Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 159 : Sejauh Apapun Jarak Dan Sepekat Apapun Kegelapan


__ADS_3

Dengan tenaga dalam yang amat hebat, Tian Yuan membuat tubuh Xue Bingyue terpental jauh ke belakang.


“Kekuatannya ini...” Xue Bingyue terkejut karena melihat kemampuan Tian Yuan. Dia tidak memperkirakan jika kemampuan Tian Yuan tidak dapat dia tahan.


Xue Bingyue segera kembali memperhatikan Tian Yuan yang telah bergerak dengan kecepatan tinggi kearahnya.


“Seni Napas Dewi Naga Es!” Xue Bingyue menancapkan Pedang Salju Suxue pada tanah lapangan arena pertandingan.


Bersamaan dengan Pedang Salju Suxue yang tertancap, seketika kristal es memenuhi lapangan arena pertandingan seolah-olah ingin membekukan tubuh Tian Yuan.


Xue Bingyue merencanakan sesuatu, dia segera melepaskan hawa dingin dan mengalirkannya pada Pedang Salju Suxue. Kemampuan Xue Bingyue kali ini membuat banyak orang berdecak kagum bahkan Jing Yang dan Xue Rong melihat jelas jika Xue Bingyue benar-benar mempertaruhkan pertandingan ini sebagai pembuktian tekadnya.


“Apa yang terjadi jika Yueyue akan terluka kembali ingatannya ketika melihat wajahmu?” Xue Rong bertanya kepada Jing Yang yang terlihat tetap tenang memperhatikan Xue Bingyue dari balik topengnya.


“Aku akan menidurkan ingatannya. Melihatnya berjuang seperti ini membuatku terharu. Sejauh apapun jarak memisahkan kami, dan sepekat apapun kegelapan yang menutupi ingatannya. Yueyue tetap mengenaliku, dia tetap menaruh perhatiannya padaku. Aku sangat senang akan hal itu.” Jing Yang berkata pelan dan menatap Xue Bingyue dari kejauhan.


Xue Rong merasa sedikit cemburu hanya perasaan cemburu itu menghilang saat Jing Yang menoleh menatapnya. Pemuda itu tidak mengatakan apapun padanya, yang tergambar dari topengnya hanya ingin memastikan bahwa dirinya tidak cemburu dengan apa yang barusan dikatakan olehnya.


Sesaat kemudian Xue Bingyue mengeluarkan kemampuan yang menarik perhatian Jing Yang dan Xue Rong. Pertahanan mutlak es yang membuat Tian Yuan kewalahan dalam sekejap benar-benar menarik perhatian penonton.


Pergerakan Tian Yuan terhenti karena serpihan-serpihan es yang melindungi tubuh Xue Bingyue membuatnya tidak dapat memberikan luka pada gadis cantik itu.


Xue Bingyue tetap terlihat tenang dan hanya mengendalikan pertarungan jarak jauh. Xue Bingyue sendiri sama sekali tidak gentar berhadapan dengan seorang pendekar suci. Karena bagaimanapun kekuatan Tanda Mata Naga membuatnya berbeda dari pendekar yang lainnya dan hanya Jing Yang yang mengetahui sensasi bagaimana merasakan kekuatan Tanda Mata Naga.


“Seni Napas Dewi Naga Air!” Xue Bingyue memusatkan tenaga dalam pada kedua kakinya sambil mengolah pernapasan.


Saat Tian Yuan sibuk menghancurkan serpihan es, Xue Bingyue sudah keluar dari zona nyaman dan bergerak dengan kecepatan tinggi ke arahnya.


“Kau datang sendiri kepadaku dan aku akan menerimamu, Yueyueku!” Tian Yuan menyeringai saat melihat jarak Xue Bingyue dan dirinya semakin singkat.


Xue Bingyue mengalirkan aura tubuhnya pada bilah pedangnya, seketika permainan pedangnya membentuk aliran air diudara dan langsung mendaratkan tebasan yang berbenturan dengan pedang Tian Yuan.

__ADS_1


Saat pedang Xue Bingyue dan pedang Tian Yuan saling berbenturan, keduanya langsung bertukar serangan dengan permainan pedang mereka yang lincah.


Xue Bingyue dapat mengimbangi keagresifan permainan pedang Tian Yuan. Bagi dirinya permainan pedang yang agresif sama sekali tidak indah, sehingga saat dirinya berlatih bersama Jing Yang. Berulang kali Xue Bingyue memarahi Jing Yang walau pada akhirnya diakhir latihan dirinya benar-benar dikalahkan Jing Yang secara telak.


Tian Yuan tersentak kaget melihat tebasan tajam pedangnya dapat diimbangi Xue Bingyue bahkan gadis cantik dari Istana Bulan Biru itu dapat mengimbangi permainan pedangnya.


“Sepertinya anda terlalu percaya diri. Dan perlu anda ketahui, aku sangat membenci laki-laki yang gemar mempermainkan perempuan.” Xue Bingyue berkata dengan dingin. Gadis cantik ini telah mengetahui kebusukan Tian Yuan dan Wu Taofan karena tidak sengaja mendengar perbincangan Jing Yang dan Xue Rong.


Tian Yuan terkejut, dia tidak memungkiri sudah merusak puluhan perempuan yang berakhir dengan pembunuhan. Semua itu karena dirinya mengikuti perbuatan Wu Taofan. Namun tidak dia sangka Xue Bingyue mengetahuinya.


