
Asal-usul Kota Jiyangma tak lepas dari keluarga Zhang yang dahulu menguasai Kota Jiyangma. Kemakmuran Kota Jiyangma bisa dibilang karena kerjasama keluarga Zhang dengan Kaisar Yun, namun semenjak kepemimpinan Zhang Di kondisi Kota Jiyangma berubah drastis. Dahulunya kota dengan sejuta hasil laut kini telah berubah menjadi sarang para perompak.
Cerita yang sering didengar masyarakat Jiyangma adalah masa kehancuran pemerintahan Zhang akibat penyerangan yang dilakukan Lentera Iblis Tunggal dan Kekaisaran Ma yang mengklaim Jiyangma sebagai wilayah mereka.
Zhang Di diketahui ditemukan mati saat penyerangan berlangsung, namun kejadian yang sebenarnya adalah Zhang Di yang tergiur akan kekuatan dan kekuasaan. Zhang Di ditawari untuk mengisi posisi Jendral Besar Kekaisaran Ma.
Dengan bantuan Pil Darah Iblis Murni, Zhang Di memiliki kecocokan dengan kekuatan tersebut sehingga Zhang Di rela mengorbankan keluarga bahkan para penduduk Jiyangma sebagai tumbal rencana mereka.
Sejauh ini tidak ada penduduk Jiyangma yang mengetahui jika Zhang Di masih hidup. Mendengar cerita dari Lan Hai membuat Jing Yang dan Xue Bingyue mengerutkan kening mereka.
Dibalik penampilan Lan Hai yang biasa saja, tetapi Lan Hai bisa membocorkan informasi sebanyak ini kepada Jing Yang. Dan dibalik pengetahuan luas Lan Hai tentang Jiyangma, ada sosok orang dibelakangnya yang tak lain adalah anak gadisnya, Lan Susu.
Lan Hai menceritakan kepada Jing Yang dan Xue Bingyue jika Lan Susu dapat berbicara dengan burung-burung. Mungkin terdengar aneh, tetapi berkat kemampuan itu Lan Susu mengetahui semua informasi yang terjadi di Rongma dan Jiyangma.
“Jadi sebab itu Paman Hai mengetahui aku adalah orang yang membunuh pasukan Kekaisaran Ma.” Jing Yang masih terkejut dan tidak menyangka ada orang yang memiliki kemampuan seperti Lan Susu.
Menurut Lan Hai, anak semata wayangnya itu dapat berbicara dengan burung-burung saat berusia tujuh tahun. Saat kelahirannya, burung-burung di Jiyangma meningkat jumlahnya bahkan memenuhi langit Jiyangma. Banyak yang mengenal sosok Lan Hai saat itu, namun seiring berjalannya waktu nama Lan Hai meredup dan dilupakan oleh banyak orang karena dituduh menggelapkan dana pemerintahan oleh Ren Xin.
Jing Yang baru mengetahui jika Lan Hai merupakan mantan penasehat dari Zhang Di. Zhang Di berniat membersihkan pejabat-pejabat pemerintahan Jiyangma yang mengenal dirinya. Namun berkat pertolongan Lan Susu, Lan Hai selamat dari rencana pembunuhan Zhang Di.
Sampai saat ini identitas Lan Hai tidak diketahui karena dirinya hanya dikenal dengan panggilan Penjual Hai di Jiyangma. Alasan Zhang Di tidak mengenal Lan Hai karena Lan Hai memanjangkan rambutnya. Saat menjabat sebagai penasehat dari Zhang Di, saat itu Lan Hai berambut tipis dan pendek.
“Sesederhana itu?” Xue Bingyue menggelengkan kepalanya karena tidak menyangka Zhang Di tidak mengenal Lan Hai karena alasan sederhana itu.
“Ya, pada saat itu aku hampir mati tetapi burung-burung elang berdatangan menyerang puluhan pasukan Kekaisaran Ma dan aku melompat ke sungai. Aku tidak menyangka aku masih bisa bertahan hidup, dan ternyata semua itu adalah bantuan dari Su‘er.” Lan Hai tersenyum lebar menceritakan bagaimana dirinya selamat dari pembunuhan.
__ADS_1
‘Bukankah kemampuan anak Paman Hai ini sangat berharga? Kemampuannya sangat berguna untukku- Tidak untuk mencari informasi.’ Jing Yang memegang dagunya dan menggelengkan kepalanya karena sempat berpikir tertarik dengan kemampuan dari Lan Susu.
Bukan hanya bisa berbicara dengan burung-burung, seiring bertambahnya usia Lan Susu, gadis itu juga bisa berbicara dengan hewan-hewan lain sehingga semua sumber informasi di Jiyangma diketahui oleh Lan Susu.
Setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka bertiga sampai disebuah rumah yang begitu sederhana. Kediaman Lan Hai dekat dengan para pedagang yang biasanya berjualan di pasar apung.
