Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 44 : Istana Bunga Persik


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, perjalanan Jing Yang, Ye Xiaoya bersama Mei Hua, Qiu Mei dan Yi Yue bisa dibilang berjalan tanpa hambatan yang berarti. Beberapa kali mereka bertemu Hewan Buas yang dikendalikan Partai Hewan Buas yang merusuh di kota-kota kecil. Namun Jing Yang, Mei Hua dan Qiu Mei dapat mengatasinya dengan mudah. Karena yang mereka hadapi Hewan Buas Tahap Petarung.


Genap setelah enam hari setelah Jing Yang dan Ye Xiaoya meninggalkan Kota Xuedong, akhirnya mereka telah sampai di sebuah permukiman penduduk yang tinggal di bawah puncak gunung kediaman Istana Bunga Persik.


Memang kediaman Istana Bunga Persik berada di atas gunung. Istana Bunga Persik adalah sebuah sekte aliran putih yang seluruh anggotanya seorang perempuan. Dahulu Istana Bunga Persik memiliki ikatan yang kuat dengan Pulau Salju Rembulan sehingga mereka bersedia menampung pendekar perempuan dari Pulau Salju Rembulan.


Sesampainya di tempat penyeberangan. Jing Yang melihat wajah penduduk desa yang tampak muram, begitu juga dengan pemilik kapal yang terlihat enggan untuk berlayar. Setelah Mei Hua dan Qiu Mei bertanya pada penduduk yang tinggal disekitar penyebrangan ternyata di dalam sungai tersebut terdapat Binatang Iblis Tahap Bumi Tingkat Tiga, Ikan Gergaji Besi dan Buaya Bertanduk Emas. Kedua Binatang Iblis tersebut baru menghuni sungai beberapa jam yang lalu.


“Yang‘er, apa kau bisa mengurusnya?” Ye Xiaoya menelan daging sapi, lalu bertanya kepada Jing Yang yang sedang berdiri disamping Mei Hua dan Qiu Mei.


“Bisa, Guru. Mereka berdua akan menjadi teman latihanku untuk mengontrol aura ketika berjalan di atas air...” Jing Yang terlihat antusias dan bergerak dengan kecepatan yang sedang menuju perairan sungai.


Mei Hua dan Qiu Mei saling berpandangan. Mereka berdua penasaran dengan identitas Jing Yang. Selain lebih muda dari mereka, Jing Yang juga terlihat memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari mereka. Sehingga Mei Hua dan Qiu Mei memilih untuk bertanya pada Ye Xiaoya.


“Senior Ye Xiaoya, apa Jing Yang mampu melawan kedua Binatang Iblis itu?” Mei Hua bertanya sambil melihat Jing Yang yang mulai berjalan di atas air.


“Kalian berdua lihat saja...” Ye Xiaoya menjawab sambil mengamati Jing Yang.


‘Dia adalah cucuku. Aku ingin menyapanya, apakah dia telah lupa denganku?’ Yi Yue memperhatikan Jing Yang dengan mata yang berkaca-kaca.


Jing Yang mulai berlari diatas air dan melepaskan aura pembunuh yang besar. Semua penduduk desa yang melihat Jing Yang dari tepian. Ketika ombak sungai mulai naik, semua penduduk desa ketakutan. Beberapa dari mereka justru menghina Jing Yang karena dikira sengaja mencari masalah dengan dua penguasa air tawar tersebut


Sungai terlihat seperti terbelah untuk sesaat ketika Ikan Gergaji Besi dan Buaya Bertanduk Emas muncul secara bersamaan menyerang Jing Yang. Terdengar suara raungan dan energi yang besar dari kedua Binatang Iblis tersebut.


Jing Yang mulai mengambil pedang yang dia simpan dalam Cincin Dewa. Ketika tangan kanannya menggenggam Pedang Gravitasi, Jing Yang mulai memainkannya dan menyerang Ikan Gergaji Besi terlebih dahulu.

__ADS_1


Pedang Jing Yang berbenturan dengan kepala ikan yang berbentuk seperti gergaji itu. Jing Yang dan Ikan Gergaji Besi mulai bertukar serangan. Suara serangan keduanya sangat nyaring dan menggema ke penjuru desa yang tinggal dekat disekitar sungai yang biasa digunakan untuk menyebrang. Sungai itu adalah jalan pintas menuju Istana Bunga Persik.


Ikan Gergaji Besi berenang dan melompat dari dalam air. Ombak yang dihasilkan dari Ikan Gergaji Besi membuat Jing Yang melompat mundur ke belakang untuk menghindari serangan Ikan Gergaji Besi.


Sementara itu Buaya Bertanduk Emas yang sedari tadi diam mulai membuka mulutnya dan melepaskan bola-bola air yang padat dari mulutnya. Ledakan di sungai terjadi ketika Jing Yang memainkan pedangnya untuk menangkis serangan yang dilancarkan oleh Buaya Bertanduk Emas.


Penduduk desa, Mei Hua, Qiu Mei dan Yi Yue berdecak kagum melihat pertarungan Jing Yang. Permainan pedang Jing Yang dan setiap gerakannya sangat memukau dan membuat semua pasang mata terarah pada setiap lompatan dan serangan yang dilancarkan Jing Yang.


“Teknik Pedang Dalam Sarung...” Jing Yang menyarungkan pedangnya pelan-pelan ketika Ikan Gergaji Besi hendak menusuk tubuhnya, “Ledakan Gravitasi!”


Tebasan Jing Yang sangat cepat dan memotong tubuh Ikan Gergaji Besi menjadi dua bagian. Air sungai terbelah dan membuat ombak yang cukup besar karena air sungai tiba-tiba meluap mengenai semua orang yang melihat pertarungan Jing Yang.


