Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 225 - Kabar Rumit


__ADS_3

“Yangyang, aku siap. Mohon bimbingannya. Bagaimana aku memanggilmu? Guru Yangyang atau Yangyang...” Xue Bingyue menatap Jing Yang yang menggaruk kepalanya, “Atau Yang‘gege?”


Seketika wajah Jing Yang merah padam, “Hentikan.” Jing Yang memalingkan wajahnya saat Xue Bingyue mendekatinya dan memperhatikan ekspresi wajahnya.


Xue Bingyue tersenyum manis dan kembali berkata, “Yang‘gege.” Kali ini Jing Yang mengacak-acak rambut Xue Bingyue dan menghela nafas panjang.


“Sudah cukup! Terserah kau memanggilku dengan sebutan apa! Aku lebih menyukai yang biasa, Yueyue!” Jing Yang menghela nafas panjang berulang kali saat Xue Bingyue tertawa lirih.


“Sekarang waktunya serius dan nanti ada saatnya bercanda.” Jing Yang mencubit pipi Xue Bingyue gemas sebelum menatap tajam Xue Bingyue dan melepaskan aura tubuhnya.


“Aku tidak akan segan, Yueyue. Jika kau tidak mampu menahan tekanan ini. Kau tidak memiliki hak untuk ikut dalam pertempuran.” Jing Yang berkata dengan lembut sebelum memejamkan matanya.


Tubuh Xue Bingyue gemetaran. Aura tubuh Jing Yang sangat mencekam. Gadis manis ini melapisi tubuhnya dengan aura namun tekanan intimidasi masih terasa.


‘Bukankah ini sedikit berlebihan?’ Xue Bingyue melawan aura mencekam yang membuatnya lehernya tercekik dan membuat tubuhnya begitu berat.


Matanya memperhatikan Jing Yang yang menatap tajam dirinya, tak lama Jing Yang mengeluarkan sebuah Pedang Gravitasi dan mengibaskan pedang tersebut.


“Lawan aku, Yueyue.” Jing Yang menekan aura tubuhnya dan menunggu Xue Bingyue mengeluarkan pedangnya. Setelah Xue Bingyue mengeluarkan Pedang Salju Suxue, Jing Yang memberi isyarat pada Xue Bingyue untuk menyerangnya.


Xue Bingyue mengalirkan tenaga dalam pada Pedang Salju Suxue, lalu dia bergerak dengan pola langkah rumit dan melakukan tipuan untuk mengecoh Jing Yang. Namun setiap pergerakan dan serangan yang dilepaskan Xue Bingyue tidak berarti dimata Jing Yang.


“Serang aku seperti kau ingin membunuh musuhmu!” Jing Yang tidka segan-segan melepaskan tebasan yang hampir memotong tangan Xue Bingyue.


Xue Bingyue berkeringat dingin, ‘Aku mengerti.’ Xue Bingyue sadar jika Jing Yang serius melatihnya. Dia sekarang tidak segan melepaskan tebasan mematikan dengan ***** membunuh.


Jing Yang menerima setiap serangan yang datang kearahnya. Setiap tebasan yang dilepaskan Xue Bingyue membekukan udara bahkan membekukan tubuh Jing Yang, namun Jing Yang dapat mengantisipasinya dengan cepat.


“Bagus, pergerakanmu tidak lagi kaku. Hanya saja...” Jing Yang menghindari tebasan pedang Xue Bingyue dan menendang tangan kanan Xue Bingyue yang memegang pedang, “Kau melupakan jika musuhmu memiliki kemampuan ilmu beladiri tangan kosong.”

__ADS_1


Jing Yang tersenyum tipis dan menodongkan pedangnya keleher Xue Bingyue. Lama-kelamaan senyuman Jing Yang mengembang, sedangkan Xue Bingyue mengembungkan pipinya cemberut.


“Eh?” Jing Yang merasa bersalah dan segera menarik pedangnya, “Yueyue? Apa kau marah? Maaf aku berlebihan.”


Xue Bingyue menatap Jing Yang dan memalingkan wajahnya, “Tidak, aku hanya merasa kesal. Kesal karena perbedaan kita sejauh ini.”


Mendengar jawaban Xue Bingyue tentu membuat Jing Yang senang. Xue Bingyue semakin semangat berlatih dibawah arahan Jing Yang, selain Jing Yang mengajarinya serius, pemuda itu juga sangat ramah disaat yang bersamaan. Terlebih Jing Yang memperlakukannya begitu istimewa.


Xue Bingyue semakin kagum akan Jing Yang karena mengetahui pemuda itu telah mencapai Pendekar Roh. Namun satu hal yang Xue Bingyue tidak ketahui, umur Jing Yang yang terikat kutukan tidaklah bertahan lama.


Jing Yang menyembunyikan dan memendamnya sendirian. Melihat perkembangan Xue Bingyue, tentu saja membuat Jing Yang semakin bangga.


Xue Bingyue terkadang bersikap manja padanya. Jing Yang sudah terbiasa dengan sikap Xue Bingyue. Dimatanya Xue Bingyue adalah gadis kecil cantik yang manja berbeda dengan pendapat orang-orang diluar sana yang mengatakan jika Xue Bingyue sangatlah dingin dan susah untuk didekati.


____


Dihalaman depan Istana Jiang, Murong Qiaomi dan Murong Liuyu memperhatikan Jing Yang dan Xue Bingyue yang sedang bermeditasi.


