Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 48 : Tujuh Peri Bunga Dan Peri Salju Kembar


__ADS_3

Murong Qiaomi memimpin pertemuan singkat malam ini. Ada beberapa hal yang ingin dibahas oleh Ketua Istana Bunga Persik tersebut. Pertama menyuruh murid dari Istana Bunga Persik dan Jing Yang untuk ikut dalam kompetisi di Istana Sembilan Naga.


Murong Qiaomi menyuruh tiga murid dari adiknya, Murong Liuyu, untuk mengikuti Turnamen Sembilan Naga yang akan digelar dua minggu dari sekarang. Selain tiga murid, Murong Liuyu, yang akan ikut dalam kompetisi yang diselenggarakan sekte aliran netral terkuat di Kekaisaran Jiang itu, Jing Yang juga akan mengikutinya. Jing Yang direkomendasikan oleh Murong Liuyu untuk mengikuti Turnamen Sembilan Naga.


Di dalam ruang pertemuan terlihat Dua Tetua Pulau Salju Rembulan yang memiliki julukan Peri Salju Kembar. Kedua Peri Salju Kembar itu tidak menyangka Jing Yang telah mencapai pendekar suci. Tetua Xue Lihua dan Tetua Xue Liwen. Selain Peri Salju Kembar, di ruangan pertemuan juga ada Tetua Penjaga Hutan Persik, Tao Qiaoli.


“Yang‘er, kau tumbuh dengan sangat baik. Aku yakin, Ketua Xue Qinghua sangat bangga padamu...” Tetua Xue Lihua berkata dengan pelan kepada Jing Yang.


“Sungguh bakat yang luar biasa. Bisa dibilang kau adalah jenius yang sesungguhnya.” Sahut Tetua Xue Liwen sambil menatap Jing Yang, setelah itu dia meminum teh hangat yang disediakan didepannya.


“Jadi ini pemuda berumur dua belas tahun yang telah mencapai pendekar suci. Bahkan mampu bertahan dari dua jurus melawan Saudari Liuyu.” Perempuan berambut merah bernama Fan Liwei tersenyum menatap Jing Yang. Fan Liwei menjabat sebagai Tetua Bunga Dalam. Fan Liwei mempunyai tugas untuk mengajari ilmu dari Istana Bunga Persik yang akan diajarkan pada murid dalam.


“Identitas Junior Jing Yang sangat mengejutkan. Selain merupakan anak dari Tuan Putri Ketiga dan cucu dari Nona Yi Yue. Junior memiliki ilmu bela diri yang tinggi di usia muda. Ini rencana yang bagus untuk mencoba membuat Istana Sembilan Naga menjadi sekutu kita...” Sekarang perempuan berambut merah yang dikucir memuji Jing Yang. Perempuan dengan kedua bola mata yang sayu itu bernama Fan Ziwei dan menjabat sebagai Tetua Bunga Luar. Fan Ziwei memiliki tugas untuk mencari murid dari luar kediaman yang berpotensi. Biasanya Fan Ziwei akan melakukan perjalanan setahun sekali keluar Istana Bunga Persik untuk mencari anak-anak yatim piatu yang tidak mempunyai tempat tinggal dan mengajak mereka bergabung ke dalam Istana Bunga Persik.


Tetua Pedang Bunga, Chi Rong, hanya diam menatap Jing Yang setelah mengetahui pemuda berumur dua belas tahun itu telah mencapai pendekar suci. Chi Rong mengetahui jika Jing Yang belum membuka satupun gerbang, sementara yang menarik perhatiannya adalah aura yang menyelimuti Jing Yang. Aura tersebut sangat berbeda dari aura milik pendekar seperti biasanya.


“Ada apa, Tetua Chi?” Ucap perempuan dengan rambut diikat, sambil menatap Tetua Pedang Bunga, Chi Rong.

__ADS_1


“Bukan apa-apa, Tetua Hua. Aku hanya tertarik ingin mengajarinya ilmu pedang dari Istana Bunga Persik.” Chi Rong menjawab dengan sedikit nada bercanda sambil tertawa lirih. Chi Rong menjabat sebagai Tetua Pedang Bunga dan memiliki tugas untuk menurunkan ilmu pedang Istana Bunga Persik pada pendekar generasi muda.


Perempuan yang berbicara dengan Chi Rong tak lain adalah Tetua Aura Bunga yang bernama Hua Ying. Tetua Aura Bunga memiliki tugas untuk menurunkan ilmu peningkatan aura khusus dari Istana Bunga Persik kepada pendekar generasi muda. Hua Ying menggunakan ikat kepala, dia selalu menggunakan itu ketika dirinya bersemangat.


“Aku jadi penasaran dengan orang yang melatihnya. Namanya Saudari Ye Xiaoya, bukan?” Tetua Aura Bunga, Hua Ying, berbisik pelan pada Chi Rong.


“Ya, namanya Ye Xiaoya...” Jawab Chi Rong pelan, karena Murong Qiaomi menatapnya.


“Ini adalah rencana kita yang pertama. Mencari sekutu. Dari semua sekutu, Istana Sembilan Naga adalah satu-satunya sekte aliran netral di Kekaisaran Jiang. Kekuatan tempur mereka jangan ditanyakan. Istana Sembilan Naga memiliki kekuatan yang setara dengan Gunung Pedang Tunggal dan Istana Naga Api, jika kedua sekte aliran putih terbesar ini bergabung...” Perkataan Murong Qiaomi membuat Ye Xiaoya dan Jing Yang cukup terkejut. Menurut mereka berdua, Istana Sembilan Naga harus menjadi sekutu Istana Bunga Persik, daripada mendukung aliran hitam yang membantu Pangeran Jiang Feng ataupun bekerjasama dengan Tuan Putri Kedua, Jiang Nian.


