Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 197 - Teman Perjalanan Baru Xianlin Dan Yueyue


__ADS_3

Kejadian yang menimpa Kekaisaran Shi kurang lebih karena masalah tahta. Kematian Shi Mubai membuat Shi Xuanyuan merasa harus mewarisi tahta Kekaisaran Shi secepatnya, namun Kaisar Shi berkata lain karena mengatakan Shi Xuanyuan kurang pantas menjadi Kaisar Shi selanjutnya berdasarkan sifatnya.


Memang Shi Mubai dan Shi Xuanyuan didukung langsung dari berbagai aliran sekte tetapi Kaisar Shi lebih berharap pada Shi Mubai dibandingkan Shi Xuanyuan. Setelah perdebatan panjang akhirnya Shi Xuanyuan dipengaruhi salah satu pilar Benteng Naga Besi untuk melaksanakan kudeta setelah salah satu selir kesayangannya diperkosa didepan matanya.


Shi Xuanyuan mengira selir kesayangannya berselingkuh dan tanpa mengetahui apapun, Shi Xuanyuan membunuh selir kesayangannya berserta pendekar dari salah satu aliran putih yang memperkosanya atas perintah salah satu pilar Benteng Naga Besi.


Kudeta dimulai dengan dibantainya seluruh anggota sekte aliran putih yang memperkosa selir kesayangannya, kemudian berlanjut dengan surat ancaman keseluruh sekte yang tidak berniat bergabung dibawah nama Menara Sejalan.


Dengan tiga sekte terkuat yang membantunya, akhirnya Shi Xuanyuan berhasil menundukkan beberapa sekte kecil hingga menengah yang dipaksa tunduk dibawah nama Menara Sejalan.


Langkah Shi Xuanyuan selanjutnya adalah pertempuran berdarah di Ibukota Shilin yang menewaskan seluruh keluarga bangsawan Shi dan mengancam keluarga bangsawan lainnya. Beberapa keluarga bangsawan yang lain juga tak luput dari rencana pembantaiannya jika tidak bersedia tunduk dan tidak mengakui kekuasaannya.


Selain tega membunuh Ayah kandungnya sendiri, Shi Xuanyuan bahkan mencoba membunuh adik kandungnya. Terlebih dia tidak mengetahui Ibu kandungnya diperkosa oleh pendekar yang dia percayai didepan adik kandungnya sendiri, Shi Surao.


Shi Surao mengepalkan tangannya menunjukkan ekspresi kebencian mendalam pada Shi Xuanyuan dan seluruh orang yang terlibat dalam pembantaian.


Berkat para pelayan dan beberapa Kasim akhirnya Shi Surao dapat melarikan diri. Tentu Shi Surao melarikan diri diatas tumpukan mayat orang-orang yang melindungi dirinya.


Satu-satunya pengasuhnya dibunuh dihadapannya dan Shi Surao terus melarikan diri selama berhari-hari hingga terdampar ke Kota Luodao. Tujuan Shi Surao sebenarnya adalah Kekaisaran Yun karena dia berkenalan baik dengan anak kandung Kaisar Yun.


Tetapi Shi Surao yang belum pernah melakukan perjalanan sendirian harus menerima kenyataan bahwa pelariannya berakhir di Kota Luodao dan menjadi kejaran para pendekar Menara Sejalan.


“Hingga akhirnya aku bertemu dengan kalian berdua, kalian berdua adalah penyelamatku. Sebelum memasuki Kota Luodao, aku bertemu dengan orang-orang itu...” Shi Surao menunjuk kuburan milik para pendekar Benteng Naga Besi yang dibunuh Bai Xianlin.


‘Kisah yang tragis, tetapi Shi Xuanyuan itu sangat kurang ajar!’ Bai Xianlin memejamkan matanya dan melepaskan aura pembunuh tanpa sadar, ‘Aku akan membunuhnya!’


“Bibi Xianlin!” Xue Bingyue menegur Bai Xianlin yang melepaskan aura pembunuh.


Bai Xianlin menelan aura pembunuhnya dan tertawa kecil, “Mendengar ceritamu itu, aku menjadi semakin ingin bertemu Shi Xuanyuan.”


Shi Surao hanya tersenyum dan menceritakan pada Bai Xianlin dan Xue Bingyue jika kakaknya lah yang mengambil Kain Langit Suci dari pemakaman diujung kota.

__ADS_1


Sebuah kain berwarna putih itu digunakan untuk menyimpan beberapa helai rambut selir kesayangannya. Shi Xuanyuan bahkan tidak mengetahui apapun tentang Kain Langit Suci.


Shi Surao memang tidak memungkiri jika kedua kakaknya memiliki ambisi yang besar dan membuat mereka dibutakan arah. Termasuk Shi Mubai yang berniat menguasai Kekaisaran Jiang, sekarang Shi Xuanyuan yang berambisi menjadi penerus tahta telah berhasil mewujudkan tujuannya walau tidak menyadari dirinya hanyalah boneka dari pendekar pilar Menara Sejalan.


“Sebut saja Guang Sha, Xiang Lixing, Hu Zhen, Shang Fu, Fang Heng dan Feng Guan. Keenam nama yang aku sebutkan merupakan pendekar pilar utama Menara Sejalan. Masing-masing dua dari mereka berasal dari Menara Pilar Langit, Sekte Lembah Darah dan Benteng Naga Besi.” Shi Surao memberikan informasi penting kepada Bai Xianlin dan Xue Bingyue.


Bai Xianlin sendiri sudah mendengar ini dari pendekar yang telah dia bunuh. Selain itu Bai Xianlin juga berhasil mengorek informasi lain yang tidak kalah penting.


