Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 242 - Kejujuran Itu Penting


__ADS_3

“Aku akan menjelaskan secara singkat. Kemampuan kalian saat ini tidak akan mampu menahan Metode Penyiksaan Petir dan Metode Penyiksaan Api. Selain itu, kemampuan kalian belum mengalami pembangkitan. Bagaimana ya menjelaskannya, hmm...” Jing Yang bingung dan mencoba mengingat penjelasan Raja Neraka kepadanya lewat ingatan Raja Neraka walaupun sekilas.


‘Ini membingungkan, jika aku mengatakannya maka aku terdengar seperti bocah mesum...’ Jing Yang semakin bingung.


“Katakan saja, Yang‘er. Kakak Ziwei sudah siap.” Fan Ziwei penasaran akan ucapan Jing Yang selanjutnya.


“Iya, katakan saja Yang Mulia.” Qiao Xi menyahuti.


“Kenapa Tetua Ziwei bersemangat?” Mei Hua penasaran akan reaksi dan sikap Fan Ziwei yang seolah-olah menaruh perhatiannya kepada Jing Yang.


Fan Ziwei tersenyum dan berbisik lemah ditelinga Mei Hua dengan jarak yang begitu dekat, “Hua‘er, apa yang kau pikirkan jika Yang‘er melihat...” Fan Ziwei mencolek dada Mei Hua dan terkekeh.


“Kau harus memahami perasaan lelaki. Sudah pasti Yang‘er menyukai perempuan berdada sedang sepertiku. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Terakhir kali aku memeriksanya, ukurannya sesuai genggaman tanganku...” Fan Ziwei menambahkan dalam bisikannya membuat wajah Mei Hua memerah.


“Punyaku dalam masa pertumbuhan, Tetua Ziwei. Aku tidak akan mengalah dan aku bersumpah suatu hari nanti akan membuat Kaisar ketagihan.”


“Yangyang, apa itu benar? Kamu menyukai perempuan berdada sedang?” Jelas Xue Bingyue mendengar bahkan Jing Yang sekalipun.


“Glek.” Suara ludah Fan Ziwei dan Mei Hua terdengar.


“Apa benar Yang Mulia?” Qiao Xi ikut bertanya.


Wajah Jing Yang merah padam dan tidak butuh sampai dua detik, Jing Yang memegang kepalanya yang berdenyut dan dia merasa pusing.


“Aku... Aku pusing...” Jing Yang berdiri dan menjauh dari keempat perempuan itu.


Fan Ziwei tersenyum tipis mengetahui Jing Yang yang tetaplah seorang bocah polos. Dia mengira Jing Yang akan bersikap agresif layaknya Murong Qiaomi memanggilnya bocah nakal.


‘Aku mengira Ketua Qiaomi memanggilnya bocah nakal karena Yang‘er selalu meminta hal yang aneh kepada Ketua Qiaomi. Ekspresi Ketua Qiaomi saat keluar dari kamar Yang‘er dimalam itu lalu apa?’ Fan Ziwei salah sangka. Dia mengira Jing Yang bocah mesum karena mengingat ekspresi wajah malu-malu Murong Qiaomi yang keluar dari kamar Jing Yang.


“Punyaku sudah mulai tumbuh. Aku jadi ingat punya Bibi Xianlin yang besar dan seingatku Yangyang selalu digoda olehnya.” Ekspresi polos Xue Bingyue membuat wajah Fan Ziwei merah padam karena merasa malu dan entah mengapa merasa kalah denhan Bai Xianlin.


“Tetua Ziwei bagaimana cara membesarkan bagian ini?” Qiao Xi penasaran akan hal ini. Matanya melirik kearah dada Fan Ziwei yang tertutup oleh pakaian.


“Itu- Xi‘er, bukan waktunya membahas masalah dada. Lebih baik kita membuat api unggun, ya kita harus membuat api unggun.” Fan Ziwei berdiri dan keluar gua mencair ranting kayu.


