Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 45 : Tetua Hakim Bunga, Murong Liuyu.


__ADS_3

Jing Yang dan Ye Xiaoya menunggu kedatangan Mei Hua hingga sore hari, bahkan matahari mulai perlahan terbenam. Setelah matahari terbenam, Mei Hua dan Qiu Mei datang bersama seorang perempuan dengan paras yang cantik dan anggun. Dari perawakannya, perempuan itu sebaya dengan Ye Xiaoya.


Jing Yang menatap ke arah perempuan tersebut. Sedangkan Ye Xiaoya sedang memakan daging sapi dan menikmati hari yang perlahan mulai gelap ini.


“Maaf membuat kalian berdua menunggu, Senior Ye Xiaoya, Saudara Jing Yang.” Mei Hua memberi hormat pada Jing Yang dan Ye Xiaoya.


Qiu Mei memberi hormat dan menatap wajah Jing Yang. Tak lama perempuan yang datang bersama Mei Hua dan Qiu Mei melepaskan sedikit auranya kepada Jing Yang untuk memastikan.


“Jadi kau yang bernama Jing Yang, cucu dari Nona Yi Yue...” Perempuan tersebut membalikkan badannya dan menoleh melihat Jing Yang, “Jika kau mampu bertahan dari dua jurusku, aku akan mempersilahkanmu masuk ke dalam Istana Bunga Persik.”


“Saudara Jing Yang. Beliau adalah Tetua Hakim Bunga, jika kau memiliki kemampuan yang menarik perhatiannya, maka Guru Liuyu akan membantumu memasuki kediaman Istana Bunga Persik...” Mei Hua berbisik di telinga Jing Yang dengan lirih, “Semangat, aku percaya pada kekuatanmu.”


“Mei Hua, kau jangan terlalu berharap banyak padanya. Guru Liuyu adalah pendekar agung. Aku tidak bisa membayangkan Saudara Jing Yang bertahan dari dua jurus miliknya.” Qiu Mei berkata pada Mei Hua yang menyemangati Jing Yang.


“Kita lihat saja, Qiu Mei. Kau ini selalu berbicara yang tidak perlu.” Mei Hua dengan kesal menjawab perkataan Qiu Mei sambil mencubit pipi gadis yang sedang menatap Jing Yang tersebut.


Ye Xiaoya berdiri dan mengamati Jing Yang dan seorang perempuan yang sedang menjaga jarak. Tak lama perempuan tersebut menoleh ke arah Ye Xiaoya.


“Saudari Ye Xiaoya, bisakah kau menjadi wasit pertandingan. Aku tertarik bertarung dengan muridmu ini.” Perempuan tersebut memasang wajah datar dan memberi hormat kepada Ye Xiaoya, “ Sebelumnya perkenankan diriku ini untuk memperkenalkan diri. Aku menjabat sebagai Tetua Hakim Bunga di Istana Bunga Persik. Perkenalkan namaku Murong Liuyu.”


Ye Xiaoya berjalan dan berdiri ditengah jalanan. Kemudian dia menghadap ke arah perempuan yang bernama Murong Liuyu sambil memberi hormat.


“Salam kenal, Saudari Liuyu. Namaku Ye Xiaoya, semoga kedepannya kita berdua bisa bekerjasama.” Ye Xiaoya tersenyum tipis melihat Murong Liuyu yang memiliki kekuatan kurang lebih setara dengannya.


“Baiklah, kalau begitu. Pertarungan persahabatan ini dimulai!” Ucap Ye Xiaoya yang menjadi wasit dan memimpin jalannya pertandingan ini.

__ADS_1


Jing Yang tidak bergerak setelah Ye Xiaoya memulai aba-aba pertarungan. Matanya menatap tajam Murong Liuyu yang sedang memegang pedangnya.


Angin berhembus dan bunga-bunga berjatuhan tepat setelah Murong Liuyu lepas dari pandangan Jing Yang. Dalam sekejap Murong Liuyu berada di depan Jing Yang dengan tangan kanan yang memegang pedang.


Jing Yang dengan segenap kekuatannya menahan tebasan tersebut. Angin berhembus kencang ketika keduanya saling mengeluarkan kekuatan mereka. Energi pedang keduanya membuat angin yang berhembus disekitar gerbang itu semakin kencang.


Murong Liuyu mengayunkan pedangnya dengan begitu lincah. Permainan pedangnya sangat mahir, tebasan demi tebasan yang dilepaskan oleh Murong Liuyu mulai membuat Jing Yang berada di dalam posisi yang terdesak.


“Seni Napas Dewi Naga Api!”


Jing Yang mengolah pernapasan dan mulai lebih serius menghadapi Murong Liuyu. Tebasan pedangnya menciptakan lintasan tebasan api yang membara di udara. Ketika kedua pedang saling bersentuhan, Jing Yang langsung mengimbangi kecepatan ritme tebasan pedang Murong Liuyu.