Tian Yuan menyeringai kejam setelah melihat tatapan Xue Bingyue didepannya, “Kau juga akan berakhir sama seperti yang lainnya. Tidak ada cara untuk kembali, aku akan membunuh siapapun orang yang telah mengetahui kebenaranku!”


Xue Bingyue memejamkan matanya dan melakukan konsentrasi secara penuh, dia merasakan kondisi dimana kekuatan Tanda Mata Naga dapat membuat jiwa dan pikirannya mengalami ketenangan.


Tebasan Tian Yuan yang semakin agresif lagi-lagi dapat Xue Bingyue tahan. Bunyi benturan kedua pedang yang saling bergesekan menggema memenuhi lapangan pertandingan, meramaikan semi final yang mendebarkan.


Xue Bingyue tidak membuka matanya dan itu membuat Tian Yuan semakin geram. Beberapa kali pertukaran serangan yang cepat dan tajam membuat para penonton yang melihat pertandingan ini menahan napas.


Jing Yang yang mendengar bisikan-bisikan para penonton hanya mendecakkan lidahnya, sementara Xue Rong ingin tertawa karena mendengar suara decakan lidah Jing Yang.


“Seni Napas Dewi Naga Es!” Xue Bingyue mengolah pernapasan sambil melepaskan aura dalam jumlah besar sebelum melakukan kuda-kuda santai dan tenang.


Yang tergambar dari kuda-kuda yang dilakukan Xue Bingyue adalah ketenangan. Air-air yang mengalir diudara membuat Tian Yuan mengangkat alisnya, sementara Tian Taohua yang menjadi wasit pertandingan menatap tajam anaknya karena dia mendengarkan apa yang dibicarakan Xue Bingyue dan Tian Yuan.


Ketika Tian Yuan bergerak dengan kecepatan tinggi ke arahnya, Xue Bingyue membuka matanya lebar dan mengayunkan pedangnya sambil melangkahkan kakinya lembut.


Seketika air-air yang mengalir membeku sebelum membentuk percikan air yang perlahan membeku. Tubuh Tian Yuan yang terkena percikan air membeku secara perlahan dan itu membuat pemuda dari Puncak Persik merasakan kedinginan yang luar biasa.


Xue Bingyue mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar sebelum melepaskan tebasan pedang dari kejauhan, “Salju Terhempas!”


Tebasan pedang Xue Bingyue memanglah tidak mendarat bahkan mengenai tubuh Tian Yuan, tetapi pemuda dari Puncak Persik itu meronta kesakitan saat Xue Bingyue menyarungkan pedangnya secara perlahan.

__ADS_1


“Sampai kapanpun tidak kubiarkan siapapun menodaiku! Seorang perempuan harus mempunyai prinsip sendiri!” Xue Bingyue mengatakan kata-kata yang diajarkan Roh Sang Putih.


Tian Taohua justru tidak mempedulikan anaknya, dia berdecak kagum melihat pertarungan Xue Bingyue. Kemudian Tian Taohua mengangkat tangannya sebelum mengumumkan Xue Bingyue sebagai pemenangnya.


“Pemenangnya Xue Bingyue dari Istana Bulan Biru!” Setelah mengatakan demikian, Tian Taohua mengikat tubuh Tian Yuan dengan aura pembunuh.


“Setelah ini ada yang ingin kubicarakan denganmu! Kau benar-benar telah melupakan ajaran ayahmu ini!” Seketika wajah Tian Yuan memucat.


Pertandingan final Turnamen Pendekar Muda mempertemukan Xue Bingyue melawan Bao Xinruo. Pertandingan ini akan digelar sore hari, kedua peserta diberi waktu untuk beristirahat dan memulihkan tenaganya.


Jing Yang segera menyambut Xue Bingyue yang mendatanginya. Lawan dari gadis itu adalah Bao Xinruo, tentu Jing Yang menyadari ada kejanggalan sehingga Jing Yang berniat meminjamkan Yue Wang pada Xue Bingyue.


Saat Xue Bingyue memegang Pedang Gravitasi Yue Wang, seketika Suxue yang selalu tertidur itu keluar dihadapan Jing Yang, Xue Bingyue dan Xue Rong.


Roh Pedang Salju itu membuat Jing Yang dan Xue Rong meneguk ludah.


“Yue Wang keluarlah!”


“Baik, baik. Seperti biasa penampilanmu itu sangat tidak menawa. Seorang perempuan itu harus terlihat seksi sepertiku ini!”


Jing Yang dan Xue Bingyue saling bertatapan, keduanya merasakan bahwa kedua Roh Pedang ini saling bersinggungan dan tidak sependapat.


Jing Yang segera menyarungkan pedangnya begitu juga dengan Xue Bingyue.


“Maaf, sepertinya aku terlalu mengkhawatirkanmu...” Jing Yang tersenyum canggung dari balik topengnya.


Sementara Xue Bingyue menundukkan kepalanya, dia justru merasa bahagia karena Jing Yang merasa khawatir padanya.


Tak lama Roh Pedang Suxue mengatakan hal yang membuat Xue Bingyue tersenyum tipis.


“Baiklah, aku akan menunjukkan sesuatu yang istimewa untuk Rubah Putih, Guru dan Kakak Que.” Ucap Xue Bingyue sambil tersenyum tipis dan melangkahkan kakinya menuju ruang istirahat.

__ADS_1


Xue Rong yang kebingungan segera menyusul Xue Bingyue dari belakang dan diikuti Xue Que. Sementara itu Jing Yang kembali ke bangku penonton dan memperhatikan pendekar dari Sekte Menara Biru.


__ADS_2