Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 50 : Gelombang Serangan Partai Hewan Buas


__ADS_3

Sehari setelah pergi meninggalkan Istana Bunga Persik. Jing Yang bersama yang lainnya sampai di sebuah kota kecil yang terlihat sepi dan seperti kota mati.


Setelah Ye Xiaoya bertanya pada beberapa penduduk yang menceritakan tentang masalah yang dihadapi kota kecil tersebut. Penduduk kota menjelaskan tentang serangan besar-besaran dari Hewan Buas.


Murong Qiaomi merasa Partai Hewan Buas semakin lama semakin berkembang. Bahkan baginya sekarang kekuatan Partai Hewan Buas menyaingi sekte besar. Dengan anggota lima orang, Partai Hewan Buas sudah membuat kekacauan yang membuat nama mereka semakin dikenal di Kekaisaran Jiang. Entah apa motifnya, tetapi Partai Hewan Buas sengaja mengendalikan Hewan Buas untuk menghancurkan pertanian milik penduduk dan menghancurkan rumah-rumah penduduk tanpa alasan yang jelas.


Sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Istana Sembilan Naga. Murong Qiaomi menyuruh Murong Liuyu dan yang lainnya untuk membantu penduduk kota dengan membasmi Hewan Buas.


“Menurutu penduduk, Hewan Buas akan datang dengan bergerombol sekitar seminggu sekali. Aku jadi geli sendiri karena Partai Hewan Buas seperti memiliki jadwal yang rutin untuk membuat kekacauan...” Ujar Hua Ying sambil terkekeh karena merasa tindakan Partai Hewan Buas sangat konyol.


“Aku rasa lima orang yang dikabarkan menjadi anggota Partai Hewan Buas setidaknya telah mencapai pendekar agung. Banyak yang beranggapan kekuatan kelompok ini sama seperti sekte menengah, tetapi aku rasa kekuatan Partai Hewan Buas lebih dari yang kita perkirakan...” Murong Liuyu memasang wajah datar sambil berasumsi jika Partai Hewan Buas merencanakan atau mengincar sesuatu yang besar, bukan hanya sekedar kekacauan.


“Jika kelompok ini menyerang secara merata di setiap wilayah yang ada di Kekaisaran Jiang. Kemungkinan besar lima orang anggota dari Partai Hewan Buas tidak berkumpul dalam satu tempat yang sama, melainkan mereka terpisah-pisah. Aku penasaran dengan motif dibalik tindakan mereka...” Ujar Chi Rong sambil bersandar pada dinding kota.


Saat ini mereka berada di dinding kota yang tidak ada penjaganya. Menurut penduduk kota, penjaga yang mempertahankan kota telah tewas dalam serangan gelombang Hewan Buas seminggu yang lalu.


“Saudara Jing Yang, apa benar umurmu dua belas tahun?” Mei Hua bertanya pada Jing Yang yang sedang berdiri mengamati keadaan sekitar.


Jing Yang mengangguk pelan dan melirik Mei Hua, “Umurku masih dua belas tahun, Saudari Mei Hua.”


“Qiao Xi, kau tidak percaya dengan perkataanku. Kau dengar sendiri, Saudara Jing Yang masih berumur dua belas tahun.” Mei Hua lalu berbicara dengan Qiao Xi yang masih tidak percaya jika Jing Yang berumur dua belas tahun.


“Kalian bertiga jangan berbicara sendiri.” Murong Qiaomi menegur Mei Hua, Qiu Mei dan Qiao Xi yang sedang berbincang.


“Kita akan melawan Gelombang Hewan Buas yang dibuat oleh manusia. Nama kelompok yang mengendalikan Hewan Buas adalah Partai Hewan Buas. Apa kalian sudah pernah mengetahui tentang Gelombang Hewan Buas sebelumnya?” Murong Qiaomi berkata pada Mei Hua, Qiu Mei, Qiao Xi dan Jing Yang.


“Gelombang Hewan Buas. Junior belum pernah mendengar ini sebelumnya...” Ucap Jing Yang sambil menatap Murong Qiaomi yang berdiri di depan mereka berempat.

