
Ada yang berbeda saat Xue Bingyue berjalan menuju tengah lapangan arena pertandingan. Salju-salju berjatuhan disekitarnya, bahkan tanah membeku setiap kali Xue Bingyue melangkahkan kakinya.
Berbeda dengan Jing Yang yang hanya mampu mempertahankan Tanda Mata Naga selama satu jam, Xue Bingyue dapat menggunakan Tanda Mata Naga sebanyak dua sampai tiga kali berkat bantuan Pedang Salju Suxue.
Disisi lain banyak penonton yang penasaran dengan hasil akhir pertandingan karena bagaimanapun mereka tidak menyangka pertandingan final akan mempertemukan Xue Bingyue dan Bao Xinruo.
Saat Tian Taohua memperkenalkan dua peserta yang berhasil memasuki pertandingan final, Tetua Langit ini memperlihatkan ekspresi wajah yang emosi.
Tian Taohua sendiri hampir membunuh Tian Yuan, anak kandungnya sendiri setelah mengetahui perbuatannya. Tetapi yang patut dia salahkan adalah Wu Taofan.
Xue Rong yang berada dibangku penonton menjelaskan kepada Jing Yang jika ada sesuatu yang terjadi antara Tian Taohua dan Wu Taofan.
“Entah itu apa, tetapi aku yakin penyebab mereka berdua berseteru adalah hal yang besar.” Xue Rong berkata cukup pelan dan hanya didengar oleh Jing Yang.
Jing Yang sendiri bisa melihat jika watak Tian Yuan sama sekali tidak mirip dengan Tian Taohua. Dengan melihat suara bahkan tatapan Tian Taohua dan Tian Yuan, Jing Yang bisa merasakan perbedaan karakter keduanya.
“Daripada itu, bukankah jumlah penonton baru mendadak banyak. Selain itu, mereka semua memakai jubah Sekte Menara Biru...” Jing Yang menggumam pelan sambil mencondongkan kepalanya pada Xue Rong.
Xue Rong menoleh dan melihat sekelilingnya, memang benar apa yang dikatakan Jing Yang. Jumlah penonton dari Sekte Menara Biru bertambah, dan Xue Rong bisa merasakan akses masuk kedalam Puncak Persik lebih mudah dari yang dia perkirakan.
“Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, aku rasa mereka mengincarku dan Yueyue, mungkin Que‘er juga menjadi incaran...” Xue Rong berkata sendiri dan membuat Jing Yang tersenyum tipis.
“Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh kalian. Terlebih, aku sendiri takut akan kehilangan. Perasaan akan ketakutan itu sangat menjengkelkan...” Jing Yang membalas perkataan Xue Rong dan mengepalkan tangannya.
Xue Rong memerah wajahnya, dia menyadari jika Jing Yang belum menunjukkan sifatnya yang sesungguhnya. Kesedihan dan kemarahan yang dipendam Jing Yang tidak pernah ditunjukkan pada siapapun.
__ADS_1
Saat Jing Yang dan Xue Rong berbincang, dibawah lapangan arena pertandingan terlihat Xue Bingyue dan Bao Xinruo menjaga jarak sementara Tian Taohua terbang melayang diudara.
“Dengan ini pertandingan final Turnamen Pendekar Muda dimulai!” Tian Taohua bersuara lantang dan mengumumkan pertandingan final Turnamen Pendekar Muda.
Xue Bingyue dan Bao Xinruo tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya setelah Tian Taohua mengumumkan tanda pertandingan dimulai.
Bao Xinruo mengamati Xue Bingyue lekat, terlihat jika Bao Xinruo sedang merencanakan sesuatu. Sementara Xue Bingyue menarik pedangnya secara perlahan sebelum mengibaskan pedangnya dengan begitu cepat.
Hembusan angin disertai salju memenuhi lapangan arena pertandingan dan itu membuat jarak pandang sulit dilihat. Xue Bingyue memanfaatkan itu dan menggunakan kekuatan Tanda Mata Naga demi melancarkan serangan pembuka.
“Seni Napas Dewi Naga Cahaya!” Xue Bingyue menarik napas panjang dalam satu kali tarikan napasnya, “Aura Zirah Naga ~ Zirah Naga Cahaya!”
Tubuh Xue Bingyue memancarkan cahaya berwarna kuning keemasan, seketika pergerakan Xue Bingyue begitu cepat bahkan tanpa sadar tubuh Bao Xinruo telah berlumuran darah saat Xue Bingyue mendaratkan tebasan pada dadanya.
Para penonton terkejut melihatnya, bahkan Jing Yang dan Xue Rong baru melihat gaya pertarungan Xue Bingyue yang begitu cepat.
