
“Aku akan memejamkan mataku jadi kalian tidak perlu khawatir.” Jing Yang berbicara setelah makan malam dengan daging buatan Fan Ziwei. Lalu sambil beranjak berdiri, Jing Yang menatap Xue Bingyue dan tersenyum.
“Ikut aku, Yueyue.” Segera Jing Yang berjalan menuju bagian terdalam gua.
Xue Bingyue berdetak kencang jantungnya dan tidak menjawab ucapan Jing Yang. Langkahnya mengikuti Jing Yang dan berakhir dibagian terdalam gua.
“Aku tidak menyarankan kau membuka-” Jing Yang duduk diatas batu datar sambil menatap Xue Bingyue yang berdiri persis dihadapannya.
Xue Bingyue sudah membuka pakaian atasnya sebelum Jing Yang menyelesaikan perkataannya. Dengan ekspresi malu-malu, Xue Bingyue menutup kedua mata Jing Yang sebelum pakaian atasnya terjatuh.
“Yangyang... Apa kamu tertarik pada perempuan dewasa seperti Bibi Xianlin, Kakak Rong dan Bibi Qiaomi termasuk Senior Ziwei?” Suara Xue Bingyue terdengar cemburu.
“Kita sudah berjanji bukan? Maaf atas ucapanku barusan. Aku hanya kesal karena takut bukan menjadi yang pertama untukmu dimasa depan.” Xue Bingyue mengakhiri.
Jing Yang tersenyum dan menyentuh tangan Xue Bingyue dengan lembut, “Yueyue, kita berdua sudah berjanji bukan? Aku tidak akan melupakan itu dan bagiku kamu adalah perempuan paling istimewa setelah mendiang Ibuku. Aku menyadari itu setelah berpisah denganmu.”
Wajah Xue Bingyue merah padam, “Sejak kapan kau bisa menggombal? Jujur padaku Yangyang, apa kau menyukai mereka?”
“Itu...” Jing Yang menelan ludah dan menghela nafas ringan, “Yueyue, aku belum bisa membicarakan ini denganmu. Mungkin jika umur kita berdua menginjak usia tujuh belas tahun, aku akan membicarakannya.”
Xue Bingyue mendekat dan membisikan sesuatu, “Yangyang, aku berjanji akan membuatmu menikahiku disaat itu. Saat umur kita menginjak tujuh belas tahun.”
Jing Yang tersenyum kecut, “Yueyue, aku pernah bermimpi, tidak lebih tepatnya melihat ingatan tentang diriku yang menikahimu diumur tujuh belas tahun. Kau tidak perlu khawatir, ucapanmu akan menjadi kenyataan.”
Jing Yang mengingat tentang penjelasan gambaran penglihatan misterius Raja Neraka yang menjelaskan dirinya akan menikahi Xue Bingyue, Ye Xiaoya dan perempuan lain dimasa depan. Dibandingkan dengan menikahi mereka, Raja Neraka mengatakan Jing Yang telah tenggelam terlalu jauh karena memendam masalahnya sendirian, sehingga dia merenggut kesucian perempuan yang dekat dengannya karena perempuan-perempuan itu mencoba menyelamatkannya.
‘Ini akan baik-baik saja... Aku hanya perlu memastikan kejadian yang akan membuatku goyah...’ Jing Yang membatin.
“Yangyang, aku percaya padamu.” Xue Bingyue menyeka air matanya dan tersenyum setelah itu dia membuka matanya.
__ADS_1
Jing Yang tetap memejamkan matanya dan mengeluarkan Api Ilahi dari telapak tangannya, “Berbeda dengan Saudari Mei, Saudari Qiao dan Kakak Ziwei, aku menggunakan Api Ilahi agar kau dapat memanipulasi api.”
“Aku mengerti.” Xue Bingyue memperhatikan kedua bola mata yang terpejam, “Yangyang, buka matamu.”
Jing Yang menganggukkan kepalanya dan membuka matanya lalu menyentuh perut halus Xue Bingyue. Kulit putih yang terjamah tangannya itu bersentuhan dengan Api Ilahi tak lama sebuah kilat petir disekitar tangan Jing Yang muncul.
“Aku akan memulainya.” Jing Yang tidak berpikir macam-macam, dia sudah berniat akan mengalihkan sembilan puluh persen rasa sakit pada tubuhnya.
“Tunggu!” Xue Bingyue memilki harga diri dan tekad.
“Jangan pernah berpikiran untuk mengalihkan rasa sakit ini pada tubuhmu. Ini pilihanku dan aku yang akan menerima semuanya. Jika aku tidak bisa menerima rasa sakit ini, maka aku tidak pantas berada disampingmu, Yangyang.” Mendengar tekad Xue Bingyue membuat Jing Yang tersenyum.
“Baiklah. Maaf atas kekhawatiranku. Sejak awal kau sudah hebat dan cerah. Sepertinya aku terlalu khawatir padamu.” Jing Yang menyadari kesalahan dirinya. Dia merasa semua ini karena penglihatan misterius tentang masa depan.
