Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 70 : Pertempuran Istana Sembilan Naga IV


__ADS_3

“Getaran Hantu Dengki!”


Gui Liang melepaskan tebasan pedang yang berisi tenaga dalam yang besar. Pertarungan antara Gui Liang dan Ye Long berlangsung sengit. Karena mereka berdua sesama pendekar bumi, tentu sulit bagi keduanya untuk membunuh satu sama lain kecuali jika ilmu dan tenaga dalam salah satu dari mereka lebih besar.


Melihat tebasan dipenuh energi pedang mengarah padanya, Ye Long tersenyum menyeringai, “Teknik Pedang Naga : Raungan Senja!” Benturan kedua tebasan yang memancarkan energi pedang menghancurkan separuh hutan belantara. Perlahan hutan belantara yang dipenuhi pepohonan hitam mulai hancur.


‘Kakek! Jangan sampai mati!’ Ye Long sekilas melihat Sheng Long yang mulai menggunakan Kumis Naga.


Tak jauh dari pertarungan antara Ye Long melawan Gui Liang, ada dua pendekar bumi yang saling bertukar serangan.


“Tapak angin dari Istana Sembilan Naga selalu membuatku kagum. Tetapi apakah kau bisa menyambut seranganku ini!” Gui Xing melepaskan aura tubuhnya, tapak tangan kanannya menjadi berwarna hitam, “Seribu Tapak Hantu!”


“Aku tidak menyangka kalian menunjukkan taring dengan membunuh orang tak bersalah yang tinggal di dekat kediaman ini. Akan kupastikan, kalian menerima akibatnya!” Telapak tangan Feng Long berwarna hijau, “Tapak Naga Angin!”


Tanpa Istana Sembilan Naga ketahui, suar yang sempat memenuhi langit sore Istana Sembilan Naga adalah tanda bantuan pada aliran hitam dan dua sekte aliran putih, Gunung Pedang Tunggal dan Istana Naga Api.


Anggota pendekar aliran hitam yang datang dari Pulau Iblis Tengkorak menyerang penduduk desa tanpa pandang bulu. Akses masuk ke dalam Istana Sembilan Naga terbuka karena Wang Zhi dan Zhu Huazhi telah lama bersekongkol dengan Mao Gang.


Pendekar dari Gunung Pedang Tunggal terpecah menjadi dua kubu, pendekar muda seperti Yan Hexia dan beberapa pendekar perempuan tak menyangka Gunung Pedang Tunggal akan melakukan hal yang lebih buruk dari aliran hitam.


Di bagian hutan belantara dekat tribun, pertarungan antara pendekar muda juga tersaji, Qiao Xi, Mei Hua dan Qiu Mei, ketiga gadis muda itu bertarung sengit melawan Ma Xinxuan, Gu Hao dan Yan Shangxuan.


Qiao Xi merasa mereka telah terdesak dan tidak mampu menahan serangan lebih lama, tak lama pandangan matanya melihat Jing Yang yang berlari ke arah mereka bertiga bersamaan dengan nafsu membunuh yang besar.


“Jin Ho! Xue Ying! Bantu mereka!” Jing Yang menggunakan Cincin Roh, dia melihat pendekar agung dari Istana Naga Api hendak membunuh ketiga gadis yang menjadi temannya.


“Baiklah, akan kuperlihatkan pada mereka kekuatan dari Elang Salju!” Xue Ying keluar dari udara berwarna ungu dan menyerang pendekar agung. Tak lama suara Jin Hou juga terdengar.


“Tuan, izinkan Hewan Buas Tahap Dewa ini membantumu!” Jin Hou segera melompat dan menyerang pendekar yang hendak membunuh Qiao Xi, Mei Hua dan Qiu Mei.


Jing Yang menoleh ke belakang setelah melihat ketiga temannya dalam perlindungan kedua Hewan Buas Tahap Dewa, “Aura milikmu membuatku semakin ingin membunuhmu!” Mata kiri Jing Yang semakin dikelilingi aura berwarna ungu dan petir-petir kecil.

__ADS_1


“Jangan katakan padaku jika kau adalah anggota Partai Hewan Buas!” Zhen He melepaskan aura pembunuh dan tersenyum sinis.


‘Kekuatan ini! Emosi dari orang yang kubunuh menggema di pikiranku!’ Jing Yang melesat ke depan dan mengayunkan pedangnya.


Gravitasi disekitarnya terasa begitu berat, setelah pedangnya berbenturan dengan pedang Zhen He yang dilapisi api. Selepas mereka bertukar serangan, Jing Yang bisa melihat dampak dari serangan miliknya yang membuat hutan belantara terbakar karena berbenturan dengan teknik pedang Zhen He.


‘Kurang lebih, aku mengerti tahapan bela diri dalam dunia manusia. Anak manusia, jangan termakan kebencian mereka. Jika kau terbiasa dengan ini, maka kemampuanmu akan meningkat pesat.’


