
Pertandingan terus berlanjut. Beberapa peserta sudah bertanding sebanyak dua sampai tiga putaran. Diantara pendekar muda, Gao Zhimao, Gu Hao dan Yan Shangxuan yang paling menarik perhatian penonton.
“Bagaimana menurutmu, Saudara Jing Yang?” tanya Mei Hua. Gadis muda itu mengamati Yan Shangxuan dari Gunung Pedang Tunggal yang selalu bertarung dengan brutal.
“Menurutku, dia hebat. Bisa mencapai pendekar kaisar di usianya yang masih delapan belas tahun...” Jing Yang menjawab dengan ragu. Karena dia sendiri justru memperhatikan pendekar muda yang berasal dari Istana Sembilan Naga. Pendekar muda bernama Gao Zhimao terlihat memiliki umur lebih dari dua puluh tahun.
“Saudara Jing Yang, perkataanmu itu sedikit membuatku kesal. Apa ada peserta lain yang membuatmu tertarik?” Mei Hua mengembungkan pipinya dan kembali bertanya.
“Saudari Mei Hua. Peserta nomor undian tiga puluh tiga yang bernama Gao Zhimao. Apa benar dia berumur dua puluh tahun?” Jing Yang bertanya dengan nada yang berbisik. Mei Hua menatap Jing Yang dan tertawa lirih.
“Oh, mencapai pendekar suci di umurnya yang masih dua puluh tahun adalah pencapaian besar. Dia adalah peserta yang digadang-gadang menjadi Tetua Naga Muda...” Mei Hua tersenyum jahil dan menempelkan lengannya pada lengan Jing Yang.
“Apa Saudara Jing Yang cemburu karena tidak ada orang yang mengetahui kekuatanmu yang telah mencapai pendekar suci?” Sikap Mei Hua membuat Qiu Mei dan Qiao Xi langsung mencubit teman seperguruannya itu.
“Saudari Mei Hua, jangan terlalu menempel dengan Saudara Jing Yang. Kau membuat dia merasa terganggu.” Qiao Xi dengan wajahnya yang datar menatap Mei Hua dan Jing Yang.
“Semua tatapan orang mengarah pada kita. Mei Hua, kau membuatku tidak nyaman.” Qiu Mei menanggapi tindakan Mei Hua yang membuat pendekar laki-laki menatap tajam Jing Yang.
“Aku tidak merasa terganggu, Saudari Qiao Xi...” Jing Yang menjawab perkataan Qiao Xi dan tersenyum canggung.
“Saudara Jing Yang. Perhatikan orang-orang disekitarmu.” Qiao Xi memberi tanda dengan tatapan matanya yang tajam.
__ADS_1
Mei Hua dan Qiu Mei langsung duduk dengan tenang, sambil sesekali berbisik. Sedangkan Jing Yang menatap orang-orang disekitarnya. Tatapan mereka semua terlihat begitu iri kepada Jing Yang.
Qiao Xi tidak terlalu peduli. Hanya saja dia lebih tertarik menunggu giliran bertanding dan bertemu lawan yang kuat untuk menambah pengalamannya. Sementara itu Jing Yang tidak terlalu ambil pusing dengan tatapan orang-orang disekitarnya. Justru sekarang dirinya bersikap lebih tenang dari biasanya.
Jing Yang memang tidak menekan atau menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya. Hanya pendekar yang tingkatannya sama dan lebih tinggi darinya yang mampu mengetahui tingkatan Jing Yang yang telah mencapai pendekar suci.
Beberapa nama seperti Gao Zhimao yang telah mencapai pendekar suci diusianya yang baru berumur dua puluh tahun menjadi perbincangan. Terlebih lagi Gao Zhimao adalah anak dari Tetua Naga Air, Wang Zhi.
Ada rumor yang beredar jika Wang Zhi memiliki ambisi untuk menguasai Istana Sembilan Naga dengan mengincar kursi Tetua Naga Agung. Kursi emas yang kosong yakni Tetua Naga Muda, membuat Wang Zhi yakin jika orang yang akan mengisinya adalah Gao Zhimao.
Pertarungan yang dilakukan Gao Zhimao berlalu dengan mudah. Pria yang menggunakan penutup wajah dan tudung hijau itu dapat mengalahkan lawannya dengan satu tarikan napasnya.
