Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 251 - Pertempuran Rongma VIII


__ADS_3

Jing Yang mengatur aliran nafasnya saat Qi yang diberikan Yue Wang menghilang. Menyadari dirinya sudah melebihi batas kemampuannya, Jing Yang tersenyum. Dia tidak menyangka dirinya dapat membunuh sepuluh ribu pasukan Kekaisaran Ma, namun bersamaan dengan itu Jing Yang mengingat perkataan Raja Neraka bahwa sosok dirinya dimasa depan akan lebih keji dari ini.


“Pada akhirnya aku hanyalah seorang pendenam yang lebih busuk dari Mao Gang...” Jing Yang menatap tubuh Yong Xiang yang tak bernyawa.


Kemudian Jing Yang mengalihkan pandangannya pada pertarungan Xue Bingyue melawan Kai Xuexuan. Pertarungan keduanya seimbang karena baik Xue Bingyue ataupun Kai Xuexuan sama-sama menggunakan salju dan es sebagai serangan mereka.


Tidak mudah bagi Kai Xuexuan untuk mempertahankan keseimbangan alur serangannya setelah melihat sendiri bagaimana Fan Bao dan Yong Xiang mati ditangan Jing Yang. Kematian keduanya memberikan pukulan telak bagi Kai Xuexuan yang sekarang berhadapan dengan Xue Bingyue.


Kemampuan Xue Bingyue melebihi ekspektasi Kai Xuexuan. Pada awalnya Kai Xuexuan mengira dapat membunuh Xue Bingyue, namun setelah melakukan pertukaran serangan akhirnya Kai Xuexuan sadar jika Xue Bingyue memiliki variasi serangan bermacam-macam yang belum pernah dia lihat sebelumnya.


“Tidak kusangka aku menemukan berlian es yang indah ditempat ini. Andai saja situasi ini menguntungkanku, aku akan membawamu pergi darisini.” Kai Xuexuan tersenyum kecut saat mengetahui Xue Bingyue memiliki kondisi tubuh yang khusus.


Kai Xuexuan mengetahui ini saat hawa dingin yang keluar dari tubuh Xue Bingyue sangat tidak wajar terlebih kemampuan Xue Bingyue setara dengannya bahkan melebihinya.


“Apa yang kau katakan? Aku tidak tertarik denganmu!” Xue Bingyue memainkan Pedang Salju Suxue dengan gerakan yang indah. Setiap tebasannya bertenaga dan memberikan serangan telak pada Kai Xuexuan yang memanipulasi aura tubuhnya menjadi es membentuk sebuah pertahanan.


Xue Bingyue menghancurkan setiap pertahanan es milik Kai Xuexuan sebelum akhirnya, badai salju menghempaskan tubuhnya kebelakang. Situasi Xue Bingyue sendiri bisa dibilang sulit untuk mengalahkan Kai Xuexuan karena dirinya terasa seperti berhadapan dengan dirinya sendiri.


‘Dia dapat menghancurkan pertahanan es milikku dengan mudah...’ Kai Xuexuan akhirnya memilih menjaga jarak, tetapi Xue Bingyue mempersingkat jarak mereka sambil melancarkan sebuah tebasan yang mmebentuk sabit.


Kai Xuexuan menjentikkan jarinya seketika tembok es muncul dihadapannya melindungi dirinya dari tebasan pedang Xue Bingyue. Selanjutnya Kai Xuexuan memanipulasi aura tubuhnya menciptakan tombak es dan menggerakkannya diudara.


Xue Bingyue menangkis tusukan tombak es tersebut menggunakan pedangnya sebelum membalasnya dengan sebuah tebasan tajam mematikan. Tebasannya kali berhasil mengenai dada Kai Xuexuan, walaupun tidak dalam tetapi memberikan efek tersendiri pada pertarungan mereka.


