
Aura yang membuat Xue Rong sempat bergidik selama semalam secara perlahan menghilang saat dia mendekap tubuh Jing Yang. Kondisi tubuhnya benar-benar sesuai dengan kondisi tubuh Jing Yang. Saat menyadari itu, Xue Rong ingin mencari tahu kebenaran tentang siapa sebenarnya Jing Yang.
“Senior Rong, kenapa kamu tidak memakai pakaian?” Saat Xue Rong larut dalam pikirannya, dia tidak menyadari Jing Yang tengah menatapnya dengan tatapan yang polos dan biasa saja. Tidak menunjukkan ketertarikan bahkan Jing Yang dengan santainya berdiri lalu berjalan menuju sungai untuk membasuh wajahnya, meninggalkan Xue Rong yang memerah padam wajahnya.
Jing Yang sendiri berpikiran aneh-aneh terhadap Xue Rong. Bagaimana tidak, karena dia menyadari ada perbedaan pada tubuhnya.
‘Aku merasa seluruh tenagaku telah pulih. Padahal semalam, aku merasa begitu lelah. Apa yang sebenarnya Senior Rong lakukan padaku?’ Dalam kebingungan, Jing Yang bertanya-tanya dalam hatinya.
Jing Yang sendiri mengingat jika dirinya memiliki tubuh yang istimewa, yakni Tubuh Raja Neraka. Saat mengingat itu, Jing Yang semakin penasaran dengan kondisi tubuh Xue Rong yang sebenarnya.
“Ayah, Ibu, aku bisa menemukan arti dari takdirku yang terkutuk ini...” Jing Yang menggumam pelan sebelah akhirnya pundaknya ditepuk lemah oleh Xue Rong.
“Apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?” Xue Rong yang mendengar Jing Yang menggumam melemparkan pertanyaan, Jing Yang hanya tersenyum tipis dan membuang wajahnya.
“Aku berbicara sendiri karena ingatan seseorang...”
“Hah?” Xue Rong mengangkat alisnya, sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan Jing Yang, “Aku akan membuat sarapan pagi. Tunggu aku disini.”
Jing Yang berjalan menuju Kolam Naga yang terus membuatnya penasaran, ‘Seharusnya dengan Tubuh Dewi Naga ataupun Tubuh Dewa Naga, aku bisa menyerap khasiat dalam kolam ini dengan mudah tetapi...’
Jing Yang mengepalkan tangannya saat dirinya menyadari penyebab jika Kolam Naga tidak memiliki kecocokan dengan Tubuh Raja Neraka.
Tanpa mempedulikan ketidakcocokan itu sendiri, Jing Yang kembali melangkahkan kakinya dan berendam di Kolam Naga.
__ADS_1
Jing Yang memusatkan pikirannya untuk menyerap khasiat yang terdapat dalam Kolam Naga, menghiraukan kondisi tubuhnya yang menolak bercampur menjadi satu dengan Kolam Naga.
Tubuh dan pikiran Jing Yang berjalan tidak searah, namun jalan yang diambil Jing Yang membuatnya dapat melihat jelas gambaran tentang empat naga yang muncul di alam bawah sadarnya.
‘Hitam dan putih...’ Jing Yang menatap tajam bayangan naga berwarna hitam dan putih yang mendekatinya.
‘Aku tidak percaya, bocah ini memaksa kita memasuki alam bawah sadarnya. Apa dia orang yang telah kita nanti?’ Naga berwana hitam mengatakan sesuatu yang membuat Jing Yang mengernyitkan keningnya.
‘Orang yang diramalkan akan datang suatu hari nanti. Ini belum waktunya. Kita lihat apakah bocah manusia ini pantas memiliki kekuatan kita atau justru sebaliknya...’ Naga berwana putih menjauh dari Jing Yang, diikuti naga berwarna hitam yang mengekor dari belakang.
‘Walau dia dipilih langsung oleh Roh Sang Hitam, tetapi aku bisa mencium jika dalam darahnya terdapat darah terkutuk...’
Jing Yang ingin mengatakan sesuatu saat naga berwarna hitam mengatakan hal tersebut, namun saat dia membuka mulutnya. Suaranya enggan untuk keluar bahkan bernapas saja terasa begitu berat.
