Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 119 : Es Abadi Dan Salju Kekal


__ADS_3

Setelah melihat Xue Bingyue menjauh, Jing Yang memejamkan matanya dan melepaskan energi pedang dari Yue Wang lebih besar. Tekanan gravitasi yang mencekam membuat tanah-tanah terangkat ke atas bahkan bebatuan besar di sekitar Hutan Kegelapan ikut terangkat dan melayang di udara.


“Hei, hei, hei, hei! Ini lebih dari yang diperkirakan Patriark Mao!” Xun Ji melepaskan aura pembunuh guna melepaskan diri dari tekanan gravitasi.


‘Jadi ini anak yang dirumorkan itu...’ Lei Wu dari Pedang Tiga Raja menggunakan kemampuannya untuk melepaskan diri dari tekanan gravitasi.


“Aku jadi penasaran dengan Pedang Dewa Naga itu...” Sheng Yuwen terkekeh sambil melempar puluhan jarum ke arah Jing Yang.


Mata Jing Yang mengamati ketiga pendekar bumi yang masih menghindari tumpukan tanah dan bebatuan yang melayang.


Jing Yang tersenyum tipis sebelum mengayunkan pedangnya.


“Teknik Pedang Gravitasi ~ Genggaman Naga Bumi!”


Tanah dan bebatuan langsung menghantam tubuh ketiga pendekar bumi dengan kecepatan tinggi. Jing Yang sengaja mengarahkan tanah dan bebatuan pada tubuh ketiga pendekar bumi itu, seolah-olah tubuh mereka menjadi magnet.


Ledakan keras menggema diiringi kepulan asap dan debu yang tebal. Jing Yang menekan auranya guna menghilangkan hawa keberadaannya, kemudian mata kanannya tertutup sebelum dia menatap samar-samar aura milik Xue Bingyue dan Xue Rong.


‘Es Abadi dan Salju Kekal?’ Jing Yang menghentikan langkahnya. Ada gambaran tentang kekuatan milik Xue Bingyue dan Xue Rong.


Jing Yang kembali melangkahkan kakinya karena dia sadar Roh Sang Hitam masih ragu untuk berbicara kepadanya.


Jing Yang memusatkan tenaga dalam pada kedua kakinya sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi memasuki sebuah gua yang berada di dalam hutan.


“Saudara Jing, mohon maaf karena tadi aku sempat mengira kau melecehkan adik seperguruanku.” Baru saja Jing Yang sampai, Xue Que langsung memberi hormat padanya.


“Tidak perlu dipikirkan.” Jawab Jing Yang singkat, saat ini dia mengingat pil yang Ye Xiaoya ambil dari markas Menara Pilar Hitam.


Jing Yang mengeluarkan Pil Pemulih Aura dan Pil Embun, lalu memberikannya kepada Xue Bingyue.


“Yueyue, berikan ini pada Gurumu...” Jing Yang memasuki gua lebih dalam sebelum melepaskan jubahnya yang basah dan menggantinya dengan yang baru.

__ADS_1


Pakaian yang dikenakan Xue Rong, Xue Bingyue dan Xue Que sudah mereka ganti. Xue Bingyue ingin mengatakan sesuatu, namun Jing Yang telah menjauh terlebih dahulu.


“Guru, ini Pil Pemulih Aura dan Pil Embun pemberian Saudara Yang...” Xue Bingyue memberikan dua pil yang berharga kepada Xue Rong.


‘Jadi dia teman masa kecilnya Yueyue. Apakah ini sebuah kebetulan? Dia menggunakan Cincin Dewa yang langka. Bahkan aku mendapatkan cincin ini karena Yueyue memberikannya padaku.’ Xue Rong segera duduk bersila dan menyerap khasiat dari Pil Pemulih Aura dan Pil Embun.


Xue Bingyue mengambil beberapa buah-buahan yang termasuk sumber daya dalam Cincin Dewa dan memberikannya pada Xue Que.


“Kakak Que, kita pulihkan tenaga kita. Mereka tidak mengetahui keberadaan Makam Ratu Kuno. Cepat atau lambat, kita akan terlibat pertarungan kembali...” Xue Bingyue memakan Apel Es setelah berkata demikian.


Di sisi lain Jing Yang juga sedang duduk bersila. Mutiara Roh Hewan dan Permata Iblis dia taruh disekitar tubuhnya. Guna menerobos gerbang kedelapan atau gerbang terakhir, Jing Yang sudah merasakan bahwa dirinya akan mencapai pendekar agung.


Dalam proses menerobos gerbang kematian, Jing Yang melakukan konsentrasi secara penuh hingga suara hujan yang deras tidak lagi terdengar di telinganya.


Berbeda dari sebelumnya, Jing Yang menerobos gerbang kematian tidak sampai berhari-hari, bahkan belum sampai satu jam, Jing Yang merasakan putaran aura dan tenaga dalam di dalam perutnya sebelum dirinya meronta kesakitan.