“Yueyue, apa kamu siap?” Jing Yang bertanya kembali untuk memastikan.
Xue Bingyue menganggukkan kepalanya dan menjawab, “Kapanpun aku siap.”
Tak lama dari bagian terdalam gua terdengar teriakan Xue Bingyue yang sangat keras.
“Aaaahhh!”
“Suara ini?!” Fan Ziwei berpikir yang macam-macam, “Tidak, ini tidak mungkin!”
Mei Hua dan Qiao Xi melebar matanya, mulutnya terbuka namun tidak ada kata-kata yang keluar. Wajah keduanya semerah tomat karena mendengar teriakan Xue Bingyue.
‘Yang‘er berumur tiga belas tahun, begitu juga dengan Yueyue. Kenapa Yueyue berteriak? Apa mereka melakukan itu? Aku tidak terlalu paham dengan apa yang mereka lakukan!’ Fan Ziwei mengepalkan tangannya dan tersipu malu.
Sedangkan dibagian terdalam gua, Xue Bingyue menahan rasa sakit yang menerpa tubuhnya. Wajahnya mengerut dan gadis ini menggigit bibir bawahnya berulang kali.
__ADS_1
“Yueyue, jangan gigit bibirmu! Alirkan tubuhmu dengan pernafasan halus dan jangan kalah dengan rasa sakit ini!” Jing Yang memperhatikan Xue Bingyue dengan penuh perhatian.
Xue Bingyue kembali berteriak saat perutnya terasa diremas dan dihancurkan. Jing Yang tidak tega melihat ini, tetapi ini merupakan pilihan Xue Bingyue jika dirinya meragukan pilihan Xue Bingyue maka itu akan menjadi penghinaan Xue Bingyue.
“Yangyang...” Dengan nafas tersengal-sengal, Xue Bingyue menatap Jing Yang penuh harap.
“Setelah aku berhasil melewati ini. Bisa kau ceritakan padaku tentang perasaanmu kepada mereka semua?” Xue Bingyue tersenyum.
Jing Yang memeluk tubuh Xue Bingyue saat hidung gadis itu mengeluarkan darah, “Aku berjanji akan menceritakannya, Yueyue. Kau sudah berjuang, aku kagum padamu.” Tidak sampai hati Jing Yang tidak mengabulkan permohonan Xue Bingyue.
Memang kelembutan hati Jing Yang kepada perempuan yang mendapatkan kepercayaannya sangat lemah. Xue Bingyue akhirnya melewati Metode Penyiksaan Petir dan Metode Penyiksaan Api dengan usahanya sendiri.
Waktu terus berlalu dan akhirnya tidak ada teriakan dari Xue Bingyue yang ada teriakan tulang-tulang yang menggema. Dan akhirnya seisi gua menjadi hening saat Xue Bingyue berhasil melewati Metode Penyiksaan Petir dan Metode Penyiksaan Api.
“Yangyang, aku berhasil-” Mulut Xue Bingyue memuntahkan darah, bisa dibilang ini darah kotor. Kilatan petir muncul dan mata Xue Bingyue melebar karena dirinya mendapatkan penglihatan misterius untuk sesaat.
Xue Bingyue melihat dirinya sedang duduk didekat Tebing Kesepian sambil mengelus perutnya yang buncit. Matanya menatap kedalaman tebing dan berkata, “Yangyang, kenapa kau tidak menikahiku setelah melakukan ini padaku?”
“Yueyue?” Jing Yang terkejut dengan ucapan Xue Bingyue.
“Yangyang, ini aneh aku melihat ingatan seseorang, tidak itu ingatanku. Kepalaku terasa pusing...” Xue Bingyue mencoba mempertahankan kesadarannya walaupun pandangannya mulai gelap.
Jing Yang tersenyum dan memeluk Xue Bingyue erat, “Yueyue, aku tidak mengetahui tentang penglihatan itu, tetapi aku berulang kali melihatnya. Selamat, karena kau telah melewati semua ini.” Jing Yang mengelus belakang kepala Xue Bingyue sebelum gadis itu pingsan.
Setelah Xue Bingyue pingsan, Jing Yang memuntahkan darah segar dalam jumlah banyak. Menggunakan Api Ilahi pada orang lain sama saja dia menggunakan energi kehidupannya untuk menolong orang tersebut.
Namun dengan semua ini tubuh Xue Bingyue akan menerima kemampuannya jika dimasa depan mereka melakukan hubungan badan. Dan Jing Yang tidak menyadari hal ini.
Jing Yang memperbaiki pakaiannya Xue Bingyue lalu membaringkan tubuh Xue Bingyue diatas batu.
__ADS_1
“Dia berjuang sejauh itu. Apa dia tidak sadar jika dirinya membuatku khawatir...” Jing Yang menyeka matanya dan menatap wajah Xue Bingyue.
‘Apa yang Yueyue lihat? ’ Jing Yang mengerutkan keningnya mengingat ucapan Xue Bingyue tentang penglihatan misterius.