Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 32 : Pengalaman Pertama Yang Berharga


__ADS_3

Malam berlalu dengan tenang dan cepat. Matahari mulai keluar dari singgasananya. Pagi ini setelah sarapan Jing Yang berniat meninggalkan Kota Cunfei. Terlihat Lu Xiuyu memegang tangan Lu Xiulan dengan erat.


“Paman Lu, sepertinya aku akan melanjutkan perjalanan pagi ini. Cuaca hari ini juga sangat cerah, cocok untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Shendong...” ucap Jing Yang, setelah selesai sarapan pagi.


“Yang‘er, terimalah ini. Sebagai bentuk terimakasihku...” Walikota Lu Hen memberikan uang dalam jumlah besar kepada Jing Yang.


“Paman Lu, mohon maaf, aku tidak bisa menerima uang ini...” Jing Yang membungkuk dan tidak menerima uang pemberian Walikota Lu Hen.


“Kenapa kau menolak pemberianku ini, anggap saja ini sebagai uang pemberian orang tua ke anaknya...” Walikota Lu Hen menaruh uang ke dalam saku Jing Yang.


Lu Xiuyu tertawa lirih melihat ekspresi Jing Yang yang hendak menolak, namun paksaan Walikota Lu Hen membuat Jing Yang pasrah dan menerimanya.


“Terimakasih banyak Paman Lu. Kalau begitu aku pamit...” Jing Yang bergegas pergi. Walikota Lu Hen bersama Lu Xiulan dan Lu Xiuyu mengantar Jing Yang ke gerbang kota.


Pagi di Kota Cunfei sudah sangat ramai. Toko dan kedai makan sudah buka, banyak pengunjung dari luar kota yang sarapan pagi di kedai makan. Bahkan penjual di pinggir jalan juga ada. Mereka menjual obat-obatan dan berbagai macam perhiasan.


Namun suasana berbeda ketika sampai di permukiman yang dekat dengan gerbang kota. Banyak penduduk yang lari ketakutan. Beberapa penduduk melihat Walikota Lu Hen dan berhenti.


“Walikota Lu, ada gerombolan Hewan Buas menyerang perkebunan di dekat gerbang!” Salah satu penduduk berkata dengan nada sedikit berteriak, wajahnya memucat.


Jing Yang menatap Roh Sang Hitam yang terbang di udara, “Seratus ekor Kelinci Petinju datang menyerang! Mereka adalah Hewan Buas Tahap Raja Tingkat Tiga!”


Setelah Roh Sang Hitam memberitahu Jing Yang. Dengan cepat Jing Yang berlari ke arah gerbang kota, “Paman Lu, tenang saja! Aku akan mengurusnya!” Tangan Jing Yang melambai.


Melihat Walikota Lu Hen bersama Lu Xiulan dan Lu Xiuyu bersikap tenang, penduduk kota yang lari terbirit-birit mulai berhenti berlari. Mereka justru mendekat ke gerbang kota dan melihat Jing Yang bertarung melawan Kelinci Petinju.


“Paman, makanlah buah ini. Pulihkan tenaga kalian.” Jing Yang memberikan Apel Es pada dua penjaga gerbang yang kewalahan menghadang Kelinci Petinju.


“Anak muda! Hati-hati...” Penjaga gerbang terkejut ketika melihat Jing Yang dengan mudah mengatasi Kelinci Petinju tanpa kesulitan sedikitpun.


Gerakan Jing Yang begitu lincah. Pukulan dan tendangannya bahkan membuat Kelinci Petinju berpikir dua kali untuk menyerangnya. Pukulan Jing Yang membunuh tiga puluh Kelinci Petinju.

__ADS_1


“Sepertinya aku harus menghabisi mereka semua...” Jing Yang membulatkan tekadnya. Dia tidak ingin ketika dirinya pergi meninggalkan Kota Cunfei ada Kelinci Petinju yang menyerang kota tersebut.


Jing Yang melepaskan pukulan yang sering dia gunakan pada Binatang Iblis ketika berada di Tebing Dimensi Hitam.


“Seni Napas Dewi Naga Api!”


Jing Yang menarik napas dalam-dalam, aura tubuhnya dia salurkan pada kedua telapak tangannya. Pukulan tapak tangannya membuat Kelinci Petinju tidak berkutik sedikitpun. Lambat laut serangan demi serangan yang dilesatkan Jing Yang membuat Kelinci Petinju mulai tumbang satu demi satu.


Jing Yang menoleh ke belakang melihat penduduk kota yang melihatnya dengan penuh kekaguman.


Dua penjaga kota memberi hormat pada Jing Yang dan melihat tubuh Kelinci Petinju yang berserakan.


“Paman Lu, daging dari Kelinci Petinju sangat berkhasiat. Lebih baik, aku memberikannya pada kalian semua. Aku hanya akan mengambil Mutiara Roh Hewan saja...” Tidak ada yang berani menolak tawaran Jing Yang. Memakan daging Hewan Buas adalah harapan penduduk kota yang ada di Kota Cunfei.


Kesempatan yang tidak akan datang dua kali. Digunakan penduduk kota untuk membawa tubuh seratus Kelinci Petinju menuju lapangan kota yang luas. Mereka mulai mengajak pengunjung kota dan seluruh penduduk untuk bergotong-royong dan membuat daging Kelinci Petinju menjadi hidangan yang lezat.


