Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 249 - Pertempuran Rongma VI


__ADS_3

“Bagaimana dengan ini?!” Fan Bao melepaskan sejumlah cakaran mematikan dan Jing Yang menghindarinya.


Jing Yang menoleh ke arah Chu Yui dan berkata, “Aku akan memastikan kematianmu dan rekan-rekanmu itu! Kau telah melukai perempuan!”


Fan Bao mengerutkan keningnya dan menatap tajam Jing Yang, ‘Bocah ini memiliki paras bangsawan. Kemampuannya tinggi, tunggu sebentar. Apa dia Kaisar Jiang yang baru?’


“Sungguh terhormat karena bisa bertemu denganmu Kaisar Jiang. Aku akan merasa terhormat jika membawa kepalamu ke Kekaisaran Ma sebagai oleh-oleh!” Fan Bao tertawa lantang meremehkan Jing Yang.


“Apa dia adalah Bibimu? Aku akan perlihatkan padamu bagaimana aku menodai-”


Belum sempat Fan Bao menyelesaikan perkataannya, sebuah pukulan menghantam pipi kanannya dengan telak. Pukulan dari Jing Yang ini membuat tubuh Fan Bao terpental puluhan kilometer.


Jing Yang mengejarnya dan memanipulasi aura tubuhnya menciptakan sepuluh tombak dan pedang yang berterbangan diudara. Jing Yang menggerakkan kesepuluh masing-masing dari tombak dan pedang sambil mengolah pernafasan halus.


“Sial! Pukulannya ini hampir mematahkan leherku sekalian! Apa-apaan bocah ini!” Fan Bao mendapatkan kembali keseimbangannya dan kedua telapak tangannya membentuk sebuah cakar.


Aura berwarna merah muncul dan menyala dari kedua telapak tangan Fan Bao sebelum akhirnya menahan masing kesepuluh tombak dan menghancurkannya. Kesepuluh pedang juga bernasib sama hancur sebelum menyentuh tubuh Fan Bao.


Masing-masing kesepuluh tombak dan pedang hanyalah tipuan agar Jing Yang dapat melepaskan serangan mematikan pada kepala Fan Bao. Namun Fan Bao menyadarinya karena merasakan tekanan gravitasi dari arah samping.


Sebuah tebasan pedang yang memancarkan aura hitam pekat melesat kearah lehernya, secepat kilat Fan Bao menghindar dan menyemburkan api berbentuk kepala naga tepat setelah dirinya menghindar.


‘Kemampuannya ini sangat mengerikan! Aku tarik kataku kembali karena dia masih memiliki tenaga sebesar itu!’ Melihat imbas dari tebasan Jing Yang yang menghancurkan daratan dengan tebasan tekanan gravitasi tentu membuat Fan Bao menelan ludah.


Terlebih ekspresi Jing Yang saat ini terlihat begitu tenang, seolah-olah dia tidak merasa kelelahan. Walaupun kondisi Jing Yang sebenarnya lebih parah dari yang semua pikirkan.


Diatas benteng terlihat Hua Minha dan Hua Quin melihat pertempuran. Hua Quin menceritakan kejadian malam saat dirinya disembuhkan Jing Yang. Hua Quin mengatakan terimakasih sebesar-besarnya kepada Hua Minha karena telah menjodohkannya dengan Jing Yang.


Melihat dipertempuran itu ada tiga orang yang memperkosa dirinya, Hua Quin ingin memastikan ucapan Jing Yang. Terlihat pemuda itu bersungguh-sungguh menghadapi Fan Bao setelah menghabisi sepuluh pasukan militer Kekaisaran Ma dengan tangannya sendiri.


Fan Bao tertawa lantang saat pukulannya dapat mengimbangi kecepatan serta menahan ketajaman tebasan pedang Jing Yang. Bahkan Fan Bao sudah mendaratkan sejumlah serangan pada tubuh Jing Yang.


“Dengan luka yang didapat dari pertarunganmu sebelumnya, sepertinya kau sudah mencapai batasnya bukan?” Fan Bao menangkis tebasan Jing Yang menggunakan tangannya dan mendaratkan tapak serta pukulan bertenaga pada sekujur tubuhnya.


