Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 226 - Lahirnya Lentera Naga Fajar


__ADS_3

Beberapa hari telah terlewati semenjak Jing Yang dan Xue Bingyue bermeditasi. Keduanya dikelilingi banyak pendekar saat terjadi perubahan pada tubuh Jing Yang dan Xue Bingyue.


Berbeda dengan Xue Bingyue yang memancarkan aura dingin serta bunyi tulang yang menggemertak, tubuh Jing Yang justru terlihat kurus bahkan mulut pemusa itu tidak henti-hentinya memuntahkan darah segar.


Sebagai ganti menolong Xue Bingyue, Jing Yang menyerahkan energi kehidupannya kepada Raja Neraka. Murong Qiaomi menebak jika Jing Yang menggunakan teknik terlarang karena situasi yang dialami Jing Yang sangat berbeda dengan Xue Bingyue.


Saat Xue Bingyue membuka matanya, dia tersenyum cerah karena mengetahui dirinya menembus Pendekar Langit dalam beberapa hari saja. Namun senyuman cerah itu tidak berlangsung lama setelah melihat Jing Yang memuntahkan darah segar dalam jumlah banyak.


“Yangyang!” Xue Bingyue terlihat sangat panik melihat kondisi Jing Yang.


Jing Yang mengatur aliran nafasnya, namun dia justru meringis kesakitan saat merasakan rasa sakit yang teramat dahsyat dalam paru-parunya. Jing Yang menatap wajah khawatir Xue Bingyue lalu tersenyum.


“Aku baik-baik saja Yueyue. Bukankah kamu sudah mengetahuinya? Aku memiliki tubuh yang lemah sejak lahir. Tadi aku lengah. Aku tidak menyangka makhluk sialan itu melukaiku!” Jing Yang memegang dadanya yang merasakan sakit.


“Makhluk sialan itu?” Xue Bingyue mengerutkan keningnya.


“Yueyue, yang kumaksud adalah Raja Neraka.” Jing Yang bangkit berdiri dan membunyikan lehernya, “Setelah bermeditasi aku menjadi lapar.”


Jing Yang sendiri tidak menyadari jika dirinya dikelilingi banyak orang. Orang pertama yang dia lihat setelah Xue Bingyue adalah Murong Qiaomi.


“Bibi Qiaomi? Kalian semua, kenapa bisa ada disini?” Jing Yang menatap semua orang yang mengelilingi dirinya. Disana ada Yi Yue dan para Tetua Istana Bunga Persik serta Feng Xian, Shui Jun dan Yan Tian.


“Melihat dirimu seperti ini, tentu saja semua orang khawatir.” Murong Qiaomi berjongkok dan mencubit pipi Jing Yang lalu membisu sesuatu yang membuat Jing Yang memejamkan matanya dan menganggukkan kepalanya.


“Aku mengerti, Bibi Qiaomi.” Jing Yang berjalan memasuki Istana Jiang disusul Xue Bingyue dari belakang.


____


Selepas memulihkan tenaga dalamnya, Jing Yang duduk disinggasana. Sementara Murong Qiaomi berdiri disampingnya. Banyak pendekar dan kalangan bangsawan menatap kagum Jing Yang.


“Semuanya dengarkan! Ada yang ingin Yang Mulia sampaikan!” Murong Qiaomi berseru lantang pada semua orang.


Jing Yang mengetuk jarinya disinggasana, “Terimakasih karena telah memenuhi undanganku kesini. Beberapa akhir ini, aku mendengar kabar yang kurang baik. Kalian semua seharusnya sudah mengetahuinya.”


Saat sedang seperti ini, semua orang yang hadir aula pertemuan Istana Jiang merasa tunduk kepada Jing Yang. Sosok pemuda berumur tiga belas tahun itu terlihat sangat berwibawa seolah-olah memiliki pengalaman hidup lebih lama dari mereka semua yang hadir aula pertemuan Istana Jiang.


“Pertama, masalah Pulau Iblis Tengkorak. Kedua, masalah Kekaisaran Ma dan Kekaisaran Shi. Ketiga...” Jing Yang menahan perkataannya sebelum menambahkan pelan, “Ketiga masalah perjanjian kuno Negeri Jiu dan Daejong.”


‘Ini melebihi ekspektasiku. Dia jauh lebih dari kata pantas.’ Yan Tian tersenyum setelah melihat langsung sosok Jing Yang.


