Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 36 : Jendral Besar Huan Chen


__ADS_3

Setelah Ye Xiaoya menjelaskan rencananya kepada Shen An. Mereka berdua dipersilahkan untuk berisitirahat di dalam kamar.


Salah satu pendekar yang menjaga Keluarga Shen datang ke Ibukota Huaran untuk mengantarkan surat kepada Jendral Besar Huan Chen.


Tak terasa waktu semakin berlalu. Hari demi hari berganti. Hari ini Ye Xiaoya dan Jing Yang telah menginap di dalam rumah mewah kediaman Keluarga Shen selama empat hari.


Selain mengisi waktu luang dengan berjalan menemani Ye Xiaoya berbelanja. Jing Yang juga selalu mengikuti Ye Xiaoya menikmati makanan yang ada di Kota Shendong. Mereka berdua menunggu kedatangan Jenderal Besar Huan Chen.


Butuh waktu sekitar empat hari, Jendral Huan Chen sampai di Kota Shendong. Sekarang di dalam ruangan khusus, terlihat Ye Xiaoya, Shen An dan Jendral Besar Huan Chen sedang berdiskusi.


Jendral Huan Chen menjelaskan kepada Shen An tentang Pangeran Jiang Feng yang sangat berambisi dan berniat menjadi Kaisar Jiang. Pangeran Jiang Feng mengirim utusan dari sekte aliran hitam untuk mendatangi Keluarga Huan, namun orang tua Jenderal Huan Chen menolak mentah-mentah permintaan Pangeran Jiang Feng.


Sehari setelahnya giliran Tuan Putri Kedua Jiang Nian mendatangi Keluarga Huan dan berniat mengajak keluarga Bangsawan Huan untuk mendukung upaya penyatuan Kekaisaran Jiang dan Kekaisaran Shi. Namun orang tua Jendral Besar Huan Chen menolaknya. Karena merasa perjanjian damai dengan Kekaisaran Shi belum mencapai titik yang jelas, walau putra mahkota Kekaisaran Shi dan Tuan Putri Kedua Kekaisaran Jiang telah menikah.


Setelah mendengar pembahasan itu, Jing Yang baru menyadari ternyata masalah yang ada di Kekaisaran Jiang diluar jangkauannya jika dirinya tetap berada di zona nyaman.


“Jendral Besar Huan, sebenarnya kami dari Keluarga Shen juga sudah didatangi Pangeran Jiang Feng dan Tuan Putri Kedua, Jiang Nian...” Shen An tersenyum pahit karena banyak ancaman yang datang dari sekte aliran hitam beberapa minggu terakhir.


Walau Kota Shendong terlihat damai, tetapi sudah puluhan pengawal Keluarga Shen terbunuh ketika mengawal Shen An keluar kota. Wajah Shen An tersenyum pahit, sambil memperlihatkan sobekan pakaian pada Jendral Besar Huan Chen, Ye Xiaoya dan Jing Yang.


“Aku mendapatkan lambang ini di salah satu pendekar yang mati...” Shen An memperlihatkan lambang laba-laba berwarna hijau.


Wajah Jenderal Besar Huan Chen mendadak serius, “Lambang ini adalah Organisasi Laba-Laba Hijau. Kelompok pembunuh bayaran yang tak kalah tenarnya dengan Organisasi Air Dosa...”


Jendral Besar Huan Chen juga menjelaskan masalah yang sebenarnya kepada Shen An. Cepat atau lambat, Kekaisaran Jiang akan dilanda kekacauan karena Pangeran Jiang Feng sangat berambisi menjadi Kaisar Jiang, sedangkan Tuan Putri Kedua, Jiang Nian, ingin menyatukan Kekaisaran Jiang dan Kekaisaran Shi.


“Menurutku, Tuan Putri Kedua hanya dimanfaatkan..." sahut Ye Xiaoya, sambil menyatukan kedua tangannya.


“Ya, menurutku juga seperti itu. Tetapi, Yang Mulia Jiang En selama tujuh tahun terakhir tidak dalam kondisi terbaiknya, bahkan istrinya telah meninggal tanpa alasan yang jelas karena sempat ingin mencari anak dari Tuan Putri Ketiga...”