Pagi itu Jing Yang kembali sarapan pagi untuk kedua kalinya bersama seluruh penduduk kota. Rasa daging Kelinci Petinju sangat enak dan lezat, dibandingkan saat dia membakarnya di Tebing Dimensi Hitam.


“Ya, ini membantu perkembangan tubuhmu. Jadi makanlah yang banyak, karena daging ini masih sangat banyak...” Jing Yang membalas perkataan Lu Xiuyu sambil memegang perutnya. Kemudian dia meminum air putih yang dituangkan salah satu penduduk kota.


“Pendekar muda, terimakasih banyak. Seumur hidup aku tidak akan melupakan rasa daging ini!”


“Pendekar muda, aku tidak menyangka akan memakan daging Hewan Buas yang lezat ini!”


Jing Yang tersenyum canggung mendengar perkataan penduduk kota. Walikota Lu Hen menjelaskan pada Jing Yang jika Hewan Buas dan Binatang Iblis memiliki khasiat yang luar biasa. Daging Hewan Buas dan Binatang Iblis tidak ada di pasaran.


Bahkan konon di Kekaisaran Jiang, orang yang bisa memakan daging Hewan Buas dan Binatang Iblis hanyalah seorang pendekar saja, bahkan bangsawan besar juga sangat jarang memakan hidangan lezat yang sedang Jing Yang santap bersama penduduk kota.


“Kalau dipikir-pikir, dulu aku juga tidak pernah makan daging seperti ini...” Jing Yang tampak murung mengingat kedua orang tuanya. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena pagi ini dia tidak sendirian. Penduduk dari Kota Cunfei menyambutnya dengan sangat baik.


Jing Yang tidak akan melupakan rasa kekeluargaan yang luar biasa ini. Pagi ini dia bersama penduduk kota larut dalam jamuan makan bersama. Jing Yang duduk bersila dan menyerap khasiat yang terkandung dalam seratus Mutiara Roh Hewan.

__ADS_1


“Ini sudah cukup...” Jing Yang menggumam pelan, sambil menatap wajah penduduk kota yang bersuka ria.


Setelah itu Jing Yang izin untuk pamit pada penduduk kota yang sedang menikmati hidangan. Tak lupa Jing Yang berpamitan kembali dengan Walikota Lu Hen, Lu Xiulan dan Lu Xiuyu.


“Paman Lu, aku izin pamit untuk melanjutkan perjalanan. Semoga kelak kita berjumpa lagi...” Jing Yang tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


“Semoga perjalananmu lancar, Yang‘er. Paman Lu do'akan, semoga kau cepat bertemu dengan Xue Bingyue dan Nenek Xue Qinghua...” Walikota Lu Hen memegang pundak Jing Yang.


“Bagaimana Paman Lu...” Jing Yang menatap wajah Walikota Lu Hen yang tersenyum ramah. Kemudian pandangannya terarah pada Lu Xiuyu yang tersenyum manis.


“Aku hanya bisa berdo'a yang terbaik untuk Yang gege...” Lu Xiuyu memegang kedua tangan Jing Yang.


“Hati-hati dalam perjalanan, dan jangan lupa berkunjung kembali ke Kota Cunfei...” Lu Xiulan meremas rambut Jing Yang dan mengusapnya.


Tak lupa penduduk kota juga mengantar Jing Yang hingga depan gerbang. Sungguh pengalaman yang luar biasa bagi Jing Yang. Pengalaman yang dia dapatkan di Kota Cunfei akan dia ingat, karena ini pengalaman pertamanya membuat orang lain begitu bahagia karena tindakannya.


”Aku pergi dulu semuanya!” Jing Yang melambaikan tangannya dan melanjutkan perjalanan menuju Kota Shendong.


Roh Sang Hitam terbang rendah dan menghampiri Jing Yang.


“Syukurlah, sepertinya kau mendapatkan pengalaman yang berharga di Kota Cunfei...” Roh Sang Hitam berkata kepada Jing Yang sambil menoleh ke belakang melihat penduduk kota yang masih melambaikan tangannya.


“Semua ini berkat Guru...” Jing Yang tersenyum polos dan membaca peta yang diberikan oleh Shen Mi.


“Guru, sepertinya Kota Shendong adalah kota yang besar. Bahkan penjelasan di peta yang diberikan Shen Mi mengatakan jika Kota Shendong menyaingi kemegahan Ibukota Kekaisaran Jiang, Huaran...” Jing Yang menatap Roh Sang Hitam yang juga sedang menatapnya.


“Sepertinya kita bisa sekalian mampir ke Ibukota Huaran. Bisa saja kau akan menemukan orang yang meracunimu...” Roh Sang Hitam sengaja ingin mendengar tanggapan Jing Yang saat disinggung soal masa lalunya.


“Saat ini aku ingin mencari keberadaan Yueyue terlebih dahulu, Guru.” Jing Yang menjawab, sambil tersenyum. Kemudian dia berlari dengan cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh.


Roh Sang Hitam menggelengkan kepalanya, ‘Aku hanya akan mengikutimu dan melihat sendiri perkembanganmu...’

__ADS_1


__ADS_2