“Tujuan kita sudah dipastikan Yueyue. Kita akan pergi ke Ibukota Shilin dan menemui Shi Xuanyuan untuk mengambil Kain Langit Suci.” Memang mudah mengatakan itu tetapi Bai Xianlin terlihat serius dan bukan hanya sekedar mengatakan omong kosong.


Xue Bingyue tersenyum dan menganggukkan kepalanya lembut, “Kita sudah sejauh ini. Kita harus terus bergerak sampai mendapatkan Kain Langit Suci. Bagaimana denganmu, Kakak Surao?”


“Eh?” Shi Surao terkejut mendengar ucapan Xue Bingyue. Dia sudah tidak memiliki tempat dimana dia berada, tetapi Shi Surao yakin bersama Bai Xianlin dan Xue Bingyue akan membuatnya lebih dewasa dan menemukan pengalaman hidup yang baru.


“Boleh aku menjadi teman perjalanan kalian? Aku tidak pandai bertarung tetapi aku pandai memasak, aku selalu meminta pengasuhku mengajariku.” Shi Surao memegang dadanya dan menawarkan diri.


Bai Xianlin tersenyum lebar, “Aku terima tawaranmu itu, Raorao. Boleh aku memanggilmu begitu?”


Bai Xianlin dan memeluk Shi Surao untuk menenangkan gadis cantik tersebut. Sementara Xue Bingyue memejamkan matanya karena tidak menyangka akan menemukan hal seperti ini dalam perjalanannya.


“Apa boleh aku memanggilmu Yueyue?” Shi Surao sudah berdiri dihadapan Xue Bingyue dan bertanya dengan manis. Xue Bingyue tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya lembut.


“Hmmm...” Jawaban singkat itu dibalas pelukan hangat Shi Surao. Jujur Shi Surao sudah kagum pada Xue Bingyue saat pandangan pertama.


“Kenapa memelukku?” Xue Bingyue terkejut dengan tindakan Shi Surao. Gadis kecil itu menyentuh dada Shi Surao pelan dan mendorongnya.


Shi Surao tertawa lirih, “Maaf, aku hanya ingin memelukmu.” Shi Surao melepaskan pelukannya dan menatap Xue Bingyue.


Xue Bingyue memalingkan wajahnya dan menghembuskan nafas secara perlahan, “Bagaimana Bibi Xianlin? Apa kita akan pergi sekarang?”


“Ya, Kkta akan pergi sekarang, Yueyue.” Bai Xianlin melepaskan tenaga dalamnya sebelum melompat keatas dan melayang diudara.

__ADS_1


Xue Bingyue mengeluarkan Pedang Salju Suxue dan memberi isyarat pada Shi Surao agar mendekat, “Pegangan jika tidak ingin jatuh.”


Shi Surao menelan ludah karena takut akan ketinggian. Tangannya menggenggam tangan Xue Bingyue dengan erat. Tak lama Pedang Salju Suxue melayang diudara dan terbang dengan kecepatan sedang mengejar Bai Xianlin.


“Hebat, diusiamu yang muda kau sudah memiliki kemampuan tinggi, Yueyue.” Shi Surao memuji Xue Bingyue dan tidak membuat gadis kecil itu menunjukkan ekspresi senang atas pujian tersebut.


“Aku diajari oleh seseorang. Dia begitu luar biasa, aku tidak ada apa-apa jika dibandingkan dengan dirinya.” Xue Bingyue justru menyanjung Jing Yang setinggi-tingginya.


Shi Surao melihat Xue Bingyue tidak terlalu peduli dengan pujiannya sehingga dia mengalihkan pembicaraannya.


“Yueyue, apa kau...” Shi Surao pernah mendengar jika kakaknya yang bernama Shi Mubai pernah melakukan rencana pembunuhan pada Jiang Lian di Kota Yunfei.


Shi Surao pernah mendengar tentang seorang pendekar perempuan bermarga Xue yang ikut menjadi korban pertempuran besar dimalam itu.


Ekspresi Xue Bingyue menjelaskan semuanya. Kurang lebih perbuatan kakaknya itu telah membuat Xue Bingyue kehilangan orang tuanya. Walau bukan salah Shi Surao, tetapi Shi Surao merasakan perasaan bersalah mulai menyelimuti dirinya.


Xue Bingyue menghela nafas panjang dan tersenyum, “Kakak Surao tidak perlu merasa bersalah. Saat itu kita tidak mengetahuinya dan pembunuh orang tuaku, dia adalah Mao Gang. Jadi kau tidak perlu merasa bersalah, Kakak Surao.”


Shi Surao membalas senyuman Xue Bingyue canggung, “Maafkan aku, Yueyue dan terimakasih.”


“Kakak Surao sendiri pasti berat melalui semua itu sendirian.” Xue Bingyue menggenggam tangan Shi Surao erat membuat gadis cantik berusia tujuh belas tahun itu berlinang air mata.


“Yueyue...” Shi Surao memeluk tubuh Xue Bingyue membuat gadis kecil itu menegur karena pelukannya itu membuat terbang mereka tidak teratur dan searah.


Bai Xianlin yang berada didepan menoleh kebelakang dan berkata, “Yueyue, Raorao, kenapa kalian masih pelukan? Cepatlah jika tidak ingin tertinggal!”


“Aku mengerti Bibi Xianlin! Aku akan segera menyusulmu!” Xue Bingyue memulai memusatkan perhatiannya untuk mengendalikan Pedang Salju Suxue sebelum terbang dengan kecepatan tinggi mengejar Bai Xianlin.


Shi Surao melepaskan pelukannya dan tersenyum hangat, “Terimakasih, Yueyue. Aku bersyukur bisa bertemu denganmu.”


Xue Bingyue hanya membalas senyuman Shi Surao tanpa mengatakan sepatah katapun.

__ADS_1


__ADS_2