Selain Gao Zhimao, ada beberapa nama pendekar generasi muda yang menarik perhatian penonton. Sebut saja Yan Shangxuan dari Gunung Pedang Tunggal, Gu Hao dari Hutan Hantu, Ma Xinxuan dari Bulan Purnama Merah, Duan Zhaoyang dari Istana Sembilan Naga dan Dong Yuan dari Istana Sembilan Naga.
Tentu pendekar muda dari Istana Sembilan Naga memiliki hak untuk mengikuti Turnamen Sembilan Naga. Jika mereka berhasil menjadi juara dan membuat Tetua Naga Agung memilih untuk mengisi Tetua Naga Muda, maka kehidupan mereka akan berubah.
Jika orang yang memenangkan Turnamen Sembilan Naga tidak dapat mencabut Pedang Dewa Naga yang tertancap di belakang kursi Tetua Naga Muda, maka Tetua Naga Agung akan mengetes kembali apakah peserta yang menjadi juara pantas menjadi Tetua Naga Muda. Sudah puluhan tahun Turnamen Sembilan Naga bergulir, tetapi Tetua Naga Agung tidak pernah memilih satupun orang yang menjadi juara Turnamen Sembilan Naga menduduki kursi Tetua Naga Muda.
Pendekar selain Gao Zhimao yang menarik perhatian penonton, semuanya baru mencapai pendekar kaisar. Sehingga Gao Zhimao menjadi peserta yang diunggulkan, bahkan pendekar dari Istana Sembilan Naga percaya jika Tetua Naga Agung akan memilih Gao Zhimao menjadi Tetua Naga Muda setelah puluhan tahun lamanya.
Waktu terus berlalu. Di panggung tanah, tempat dihelatnya pertarungan terlihat Ma Xinxuan dari Bulan Purnama Merah bertarung melawan pendekar muda yang berasal dari Sekte Pedang Langit.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama bagi Ma Xinxuan untuk mengalahkan pendekar muda dari Sekte Pedang Langit setelah bertukar sepuluh serangan.
Setelah Ma Xinxuan diumumkan menjadi pemenang. Selanjutnya giliran Dong Yuan dari Istana Sembilan Naga untuk unjuk gigi. Pemuda berumur delapan belas tahun yang telah mencapai pendekar kaisar bertarung melawan pendekar dari Hutan Hantu dengan sengit.
Pertarungan itu dimenangkan oleh Dong Yuan setelah bertukar lima jurus. Setelah Ye Long mengumumkan Dong Yuan sebagai pemenangnya, peserta selanjutnya mulai dipanggil untuk segera berada di panggung tanah.
Selanjutnya Gu Hao dari Hutan Hantu bertemu dengan pendekar muda dari Sekte Bukit Angin. Perbedaan kekuatan keduanya terlalu besar. Setelah bertukar sepuluh serangan, lawan dari Gu Hao tak sadarkan diri karena terkena serangan pedang yang sangat fatal. Beruntung Ye Long menghentikan tindakan Gu Hao yang berniat menghabisi lawannya.
Selepas Gu Hao kembali ke bangku khusus peserta. Ye Long kembali memanggil dua nama peserta selanjutnya.
Kedua peserta yang sama-sama berasal dari Istana Sembilan Naga bertanding. Salah satu peserta yang bernama Dong Zhangyuan menang dengan mudah dalam pertukaran serangan yang singkat.
Tak lama giliran Jing Yang bertarung melawan pendekar muda dari Istana Sembilan Naga. Dalam pertandingan itu, Jing Yang menang setelah bertukar serangan lebih dari sepuluh serangan.
Jing Yang belum menggunakan jurusnya pada babak penyisihan ini. Dia menikmati pertarungan tanpa menggunakan tenaga dalam maupun aura tubuhnya.
Ketika mengayunkan pedangnya, Jing Yang merasakan perbedaan. Karena setiap ayunan pedangnya terasa begitu ringan.
Setelah Jing Yang bertanding dan dipastikan lolos ke babak selanjutnya. Mei Hua, Qiu Mei dan Qiao Xi juga melewati pertandingan tanpa kesulitan yang berarti. Ketiga gadis muda itu dapat menenangkan pertandingan dengan mengalahkan lawan-lawannya.
Melihat peserta masih banyak, Ye Long terus memanggil nama peserta setelah dua peserta selesai bertanding. Hingga puluhan peserta sudah mulai berkurang. Perlahan hanya menyisakan enam belas peserta.
__ADS_1
“Enam belas peserta...” Ye Long menggumam pelan dan menatap enam belas peserta yang sedang duduk di bangku khusus peserta.