__ADS_1


“Aku juga belum mendengarnya. Hanya saja aku pernah mendengar nama Partai Hewan Buas...” Qiu Mei menggumam pelan dan memegang dagunya.


‘Gelombang Hewan Buas?’ Qiao Xi membatin dalam hatinya karena belum pernah mendengar tentang Gelombang Hewan Buas sebelumnya.


“Apa itu Gelombang Hewan Buas, Ketua Qiaomi?” Mei Hua memberanikan diri untuk bertanya.


Murong Qiaomi memang senang mengajari pendekar muda yang memiliki inisiatif untuk belajar dan mempunyai motivasi besar. Keempat pendekar muda ini ingin dia beri tahu sebagian kecil dari dunia persilatan.


“Perbanyak baca buku. Kalian bertiga harus rajin ke Perpustakaan Bunga Persik.” Murong Qiaomi menatap Mei Hua, Qiu Mei dan Qiao Xi yang mengangguk, “Gelombang Hewan Buas sebenarnya jarang terjadi. Tetapi aku akan menjelaskannya kepada kalian...”


Murong Qiaomi menjelaskan Gelombang Hewan Buas adalah sebuah serangan besar-besaran yang dilakukan Hewan Buas saat turun gunung. Dalam artian, manusia yang tempat tinggalnya dekat dengan hutan-hutan yang dihuni Hewan Buas akan menjadi korban amukan massal Hewan Buas yang mendatangi dan menhancurkan semua yang ada di hadapan mereka.


Kasus Gelombang Hewan Buas pernah menghancurkan suatu kerajaan karena Gelombang Hewan Buas itu merupakan amukan Hewan Buas Tahap Langit dan Hewan Buas Tahap Dewa.


Sedangkan kasus yang terjadi di Kekaisaran Jiang adalah hal yang baru dan unik karena Gelombang Hewan Buas dikendalikan oleh manusia. Dalang dari Gelombang Hewan Buas itu adalah Partai Hewan Buas. Satu-satunya cara untuk menghentikan amukan Hewan Buas adalah dengan membunuhnya.


“Amukan Hewan Buas biasanya akan berlangsung selama dua belas jam jika tidak ada manusia yang mampu membunuh Hewan Buas yang mengamuk...” Jelas Murong Qiaomi. Ditatapnya empat pendekar muda yang menganggukkan kepalanya setelah mendengar penjelasannya.


Tanah bergetar dan pohon-pohon hancur ketika Hewan Buas Tahap Kaisar Tingkat Tiga datang menghancurkan apa saja yang ada di hadapan mereka.


Gerombolan Sapi Api Bertanduk Merah datang dari arah hutan dan pegunungan dengan jumlah sekitar lima puluh ekor. Jumlah ini masihlah kecil dibandingkan dengan Gelombang Hewan Buas yang sesungguhnya, namun jumlah lima puluh Sapi Api Bertanduk Merah bisa meratakan seisi kota dengan mudah jika kota yang menjadi incaran mereka tidak memiliki pendekar yang mampu mengatasi amukan gerombolan Sapi Api Bertanduk Merah tersebut.


“Tidak ada aura orang yang mengendalikan gerombolan sapi ini...” Murong Qiaomi membatin setelah mengecek hawa keberadaan dari seorang pendekar.


“Seni Napas Bunga : Persik Bersemi!”


Jing Yang, Mei Hua, Qiu Mei dan Qiao Xi mengolah pernapasan. Sebuah pernapasan milik Istana Bunga Persik juga diajarkan kepada Jing Yang oleh Chi Rong.

__ADS_1


Mereka berempat bergerak dengan cepat menyerang gerombolan Sapi Api Bertanduk Merah. Murong Qiaomi dan Ye Xiaoya mengamati dari dinding, sedangkan Murong Liuyu, Hua Ying dan Chi Rong membantu empat pendekar muda yang menyerang Gelombang Hewan Buas tersebut.