Jing Yang mencoba mengolah aura pembunuh yang dia serap menjadi Aura Naga Kegelapan sesuai arahan Roh Sang Hitam. Tetapi semakin dia mengolahnya, semakin sulit bagi dirinya untuk berpikir tenang.


Serangan Jing Yang terkesan brutal karena tidak dapat mengendalikan kemampuan Aura Naga Kegelapan. Kesempatan itu ternyata tidak dilewatkan oleh Zhen He yang sedang dalam posisi melepaskan teknik pedangnya.


“Auman Raja Api!”


Zhen He berteriak penuh kemenangan ketika tebasannya yang membentuk mulut singa api melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Jing Yang.


‘Saudaraku Jing Yang! Jing Yang! Sadarlah!’ Yue Wang berteriak di alam bawah sadar Jing Yang. Kegelapan yang menyelimuti tubuh Jing Yang semakin meluap-luap.


Jing Yang menatap dingin Zhen He sebelum menghilang dari pandangan pria itu, serangan Zhen He dia hindari dengan mudah, seketika Jing Yang sudah berada di depan Zhen He dan mengayunkan pedangnya.


“Tidak mungkin...”


Zhen He belum sempat bereaksi, kepalanya telah terpotong. Bilah pedang Jing Yang menarik aura pembunuh Zhen He hingga menyatu dengan tubuhnya.


‘Tenang saja, kita lihat tekad anak manusia ini. Jika dia termakan emosi dan mati, maka aku yang salah mencari seseorang. Tetapi aku sangat yakin jika anak manusia ini adalah orang yang akan memikul takdir dan mampu menembus alam itu.’ Roh Sang Hitam menenangkan Yue Wang yang panik.


Ye Xiaoya menaikkan alisnya melihat perubahan Jing Yang. Sedangkan lawan dari Ye Xiaoya yang merupakan ayah dari Zhen He langsung melepaskan seluruh aura tubuhnya.


“Beraninya kau membunuh anakku!”


Ye Xiaoya memainkan kedua pedangnya dengan cepat, sebelum bergerak menghadang ayah dari Zhen He.

__ADS_1


“Minggir!”


Ye Xiaoya tersenyum tipis melihat pria dihadapannya begitu emosi, “Aku hanya heran, kenapa bisa pendekar agung sepertimu masih sama seperti pendekar suci. Obat-obatan untuk membantu meningkatkan kemampuan? Kau sangat naif!”


Ye Xiaoya melepaskan aura pembunuh dan mulai bertukar serangan dengan lawannya. Memang di Benua Dataran Tengah banyak pendekar yang meningkatkan kemampuannya dengan obat-obatan.


Tetapi yang membuat Ye Xiaoya penasaran adalah dalang dari orang yang menyebarkan obat-obatan tersebut. Dia sempat melihat pil yang dikonsumsi Gu Hao. Sebuah pil yang membuat manusia memiliki kekuatan dua kali lipat dari yang sesungguhnya.


‘Aku harus menembus pendekar surgawi agar dapat membunuh orang-orang di benua itu!’ Ye Xiaoya mulai melihat celah lawannya terbuka lebar, selepas bertukar serangan lebih dari lima puluh serangan.


“Tarian Pedang Kematian : Kilat Pembelah Awan!”


Ye Xiaoya segera melancarkan serangan dengan kecepatan tinggi. Dua pedangnya membunuh lawannya dengan luka dalam karena terkena tebasannya.


Ye Xiaoya menarik napas, “Yang‘er!” Dengan cepat dia memegang pundak Jing Yang. Tetapi Ye Xiaoya mendapati Jing Yang yang menyerap aura pembunuh milik Zhen He yang telah mati.


‘Bagaimana mungkin?’ Ye Xiaoya menaikkan alisnya.


‘Dia yang telah merenggut kebahagiaanmu! Dia yang membuatmu menderita! Bunuh! Bunuh semua orang yang berani mengusikmu!’ Suara hasutan menggema di telinga Jing Yang.


“Semua yang berurusan denganku! Akan mati!” Jing Yang tersenyum menyeringai.


Roh Sang Hitam menggigit bibir bawahnya ketika merasakan batin Jing Yang berkecamuk.


Pendekar muda yang menghadiri Turnamen Istana Sembilan Naga menatap ke satu arah yakni Jing Yang.


“Yang‘er...”


Ye Xiaoya belum sempat menyelesaikan perkataannya, Jing Yang sudah menghilang dari pandangannya dan bergerak begitu cepat menuju Formasi Empat Gerbang Kematian.


“Seni Napas Dewi Naga Kegelapan!”

__ADS_1


Mulut Jing Yang mendesis. Aura ungu yang menutupi mata kirinya perlahan menutupi setengah wajahnya hingga membuat wajah Jing Yang menjadi sosok orang yang berbeda.


__ADS_2