
Xue Bingyue termenung karena melihat Jing Yang terus-menerus menjauh darinya. Ketika dia ingin melihat wajahnya, Jing Yang selalu menutupinya.
Akhirnya Xue Bingyue merasa Jing Yang benar-benar membencinya. Baginya wajar karena mereka baru pertama kali bertemu di Makam Ratu Kuno, tetapi Xue Bingyue begitu lengket dengan Jing Yang.
“Maaf, karena aku menjauhimu. Aku tidak membencimu, justru sebaliknya...” Jing Yang memegang pundak Xue Bingyue dan mengajaknya kembali berlatih.
Gadis ini sudah bisa mengontrol aura dan mengalirkannya pada bilah pedang besar. Satu syarat yang harus dipenuhi Xue Bingyue setelah menguasai Ilmu Pedang Terbang, yaitu dia harus menjadi Tetua Sembilan Naga.
Xue Bingyue merasa tertantang dengan permintaan Jing Yang, “Jika aku menjadi Tetua Sembilan Naga, apa aku boleh meminta satu permintaan padamu?”
“Boleh, aku akan menuruti semua permintaanmu, selagi permintaan itu berada dalam jangkauan dan kemampuanku...” Jing Yang mengira Xue Bingyue menyuruhnya membunuh pendekar aliran hitam atau orang yang gadis itu benci. Pikiran Jing Yang benar-benar mengerikan. Dan dia salah sangka, gagal memahami.
Xue Bingyue tersenyum sumringah, wajahnya bersemu merah. Jing Yang yang melihat itu, merasa permintaan Xue Bingyue tidak sesuai pikirannya. Apapun itu, tetapi Jing Yang merasa malu sekaligus penasaran.
“Rubah Putih, bisa aku melihat wajahmu?” Xue Bingyue mendekatkan wajahnya sambil menatap dalam topeng rubah putih yang dikenakan Jing Yang.
Memang Xue Bingyue telah melepaskan topengnya, tetapi tidak dengan Jing Yang yang menyembunyikan wajahnya, begitu juga dengan perasaannya.
__ADS_1
“Jika kamu memenangkan Turnamen Pendekar Muda, aku akan membuka topengku...” Tanpa sadar Jing Yang berkata demikian dan itu membuat Xue Bingyue terlihat begitu bahagia.
‘Yueyue...’ Matanya menatap lengkung senyum yang manis dan menawan. Jing Yang tidak memungkiri jika dirinya sudah terikat dengan Xue Bingyue sejak malam itu.
____
Hari demi hari, Jing Yang dan Xue Bingyue hanya mengasah teknik pedang mereka. Seni pedang milik Xue Bingyue berbeda dengan permainan pedang Jing Yang yang terkadang agresif dan brutal.
“Rubah Putih, kamu harus memainkan pedangmu dengan hati. Pedang dan kamu adalah satu!” Xue Bingyue menatap tajam Jing Yang yang memiliki gaya permainan pedang berbeda dengannya.
Jing Yang hanya mengikuti perkataan Xue Bingyue, dia mengambil pelajaran dari gadis itu. Bahkan Xue Bingyue mengajarinya cara menguasai Ilmu Pedang Jiwa.
Xue Bingyue tersenyum karena melihat Jing Yang telah menguasai Ilmu Pedang Jiwa. Tidak hanya Jing Yang, dirinya juga telah menguasai Ilmu Pedang Terbang.
Waktu berjalan singkat, tak terasa Jing Yang dan Xue Bingyue telah berada di Tebing Dimensi Putih selama dua minggu. Sekarang Jing Yang dan Xue Bingyue sedang sarapan pagi dengan berburu Hewan Buas.
Jing Yang selalu makan sendiri, dan Xue Bingyue tidak lagi penasaran dengan wajahnya karena janji Jing Yang. Sekarang Xue Bingyue memiliki ambisi dan keinginan untuk memenangkan Turnamen Pendekar Muda.
__ADS_1
Xue Bingyue menatap pepohonan yang ada di Tebing Dimensi Putih, “Tempat yang tidak asing bagiku...” Xue Bingyue bergumam pelan sambil melamun jauh.
Jing Yang mengetahui bahwa Tebing Dimensi Putih memiliki sumber daya yang sangat cocok bagi orang yang memiliki unsur es, salju ataupun air.
Xue Bingyue membuka portal menggunakan Cincin Portal sambil menarik lembut tangan Jing Yang untuk keluar dari Tebing Dimensi Putih.
Walau terkesan singkat, tetapi bagi Jing Yang ataupun Xue Bingyue, latihan singkat mereka selama dua minggu ini sangat berkesan di benak mereka berdua.
Setelah berada di depan halaman Istana Yin, sekarang giliran Jing Yang yang membuka portal menggunakan Cincin Portal menuju Tebing Dimensi Hitam untuk melihat perkembangan Yin Feng secara langsung.
Jing Yang menarik lembut tangan Xue Bingyue dan membawanya masuk ke dalam Tebing Dimensi Hitam.
___
Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.
Maaf chapter ini pendek karena pulang kerja langsung bikin. Di pabrik kelapa sawit ada dua shift, pagi(pagi sampai sore) dan malam(sore sampai pagi) Jadi harap dimaklumi ya. Kalau ada kata typo kasih tahu biar aku langsung ganti.
__ADS_1
Sekian.