
“Mata kirimu itu...” Gao Zhimao mengerutkan alisnya menatap tajam Jing Yang.
“Mungkin hanya perasaanku saja. Mana mungkin anak yang lemah dan hanya bisa menangis menjadi seseorang yang berbakat.” Gao Zhimao tidak menarik pedangnya melainkan menggaruk kepalanya.
Jing Yang merasakan perasaan yang tidak asing. “Apa maksudmu?!” Mata kanan Jing Yang menatap dingin Gao Zhimao sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang lawannya itu.
“Hanya dengan melihatmu saja aku merasakan emosi yang berapi-api!” Jing Yang bergerak cepat. Petir menggelegar dan pergerakannya sulit untuk dilihat bagi seseorang yang baru saja mencapai tahap pendekar putih atau hitam dan yang lebih rendah tahapannya dari dirinya.
“Aura Zirah Naga : Zirah Naga Petir!”
Dari awal pertarungan, Jing Yang langsung menggunakan segenap kekuatannya.
“Melihat kau mempunyai kekuatan yang mengerikan, aku rasa kau memiliki seorang guru yang hebat. Dimanakah dia berada?” Gao Zhimao menarik pedangnya dan menangkis tebasan pedang Jing Yang. “Gurumu yang sesungguhnya. Bukan perempuan itu...”
“Aku tidak mempunyai hak memberitahumu!” Jing Yang mempercepat tebasan pedangnya.
Dalam pertukaran itu. Percikan-percikan terlihat di udara akibat dari benturan kedua pedang. Jing Yang dan Gao Zhimao bertukar serangan dengan begitu cepat. Setelah melesatkan tebasan ataupun teknik pedang masing-masing, keduanya langsung berpindah tempat dengan cepat.
Selepas Jing Yang menahan tebasan pedang Gao Zhimao yang dipenuhi energi pedang, akhirnya Jing Yang menyadari sedikit demi sedikit kekuatan Gao Zhimao.
“Amarah Pedang Petir : Auman Halilintar!”
Kali ini tebasan pedang Jing Yang membentuk mulut singa yang melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Gao Zhimao. Suara raungan bersamaan dengan kilatan petir membuat penonton terkesima.
Sementara itu Gao Zhimao tersenyum menyeringai. “Pedang Iblis Tengkorak : Belenggu Pekat Malam!” Ketika Gao Zhimao menggunakan teknik pedangnya untuk membalas serangan Jing Yang, semua mata tertuju menatap Gao Zhimao penuh curiga.
Benturan dua tebasan itu menghancurkan seluruh arena pertandingan. Kepulan debu menghilang setelah Jing Yang dan Gao Zhimao kembali bertukar serangan.
Ye Long memberi tanda pada empat Tetua Istana Sembilan Naga yang sedang terbang melayang di udara tersebar di empat penjuru. Untuk mencegah kemungkinan terburuk dari pertarungan tersebut.
Jing Yang sendiri tidak terlalu ambil pusing dengan tindakan Ye Long. Sekarang dia hanya fokus menatap pertarungan yang sedang dia lakukan.
__ADS_1
“Aku baru pertama kali melihat permainan pedang seperti ini. Tidak buruk juga...” Gao Zhimao tersenyum menatap Jing Yang. Tangannya terus memainkan pedangnya dengan lincah menahan setiap tebasan pedang Jing Yang.
‘Anak manusia. Apa kau sungguh tidak mengenalnya?’ Suara Roh Sang Hitam menggema di telinga Jing Yang. Perkataan dari perempuan berparas cantik itu membuat Jing Yang mengerutkan keningnya.
‘Aku sama sekali tidak mengenal orang ini. Namun entah untuk alasan apa, aku merasa ingin membunuhnya.’ Jing Yang bergerak lebih cepat dari sebelumnya setelah berbicara dengan Roh Sang Hitam.
Permainan pedang Jing Yang dan Gao Zhimao membuat semua penonton dari Istana Sembilan Naga menikmati pertarungan yang tersaji. Tidak ada yang menyadari di saat yang sama, beberapa orang melakukan pergerakan secara diam-diam.
“Seni Napas Dewi Naga Petir!”
Jing Yang mengolah pernapasan sambil melepaskan Aura Raja Naga untuk menekan kekuatan Gao Zhimao dan mengintimidasinya. Semua penonton bisa melihat jika Jing Yang berniat membunuh Gao Zhimao, begitu juga dengan sebaliknya.
“Sepertinya peranku akan berakhir di pertarungan melawanmu! Aku menyukai tatapanmu itu! Tatapan seorang pendendam!” Gao Zhimao melepaskan aura pembunuh dan tersenyum menyeringai menatap dingin Jing Yang. “Aura Iblis Cahaya!”
Benturan kedua aura tersebut membuat udara disekitarnya menjadi panas, hembusan angin yang kencang membuat pusaran angin yang menerpa tanah dan membuat debu-debu menghalangi jarak pandang pertempuran.
‘Aura ini milik Ras Iblis. Cahaya dan kegelapan. Tetapi aku tidak menyangka akan ada Ras Iblis yang telah mencapai benua ini...’ Roh Sang Hitam terlihat khawatir. Terdengar dari perkataannya yang seperti mengkhawatirkan masa lalu.