Murong Qiaomi tertawa pelan, “Bocah? Liuyu, dia adalah Kaisar Kecil kita semua. Jangan memanggilnya bocah.”


Murong Liuyu ikut tertawa, “Aku lupa, Kakak Qiaomi. Tetapi dimataku dia tetaplah seorang bocah.”


“Liuyu, tentang kita yang tidak sedarah. Apa kau menyesal karena menjadi Saudaraku? Saat Matriark sebelumnya merawat kita?”


Murong Qiaomi tiba-tiba bertanya dengan ekspresi sedih. Suasana hening menghampiri keduanya. Murong Liuyu menghela nafas ringan dan tersenyum.


“Aku bahagia. Aku merasa sangat bahagia karena menjadi Saudaramu, Kakak Qiaomi. Walaupun kita tidak sedarah, tetapi kita sama-sama tumbuh di Istana Bunga Persik. Jika dia yang dicari Matriark tidak ada digenerasi kita. Kita akan mempercayakan pada generasi sebelumnya. Sembilan Permata Bunga Persik, aku yakin akan ada laki-laki tulus yang menjaga para wanita di Istana Bunga Persik.”


Murong Liuyu menjawab sambil memperhatikan Jing Yang. Begitu juga dengan Murong Qiaomi. Pandangan mata keduanya menatap Jing Yang yang sedang bermeditasi dihadapan Xue Bingyue.

__ADS_1


“Aku lega.” Murong Qiaomi tersenyum lepas dan pergi meninggalkan halaman depan.


“Liuyu, sebaiknya kita juga berlatih.” Ajak Murong Qiaomi merasa bersemangat karena melihat Jing Yang berlatih, “Sebagai penasehatnya, aku tidak boleh lemah.”


Murong Liuyu tersenyum mendengar ajakan Murong Qiaomi padanya, “Aku tidak akan kalah kali ini, Kakak Qiaomi.”


“Kau masih terlalu cepat berpikir mengalahkanku? Aku tidak akan lengah dan memberikan kesempatan padamu menang, Liuyu.” Murong Qiaomi menjawab sengit.


Saat Murong Qiaomi dan Murong Liuyu sedang mengobrol dan bersiap bertarung, Tao Qiaoli datang bersama Fan Ziwei. Keduanya terlihat terburu-buru, Tao Qiaoli memegang sebuah surat dan langsung memberikannya pada Murong Qiaomi.


“Ada apa, Qiaoli?!” Murong Qiaomi tersentak kaget karena melihat ekspresi wajah Tao Qiaoli pucat.


“Ketua- Ketua Qiaomi! Ini masalah penting!” Tao Qiaoli mengatur nafasnya dan menjelaskan jika Kekaisaran Shi dan Kekaisaran Ma bekerjasama untuk menundukkan Kekaisaran Jiang.


“Ini surat dari Chi Rong dan Fan Liwei. Mereka berdua menulis pesan ini setelah gagal menyelamatkan Matriark Pulau Salju Rembulan, Saudari Lihua.”


Wajah Murong Qiaomi ikut memucat begitu juga dengan Murong Liuyu. Mengetahui sesuatu terjadi pada Xue Lihua, tentu saja membuat Murong Qiaomi semakin yakin jika di Pulau Salju Rembulan telah terjadi sesuatu. Terlebih Chi Rong dan Fan Liwei yang merupakan anggota Istana Bunga Persik gagal menyelamatkan Xue Lihua.


Murong Qiaomi membaca pesan yang ditulis Chi Rong dan Fan Liwei sebelum memijat keningnya, “Saat kita akan melakukan pertempuran besar, saat itu juga pertahanan kita melemah. Ini sangat sulit."


“Lokasi ini tidak terlalu jauh dari Pulau Salju Rembulan. Hanya saja, mengapa orang-orang dari Kekaisaran Ma mengincar Pulau Salju Rembulan?” Murong Qiaomi bertanya-tanya.


“Kakak Qiaomi, izinkan aku untuk pergi ke sana. Aku akan mengukur waktu sampai Kaisar Kecil selesai.” Jelas Murong Liuyu dengan nada memohon.


Cukup lama Murong Qiaomi menjawab karena ini masalah rumit dan bukan sepele.


“Baiklah, bawa Mei Hua, Qiao Xi dan Qiu Mei bersamamu. Jangan lakukan hal yang gegabah dan tidak perlu, Liuyu.” Murong Qiaomi mengingatkan.


Jika Kekaisaran Ma dan Kekaisaran Shi bergerak, bisa saja rencana untuk menyerang Pulau Iblis Tengkorak batal. Dan jika mereka melakukan pertempuran dengan Pulau Iblis Tengkorak, maka Kekaisaran Ma dan Kekaisaran Shi akan memanfaatkan penyerangan mengingat kondisi Kekaisaran Jiang melemah.

__ADS_1


Murong Qiaomi memijat keningnya dan menghela nafas, “Situasi ini sungguh diluar dugaan. Kejaksaan Jiang mungkin akan hancur jika Jing Yang tidak mengambil alih tahta kekaisaran.”


Murong Qiaomi tersenyum melihat senyuman tipis diwajah Jing Yang, ‘Lihat, dia tersenyum. Apa yang sedang kau pikirkan Kaisar Kecil?”


__ADS_2