Raut wajah Xu Hu murka mendengar perkataan sinis Jing Yang. Kedua tangannya membentuk cakar sebelum melancarkan serangannya kepada Jing Yang.


Dalam pertukaran serangan, Xu Hu dapat mengimbangi tebasan tajam Jing Yang dengan kuku-kukunya, tetapi setelah pertukaran puluhan jurus, sedikit demi sedikit Xu Hu kembali di paksa dalam posisi bertahan.


“Cakar Iblis!”


Suara nyaring dari benturan bilah pedang Jing Yang dan cakaran kuku Xu Hu menggema. Tak lama keduanya saling bertukar serangan, kemampuan Xu Hu yang dapat mengimbangi tebasan pedang tajam milik Jing Yang memang mengerikan, tetapi semua itu tidak bertahan lama, karena bagaimanapun darah segar yang terkena di bilah pedang Jing Yang membuat dua Roh Pusaka Dewa menjadi buas.

__ADS_1


Pertukaran serangan itu berlangsung lama, pertukaran selanjutnya Jing Yang mempercepat tempo kecepatan dan tebasannya. Tebasannya kali ini lebih gesit dari sebelumnya.


Hanya dalam pertukaran serangan yang singkat, Xu Hu mulai kewalahan menahan setiap tebasan yang semakin tajam. Walau Xu Hu dapat mengimbangi kecepatan Jing Yang, tetapi tekanan gravitasi dari Yue Wang membuatnya bergerak dengan tenaga yang besar dan itu memberikan dampak beban yang besar pada tubuh Xu Hu.


“Aku akan menghancurkan kepalamu itu, bocah!” Jerit Xu Hu penuh kemarahan. Dia tersentak kaget karena suaranya terasa begitu berat.


“Masih sempat memikirkan suara. Tenang, satu seranganku ini akan membuatmu kehilangan suara...” Jing Yang memanipulasi aura tubuhnya menjadi petir. Kemudian dia menggabungkan petir dan gravitasi dalam satu serangannya.


“Teknik Kombinasi Pedang Ganda ~ Getaran Gravitasi Naga!”


Jing Yang sengaja mengincar kedua tangan Xu Hu. Dia menendang kepala Xu Hu dari atas hingga pria yang sekarang tubuhnya berwarna merah itu terhempas ke bawah.


“Jurus Pedang Dewa Naga ~ Menghunus Keheningan Malam!”


Jing Yang langsung menusuk perut Xu Hu dengan kecepatan tinggi. Suara Xu Hu seperti raungan. Yang tergambar di wajah Xu Hu hanyalah kemarahan.


“Akan kubunuh kau! Tunggu tanganku kembali!” Memang Jurus Darah Iblis dapat meregenerasi tubuh, tetapi kekuatan yang besar juga memiliki dampak yang besar.


“Setelah menelan pil itu kalian tidak merasakan sakit bukan? Bagaimana dengan ini? Berteriaklah! Kau juga menikmatinya kan?!” Jing Yang langsung menebas setiap bagian tubuh Xu Hu.


‘Anak ini!’ Xu Hu mencoba mengeraskan seluruh bagian tubuhnya. Tetapi tebasan pedang Jing Yang masih dapat menebas bahkan memotong setiap jengkal bagian tubuhnya.


“Cobalah untuk menikmatinya lagi!” Jing Yang hanya menyisakan perut dan kepala Xu Hu. Napasnya memburu setelah melihat raut wajah Xu Hu tidak menunjukkan perlawanan.


“Oi, jawab! Bukankah kau telah menyiksa semua orang seperti ini!” Jing Yang menusuk pedangnya tepat disamping leher Xu Hu.


Di udara terlihat Ye Xiaoya dan Ling Shan yang terkejut melihat Xu Hu telah kehilangan kedua tangan dan kakinya.


“Membunuhmu belum memuaskan amarahku...” Jing Yang mengakhiri nyawa Xu Hu dengan memotong leher pria yang menatapnya dengan tatapan tajam.


Selepas Xu Hu mati, Jing Yang memuntahkan darah dalam jumlah banyak.


‘Aku sempat berpikir jika Segel Tanda Mata Naga akan sepenuhnya terbuka saat umurmu menginjak enam belas tahun, tetapi ternyata lebih dari yang kuperkirakan. Apakah kau mampu menahan kekuatan ini?’

__ADS_1


Roh Sang Hitam melihat Tubuh Dewi Naga Hitam kesulitan menyatu dengan tubuh khusus yang sudah ada di dalam tubuh Jing Yang sedari lahir.


“Guru, aku harus membunuh orang bernama Gu Ao. Aku telah bersumpah padanya!” Jing Yang merapatkan giginya dan menatap ke arah bukit yang ada di Kota Shendu.


Dengan kecepatan tinggi Jing Yang terbang dan langsung mengejar Gu Ao.


“Yang‘er!” Ye Xiaoya terkejut melihat badan Jing Yang dipenuhi tanda Naga Hitam.


Ling Shan menghentikan pergerakan Ye Xiaoya yang berniat mengejar Jing Yang.


“Tidak ada pilihan lain. Rencana kami telah gagal. Sebenarnya aku tidak keberatan dengan hasil ini, karena Ketua Sekte telah mati. Maka secara otomatis aku akan menjadi Ketua Sekte yang baru...”


Mendengar pernyataan Ling Shan membuat Ye Xiaoya menggelengkan kepalanya, “Masih memikirkan hari esok. Malam ini kau akan mati menyusul pemimpinmu itu!”


Ye Xiaoya bergerak cepat, menyerang Ling Shan dengan agresif.


“Sambaran Pilar Hitam!”


Ling Shan menyambut tebasan pedang Ye Xiaoya dan melakukan gerakan memutar yang menciptakan tebasan memanjang berwarna hitam, yang seolah-olah menyatu dengan malam.


Ye Xiaoya memusatkan auranya pada mata dan melihat jelas tebasan tersebut.


Ling Shan hendak bersiul memerintahkan anggotanya melarikan diri, tetapi belum sempat dia bersiul dengan tenaga dalamnya, Ye Xiaoya telah berada didepannya.


Ling Shan berusaha memisahkan diri dan mencari celah untuk melarikan diri, tetapi permainan pedang Ye Xiaoya sangat agresif dan mematikan.


“Sepertinya aku memang harus menelan pil yang sama dengan mereka.” Ling Shan berniat membuat perhatian Ye Xiaoya terpecah ketika menyinggung pil misterius yang dapat membuat orang yang menelannya mendapatkan kemampuan meningkat pesat.


“Telanlah pil itu, aku tidak akan goyah sedikitpun.” Ye Xiaoya tersenyum lebar, membuat Ling Shan memakinya dalam hati.


___


Terimakasih sudah mengikuti Dragon Warrior Pair sampai sejauh ini. Dan untuk kalian yang sudah memberikan dukungan berupa vote, like dan komentar yang membangun agar penulisan saya lebih baik, sekali lagi saya ucapkan terimakasih.

__ADS_1


Sudah sampai Arc 2, Xue Bingyue masih belum dapat giliran main. Tenang, akhir Arc 2 ada kejutan tak terduga tentang hubungan antara Jing Yang dan Ye Xiaoya. Kalau tanya keberadaan Yueyue dimana? Saya jawab di Istana Bulan Biru. Hm, untuk lokasinya kalian perlu ikuti terus kelanjutan dari Dragon Warrior Pair hingga masuk babak ketiga. Terus temani perjalanan Yangyang sampai akhir nanti ya. Terimakasih dan salam hangat dari saya Rafli, selaku author Pena Bulu Merah untuk kalian semua.


__ADS_2