Jing Yang tersenyum, “Jika kau menunggu diriku mencapai batas kemampuanku! Kau akan menunggu selamanya!” Senyuman Jing Yang itu membuat wajah Fan Bao mengerut.


“Hah?!” Fan Bao melepaskan aura tubuhnya lebih besar dari sebelumnya sebelum memusatkan tenaga dalam pada kedua tangannya.


Kali ini setiap pukulan yang dilancarkan Fan Bao dipenuhi semburan api yang hebat bahkan semburan api itu membakar sekitarnya dan membuat udara memanas. Yang lebih merepotkan ada gelombang kejut dari pukulannya berubah menjadi ledakan.


Jing Yang menangkis menggunakan pedangnya dan sesekali menghindar. Permainan pedangnya dia tingkatkan. Jing Yang menajamkan permainan pedangnya saat Fan Bao menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya itu terlihat dari kecepatan gerak dan serangan yang dilepaskan Fan Bao meningkat.


‘Aku harus menunggu waktu yang tepat.’ Jing Yang menahan sejumlah serangan yang dilepaskan Fan Bao dan tidak sedikit dirinya masih terkena serangan yang dilepaskan Fan Bao.


“Rasakan ini!” Fan Bao menyeringai mengincar kepala Jing Yang dengan pukulan tangannya yang dahsyat, namun Jing Yang menahannya menggunakan Pedang Gravitasi.

__ADS_1


“Masih dapat bertahan dari seranganku?! Sejauh mana kemampuanmu itu?!” Fan Bao terus melancarkan serangannya tanpa henti begitu juga dengan Jing Yang yang telah dipaksa keposisi terdesak.


Jing Yang mendecakkan lidahnya saat mengetahui dirinya benar-benar dipaksa kedalam posisi terdesak. Kemampuan Fan Bao dibawahnya, namun kondisinya saat ini membuatnya kesulitan mengatur penggunaan aura dalam dan tenaga dalam.


“Padahal aku berniat tidak menggunakannya, tetapi sepertinya aku akui diriku saat ini kalah denganmu. Tetapi lain ceritanya jika aku menggunakan kekuatannya.” Jing Yang dalam konsentrasi yang penuh melakukan kontak dengan Yue Wang.


Yue Wang tertawa karena melihat Jing Yang berusaha mempersembahkan tiga nyawa yang memperkosa Hua Quin pada dirinya.


‘Baiklah, jika itu keinginanmu Jing Yang. Lagipula kau telah mendapatkan kepercayaan hatiku. Terimalah Qi milikku ini...’ Tubuh Jing Yang bersinar keemasan saat kemampuan Yue Wang terserap ke tubuhnya.


Mata Fan Bao melebar karena merasakan hawa yang berbeda dari tubuh Jing Yang. Badannya kesulitan bergerak saat tekanan gravitasi disekitar Jing Yang berubah. Semua terasa berat dan jika dirinya melakukan kesalahan dalam bergerak maka dia telah masuk kedalam jangkauan serangan Jing Yang.


“Sepertinya kau telah menggunakan seluruh kemampuanmu?” Fan Bao berkata dengan ekspresi waspada diwajahnya. Tidak ada tawa seperti sebelumnya karena menyadari Jing Yang saat ini akan bertarung habis-habisan sama seperti dirinya.


“Kita lihat saja...” Jing Yang memperhatikan Fan Bao yang memanipulasi aura tubuhnya untuk mengeraskan seluruh bagian tubuhnya.


Keduanya sama-sama belum bergerak dan mengamati satu sama lain. Sadar tidak ada celah melarikan diri ataupun menghindari bentrokan karena cepat atau lambat pertarungan akan terjadi, Fan Bao akhirnya berinisiatif melakukan serangan batu loncatan dengan melepaskan pukulan yang lebih dahsyat dari sebelumnya.


Jing Yang membuka telapak tangan kirinya dan menahan semburan dari pukulan dahsyat Fan Bao. Seluruh semburan api itu terserap kedalam tangan kirinya.


“Kerakusan...”


Fan Bao melebar matanya, “Tidak mungkin! Kau menyerap jurusku?! Jangan bilang!” Fan Bao sekilas melihat bagaimana Jing Yang menghabisi ratusan pasukan Kekaisaran Ma dalam sekejap menggunakan kekuatan ini.