‘Apa benar dia baru berumur tiga belas tahun? Saat seperti ini aku merasa dia lebih besar dari yang kukira!’ Feng Xian menatap Jing Yang tajam.

__ADS_1


Shui Jun sendiri mendengarkan dengan seksama pidato Jing Yang. Semua yang menghadiri pertemuan itu menatap Jing Yang penuh kekaguman.


“Masalah Kekaisaran Ma dan Kekaisaran Shi, aku akan mengurusnya. Begitu juga dengan Negeri Jiu dan Daejong. Kedua negeri itu memiliki perjanjian kuno dengan keluarga Jiang.” Jing Yang mendengar langsung dari Murong Qiaomi jika ada sebuah pusaka di Negeri Jiu dan Negeri Daejong yang mampu menyegel salah satu Sembilan Kekacauan Surgawi.


“Kalian hanya perlu memfokuskan diri pada pertempuran di Pulau Iblis Tengkorak.”


Ucapan Jing Yang membuat para pendekar yang hadir d aula pertemuan saling berbisik. Ucapannya terdengar arogan sehingga tanggapan para pendekar para Jing Yang mulai berubah.


“Aku tahu apa yang kalian pikirkan.” Jing Yang tersenyum dan menatap semua orang yang terlihat ragu dengan keputusannya, “Tetapi ini adalah keputusanku! Jika ada yang keberadaan, majulah kedepan!”


Murong Qiaomi menghela nafas panjang, ‘Ucapanmu seolah-olah kau ingin mengatakan jika tidak ada orang yang lebih kuat dariku diruangan ini,.’


Tidak ada satupun orang yang berani maju kedepan. Jing Yang akhirnya memutuskan untuk memberikan sebuah nama pada aliansi yang akan dia bentuk.


“Hitam belum tentu kotor dan putih belum bersih. Aku mempelajari dua hal ini di dunia persilatan. Dengan diriku yang menjadi pemimpin negeri ini, aku ingin mengajak kalian semua dibawah nama Lentera Naga Fajar sebagai bentuk aliansi yang kita buat ini.”


“Detik ini juga aku mengumumkan secara resmi jika aliansi aliran putih dan netral yang kuberi nama Lentera Naga Fajar terbentuk.” Jing Yang mengakhiri pertemuan dengan cepat. Seluruh pendekar yang memiliki nama besar didunia persilatan Kekaisaran Jiang meninggalkan aula pertemuan satu demi satu dan hanya menyisakan kaum bangsawan.


Seluruh keluarga bangsawan mendukung Jing Yang secara penuh menduduki posisi Kaisar Jiang. Bukan tanpa alasan tiga keluarga besar seperti keluarga Lu, keluarga Shen dan keluarga Huan mendukung Jing Yang.


Ketiga keluarga besar ini sudah melihat dan mengetahui langsung bagaimana sosok Jing Yang. Disana ada Lu Hen, Shen An dan Huan Chen. Ketiga kepala keluarga ini mengobrol dengan Jing Yang tentang rencana Jing Yang kedepannya.


Impian Jing Yang bisa dibilang membuat Shen An, Lu Hen dan Huan Chen kagum. Walaupun terdengar polos, tetapi Jing Yang sangat serius memikirkannya.


“Perjanjian? Bibi Qiaomi, apa aku pernah membuat janji sebelumnya?” Jing Yang sendiri bingung dan menatap Murong Qiaomi yang berdiri disampingnya.


“Jika kau tidak mengetahuinya, apalagi diriku ini.” Murong Qiaomi menatap kesal Jing Yang.


“Yang Mulia, sebenarnya-”


Belum sempat Huan Chen berkata, Shen An lebih menanggapi dan memotong perkataan Huan Chen.


“Yang Mulia, aku mendengar jika kelak dirimu akan menikahi Mi‘er dan juga anak dari temanku ini.” Shen An berkata dengan santai pada Jing Yang.


Jing Yang yang mendengarnya tersedak tidak percaya. Dia menatap Shen An yang tertawa, sedangkan disamping Jing Yang terlihat Murong Qiaomi tersenyum padanya.


“Kaisar Kecil, bisa jelaskan padaku mengapa dirimu terkadang terlihat dewasa dan terkadang seperti bocah? Kemampuanmu yang berkembang dengan pesat ini sudah membuatku bertanya-tanya. Apa kau tidak bisa jujur padaku?” Bisikan ancaman Murong Qiaomi membuat Jing Yang menelan ludah.