Serangan itu membuat pertahanan Kai Xuexuan melemah karena Xue Bingyue semakin agresif melancarkan serangannya. Gerakan demi gerakan Xue Bingyue membuat Kai Xuexuan terpana, tetapi rasa terpananya menghilang saat mengetahui betapa menyakitkannya terkena tebasan pedang dengan gerakan indah dan anggun itu.


“Tarian Peri Salju!”


Kali ini Xue Bingyue masuk kedalam pertahanan es milik Kai Xuexuan lebih dalam lagi. Selain lebih berbahaya karena senjata es Kai Xuexuan berterbangan diudara, Xue Bingyue menyadari ada ratusan jarum yang Kai Xuexuan siapkan sebagai serangan kejutan.


“Walaupun kau menyadarinya, tetapi kau tidak akan pernah bisa menghindarinya setelah masuk kedalam jangkauan seranganku ini!” Kai Xuexuan menyeringai sambil menjentikkan jarinya.


Xue Bingyue mengolah pernafasan, “Seni Napas Dewi Naga Es!” Sebuah tebasan tajam mengarah pada Kai Xuexuan bersamaan dengan terlepasnya jarum-jarum tajam kearah tubuh Xue Bingyue.


Xue Bingyue memainkan pedangnya dengan cepat. Setelah melepaskan satu tebasan yang menghancurkan tombak es dan pedang es milik Kai Xuexuan, secepat mungkin Xue Bingyue kembali bergerak dengan memutarkan tubuhnya menciptakan pusaran salju yang menghempaskan jarum-jarum tajam milik Kai Xuexuan.


Xue Bingyue memperhatikan raut wajah Kai Xuexuan yang tersenyum tipis. Dan beberapa saat kemudian dia menyadari jika ada sekitar lima jarum yang menancap ditubuhnya.


“Racun es itu akan membuatmu kesulitan mengontrol aura tubuh-” Kai Xuexuan tidak menyelesaikan perkataannya dan mulutnya menganga melihat kelima jarum es yang tertancap ditubuh Xue Bingyue terbakar.


“Kemampuan ini?” Xue Bingyue sendiri baru menyadari jika aura tubuhnya mulai berkembang. Mungkin karena dirinya telah melewati Metode Penyiksaan Api, sehingga dia dapat melepaskan unsur api dari aura tubuhnya secara tidak sadar.

__ADS_1


“Ini tidak mungkin! Seorang praktisi es bisa menggunakan api?!” Kai Xuexuan refleks menjaga jarak saat tanah dihadapannya membeku.


Xue Bingyue sendiri tidak melepaskan kesempatan untuk melepaskan saat tebasan kepada Kai Xuexuan yang baru saja memojokkan dirinya.


“Salju Terhempas!”


Kai Xuexuan mengerutkan dan berekspresi buruk saat melihat Jing Yang terbang kearah Xue Bingyue. Dalam hatinya dia mengumpat karena harus berhadapan dengan dua orang.


“Yueyue, tahan dia dan aku akan membunuhnya. Aku sudah berjanji kepada Kakak Quin.” Jing Yang menatap dingin Kai Xuexuan dan melihat jelas ekspresi ketakutan Kai Xuexuan.


Beruntung Kai Xuexuan tidak mendengar percakapan Jing Yang dan Xue Bingyue, jika mendengarnya maka sudah pasti Kai Xuexuan akan menurunkan kewaspadaannya dan langsung menyerang Jing Yang.


“Yangyang, aku mengerti. Jadi bagaimana dengan Roh Pedang itu? Apa kau tidak membangkitkannya?” Xue Bingyue menebak tindakan Jing Yang.


“Ternyata kau mengetahuinya. Aku bisa saja membangkitkannya sekarang, tetapi ini belum saatnya. Kekuatan milik Kakak Yue Wang berbeda, Qi namanya. Aku ingin mempelajari itu agar dapat mengontrol tenaga dalam yang merepotkan ini.” Jing Yang menyadari Qi lebih efisien untuk mengontrol kekuatannya dan menciptakan sebuah jurus.