“Ya, aku akan mengembalikan seranganmu itu. Tentunya dua kali lipat lebih kuat dari milikmu.” Telapak tangan kanan Jing Yang terbuka dan mengarah pada Fan Bao.


Fan Bao segera menghindar sekuat tenaga, namun dia tidak menyangka serangan miliknya itu akan dikembalikan Jing Yang lebih kuat dari yang seharusnya. Walaupun sudah menghindar, ternyata serangan itu berbeda dengan miliknya karena saat Jing Yang menjentikkan jari ledakan besar tercipta.


“Ugh!” Tubuh Fan Bao terpental jauh kebawah dan menghantam kerasnya tanah. Darah bercucuran karena terkena serangan telak miliknya sendiri.


Diatas terlihat Jing Yang dalam posisi kuda sambil memegang Pedang Gravitasi. Jing Yang melepaskan Qi yang dimaksud Yue Wang. Berbeda dengan tenaga dalam, Jing Yang merasakan Qi lebih murni. Bahkan dengan Qi yang diberikan Yue Wang, Jing Yang sangat yakin jika dirinya dapat membunuh Fan Bao, Yong Xiang dan Kai Xuexuan yang telah memperkosa Hua Quin.


Bukan hanya Hua Quin, ketiga orang itu ditambah Kong Taiha juga selalu menikmati Hua Minha dengan kasar. Jing Yang berniat menghabisi ketiga orang yang memperkosa Hua Quin.


Tekanan gravitasi berubah ringan, terlihat tanah yang disekeliling Fan Bao terangkat diudara. Kemampuan Jing Yang saat ini berbeda dari sebelumnya, tanah ataupun bebatuan yang melayang diudara itu berputar sebelum terbakar.


Fan Bao mengerutkan keningnya dan berekspresi buruk, ‘Aku bisa merasakan firasat buruk!’ Benar saja saat Jing Yang mengayunkan pedangnya, tanah dan bebatuan yang terbakar itu mengarah pada dirinya.


Mata Fan Bao melebar sebelum akhirnya dia melepaskan tenaga dalam dan menciptakan bayangan harimau berjumlah sepuluh. Kesepuluh harimau itu menyemburkan api dari mulutnya dan menahan serangan yang dilepaskan Jing Yang.


Sebelum Fan Bao melihat lebih jelas serangannya yang berhasil meredam kekuatan Jing Yang, kesepuluh bayangan harimau yang dia ciptakan mati seketika. Ujung lehernya saat ini terasa begitu dingin saat melirik kesamping dan melihat Jing Yang sudah berada disampingnya.


Mata Fan Bao melotot melihat bagaimana pergerakan cepat Jing Yang dan membuatnya kesulitan mengambil jarak yang aman. Fan Bao akhirnya dapat menghindar karena kecepatannya, namun tetap saja dirinya saat ini dipaksa kedalam posisi bertahan karena setelah dirinya menghindar, Jing Yang kembali menyerangnya dan tidak berniat membuat jarak keduanya menjauh.


Tindakan yang dilakukan Jing Yang efektif karena Fan Bao benar-benar dalam posisi terdesak. Sejumlah serangan bertubi-tubi dilancarkan Jing Yang dan membuat Fan Bao kesulitan bernafas karena mencoba mengimbangi pergerakan Jing Yang yang mana semakin lama semakin gesit.

__ADS_1


‘Kenapa jadi seperti ini?! Renaca kami menaklukkan Kekaisaran Jiang justru berakhir seperti ini!’ Fan Bao dengan ekspresi marah menatap Jing Yang tajam sebelum akhirnya melepaskan satu pukulan yang dapat menahan tebasan tajam pedang Jing Yang.


“Ada apa? Apa kau ingin menjaga jarak?” Jing Yang dengan ekspresinya yang dingin mengatakan itu membuat kegeraman diwajah Fan Bao nampak begitu jelas.


“Keparat! Aku akan menghancurkan mulutmu itu!” Fan Bao menggunakan seluruh kemampuannya dan menatap Jing Yang tajam, “Matilah dengan jurus pamungkasku ini!”


Seketika aura mencekam dan aura pekat berwarna merah muncul disekitar Fan Bao. Nampaknya Fan Bao tidak bercanda dengan perkataannya itu terlihat jelas saat dada Fan Bao mengembung dan sedetik kemudian sebuah semburan api yang mengerikan dan berkecepatan tinggi mengarah pada Jing Yang.