Hanya naga berwarna merah dan biru yang tidak berbicara, kedua naga ini menghilang dari pandangan Jing Yang diikuti naga berwarna hitam dan putih.
“Aku melihatmu ketakutan, tetapi sepertinya kamu dapat menemukan cara untuk menembus pendekar bumi?” Xue Rong bertanya sambil memapah Jing Yang yang baru keluar dari Kolam Naga.
“Ya, aku telah menemukannya, Senior Rong...” Jing Yang menatap Xue Rong secara singkat sebelum berkata, “Dan Senior Rong bisa mengajariku, karena aku rasa anda adalah orang yang bisa menggunakan kekuatan itu...”
Xue Rong memasang wajah keheranan saat Jing Yang memintanya untuk mengajarinya menembus pendekar bumi.
“Mungkin aku bisa membantumu menjadi seorang pendekar bumi, tetapi aku sendiri tidak terlalu yakin karena bagaimanapun kemampuanmu yang telah didapat sampai saat ini sangat berbeda dengan milikku. Daripada itu...” Xue Rong kembali menatap Jing Yang setelah berkata demikian, “Apa yang kamu maksud dengan aku cocok menggunakan kekuatan itu?”
__ADS_1
Jing Yang tersenyum tipis melihat reaksi Xue Rong, dia tidak menjawab pertanyaan Xue Rong, melainkan menyantap makanan yang telah dibuat Xue Rong dengan lahap.
Selesai mengisi tenaganya, Jing Yang menjelaskan kepada Xue Rong jika dirinya ingin mengetahui asal-usul Klan Jing dan Klan Ye.
“Kenapa seluruh orang bermarga Jing dihabisi? Dan mengapa mereka membuat Senior Xiaoya menderita? Aku ingin mengetahuinya, mengetahui dari takdirku ini. Aku tidak ingin berakhir begitu saja. Aku tidak ingin menyesalinya.” Saat berbicara dengan Jing Yang, Xue Rong menyadari ada perbedaan besar dari dalam diri Jing Yang.
Kepolosannya mungkin bawaan umurnya, namun bagi Xue Rong, Jing Yang memiliki pandangan yang berbeda dengannya, Jing Yang melihat sesuatu yang berbeda dengannya.
“Baiklah, aku bisa membantumu. Tetapi untuk malam ini, lebih baik tidurlah.” Xue Rong mengakhiri pembicaraan. Sementara Jing Yang menatap api unggun cukup lama sebelum akhirnya tertidur disamping Xue Rong.
____
Tubuh Raja Neraka, Jing Yang tidak banyak mengetahuinya. Namun berkat Tubuh Raja Neraka, dia bisa melihat dan mengetahui bagaimana nasib dirinya.
Semenjak kematian kedua orang tuanya, semenjak malam yang merubah segalanya. Malam itu juga, Jing Yang sama sekali tidak pernah mengekspresikan perasaannya yang sesungguhnya.
Dendam dan amarah belum sepenuhnya terlepas, dia menguburnya demi menjaga senyuman Xue Bingyue, teman sebayanya. Pertemuannya dengan Ye Xiaoya membuatnya sadar betapa lemahnya dirinya. Dia tidak akan mampu melindungi siapapun, seperti yang dikatakan Ye Xiaoya, dirinya tidak lebih dari seorang bocah.
Namun seiring berjalannya waktu, Jing Yang semakin diperlihatkan masa lalu kelam tentang perjuangan hidup ayahnya dan mengetahui jjkay Klan Jing telah dimusnahkan.
Dunia yang dia pijak masih belum sepenuhnya dia sibak. Apa yang menanti diluar Benua Dataran Tengah dan apa yang menunggu perjalanannya di tempat penuh kabut akan misteri.
“Aku tidak akan mati sebelum mengetahui semuanya!” Dengan napas yang terengah-engah, Jing Yang mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Untuk menembus pendekar bumi, Jing Yang perlu mempelajari kekuatan dari Roh Sang Hitam, Roh Sang Putih, Roh Sang Merah dan Roh Sang Biru.
Saat ini Jing Yang mencoba mengendalikan elemen es maupun air milik Roh Sang Putih. Dan Xue Rong yang memiliki kemampuan itu adalah orang tepat untuk membantunya menembus pendekar bumi.