Mei Hua sendiri masih *******-***** dadanya dan tersenyum, “Menurutku seperti ini Qiao Xi. Kenapa diam? Apa kau tidak tertarik mencobanya?”


“Benarkah Kakak Mei?” Xue Bingyue mengikuti Mei Hua dan dengan segera Qiao Xi menahan tangan Xue Bingyue.


“Adik Yue, jangan mengikuti Mei Hua. Kau harus tahu dia ini sesat.” Qiao Xi menunjuk Mei Hua dan menatapnya risih.

__ADS_1


Mei Hua mengerutkan keningnya, “Qiao Xi, berhenti menatapku seperti itu. Walau aku tahu kau menyukai Kaisar, aku tidak mengalah, hmph.” Mei Hua memalingkan wajahnya sembari mengembungkan pipinya.


“Kalian berdua menyukai Yangyang?” Xue Bingyue tersenyum dan bertanya.


“Itu- Tidak, Adik Yue-”


“Qiao Xi, kau mengatakan tidak maka kau membohongi perasaanmu. Iya Yueyue, aku menyukai Yangyang-mu itu.” Mei Hua memotong ucapan Qiao Xi dan menatap sengit teman seperguruannya itu.


“Maaf jika ucapanku melukaimu Yueyue.” Mei Hua merasa bersalah.


Xue Bingyue menggelengkan kepalanya, “Tidak, aku hanya heran mengapa banyak perempuan yang memiliki perasaan kepada Yangyang. Anehnya dari yang muda sampai yang tua. Seperti perkataan Nenek Yi, sepertinya Yangyang akan memiliki banyak istri dimasa depan.”


“Sebenarnya apa yang telah kau lalui Yueyue? Ini mengerikan jika Nenek Kaisar mengajarimu hal-hal begitu... Ini seolah-olah kau diajari bersiap menerima istri kedua, ketiga dan seterusnya dari Kaisar Jing Yang.” Mei Hua memegang dagunya seolah-olah sedang berpikir keras.


“Hmmm, begitulah.” Xue Bingyue hanya tertawa pelan.


Beberapa menit kemudian Fan Ziwei datang dan membuat api unggun, tak lupa Xue Bingyue mengeluarkan beberapa daging Binatang Iblis dan membakarnya.


“Aku membawa beberapa bumbu halus...” Qiao Xi mengeluarkan kantong yang terselip dipakaiannya.


“Ini nikmat. Aku sudah lapar." Mei Hua menatap buas daging yang dipotong Xue Bingyue.


“Kau menyamakan diriku yang cantik ini dengan hewan?” Mei Hua cemberut.


“Memang begitu nyatanya. Benar kan Adik Yue?” Qiao Xi menanggapi.


“Qiao Xi!” Mei Hua menggerutu kesal.


Qiao Xi tertawa pelan, “Aku mengerti, aku mengerti. Diam dan tenanglah. Kau terlalu reseh jika lapar, Mei Hua.”


“Yang‘er, kemari, kami sedang membuat makan malam.” Fan Ziwei bersuara cukup keras kepada Jing Yang.


Xue Bingyue, Qiao Xi dan Mei Hua menoleh kearah Jing Yang yang sedang duduk dibatu dan duduk bersila. Entah apa yang sedang dilakukan Jing Yang, mereka berempat tidak mengetahui jika Jing Yang kembali melakukan kontak dengan Raja Neraka.


“Senior-”


“Kau bisa memanggilku Kakak Ziwei, Yang‘er.” Fan Ziwei menatap tajam Jing Yang seolah-olah menunjukkan sisi kedewasaannya sebagai seorang perempuan yang sedang menggoda lelaki.


“Kakak Ziwei?" Jing Yang mengangkat alisnya sebelum kembali berkata, “Kakak Ziwei, kau tadi penasaran dengan penjelasanku selanjutnya bukan?”


“Iya.” Fan Ziwei menatap serius Jing Yang begitu juga dengan Xue Bingyue, Qiao Xi dan Mei Hua.