“Auman Kebuasan!”


Fan Bao sangat yakin Jing Yang akan mati terkena serangannya. Bahkan karena serangan Fan Bao ini, Kai Xuexuan, Yong Xiang dan Kong Taiha menghentikan pertarungan mereka karena sangat jarang bisa melihat semburan api yang dapat menghancurkan satu kota dalam satu kali semburannya itu.


Baik itu Kai Xuexuan, Yong Xiang dan Kong Taiha berpikiran jika Jing Yang tidak akan mampu bertahan dari serangan mematikan itu. Namun pemikiran mereka bertiga salah karena saat semburan api itu semakin dekat dan singkat jaraknya, Jing Yang menyerapnya menggunakan telapak tangan kirinya.


“Tidak mungkin! Dia menyerap Auman Kebuasan milik Saudara Fan?!” Mata Kai Xuexuan memburuk karena dirinya sangat yakin diantara mereka semua yang pergi ke Rongma, sosok Fan Bao lah yang terkuat diantara mereka.


Namun saat ini serangan mematikan Fan Bao dimentahkan Jing Yang secara cuma-cuma. Terlebih jika Fan Bao dibunuh Jing Yang maka sudah pasti nasib mereka akan sama, tidak ada celah untuk melarikan diri dari Rongma.


“Ini buruk, serangan Saudara Fan ditahan semudah itu!” Yong Xiang berkeringat dingin dan ekspresi wajahnya lebih buruk dari Kai Xuexuan.


“Satu orang dapat menghentikan rencana yang telah kita bangun bertahun-tahun! Ini tidak mungkin!” Bahkan ekspresi raut wajah Kong Taiha berkali-kali lipat lebih buruk dari Kai Xuexuan.


“Sudah aku katakan. Kalian semua akan mati disini.” Walaupun sudah yakin dapat membunuh semua tokoh utama musuhnya, namun Jing Yang merasakan tubuhnya kesakitan akibat menyerap jurus Auman Kebuasan Fan Bao menggunakan teknik Kerakusan.


Jing Yang sendiri merasa dirinya sudah diambang batas walaupun ada bantuan Qi dari Yue Wang. Namun jumlah Qi pada tubuhnya terbatas karena Jing Yang sendiri belum melakukan pembentukan Qi dan akar-akarnya.


Tanpa keraguan Jing Yang menutup mulutnya rapat-rapat saat telapak tangan kanannya terbuka, “Gema Neraka!”


Saat itu juga dua kali lipat serangan Auman Kebuasan keluar dari telapak tangan kanannya. Serangan ini tentunya membuat Fan Bao berkeringat dingin.


“Tunggu...” Fan Bao menggelengkan kepalanya tidak percaya karena dirinya sebentar lagi akan mati terkena serangannya sendiri.


“Argh!!!” Sekuat tenaga Fan Bao berusaha melarikan diri namun seluruh tubuhnya terkena semburan api hingga lenyap tak berbekas.


Semua mata yang melihat bagaimana Jing Yang membunuh Fan Bao melebar. Perhatian Jing Yang selanjutnya terarah pada Yong Xiang.


“Bibi Xianlin! Kakak Ziwei! Bibi Yui! Kalian bertiga urus pria yang bertarung melawan Tetua Qiaoli dan Senior Hua Ying!” Jing Yang mendarat didekat Bai Xianlin setelah membunuh Fan Bao.


Yong Xiang segera menjaga jarak dan tidak menurunkan kewaspadaannya memperhatikan Jing Yang.


Kondisi Jing Yang sendiri sudah melemah, dia tetap sadar karena Qi yang melapisi tubuhnya.


‘Sisanya pria yang bertarung melawan Yueyue.’


Jing Yang menoleh ke arah Xue Bingyue dan Xue Bingyue menganggukkan kepalanya seolah-olah memahami kondisi tubuh Jing Yang saat ini.

__ADS_1


“Aku serahkan orang itu padamu Yueyue. Pastikan kau melemahnya dan menahannya untukku.” Jing Yang tersenyum tipis sebelum kembali mengalihkan pandangannya pada Yong Xiang.


__ADS_2