Jing Yang dan Xue Bingyue memperhatikan halaman luar kediaman Lan Hai yang asri dan rapi. Burung-burung merpati terlihat berterbangan diatas kediamannya bersama dengan bunga-bunga yang tumbuh dihalaman depannya.
“Mari masuk.” Saat Lan Hai membuka pintu dan mempersilahkan masuk, Jing Yang dan Xue Bingyue menemukan seorang gadis yang sedang duduk bersila sambil memejamkan matanya.
“Su‘er, Ayah pulang.” Lan Hai menyapa gadis itu.
Penampilan Lan Susu bisa dibilang sangat berbeda dari gadis biasanya. Parasnya lebih condong kebangsawanan dengan kemanusiaannya serta aura ketenangan yang terpancar dari tubuhnya membuat Jing Yang dan Xue Bingyue menjaga jarak untuk sesaat.
Lan Hai tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya, “Silahkan masuk. Aku tidak mempunyai banyak makanan, tetapi aku bisa memberikan itu pada kalian berdua.”
Lan Hai menunjuk lauk sederhana dan nasi seadanya, kemudian dia menutup pintu rumah saat Jing Yang dan Xue Bingyue duduk dihadapan Lan Susu.
“Tidak perlu repot-repot Paman Hai. Bukankah ada yang perlu kita bicarakan disini?” Jing Yang penasaran akan ucapan jika orang yang bisa menyelamatkan Jiyangma adalah dirinya.
“Kita bicarakan itu setelah makan.” Lan Hai menaruh lauk pauk sederhana dan nasi sambil tersenyum.
“Apa makanan kami tidak sesuai dengan selera kalian berdua, orang kaya?” Lan Susu menatap Jing Yang dan Xue Bingyue dengan ucapannya yang terdengar sinis.
Xue Bingyue tersenyum, “Terimakasih atas hidangannya Paman Hai, aku akan memakannya.” Xue Bingyue berdoa lalu mulai menyantap hidangan yang disajikan Lan Hai disusul Jing Yang yang memakannya dengan lahap.
__ADS_1
Lan Susu mengerutkan keningnya, ‘Aku menjadi heran karena mereka ini keturunan bangsawan atau rakyat jelata?’ Tidak pernah Lan Susu sangka sebelumnya jika Jing Yang dan Xue Bingyue akan menyantap hidangan yang disajikan Lan Hai dengan sangat lahap.
Selesai makan, Lan Hai memperkenalkan identitas Jing Yang dan Xue Bingyue sekali lagi kepada Lan Susu walaupun Lan Susu sendiri sudah mengetahuinya.
“Katakan padaku apa tujuanmu datang ke Jiyangma, Yang Mulia?” Lan Susu bertanya kepada Jing Yang untuk memastikan.
“Bukankah kau sudah mengetahuinya? Untuk apa kembali bertanya...” Jawaban Jing Yang ini membuat Lan Susu tertawa pelan.
“Ya, aku memang telah mendengarnya. Tetapi aku ingin mendengar sekali lagi ucapan naifmu itu.” Lan Susu memukul meja makan pelan dan tertawa.
Xue Bingyue menatap tidak suka Lan Susu karena menertawakan Jing Yang, “Bisa berhenti tertawa?” Seketika Lan Susu terdiam.
“Apa ada masalah? Aku hanya tertawa dan kau melarangnya. Lagipula ini adalah kediamanku, jadi aku bebas untuk tertawa.” Lan Susu menatap tajam Xue Bingyue sebelum menghembuskan nafas secara kasar, “Hah, tetapi selera tertawaku sudah menghilang.”
Lan Hai tidak ikut bergabung dan hanya mendengarkan tiga orang yang sedang berbincang itu. Baru kali ini Lan Hai melihat Lan Susu berbicara panjang lebar dan menertawakan seseorang.
“Untuk mendapatkan kepercayaan penduduk Jiyangma, aku bisa membantumu. Aku mengetahui dua orang penting yang bisa membuatmu memiliki alasan untuk bertempur dan mendapatkan kepercayaan penduduk.” Lan Susu memainkan sendok sambil berkata.
“Tetapi aku ingin kau berjanji satu hal padaku. Jika kelak kau akan membuat kota ini seperti dulu kala dan aku ingin kau membuat rute dari kota-kota yang tersebar di Kekaisaran Jiang ke tempat ini.” Lan Susu mengajukan syaratnya jika Jing Yang membutuhkan bantuannya.
“Tidak perlu kau katakan, aku juga sudah merencanakannya.” Jing Yang menjawab sambil tersenyum tipis.
Lan Susu mengulurkan tangannya, begitu juga dengan Jing Yang. Keduanya saling berjabat tangan sebelum tersenyum.
“Baiklah, aku akan memberitahumu dua orang penting yang bisa membuatmu memiliki alasan besar untuk memulai pertempuran membunuh orang-orang dari Kekaisaran Ma.” Lan Susu mulai menceritakan dua rencananya kepada Jing Yang, bisa dibilang rencana ini sudah dia siapkan setelah mengetahui Rongma berhasil direbut kembali oleh Jing Yang.
__ADS_1