Terlebih Qi lebih kuat berkali-kali lipat dibandingkan tenaga dalam, bisa dibilang Qi merupakan bentuk yang lebih murni dari tenaga dalam. Jing Yang sendiri berasumsi jika dirinya hanya bisa menggunakan Kerakusan dan Gema Neraka sebanyak dua kali menggunakan tenaga dalamnya. Namun dengan Qi, dia sangat yakin dirinya dapat menggunakan Kerakusan atau Gema Neraka sebanyak lima kali bahkan lebih.


“Aku sudah menebaknya. Dan lihat, dia sepertinya sangat waspada terhadapmu.” Xue Bingyue tersenyum tipis sebelum menghilang dari pandangan Jing Yang dan berpindah tempat dijarak yang begitu dekat dengan Kai Xuexuan.


“Aku seperti melihat Yueyue berlatih.” Jing Yang sendiri memperhatikan pertarungan antara Xue Bingyue dan Kai Xuexuan dengan serius. Sesekali dia memperhatikan bagaimana Kong Taiha telah terdesak dari berbagai arah karena pria itu berhadapan dengan Tao Qiaoli, Hua Ying, Mei Hua, Qiao Xi, Chu Yui dan Bai Xianlin.


Bisa dibilang kondisi Kong Taiha sangat buruk karena diserang dari berbagai arah. Terlebih Chu Yui dan Bai Xianlin hanya membantu dari jauh.


Untuk pertama kalinya Jing Yang merasa ketakutan saat melihat orang-orang terdekatnya mengikuti perintahnya untuk membunuh orang lain. Seolah-olah dia melihat bayangan masa lalunya dan itu membuat tubuh Jing Yang berulang kali gemetaran.


Jing Yang menyembunyikan perasaan itu saat melihat Xue Bingyue berhasil memojokkan Kai Xuexuan. Serangan Xue Bingyue semakin lama semakin tajam, sementara itu serangan Kai Xuexuan yang monoton seolah-olah tidak berarti dihadapan Xue Bingyue.


Dalam waktu yang singkat Xue Bingyue berhasil menghancurkan pertahanan es Kai Xuexuan dan membuat pria itu bergerak cepat menjauh darinya.


“Tidak akan kubiarkan! Berniat melarikan diri? Kau tahu, dirimu tidak akan bisa melarikan diri dariku!” Xue Bingyue menancapkan pedangnya ketanah dan seketika seluruh daratan pertempuran membeku.


Xue Bingyue mengalirkan tenaga dalamnya pada Pedang Salju Suxue sebelum akhirnya sebuah duri-duri tajam yang bentuknya besar mulai bermunculan kelangit mengejar Kai Xuexuan.


“Gadis kecil ini berbahaya!” Kai Xuexuan mengumpat karena melihat penampilan cantik dan manis Xue Bingyue namun sangat berbeda dengan pertarungan yang dilakukan gadis muda itu.


Tidak ada celah untuk Kai Xuexuan melarikan diri saat Jing Yang sudah menghadangnya. Cukup mudah bagi Jing Yang mengintimidasi orang yang ketakutan dengan dirinya.


“Jangan bertindak seperti pecundang! Melarikan diri? Apa ini hal yang dilakukan pendekar dari Lentera Iblis Tunggal setelah bertarung habis-habisan?!” Jing Yang mengarahkan Pedang Gravitasi pada Kai Xuexuan.


“Kalian sudah menang! Apa kau tidak berbelas kasih?!” Kai Xuexuan memasang raut wajah yang memburuk saat melihat Xue Bingyue berada dibelakangnya. Kini dia tidak memiliki ruang untuk melarikan diri setelah Jing Yang menghadang dari depan dan Xue Bingyue menghadangnya dari belakang.

__ADS_1


“Berbelas kasih? Orang sepertimu membicarakan tentang belas kasih! Jangan bercanda! Kau telah merenggut kebahagiaan seseorang dan mengusik orang-orangku! Kematian adalah sesuatu yang pantas untukmu!” Jing Yang menatap dingin Kai Xuexuan dan membuat Kai Xuexuan berkeringat dingin.