“Selanjutnya giliranmu, Buaya Bertanduk Emas...” Jing Yang berkata pelan, sambil tersenyum tipis dan menarik pedangnya kembali.


Buaya Bertanduk Emas mulai melancarkan serangannya yang sama seperti sebelumnya. Ledakan dari bola-bola terus dihindari Jing Yang dengan gerakannya yang lincah.


Dengan cepat Jing Yang mengaliri aura dan tenaga dalamnya pada bilah pedangnya. Pedang Jing Yang dikelilingi aura yang sangat mencekam dan dipenuhi energi pedang.


“Teknik Pedang Gravitasi : Enam Jalan Persimpangan!”


Jing Yang langsung menebaskan pedangnya untuk membelah Buaya Bertanduk Emas beserta sungai yang menjadi pijakannya. Tubuh Buaya Bertanduk Emas belum sempat menyelam kembali ke dalam sungai tubuhnya telah terbelah menjadi dua bagian, sedangkan dampak dari tebasan pedang Jing Yang membuat sungai terbelah menjadi enam bagian tebasan pedang.


Semua penduduk desa terdiam sangat lama. Bahkan Mei Hua, Qiu Mei dan Yi Yue tak henti-hentinya dibuat berdecak kagum dengan permainan pedang Jing Yang.


Karena Istana Bunga Persik telah dekat. Ye Xiaoya langsung melanjutkan perjalanannya menuju Istana Bunga Persik. Sebelum menyebrangi sungai tersebut menggunakan perahu, Ye Xiaoya menyuruh penduduk setempat untuk mengambil bagian dari Ikan Gergaji Besi ataupun Buaya Bertanduk Emas.

__ADS_1


Ye Xiaoya sebenarnya bisa saja terbang melewati sungai tersebut, tetapi dia memiliki kebiasaan tersendiri. Selain itu ada Mei Hua, Qiu Mei dan Yi Yue yang berjalan bersamanya, sehingga Ye Xiaoya memilih untuk mendayung perahu dengan cepat, tanpa membayar atau meminjam perahu milik penduduk desa tersebut. Lagipula Ye Xiaoya telah menyuruh penduduk untuk mengambil bagian kedua Binatang Iblis tersebut, tentu kapal kecil yang sedang dia dayung bukanlah seberapa.


Jing Yang berjalan ke seberang dengan berjalan di atas air. Di tangan kanannya terdapat dua Permata Iblis milik Ikan Gergaji Besi dan Buaya Bertanduk Emas.


Kedatangan Jing Yang bersama yang lainnya membuat penduduk merasa telah diberkahi, karena sebenarnya dua Binatang Iblis tersebut baru menampakkan wujudnya beberapa jam yang lalu. Namun kedua Binatang Iblis telah mati ditangan Jing Yang. Penduduk telah terbebas dari ancaman.


Setelah sampai diseberang. Mei Hua kembali menuntun jalan menuju Istana Bunga Persik. Dalam perjalanan Jing Yang menikmati keindahan alam dan berjalan dengan langkah kaki yang tenang disamping Yi Yue.


Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di Istana Bunga Persik. Setelah menapaki jalan yang mendaki dengan waktu yang lama, akhirnya mereka telah sampai di sebuah puncak. Puncak dari sebuah bukit yang terlihat seperti gunung.


Gerbang besar dengan ukiran bunga menyambut kedatangan mereka. Suasana di sekitar kediaman Istana Bunga Persik sangat tenang. Dua pendekar perempuan menjaga gerbang dengan pedang yang tersarung rapi di pinggangnya.


“Junior, akhirnya kalian telah kembali. Dimana yang lainnya?” Perempuan yang sedang menjaga gerbang menyapa Mei Hua.


Wajah Mei Hua tampak sedih. Gadis itu menjelaskan sesingkatnya pada pendekar yang bertanya padanya. Setelah mendengar cerita Mei Hua, kedua pendekar yang menjaga gerbang mempersilahkan Mei Hua, Qiu Mei, Yi Yue dan Ye Xiaoya untuk masuk ke dalam kediaman Istana Bunga Persik, namun tidak dengan Jing Yang.


Menurut peraturan, hanya Ketua Sekte yang berhak menentukan apakah seorang laki-laki diperbolehkan masuk atau tidak ke dalam kediaman Istana Bunga Persik.


Mei Hua dan Qiu Mei menjelaskan pada dua pendekar perempuan yang menjaga gerbang tentang identitas Ye Xiaoya dan Jing Yang. Keduanya tampak terkejut dengan cerita Mei Hua dan Qiu Mei.


“Mohon maaf, tetapi peraturan tetaplah peraturan. Saudara Jing Yang silahkan menunggu diluar.” Ucap pendekar yang menjaga yang gerbang.


“Kalian antarlah Nona Yi ke dalam. Aku dan muridku akan menunggu disini.” Ye Xiaoya berkata pada Mei Hua, sambil mengambil sesuatu dari sakunya, ”Berikan ini pada Tetua Xue Lihua dan Ketua Sekte Istana Bunga Persik.”


Ye Xiaoya memberikan secarik kertas surat pada Mei Hua. Kemudian dia duduk di bawah pohon bersama Jing Yang.

__ADS_1


“Junior akan menyampaikan ini pada Tetua Xue Lihua.” Mei Hua memberi hormat kepada Ye Xiaoya sebelum memasuki kediaman Istana Bunga Persik. Qiu Mei juga memberi hormat pada Ye Xiaoya sebelum mengikuti Mei Hua dari belakang dan disusul oleh Yi Yue.


__ADS_2