Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 256 - Pertempuran Rongma III


__ADS_3

Fan Bao atau lebih dikenal dengan Tetua Harimau Iblis dari Lentera Iblis Tunggal terkenal akan kekejiannya saat membunuh lawan bertarungnya. Jika laki-laki dia akan menghancurkan kepalanya dan jika lawannya perempuan, Fan Bao tidak akan segan memutuskan atau menghancurkan salah anggota tubuh perempuan sebelum menikmati manisnya.


Sekarang Fan Bao yang merupakan salah satu dari lima orang kepercayaan Ho Xing bertarung hebat melawan Chu Yui. Biarpun kemampuan Chu Yui berada dipuncak Pendekar Langit, tetapi dihadapan Fan Bao yang merupakan seorang Pendekar Roh semuanya tidak berarti.


Chu Yui menyadari jarak kekuatan mereka sehingga dirinya tidak segan-segan menggunakan segenap kemampuannya untuk mengulur waktu menghadapi Fan Bao.


“Semakin lama kau semakin matang, Chu Yui. Sudah lama aku menahan diri karena aku mendengar Patriark Ho kalah bertarung denganmu. Tetapi sepertinya semua itu hanyalah kesalahpahaman.” Fan Bao menyeringai lebar lalu melepaskan aura pembunuh yang demikian pekat membuat Chu Yui kesulitan bergerak.


‘Aku terlambat bereaksi!’ Chu Yui mengumpat dan menahan pukulan Fan Bao sebisanya. Tubuhnya terpental kebelakang dan tersungkur.


Chu Yui segera bangkit dan melepaskan aura pembunuh sepekat mungkin mengimbangi aura pembunuh milik Fan Bao. Benturan dua aura pembunuh memenuhi udara sebelum kedua pemilik aura pembunuh tersebut bertarung hebat.


Fan Bao menatap rendah Chu Yui sembari melepaskan sebuah memanipulasi aura tubuhnya menciptakan harimau berwarna hitam dan harimau berwarna merah. Kedua harimau ini menyerang Chu Yui dari segala arah secara bergantian.


Cakaran demi cakaran yang dilepaskan kedua harimau itu dihindari oleh Chu Yui dengan baik. Tetapi tanpa sadar Chu Yui dipaksa kedalam posisi bertahan dan tidak berdaya dihadapan Fan Bao.


“Apa kau berpikir dapat mengalahkanku?” Fan Bao tertawa mengejek sebelum berteriak lantang, “Jangan bilang kau mengulur waktu untuk bocah itu?!”


Chu Yui tidak menggubris ucapan Fan Bao dan melepaskan sejumlah tapak tangan yang dilapisi api pada kedua harimau yang mengepung dirinya.


‘Yang‘er, setidaknya kau dapat membunuh pria ini jika pria ini membunuhku!’ Chu Yui meratapi nasibnya yang terdesak oleh Fan Bao.


Ditengah-tengah ratapannya, Chu Yui memperlebar jaraknya dengan Fan Bao. Kemudian dia memanipulasi aura tubuhnya menciptakan dua singa berwarna merah yang menerkam tubuh kedua harimau.


“Senior Fan, aku akan bertarung dengan segenap kekuatanku dan atas nama Istana Api Timur, aku bersumpah akan membunuhmu!” Chu Yui terlihat dalam kondisi primanya, begitu juga dengan Fan Bao.


“Membunuhku? Apa aku tidak salah dengar? Hah?!” Fan Bao melepaskan sejumlah tenaga dalam dan melapisi sekujur tubuhnya dengan tenaga dalam sebelum melepaskan satu tendangan pada kepala Chu Yui.


Chu Yui menghindar dan membalas serangan Fan Bao. Keduanya sudah dalam jarak yang singkat sebelum bertukar serangan. Serangan Chu Yui kali ini lebih mendominasi.


“Seperti yang kukatakan, kau berniat mengulur waktu untuk bocah itu bukan?” Fan Bao tertawa mengejek, “Bocah itu tidak akan berdaya dihadapan-”


Mata Fan Bao melebar dan kata-katanya terhenti melihat pemandangan Jing Yang membunuh pasukan militer Kekaisaran Ma tanpa segan. Yang membuat Fan Bao ketakutan adalah tatapan suram Jing Yang yang tidak berkedip sedikitpun saat membunuh.


Chu Yui sendiri baru menyadari perbuatan Jing Yang setelah melihat reaksi spontan Fan Bao. Ditengah-tengah pertempuran itu, Jing Yang bertarung sendirian menghadapi sepuluh ribu pasukan Kekaisaran Ma.