“Bibi Qiaomi, ini bukan waktunya untuk itu.” Jing Yang berbisik pelan dan segera menatap Shen An penuh pertanyaan.


“Paman Shen, kau sedang tidak bercanda bukan?” Jing Yang bertanya untuk memastikan.

__ADS_1


Shen An berhenti dan menunjuk wajahnya sendiri, “Apa wajahku ini kelihatan seperti orang yang sedang bercanda?” Shen An mengatakan itu pada Huan Chen dan Lu Hen.


Baik Huan Chen ataupun Lu Hen, keduanya sama-sama menganggukkan kepalanya. Jing Yang sendiri menghela nafas panjang dan memijat keningnya.


“Aku mendengar langsung dari Mi‘er jika dirinya akan membuat sebuah tempat untukmu pulang, Yang Mulia. Selain itu, Mi‘er selalu menolak lamaran dari orang-orang kaya dan lelaki tampan. Apa Yang Mulia tidak memiliki sedikitpun perasaan padanya?”


Sebuah pertanyaan yang membuat Jing Yang kembali terjebak dipenuhi rasa bersalah. Jing Yang mengakui jika Shen Mi memiliki tempat khusus dihatinya karena gadis itu mau mendengar impian bodohnya serta mengelola Rumah Lima Warna atas perintah dirinya.


“Yang Mulia tidak perlu ragu. Seorang penguasa hebat memilki puluhan wanita itu sudah biasa. Apa Yang Mulia pernah mendengar tentang Kaisar Jiang pertama yang memiliki dua puluh dua istri?”


Jing Yang kembali dibuat tersedak. Shen An sangat berbeda dari yang dia ingat. Seolah-olah Shen An ingin mengetahui perasaan dirinya kepada Shen Mi.


“Aku pernah mendengar cerita ini.” Murong Qiaomi menanggapi perkataan Shen An.


“Sungguh Kaisar Jiang yang hebat bukan? Terlebih dari cerita yang kudengar, jumlah istri Kaisar Jiang lebih dari itu. Belum diantara para janda yang dinikahinya. Mungkin berjumlah tiga puluhan.” Shen An tertawa.


“An, kau tidak sopan!” Lu Hen menegur.


Jing Yang memijat keningnya dan menghela nafas panjang, “Bisa kita akhiri pembicaraan ini? Aku terlalu pusing memikirkan itu.”


Shen An, Huan Chen dan Lu Hen berhenti berbicara saat melihat ekspresi pusing terpancar dalam raut wajah Jing Yang.


“Yang Mulia, maafkan aku atas ketidaksopananku. Aku hanya berharap bisa melihat Mi‘er menikah. Mungkin aku seperti ini karena faktor usiaku. Aku khawatir jika diriku akan mati tanpa melihat sosok suami dari Mi‘er.”


Tiba-tiba ruangan menjadi sendu. Huan Chen menggelengkan kepalanya tidak percaya karena mendengar Shen An mengeluarkan curahan hatinya yang terdalam.


‘Kita sudah sepakat untuk untuk membentuk pasukan militer Kekaisaran Jiang bersama-sama. Pembicaraan ini telah selesai dan kenapa aku harus mendengarkan keluhannya.’ Huan Chen menatap tajam Shen An lalu kembali membatin, ‘Ini akan lama.’


“Paman Shen, tidak perlu khawatir. Aku akan membuat Shen Mi bahagia.” Jing Yang yang sudah bosan mendengar pembicaraan Shen An akhirnya berkata demikian.


Shen An menanggapinya dengan kegirangan. Sementara itu Huan Chen dan Lu Hen terlihat tidak percaya bahkan Murong Qiaomi.


“Aku pamit undur diri.” Jing Yang tanpa basa-basi segera meninggalkan ruangan itu dan menuju kamar pribadinya.


Dia membaringkan tubuhnya diatas ranjang yang empuk dan memejamkan matanya menikmati ketenangan kamarnya.


“Aku akan melindungi semuanya...”


Jing Yang bergumam pelan sebelum akhirnya tertidur pulas.


Murong Qiaomi yang melihat itu tersenyum, ‘Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Apa dia tidak mempercayai diriku seutuhnya?’

__ADS_1


Murong Qiaomi yakin jika tindakan Jing Yang memiliki alasan tersembunyi.


__ADS_2