Jing Yang terus bergerak dan bertukar serangan dengan Gao Zhimao sembari mencoba mendaratkan tebasan pedangnya pada tubuh Gao Zhimao.
“Kau lebih merepotkan dari yang kukira. Sepertinya semua tidak akan berjalan sesuai rencana.” Gao Zhimao kembali melepaskan aura pembunuh yang lebih besar dari sebelumnya. Warna hitam pekat yang menyebar di sekitar tubuh Gao Zhimao membuat Jing Yang mundur dua langkah ke belakang.
Jing Yang dengan cepat menggunakan kekuatan dari Pedang Gravitasi, Yue Wang, saat ini aliran napasnya begitu tenang sembari berusaha mencari celah lawannya.
“Teknik Pedang Dalam Sarung...” Sambil menggumam pelan, Jing Yang menarik pedangnya secara perlahan, “Ledakan Gravitasi!”
Ayunan pedangnya begitu cepat. Tebasan pedang Jing Yang membuat Gao Zhimao terpental ke belakang ketika berusaha menahannya.
‘Jika seperti ini. Sepertinya rencanaku untuk membunuh tua bangka itu akan semakin sulit.’ Gao Zhimao berdiri tegak setelah terhuyung untuk sesaat. Pandangan matanya tidak menatap Jing Yang, melainkan Sheng Long dengan tatapan yang begitu dingin.
“Pernapasan yang kau olah sepertinya berasal dari suatu kitab. Aku jadi semakin tertarik padamu!” Gao Zhimao berbicara dengan tenang setelah melihat Jing Yang bergerak ke arahnya.
__ADS_1
“Aku tidak peduli dengan semua itu!” Jing Yang menebaskan pedangnya membentuk tiga cakar harimau petir. Setelah tebasan pedangnya berbenturan dengan pedang Gao Zhimao, keduanya terhempas ke belakang.
Setelahnya, Gao Zhimao terbang dan menebaskan pedangnya dari atas menyerang Jing Yang. Sementara itu Jing Yang menhindari serangan beruntun dari segala arah yang dilepaskan oleh Gao Zhimao.
Jing Yang menatap tajam Gao Zhimao yang terbang ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Nafsu membunuh Gao Zhimao sangat mencekam.
“Matilah!” Gao Zhimao memutarkan tubuhnya sambil menebaskan pedangnya.
“Teknik Pedang Gravitasi : Enam Jalan Persimpangan!”
Jing Yang menebaskan pedangnya yang berisi tenaga dalam dan aura. Energi pedang yang terpancar dari tebasan pedangnya berhasil menghalau serangan Gao Zhimao, bahkan lima tebasan lainnya melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Gao Zhimao.
Setelah melihat wajah Gao Zhimao sedikit memburuk, Jing Yang melepaskan kekuatannya sembari mengolah pernapasan Seni Napas Dewi Naga Petir. Tebasan pedang Jing Yang begitu cepat, tekanan gravitasi membuat sekelilingnya hancur. Namun tidak dengan tubuh Gao Zhimao.
Ketika tebasan pedang Jing Yang yang dipenuhi energi pedang itu hampir menyentuh leher Gao Zhimao. Sesuatu yang mengejutkan terjadi.
“Mari kita mulai! Bocah ini benar-benar memaksaku!”
Tubuh Jing Yang tidak dapat bergerak karena mengenal suara tersebut. Mata kanannya membulat sepenuhnya menatap tajam Gao Zhimao.
Tenaga dalam dan aura yang keluar dari tubuh Gao Zhimao sangat besar. Tubuh Gao Zhimao mengeluarkan asap yang membuat tubuhnya menghilang, sebelum tubuh lainnya terlihat semakin jelas perlahan-lahan.
‘Anak manusia!’ Roh Sang Hitam mencoba menenangkan Jing Yang karena merasakan melodi kemarahan dalam dekat jantung Jing Yang.
Proses tubuh Gao Zhimao yang menguap dan berubah menjadi wujud pria dengan wajah yang tidak asing bagi Jing Yang terjadi selama sepuluh detik.
“Kau...” Ye Long melebar matanya ketika mengetahui identitas Gao Zhimao, lalu dia mengalihkan pandangannya menatap Wang Zhi. “Sudah kuduga! Semua ini karena kau terlalu memanjakannya, kakek!”
“Ada apa? Apa kau mengenalku?” Pria itu berbicara pada Jing Yang yang menatapnya penuh kebencian.
Jing Yang menatap tajam lawan didepannya. Aura Raja Naga dalam jumlah besar terlepas, aura dari energi alam yang dia simpan di Tungku Jiwa Naga terlepas membuat Jing Yang dikelilingi aura yang sangat mencekam sekarang.
__ADS_1
‘Lupakan jati dirimu yang dulu! Buanglah rasa keadilan dan kebaikanmu! Tebas dia dalam satu serangan ini!’ Seketika suara Auman Naga menggelegar bersamaan dengan pergerakan Jing Yang yang menyerang pria tersebut.
“Mao Gang!”