__ADS_1


Jendral Besar Huan Chen membalas sambil menatap Ye Xiaoya dan Jing Yang lama. Dia bisa merasakan bahwa kemampuan Ye Xiaoya dan Jing Yang menandakan jika keduanya bukanlah orang sembarangan. Bahkan baginya, sosok Ye Xiaoya adalah pendekar yang lebih kuat dari yang dia perkirakan. Namun Jing Yang juga menarik perhatiannya, karena pemuda berumur dua belas tahun itu memiliki aura seperti ribuan Hewan Buas dan Binatang Iblis yang mencekam auranya.


Jendral Besar Huan Chen hanya berharap Kaisar Jiang En dapat berkuasa lebih lama lagi, karena karakter kedua anaknya yang masih hidup sangat tidak dia sukai. Keduanya sama-sama memiliki ambisi besar, di kepalanya hanya ada kekuasaan walau tanpa sadar hanya dimanfaatkan.


Mendengar cerita tersebut, Ye Xiaoya tersenyum menyeringai, “Walikota Shen, aku dan muridku akan menjadi pengawalmu. Sedangkan Tuan Huan dan pasukannya akan mengikuti rute tercepat menuju Kota Xuedong...”


Ye Xiaoya menginginkan Jendral Besar Huan Chen dan pasukannya berangkat menuju Kota Xuedong terlebih dahulu. Kemudian Shen An akan menyusul bersama Jing Yang, tentu saja Ye Xiaoya juga akan mengawal Shen secara langsung.


“Kalian hanya perlu menunggu kami sebelum sama-sama memasuki Kota Xuedong. Aku akan mengatasi pendekar yang mengincar Walikota Shen...” Ye Xiaoya menambahkan.


Penjelasan rencana Ye Xiaoya memiliki banyak celah menurut Jendral Besar Huan Chen. Menurut Jendral Besar Huan Chen, Ye Xiaoya terlihat sangat percaya diri dengan kemampuannya.


“Tetapi, apa perkataan Nona Ye ini dapat dipercaya?” Jendral Besar Huan Chen bertanya untuk memastikan. Pertanyaannya justru dijawab Shen An dengan cepat.


“Aku percaya pada rencana Nona Ye. Bagaimanapun kita harus menangkap Chang Feng dan keluarganya...” Shen An terlihat tidak tenang memikirkan keluarganya yang dikurung di Kota Xuedong.


Mendengar perkataan Shen An membuat Jendral Besar Huan memilih pertaruhan besar ini. Kemudian mereka berkemas sebelum berangkat menuju Kota Xuedong.


Jing Yang mengikuti penampilan Ye Xiaoya dan berjalan mengikuti kereta kuda yang berjalan lambat menuju Kota Xuedong.


Sementara Jendral Huan bersama pasukannya sudah berangkat terlebih dahulu menuju Kota Cunfei, sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju Kota Xuedong.


Dalam perjalanan setelah keluar dari Kota Shendong. Jing Yang merasa ada puluhan orang yang mengintainya. Keberadaan Ye Xiaoya dan Jing Yang membuat puluhan pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau tidak gegabah mengambil tindakan. Biasanya Keluarga Shen mempekerjakan puluhan pendekar untuk mengawalnya, namun kali ini hanya dua orang saja dan itu tentu saja membuat mereka waspada.


“Yang‘er, kau cukup lindungi dirimu sendiri...” Tepat setelah Ye Xiaoya memberi saran kepada Jing Yang. Sebuah pisau kecil beracun melesat cepat dari arah hutan.


Ye Xiaoya menangkis pisau kecil tersebut. Tidak butuh waktu lama bagi puluhan pembunuh bayaran Organisasi Laba-Laba Hijau menunjukkan diri dan menyerang langsung Ye Xiaoya berserta Jing Yang.


Tugas yang diberikan Pangeran Jiang Feng kepada Organisasi Laba-Laba Hijau hanya untuk mengintimidasi Keluarga Shen dengan membunuh setiap pengawalnya. Namun kali ini rencana mereka tidak berjalan sempurna seperti biasanya. Kekuatan Ye Xiaoya melebihi pendekar yang pernah ditemui sekelompok pembunuh ini, bahkan Jing Yang memiliki kemampuan yang misterius.