Xue Bingyue menajamkan matanya dan mempercepat langkah kakinya untuk membunuh lima buaya yang menyerangnya.
Hadangan lima buaya tidak menghentikan langkahnya. Dengan bilah pedang yang dilapisi es, dan kecepatan langkah yang sulit untuk diikuti, Xue Bingyue kembali mendaratkan tebasan pada dada Bao Xinruo.
Satu hal yang membuat Xue Bingyue terkejut adalah daya tahan dan kekebalan tubuh Bao Xinruo. Seharusnya seorang pendekar suci telah mengalami luka dalam, namun Bao Xinruo masih dapat berdiri bahkan hanya meringis kesakitan dan sama sekali tidak mengalami luka dalam.
Walau tubuh Bao Xinruo berlumuran darah, tetapi peserta dari Sekte Menara Biru ini benar-benar memiliki kemampuan yang membuat penonton ikut berdecak kagum.
Bahkan para penonton yang telah mencapai pendekar suci merasa jika terkena tebasan pedang Xue Bingyue akan mengalami luka dalam bahkan berujung kematian, tetapi Bao Xinruo masih dapat berdiri tegak dan hanya meringis kesakitan.
__ADS_1
“Nona, apakah kau mengetahui kondisi tubuhmu?” Bao Xinruo berkata dengan tenang saat Xue Bingyue mengayunkan pedangnya pada lengannya.
Xue Bingyue menghentikan tebasannya, sementara matanya melebar. Dia merasakan firasat buruk karena sekilas aura pembunuh yang dilepaskannya Bao Xinruo membuat Xue Bingyue mengingat akan masa lalu yang pahit dan memilukan.
“Maaf sepertinya aku bertanya yang tidak perlu...” Bao Xinruo mengayunkan pedangnya dengan cepat dan mengincar dada Xue Bingyue.
Namun Xue Bingyue dengan cepat menangkisnya, “Sepertinya kita pernah bertemu dimasa lalu...” Seketika permainan pedang Xue Bingyue begitu cepat, berulang kali gadis cantik ini menghilang dari pandangan Bao Xinruo.
“Salju Terhempas!” Tebasan pedang Xue Bingyue kali ini berbenturan dengan tebasan pedang Bao Xinruo yang dipenuhi energi pedang.
Mata Xue Bingyue melebar, dia semakin menyadari kemampuan Bao Xinruo. Bahkan penonton yang melihat pertandingan final hanya menahan napas karena mereka menyaksikan pendekar jenius bertarung.
“Kita tidak pernah bertemu dimasa lalu. Hanya saja beliau mengatakan jika pemilik Tubuh Yin adalah dirimu, jika bukan dirimu maka Matriark Istana Bulan Biru yang cantik itu...” Bao Xinruo menyeringai setelah berkata demikian karena melihat Xue Bingyue mematung.
Xue Bingyue melepaskan hawa dingin yang teramat dahsyat, lalu melepaskan tebasan pedang yang hebat, “Kesunyian Jiwa!”
Mulut Bao Xinruo memuntahkan darah segar dalam jumlah banyak karena bagaimanapun Pedang Salju Suxue hampir memotong tubuhnya menjadi dua bagian.
Sesaat ketika Xue Bingyue melepaskan hawa dingin yang membekukan seluruh lapangan arena pertandingan, tubuh Bao Xinruo mencair dan seketika pria paruh baya yang memiliki jenggot putih keluar dari tubuh Bao Xinruo.
Pemandangan ini membuat para penonton terkejut, bahkan Patriark Puncak Persik langsung berdiri dari tempatnya dan bergerak dengan kecepatan tinggi ke tengah lapangan.
Bao Xinruo bersiul sebelum melepaskan aura pembunuh yang membuat Xue Bingyue berkeringat dingin. Dalam satu kali ayunan tebasan pedangnya, pedang Bao Xinruo hampir mendarat dileher Xue Bingyue.
“Sentuh dia satu jari saja, maka nyawamu akan melayang!” Jing Yang dalam kondisi Tanda Mata Naga dan telah menahan tebasan pedang Bao Xinruo.
__ADS_1
Mata Bao Xinruo melebar karena mengetahui pemuda bertopeng putih yang membunuh pendekar suci dari Puncak Persik.
Bersamaan dengan wujud Bao Xinruo yang terbongkar, seluruh pendekar dari Sekte Menara Biru ataupun pendekar yang bergabung dikubu Wu Taofan menyerang pendekar yang menghadiri Turnamen Pendekar Muda tanpa pandang bulu.