Mei Hua menarik pedangnya dan mulai memainkannya. Semburan bola-bola dari mulut Sapi Api Bertanduk Merah datang dari segala arah mengarah padanya. Gerakan Mei Hua mengalir dan begitu lembut, tebasan pedangnya menangkis serangan bola-bola api yang dilepaskan Sapi Api Bertanduk Merah.


Qiu Mei menyerang Sapi Api Bertanduk Merah dengan permainan pedangnya yang lincah. Tebasan pedangnya yang dilapisi auranya terus menebas Sapi Api Bertanduk Merah.


“Jangan hanya menahan dan menangkisnya! Bunuh kawanan sapi ini!” Chi Rong memberikan arahan pada Mei Hua dan Qiu Mei yang tidak membunuh Sapi Api Bertanduk Merah.


“Kontrol aura kalian dan jangan biarkan aura keluar dari tubuh dengan percuma!” Hua Ying melepaskan aura tubuhnya dan memanipulasinya menjadi ratusan pedang berwarna ungu yang terbang melayang di udara dan menyerang Sapi Api Bertanduk Merah.


Keduanya langsung bekerjasama untuk membunuh Sapi Api Bertanduk Merah. Dalam tingkatan mereka yang sekarang, Mei Hua, Qiu Mei dan Qiao Xi belum mampu membunuh Sapi Api Bertanduk Merah seorang diri.


Sementara itu Qiao Xi membunuh Sapi Api Bertanduk Merah dengan bantuan Murong Liuyu. Permainan pedang Murong Liuyu begitu gemulai, sama seperti Qiao Xi yang mengikuti gerakannya.


Sedangkan Jing Yang mencoba beberapa gerakan serta teknik pedang yang telah dia dapat dan pelajari di Istana Bunga Persik. Dia menggunakan gerakan barunya pada Sapi Api Bertanduk Merah yang menyerangnya.


Sekitar tiga puluh menitan, akhirnya Gelombang Hewan Buas berhenti. Jing Yang membunuh sepuluh Sapi Api Bertanduk Merah seorang diri. Mei Hua dan Qiu Mei hanya mampu membunuh dua Sapi Api Bertanduk Merah dengan serangan kerjasama mereka. Sedangkan Qiao Xi membunuh satu Sapi Api Bertanduk Merah seorang diri, dan dua Sapi Api Bertanduk Merah lainnya dia bunuh dengan bantuan Murong Liuyu.


Sisanya Murong Liuyu, Hua Ying dan Chi Rong yang membereskannya. Sebelum melanjutkan perjalanan, Mei Hua, Qiu Mei dan Qiao Xi mengambil beberapa bagian penting dari Sapi Api Bertanduk Merah. Dari Mutiara Roh Hewan dan beberapa bagian penting lainnya diambil oleh mereka.


Murong Qiaomi memberi tanda pada penduduk kota untuk mengambil daging Sapi Api Bertanduk Merah. Sangat disayangkan jika seluruh bagian Sapi Api Bertanduk Merah dibiarkan begitu saja.


Dalam tumpukan mayat Sapi Api Bertanduk Merah, Ye Xiaoya memotong daging Hewan Buas tersebut dan membakarnya di dekat tempat yang tidak memiliki bekas pertarungan.


Murong Qiaomi tersenyum sendiri melihat sikap Ye Xiaoya. Mereka membakar daging Sapi Api Bertanduk Merah untuk mengisi tenaga terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Istana Sembilan Naga.


Jing Yang sekarang sudah tidak merasa canggung dikelilingi perempuan yang lebih dewasa darinya dan ketiga gadis muda yang duduk didekatnya.

__ADS_1


Selepas memakan daging bakar Sapi Api Bertanduk Merah. Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Istana Sembilan Naga karena menunggu Gelombang Hewan Buas sangat memakan waktu.


Ketika mereka kembali melanjutkan perjalanan, Jing Yang memberikan bagian Mutiara Roh Hewan pada Mei Hua, Qiu Mei dan Qiao Xi untuk membantu perkembangan mereka.


__ADS_2