“Kedua. Kita memiliki rencana untuk melakukan pencegahan pembunuhan Kaisar Jiang En. Ini pasti akan terjadi. Dua bulan dari sekarang, untuk memperingati hari kematian Tuan Putri Ketiga dan Nona Yi Yue...” Murong Qiaomi menatap Yi Yue dan memohon maaf karena mengatakan hal yang menyinggung perasaannya.


“Untuk rencana ketiga. Apakah Nona Yi Yue yakin jika kami harus menyelesaikan masalah dengan membunuh kedua anak anda itu?” Murong Qiaomi bertanya untuk sekedar memastikan. Mengingat ini masalah politik yang sudah mencapai puncaknya. Tindakan Jiang Feng dan Jiang Nian telah melewati batas. Mereka akan melakukan segala cara dan upaya untuk membunuh siapa saja yang menghalangi rencana mereka.


“Aku tidak ingin percaya, tetapi aku ingin kedua anakku ini bertobat...” Yi Yue menjawab dengan suara lirih. Air mata menetes di pelupuk matanya.


“Nenek Yi. Mereka berdua telah merencanakan pembunuhan terencana kepada Bunda! Mereka membunuh ribuan nyawa tak berdosa di Kota Yunfei! Aku masih ingat jelas bagaimana pemandangan neraka yang mengerikan itu! Sejak saat itu aku tidak tahu harus bersikap seperti apa. Demi menjadi orang yang Bunda inginkan. Aku ingin melupakan dendam amarahku ini! Tetapi aku terlalu naif. Jika aku lemah dan menjadi orang yang terlalu baik. Maka manusia seperti mereka akan bertindak sesuka hati lagi! Sejak saat itu aku memutuskan, aku akan membunuh mereka!” Jing Yang untuk pertama kalinya berteriak dengan segala kemarahannya. Bahkan Roh Sang Hitam yang terbang melayang di udara tersenyum mendengar perkataan Jing Yang.

__ADS_1


“Yang‘er...” Yi Yue menangis dan memeluk Jing Yang dengan tangan yang gemetar.


Semua orang yang berada di ruangan itu juga sadar. Manusia adalah makhluk yang tamak. Walau masih memiliki ikatan darah, mereka tidak akan segan untuk memanfaatkan bahkan membunuh saudaranya sendiri. Demi harta warisan dan kekuasaan. Manusia akan berusaha untuk saling menjatuhkan.


“Rencana kedua ini sudah pasti tidak akan berjalan lancar dengan mudah. Orang yang ada di belakang Pangeran Jiang Feng adalah aliran hitam yang tersebar di seluruh daratan Kekaisaran Jiang. Sedangkan Tuan Putri Kedua didukung sekte-sekte yang berasal dari Kekaisaran Shi, Gunung Pedang Tunggal dan Istana Naga Api...” Murong Qiaomi menjelaskan situasi yang mereka alami dan sebenarnya dirinya tidak ingin mengambil resiko yang membahayakan sektenya. Namun setelah mendengar kabar pergelojakan yang terjadi di Kota Xuedong, mau tidak mau, akhirnya Murong Qiaomi mengambil tindakan.


“Harapan kita bergantung pada kalian berempat. Jika kalian berhasil menarik perhatian Ketua Istana Sembilan Naga yang bernama Sheng Long. Maka sudah pasti kakek tua itu akan bersedia membantu kita.” Murong Qiaomi menambahkan.


”Murid akan berusaha yang terbaik.” Mei Hua, Qiu Mei dan gadis muda dengan rambut panjang terurai itu menjawab perkataan Murong Qiaomi secara serentak.


Ye Xiaoya tersenyum melihat semangat dari ketiga gadis muda itu. Kemudian dia menepuk pundak Jing Yang sambil mendorongnya.


“Ayo, Yang‘er, jawab perkataan Saudari Qiaomi...” Ujar Ye Xiaoya sambil menatap Jing Yang yang memalingkan wajahnya.


Semua orang yang ada di ruangan pertemuan itu tersenyum melihat keakraban Ye Xiaoya dan Jing Yang. Selepas Murong Qiaomi menjelaskan beberapa rencana tambahan, Murong Qiaomi langsung menutup pertemuan singkat malam ini.


“Untuk sepuluh hari ini. Aku harap Saudariku semua yang hadir disini membantu mereka berempat berlatih. Khususnya Jing Yang dan Qiao Xi. Kalian berdua memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari Mei Hua dan Qiu Mei. Aku berharap pada kalian berempat.” Murong Qiaomi mengakhiri pembicaraan dan menyuruh Mei Hua, Qiu Mei dan Qiao Xi untuk mengantar Jing Yang, Ye Xiaoya dan Yi Yue menuju kamar yang telah disediakan untuk mereka bertiga beristirahat.

__ADS_1


Selepas Jing Yang, Ye Xiaoya dan Yi Yue pergi bersama ketiga gadis muda dari Istana Bunga Persik. Murong Qiaomi bersama yang lainnya masih membahas masalah yang akan mereka hadapi kedepannya.


Tujuh Peri Bunga dan Peri Salju Kembar saling berbincang dan membicarakan Ye Xiaoya yang telah mencapai pendekar agung dan Jing Yang yang telah mencapai pendekar suci diusianya yang begitu muda.


__ADS_2