“Seni Napas Bunga Persik!”


Murong Liuyu mengolah pernapasan dan melepaskan aura tubuhnya sambil mengibaskan pedangnya. Melihat Murong Liuyu mulai serius, Mei Hua dan Qiu Mei terkejut.


Setelah dapat berdiri tegak, Jing Yang bergerak dengan kecepatan tinggi menebaskan pedangnya kepada Murong Liuyu. Tebasan pedangnya berbenturan dengan pedang Murong Liuyu.


Keduanya mulai bertukar serangan, serangan dari keduanya mulai membuat jalanan menjadi berdebu. Ye Xiaoya memberi tanda pada Jing Yang dan Murong Liuyu agar menjauh dari gerbang kota dan berpindah ke tempat yang lebih luas.


Murong Liuyu menggiring Jing Yang dengan paksa menuju tempat latihan yang biasanya digunakan oleh murid dari Istana Bunga Persik. Tempat lapangan besar itu memang luas, pepohonan tumbuh dengan subur dan rapi sekeliling lapangan tersebut. Selain itu tempat latihan itu berada di luar kediaman Istana Bunga Persik.


Jing Yang mulai menggunakan kekuatan dari Pedang Gravitasi, Yue Wang, serangannya menekan tubuh Murong Liuyu untuk sesaat, dan menghancurkan tanah lapangan.


Murong Liuyu justru bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Jing Yang tanpa merasa kesulitan sedikitpun. Perempuan dengan paras cantik itu belum menggunakan jurusnya sama sekali.

__ADS_1


Serangan demi serangan yang dilepaskan oleh Murong Liuyu memberikan luka di sekujur tubuh Jing Yang. Dalam satu kali putaran serta tebasannya yang bertenaga. Murong Liuyu membuat Jing Yang terlempar jauh ke belakang beberapa meter.


“Jing Yang, gunakan seluruh kekuatanmu. Aku telah mengakuimu. Bagaimana kalau kita lanjutkan pertarungan ini?” Murong Liuyu tersenyum tipis. Wajahnya yang manis itu membuat Mei Hua dan Qiu Mei tersenyum sendiri.


“Guru Liuyu sangat cantik! Ini dia senyuman ketertarikan!” Mei Hua menatap Murong Liuyu yang sedang berdiri dengan anggun di lapangan tempat latihan.


“Mei Hua. Bukankah tadi kau mendukung Jing Yang!" Qiu Mei menatap sengit Mei Hua yang menatap Murong Liuyu.


“Kita telah berjalan bersama Saudara Jing Yang. Tentu aku mendukungnya, tetapi Guru Liuyu sangat cantik saat tersenyum. Bukankah kau setuju dengan itu?” balas Mei Hua sambil tersenyum tipis menatap Qiu Mei yang masih berwajah datar.


“Benar juga. Aku juga tertarik dengan Jing Yang, maksudku, Saudara Jing Yang. Dia adalah laki-laki yang dapat diandalkan...” Qiu Mei justru tanpa sadar mengagumi Jing Yang secara diam-diam.


Mei Hua tersentak kaget mendengarnya, “Qiu Mei, apa kau jatuh hati pada Saudara Jing Yang?” Dengan wajah yang memerah, Mei Hua bertanya dan ingin memastikan perasaan Qiu Mei.


“Bisa dibilang begitu...” Jawab Qiu Mei dengan begitu tenang. Perkataannya membuat Mei Hua terkejut.


‘Tidak mungkin. Dia benar-benar telah jatuh cinta pada Saudara Jing Yang!’ Mei Hua membatin dan menggelengkan kepalanya berkali-kali.


“Mei Hua, lihat itu!” Qiu Mei menepuk pundak Mei Hua yang sedang bengong.


Mei Hua menatap ke arah lapangan dan melihat pertarungan sengit walau Murong Liuyu lebih mendominasi serangan.


Di tengah lapangan terlihat Murong Liuyu dan Jing Yang saling bertukar serangan. Permainan pedang mereka membuat tanah lapangan hancur setengahnya, sedangkan dampak dari serangan mereka menebas pohon-pohon yang ada di dekat lapangan.


Pertukaran serangan yang sengit terus terjadi, Jing Yang dan Murong Liuyu sangat menikmati pertarungan tersebut. Keduanya mulai serius bahkan Jing Yang sudah menggunakan puluhan jurus.

__ADS_1


Serangan gravitasi yang tercipta dari teknik pedangnya membuat kerusakan di lapangan dan sekitar hutan. Namun tidak ada satupun tebasan pedangnya yang melukai tubuh Murong Liuyu.


__ADS_2