Xue Rong yang sedang bermeditasi tetap tenang, namun berbeda dengan Xue Bingyue dan Xue Que yang langsung menuju ke arah sumber suara.


Wajah Xue Bingyue memerah melihat punggung Jing Yang yang tidak tertutup pakaian. Ketika Xue Que mendekat, dia segera mendorong kakak seperguruannya itu.


KRUK!!!


Sekitar tiga puluh menitan, suara tulang yang retak menggema di seluruh gua. Dentuman suara retakan tulang terjadi selama empat kali dan menimbulkan bunyi yang keras.


Sekarang Jing Yang memiliki Tulang Bintang Semesta. Beberapa detik kemudian, dia menerobos pendekar agung.


Jing Yang membuka matanya secara bertahap bersamaan dengan Roh Sang Hitam yang memperlihatkan ingatan tentang kebenaran Kitab Dewi Naga Surgawi kepada Jing Yang.


“Guru, jadi kau juga berniat mengajariku sampai saat ini agar aku dapat mempelajari kekuatan dari Roh Sang Merah? Jadi selama ini aku menggunakan kemampuan yang cocok untuk seorang perempuan...” Jing Yang tertawa lirih, tak lama Roh Sang Hitam muncul dan memeluk tubuhnya.


“Ya, aku berniat menjadikan Ratu Neraka sebagai orang yang menggunakan kekuatanku. Dan aku melihat potensinya sebagai pemilik Takdir Ilahi sama seperti dirimu dan kekasihmu itu.” Roh Sang Hitam mencium kening Jing Yang menyalurkan Kitab Dewa Naga Surgawi milik Roh Sang Merah kepada pemuda ini.

__ADS_1


Ketika Roh Sang Hitam mencium kening Jing Yang, Xue Bingyue dan Roh Sang Putih melihatnya.


“Saudara Yang... Kamu...” Xue Bingyue melebar matanya.


“Kamu dapat melihatnya, dia adalah Guruku. Ini ceritanya panjang, nanti akan kuceritakan padamu.” Jing Yang tidak menoleh dan masih memejamkan matanya.


“Takdir Ilahi, Sembilan Kekacauan Surgawi, dan kebenaran tentang dunia ini. Apa kau siap menanggung semuanya sebagai seorang lelaki?”


Jing Yang menghela napas panjang. Dia tumbuh dan bersikap lebih dewasa dari anak seusianya. Saat ini dia siap menjadi orang yang dapat memenuhi harapan Roh Sang Hitam.


“Guru, semenjak malam itu. Kehidupanku sudah berubah. Terimakasih karena telah menolongku dan menyelamatkanku. Jangan berharap banyak padaku, tetapi aku berjanji tidak akan mengecewakanmu, Guru.”


Roh Sang Hitam tersenyum melihat Jing Yang memaafkannya. Kemudian dia melihat Roh Sang Putih menghampiri Jing Yang dan mencium keningnya.


“Guru! Apa yang kamu lakukan?” Tanpa sadar Xue Bingyue setengah berteriak seakan tak rela melihat Jing Yang dicium oleh dua roh agung itu.


Roh Sang Hitam dan Roh Sang Putih tertawa pelan melihat ekspresi menggemaskan Xue Bingyue.


Roh Sang Putih mewariskan ingatan tentang Roh Sang Biru kepada Jing Yang. Kitab Dewa Naga Surgawi yang lainnya selain yang ada di ingatan Roh Sang Hitam.


‘Anak manusia, maaf karena waktu itu aku membiarkanmu terjatuh. Tentang kondisi kekasihmu itu, dia kehilangan ingatannya karena membangkitkan kekuatan dari Jelmaan Tubuh Dewi Es dan Nadi Es secara tidak sadar.' Roh Sang Putih berbicara melalui telepati kepada Jing Yang, ‘Dia mencoba memanggilku, tetapi roh ku melemah. Orang yang menyegel ingatannya adalah Fu Xinghe dari Menara Dewa yang ada di Negeri Kabut Tersembunyi.’


Setelah Roh Sang Putih memperlihatkan ingatan Xue Bingyue selama beberapa tahun ke belakang ini, matanya melebar dan wajahnya memucat.


“Hah? Apa-apaan ini?” Jing Yang menarik napas dalam dan menerima kondisi Xue Bingyue.


“Yueyue, maafkan aku...” Jing Yang menahan air matanya, “Karena pamanku kamu kehilangan ingatanmu...” Suaranya tercekat.


“Saudara Yang, aku rasa kamu sangat mengenalku. Bisakah kamu ceritakan padaku sebelum ingatanku menghilang.” Xue Bingyue menghampiri Jing Yang dan duduk manis disampingnya.


Roh Sang Hitam dan Roh Sang Putih saling berpandangan. Mereka berdua mengamati Jing Yang dan Xue Bingyue dari dekat.

__ADS_1


___


Pedang Gravitasi terinspirasi dari kekuatan buah Iblisnya Admiral Fujitora(Anime One Piece).


__ADS_2