‘Apa benar dia seorang bocah? Kemampuannya dan cara membunuhnya itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang telah berpuluh-puluh tahun berlatih membunuh.’ Chu Yui menatap Jing Yang tidak percaya dan tidak berkedip sedikitpun saat melihat Jing Yang merenggut nyawa satu demi satu pasukan Kekaisaran Ma.

__ADS_1


Chu Yui menggunakan kesempatan ini untuk menyerang Fan Bao yang memusatkan perhatiannya menonton pertarungan Jing Yang.


Sebelum Fan Bao tersadar sebuah pukulan dari arah Chu Yui mengenai perutnya secara telak. Fan Bao mengerang kesakitan saat serangan selanjutnya dari Chu Yui kembali mengenai perutnya secara telak.


“Jalangg sialan!” Mata Fan Bao mendelik menatap Chu Yui sebelum akhirnya rambut hitam Fan Bao berubah menjadi merah sepenuhnya sedang aura hitam pekat muncul disekitar tubuhnya.


Chu Yui mengerutkan keningnya dan spontan memperlebar jaraknya dengan Fan Bao saat merasakan aura pembunuh yang dilepaskan Fan Bao. Dalam hitungan detik, Fan Bao sudah mempersingkat jarak dengannya dan melepaskan satu cakaran yang hampir mengenai perutnya secara telak namun justru merobek pakaiannya.


“Tubuhmu tidak memiliki noda cacat. Bukankah itu sangat indah?” Fan Bao tersenyum lebar dan kali ini dia melepaskan pukulan yang mengenai wajah Chu Yui dan dadanya secara bergantian.


Chu Yui sudah dalam kondisi bertahan dan menerima sejumlah pukulan yang melayang kearahnya. Dalam posisi terdesak, Chu Yui kembali memperlebar jaraknya dengan Fan Bao.


Secepat mungkin Chu Yui menciptakan senjata seperti pedang, pisau dan tombak dari aura tubuhnya. Chu Yui berniat melepaskan serangan jarak jauh kepada Fan Bao.


“Percuma saja, Chu Yui!”. Fan Bao tersenyum lebar menatap Chu Yui yang bertarung melawannya sekuat tenaga, “Kau akan berakhir disini dan senjata-senjata itu tidak akan pernah melukaiku!”


Chu Yui tidak mempedulikan perkataan Fan Bao dan menyerang Fan Bao sekuat tenaga. Mengira serangan jarak jauhnya dapat memberikan kesempatan pada dirinya untuk mengambil nafas tetapi Chu Yui salah, dihadapannya sekarang ada Fan Bao yang sedang menepuk-nepuk pundaknya.


“Sebaiknya aku apakah wanita ini?” Fan Bao melepaskan aura pembunuh sebelum melayangkan sejumlah pukulan pada tubuh Chu Yui.


Tao Qiaoli menciptakan sebuah tongkat berwarna ungu yang terbentuk dari aura tubuhnya, sementara Hua Ying melepaskan serangan dari kejauhan.


Dengan menciptakan berbagai senjata lewat aura tubuhnya, Hua Ying berhasil mendaratkan luka ditubuh Kong Taiha. Namun Kong Taiha terlihat tidak mengalami kesakitan saat terkena serangan mendadak Hua Ying.


Tao Qiaoli sendiri melepaskan sejumlah pukulan tongkat yang hebat dan berulang kali menyambut pukulan tangan Kong Taiha yang penuh dengan udara memadat.


Kong Taiha geram dan menatap sinis Tao Qiaoli beserta Hua Ying, “Sejak kapan pendekar seperti kalian tertarik dengan Rongma? Apa sekarang pendekar dari Kekaisaran Jiang berubah haluan menjadi anjing penjilat Kaisar Jiang yang baru itu?!”


Tao Qiaoli tersenyum tipis, “Apa kau berniat memprovokasiku? Aku tidak akan termakan umpanku itu!” Tingkat Tao Qiaoli berputar dan mendarat di pelipis kepala Kong Taiha.


Hua Ying yang menunggu kesempatan ini menciptakan dua elang dari aura tubuhnya yang mencengkeram kedua tangan Kong Taiha. Dengan penuh tenaga dalam, Hua Ying melepaskan pukulan yang mengenai perut Kong Taiha dengan telak.