__ADS_1


Jing Yang menarik pedangnya dari Cincin Dewa dan mulai mengaliri tenaga dalamnya pada pedangnya. Dalam satu tarikan napasnya, gravitasi menghantam tubuh lima pembunuh bayaran hingga mereka muntah darah karena Jing Yang tidak mengontrol kekuatannya.


“Menarik, jangan ragu Yang‘er!” Ye Xiaoya berteriak, sambil menikmati permainan pedangnya yang agresif. Setiap tebasannya menghabisi pembunuh bayaran dengan mudah. Bilah pedangnya menebas dada pembunuh sangat dalam.


Bahkan Shen An yang sedang melihatnya bersama kusir kuda dan pelayanannya bergidik ngeri melihat kebrutalan Ye Xiaoya.


Jing Yang masih tidak membunuh pembunuh bayaran yang telah dia lumpuhkan. Tangan dan kaki pembunuh bayaran patah terkena serangan gravitasi dari pedangnya.


Ye Xiaoya tersenyum tipis melihat Jing Yang masih ragu mengambil tindakan. Bagi Ye Xiaoya semua masalah akan lebih cepat selesai jika Jing Yang telah membulatkan tekadnya. Menyelamatkan Xue Bingyue atau Xue Qinghua akan lebih cepat jika Jing Yang membuang keraguan dihatinya.


“Biar aku yang menghabisinya...” Ye Xiaoya tidak memberi ampun dan menebas pembunuh bayaran yang telah dilumpuhkan Jing Yang dalam sekali tebasannya.


Jing Yang masih ragu untuk membunuh. Menurut Ye Xiaoya, sifat Jing Yang akan lebih mengerikan saat jati diri yang sebenarnya muncul. Jing Yang terlalu baik dan terlalu memendam emosinya.


Ye Xiaoya tidak menguburkan mayat-mayat pembunuh bayaran dari Organisasi Laba-Laba Hijau melainkan dia membakarnya. Setelah itu dia kembali melanjutkan perjalanannya untuk mengawal Shen An menuju Kota Xuedong.


Dari puluhan pembunuh bayaran, Ye Xiaoya membiarkan satu pembunuh melarikan diri. Dia memiliki alasan tersendiri karena ingin memancing mangsa yang lebih besar dari pembunuh bayaran yang telah dia bunuh.


Ye Xiaoya hanya berharap ada seorang pendekar yang berada di tingkatkan yang sama dengannya di Kekaisaran Jiang.


Tidak ada hambatan yang berarti setelah Jing Yang dan Ye Xiaoya berurusan dengan pembunuh bayaran Organisasi Laba-Laba Hijau.


Dalam perjalanan menuju Kota Xuedong. Mereka memakan waktu selama tujuh hari. Bahkan Shen An tidak menginap di Kota Cunfei dan lebih memilih melanjutkan perjalanan.


Hanya Hewan Buas yang menjadi halangan, namun Jing Yang dapat mengatasinya dengan mudah bahkan tanpa bantuan Ye Xiaoya.


Hingga akhirnya di pagi hari yang cerah, di sebuah bukit tempat Jendral Besar Huan Chen bersama pasukannya menginap dan mendirikan tenda. Akhirnya rombongan Shen An bergabung. Siluet Kota Xuedong sudah terlihat dari bukit tersebut.


Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Xuedong yang sudah dekat itu, Ye Xiaoya kembali menjelaskan rencananya kepada Jendral Besar Huan Chen dan Shen An. Sebuah rencana yang kemungkinan besar akan membuat Kota Xuedong menjadi medan pertempuran.

__ADS_1


Jing Yang mendengarkan nasihat Roh Sang Hitam agar jangan bertindak setengah-setengah. Memang tindakan Ye Xiaoya sudah benar, lebih baik membunuh penjahat daripada membiarkannya. Tetapi hati Jing Yang masih memiliki keraguan yang besar. Tangannya terlalu takut untuk membunuh, dia masih tidak percaya pada kata hatinya sendiri.


“Aku hanya tidak ingin kau menyesal. Tetapi kau butuh pengalaman agar percaya pada diri sendiri... jika kau tetap seperti ini, orang yang berharga bagimu akan menghilang lagi, bahkan orang yang tidak berdosa akan terkena imbasnya...” Roh Sang Hitam terbang lebih tinggi setelah menasihati Jing Yang.


__ADS_2