Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 145 : Pendekar Tingkat Dua


__ADS_3

Jing Yang dan Xue Bingyue terkejut saat melihat Yin Feng telah mencapai pendekar tingkat dua. Tetapi pemuda itu belum berhasil mengalahkan Bayangan Api Phoenix milik Jing Yang.


Tubuh Yin Feng tidak dapat lagi digerakkan karena terus-menerus berlatih tanpa istirahat selama dua minggu, bahkan pemuda itu tidak pernah tertidur.


Yin Feng terkapar di tanah dengan tubuh yang lemah, “Saudara Feng, aku tidak menyangka perkembanganmu secepat ini, tetapi kau mengambil Permata Iblis yang aku simpan bersama Senior Xiaoya saat itu... Memang perkembanganmu akan cepat, tetapi tubuhmu tidak dapat menyerap semua khasiatnya...”


Yin Feng memucat wajahnya, “Saudaraku, oh Guru... Apa aku akan mati?” Yin Feng hampir menangis karena menebak-nebak nasib dirinya.


Jing Yang menggelengkan kepalanya pelan, “Beruntung aku datang tepat waktu, jika tidak, mungkin dua harian lagi nyawamu akan melayang...” Jing Yang mengeluarkan kekuatan gravitasi dari Yue Wang dan membawa tubuh Yin Feng keluar Tebing Dimensi Hitam.


Xue Bingyue tertawa melihat Jing Yang berulang kali memarahi Yin Feng yang sangat terobsesi menjadi kuat, dan tidak mendengarkan perkataannya untuk melatih dasar-dasarnya terlebih dahulu.


Sesampainya di Istana Yin, wajah Yin Ruo dan Zhang Ruoruo memucat melihat anak mereka terkapar. Jing Yang menjelaskan kepada orang tua Yin Feng, raut wajah mereka membaik setelah mendengar penjelasan Jing Yang.


Yin Feng menjelaskan kepada Yin Ruo dan Zhang Ruoruo bahwa dirinya terlalu terobsesi menjadi kuat, dan melupakan arahan Jing Yang.


Jing Yang juga meminta maaf karena sebenarnya dirinya merasa tidak pantas menjadi seorang guru, dia hanya memberikan arahan kepada Yin Feng karena mengira Yin Feng akan berpikiran sama dengan Yin Ruo.

__ADS_1


Zhang Ruoruo tertawa pelan mendengar penjelasan Jing Yang, bagi dirinya Yin Feng dan Yin Ruo sama. Sekarang Yin Ruo memang berwibawa, tetapi dahulu dia kurang lebih sama seperti Yin Feng.


Yin Dihua yang melihat kakaknya terkapar justru berlari memeluk Xue Bingyue, kemudian bersembunyi di belakang Zhang Ruoruo.


“Sepertinya kamu sangat populer...” Jing Yang berbisik lembut di telinga Xue Bingyue.


Xue Bingyue menjelaskan bahwa dirinya berulang kali mendapatkan tawaran perjodohan bahkan pertunangan di usia belia, tetapi Xue Bingyue selalu menolaknya, selain itu nama Istana Bulan Biru sangat tenar di kalangan perempuan Kekaisaran Yin. Jadi wajar Yin Dihua mengaguminya.


Jing Yang mengepalkan tangannya, “Jika aku...” Dia tidak melanjutkan perkataannya karena secara tidak sadar bagian dirinya merasa tidak terima mendengar banyak laki-laki kaum bangsawan hendak menjadikan Xue Bingyue istri bahkan menantu mereka di usia muda.


Jing Yang menghela napas panjang sebelum menjelaskan kepada Yin Ruo, bahwa dirinya akan pergi bersama Xue Bingyue menuju Puncak Persik untuk berpartisipasi dalam Turnamen Pendekar Muda.


Yin Ruo langsung mendiskusikan hal ini dengan istrinya, kemudian dia memanggil Panglima Zhang untuk membahas rencana kerjasama dengan sekte-sekte besar di Kekaisaran Yin.


Xue Bingyue kagum dengan kecermatan dan setiap tindakan Jing Yang, gadis ini selalu membuat minuman hangat dari Ginseng Raja ataupun Ginseng Kaisar untuk Jing Yang.


Jing Yang memang selalu meminumnya, tetapi setelah dia mengetahui khasiat dari Ginseng Raja dan Ginseng Kaisar, wajahnya selalu bersemu merah saat meminumnya.

__ADS_1


Tak terasa dua hari berlalu, Yin Feng masih belum dapat berjalan dan hanya bisa terbaring lemah melayang di udara. Sementara Yin Ruo dan Panglima Zhang telah melakukan persiapan menuju Puncak Persik.


Sebelum berangkat menuju Puncak Persik, Yin Ruo memeluk lama Zhang Ruoruo dan Yin Dihua. Melihat itu, Panglima Zhang tersenyum karena anak perempuannya sudah memiliki dua anak, bahkan dia merasa semakin tua karena telah memiliki dua cucu.


Jing Yang mengeluarkan kekuatan gravitasi dan menghilangkan beban gravitasi pada tubuh Yin Ruo dan Panglima Zhang.


Setelah itu Jing Yang mengeluarkan pedang besar dan menyuruh Yin Ruo dan Panglima Zhang berpijak, sedangkan tubuh Yin Feng terbaring lemah di atas papan yang melayang di udara berkat kemampuan gravitasi Jing Yang.


“Rubah Putih, aku ingin terbang bersamamu...” Xue Bingyue berkata dengan wajah yang malu-malu. Jing Yang tidak menolaknya dan langsung menggendong tubuh Xue Bingyue.


‘Bukan itu maksudku...’ Xue Bingyue ingin mengatakan itu, karena dia bermaksud untuk terbang berdampingan dengan Jing Yang menggunakan Ilmu Pedang Terbang. Tetapi pemuda yang merengkuh tubuhnya ini salah sangka akan perkataannya, terlebih Xue Bingyue tidak menolaknya justru dia membenamkan wajahnya pada dada Jing Yang, dengan kedua tangan yang mencengkeram jubah yang dikenakan Jing Yang.


Yin Ruo dan Panglima Zhang tersedak melihat Jing Yang menggendong Xue Bingyue dengan santainya.


Jing Yang mulai melakukan perjalanan menuju Puncak Persik untuk melihat tekad Xue Bingyue yang ingin memenangkan Turnamen Pendekar Muda. Perjalanan ini akan menjadi awal pergejolakan hebat di Kekaisaran Yin dan tentu Jing Yang akan terlibat di dalamnya.


___

__ADS_1


Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.


__ADS_2