Mulut Kong Taiha memuntahkan darah segar dalam jumlah banyak dan menatap Hua Ying penuh kebencian. Sekuat tenaga Kong Taiha berniat memukul wajah Hua Ying, namun Tao Qiaoli dengan sigap menangkis pukulan tangan Kong Taiha menggunakan permainan tongkatnya.


Kombinasi serangan Tao Qiaoli dan Kong Taiha terlihat mulai mendominasi serangan. Kong Taiha mendecakkan lidahnya karena dirinya dipojokkan kedua pendekar perempuan dihadapannya.


“Sepertinya kalian pantas merasakan kekuatanku...” Kong Taiha memejamkan matanya dan membunyikan salah satu jarinya yakni jari tengahnya.

__ADS_1


“Aku akan memulainya darimu!” Kong Taiha menatap Hua Ying tajam sebelum menghilang dari pandangan Hua Ying.


“Dimana dia?!” Baik Hua Ying ataupun Tao Qiaoli, keduanya sama-sama meningkatkan kewaspadaannya. Namun sebelum Hua Ying menemukan keberadaan Kong Taiha, dirinya dikejutkan dengan kemunculan Kong Taiha dibelakangnya.


Punggung Hua Ying menjadi sasaran empuk Kong Taiha yang melepaskan pukulan angin dengan sekuat tenaganya. Tubuh Hua Ying terhempas jauh dan menabrak benteng Rongma. Selanjutnya Tao Qiaoli yang menjadi sasaran Kong Taiha.


“Sudahi permainan tongkatmu, jalangg!” Kong Taiha memegang tongkat yang digunakan Tao Qiaoli lalu dengan secepat kilat menendang perut Tao Qiaoli.


“Ugh!” Tao Qiaoli bisa merasakan nyeri diperutnya bersamaan dengan tubuhnya yang terpental menabrak dinding Rongma.


“Apa tidak ada perlawanan? Aku ingin hiburan yang menarik...” Kong Taiha bergerak dengan kecepatan tinggi kearah Tao Qiaoli.


“Sungguh menyedihkan... Aku dibuat seperti perempuan tidak berdaya dihadapannya...” Tao Qiaoli segera membentuk sebuah tongkat dan rantai sebelum menyerang menggunakan rantai sekaligus tongkatnya.


Kong Taiha menghindar berulang kali sebelum akhirnya dia menangkis tongkat dan berusaha menangkap rantainya. Namun sangat disayangkan pergerakan Tao Qiaoli begitu cepat dan membuat Kong Taiha mengerutkan keningnya.


“Akhirnya kau menunjukkan kemampuanmu yang sebenarnya!” Kong Taiha berkata seperti itu seolah-olah dia memberikan pujian kepada Tao Qiaoli.


“Permainan tongkatmu boleh juga, tetapi akan kukalahkan dengan mudah.” Kong Taiha tertawa lebar sambil menangkis setiap pukulan tongkat yang mengandung tenaga dalam.


“Apa hanya segini kemampuanmu?” Kong Taiha menatap Tao Qiaoli sambil memegang tongkatnya.


Tao Qiaoli tertawa dan menggelengkan kepalanya, “Menurutmu?” Tao Qiaoli melepaskan sejumlah ular pada tubuh Kong Taiha.


“Ular Melilit Langsa.” Tao Qiaoli segera bersiap melepaskan serangan berikutnya dengan mengepalkan tangan kanannya dan memusatkan pada tubuhnya.


“Aku bisa menebak seranganmu selanjutnya-”


Kong Taiha melompat kebelakang dan belum selesai dia berbicara. Sebuah tendangan serta pukulan yang diiringi jatuhnya bunga-bunga mengenai perut dan tubuhnya.


Kong Taiha mendapatkan tendangan tepat diwajahnya dan terkena pukulan Hua Ying disekujur tubuhnya. Tao Qiaoli tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan membentuk pedang dari aura tubuhnya mengincar jantung Kong Taiha.


“Aku akan lebih serius!” Kong Taiha bangkit dan menahan tusukan pedang Tao Qiaoli menggunakan tangannya.


Kong Taiha bergerak cepat menangkis tendangan Hua Ying yang sudah bersiap menyerangnya kembali. Terlihat Hua Ying menjentikkan jarinya dan seketika sepuluh pedang berwarna ungu mengarah pada tubuh Kong Taiha.


Tao Qiaoli menggunakan kesempatan itu untuk menjauh. Kong Taiha memutarkan tubuhnya dan menciptakan badai dalam sekejap mementalkan sepuluh pedang aura yang diciptakan Hua Ying.

__ADS_1


__ADS_2