“Yangyang, boleh aku habisi dia?” Xue Bingyue sendiri sudah bisa melihat Kai Xuexuan telah kehabisan akal melawannya.


“Kau sudah menahannya dengan baik, Yueyue. Sisanya serahkan padaku, kau tidak perlu mengotori tanganmu untuk membunuh bedebah sialan ini!” Jing Yang mengibaskan pedangnya sebelum mempersingkat jaraknya dengan Kai Xuexuan.


Melihat itu Xue Bingyue menghela nafas panjang, “Kau selalu bertindak seenaknya. Setidaknya aku ingin menunjukkan kemampuanku padamu.”


Jing Yang tertawa pelan, “Kau sudah berkembang Yueyue. Jujur saja kau melebihi ekspektasiku.”


Kai Xuexuan mengumpat kesal karena dihadapan bocah berumur tiga belas tahun dirinya sama sekali tidak berdaya.


Jing Yang melepaskan satu tebasan yang ditahan oleh Kai Xuexuan menggunakan pedang es. Keduanya menatap tajam satu sama lain sebelum akhirnya Kai Xuexuan menyadari jika tebasan pedang Jing Yang sama sekali tidak mengandung tenaga dalam ataupun dialiri aura tubuh.


“Ini mudah-"


“Mudah? Dengan mengetahui kondisi tubuhku, kau tetap tidak akan bisa mengalahkanku. Aku akan meluruskan pikiranmu itu.” Jing Yang melepaskan tebasan demi tebasan pada Kai Xuexuan.


Walaupun Kai Xuexuan dapat menangkisnya, tetapi Kai Xuexuan menyadari ada yang berbeda dari permainan pedang Jing Yang.


‘Ini aneh? Dia kehabisan tenaga dalam dan aura tubuhnya, namun masih bisa bertarung seperti ini? Aku tidak percaya kekuatan fisiknya sebesar ini?!’ Kai Xuexuan menyambut tebasan pedang Jing Yang hingga dirinya melupakan keberadaan Xue Bingyue.


“Apa kau belum sadar?” Jing Yang melepaskan satu tebasan menggunakan tenaganya dan membuat Kai Xuexuan terpukul mundur menyentuh tanah.


“Apa maksudmu?!” Kai Xuexuan menatap Jing Yang terbang rendah dan berdiri dihadapannya.


“Aku benar-benar melewati batas kemampuanku...” Jing Yang merasakan dirinya kesulitan memulihkan tenaga dalamnya karena pertarungan yang dia lakukan.


“Lawanmu bukan hanya aku. Itu yang ingin kukatakan padamu.” Jing Yang tersenyum tipis saat mata Kai Xuexuan melebar dan menoleh kebelakang.


Xue Bingyue memejamkan matanya dan melepaskan hawa dingin dalam jumlah besar membekukan tubuh Kai Xuexuan.


Jing Yang tanpa berkedip melepaskan satu tebasan yang merenggut nyawa Kai Xuexuan.


“Yangyang, kau berhutang padaku. Kau mengambil nyawa musuhku.” Xue Bingyue cemberut saat Jing Yang memotong kepala Kai Xuexuan.


“Masih banyak musuh yang lebih kuat dari dia.” Jing Yang menyarungkan Pedang Gravitasi dan berjalan mendekati Xue Bingyue yang sedang menyarungkan Pedang Salju Suxue.


“Dengan ini, Kekaisaran Ma akan berpikir dua kali menyerang Kekaisaran Jiang.” Jing Yang tersenyum tipis pada Xue Bingyue.


Xue Bingyue membalas dengan senyuman. Xue Bingyue tidak pernah menyangka Jing Yang akan sejauh ini pemikirannya.

__ADS_1


Keduanya mengalihkan pandangan mereka menatap pertarungan akhir di Rongma.


“Sepertinya pertempuran sudah berakhir.” Xue Bingyue melihat jelas Kong Taiha terdesak dan tubuhnya dibalut dengan sejumlah luka.


__ADS_2