__ADS_1


“Tubuh kalian bertiga memiliki kondisi khusus. Kemampuan kalian bertiga akan mengalami pembangkitan jika kalian menikah.” Jing Yang memerah wajahnya saat mengatakan itu.


“Menikah? Maksudmu itu... Itu bukan?” Fan Ziwei ikut memerah wajahnya.


“Aku paham.” Qiao Xi memejamkan matanya dan membuang pikirannya yang aneh berbeda dengan Mei Hua yang tersenyum genit kearah Jing Yang.


“Kaisar, aku tidak keberatan jika kau memetik diriku saat usiamu sudah matang.”


“Uhuk!” Jing Yang memegang dadanya dan batuk cukup keras.


“Yangyang?!” Xue Bingyue terkejut, dia memahami arah pembicaraan ini tetapi dia tidak mengira Jing Yang terlihat kesusahan dalam situasi dan pembicaraan ini.


Akhirnya Xue Bingyue menghela nafas panjang dan mengambil alih, “Sebaiknya kita makan malam.”


“Sebelum itu, Yangyang kau tadi mengatakan tubuh mereka bertiga tidak akan mampu menahan Metode Penyiksaan Petir dan Metode Penyiksaan Api bukan? Lalu kenapa kau tetap melanjutkan proses latihan ini?” Xue Bingyue menatap Jing Yang tajam. Dia mengerti jalan pikiran Jing Yang dan sudah menebaknya semenjak Jing Yang menjelaskan.


“Itu-”


“Jawab yang sejujurnya.” Xue Bingyue menatap dengan tatapan memohon.


Akhirnya Jing Yang mengatakan kepada Xue Bingyue, Fan Ziwei, Qiao Xi dan Mei Hua jika cara tercepat untuk memperbaharui titik-titik meridian Fan Ziwei, Mei Hua dan Qiao Xi adalah dengan melakukan Metode Penyiksaan Petir dan Metode Penyiksaan Api.


“Aku berniat menahan sembilan puluh persen rasa sakit penyiksaan itu karena aku berpikir kalian tidak akan bisa menahannya.” Jing Yang menundukkan kepalanya.


Mendengar kejujuran membuat jantung Fan Ziwei, Qiao Xi dan Mei Hua berdetak kencang terlebih ekspresi Jing Yang saat mengatakan yang sebenarnya itu. Mereka bertiga sama-sama memerah wajahnya.


“Kaisar, aku tidak mengetahui anda memendam semua ini sendirian. Aku, Mei Hua dari Istana Bunga Persik berjanji akan memberikan mahkotaku yang telah kujaga selama ini ini kepada anda-” Leher Mei Hua dipukul Fan Ziwei.


“Hua‘er, kau mengatakan hal yang aneh!” Fan Ziwei justru sepemikiran dengan Mei Hua, namun dia tidak akan mengatakan itu secara terang-terangan saat ada orang lain.


‘Yang‘er, aku sudah memutuskan.’ Hati Fan Ziwei berbunga-bunga.


Qiao Xi terdiam dan merasa begitu bahagia dengan tindakan Jing Yang.


“Sudah cukup. Pembicaraan ini sangat melelahkan. Aku mengerti apa yang kalian pikirkan. Jadi aku akan bertanya sekali lagi...” Jing Yang memejamkan matanya lama sebelum membukanya secara bertahap, “Apa kalian bersedia-”


“Kami bersedia, Yang Mulia!”


“Hah?” Jing Yang mengerutkan keningnya karena dirinya belum selesai bicara. Mendengar itu tawa Xue Bingyue lepas membuat wajah Fan Ziwei, Mei Hua dan Qiao Xi semakin merah padam.


Jing Yang menggaruk kepalanya dan menghela nafas, “Setelah makan malam, aku akan memulainya dari Yueyue, kemudian Saudari Mei, lalu Saudari Qiao dan yang terakhir Kakak Ziwei.”

__ADS_1


__ADS_2