Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 157 : Semi Final Turnamen Pendekar Muda


__ADS_3

Banyak yang tidak menyangka pertandingan Xue Bingyue melawan Zhi Duan akan berlangsung singkat, terlebih Xue Bingyue dapat memenangkan pertandingan tanpa melakukan pertukaran serangan. Tentu hal ini menjelaskan jika Xue Bingyue belum serius dan menunjukkan kemampuan yang sebenarnya pada semua orang.


Zhi Duan masih tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi. Dirinya benar-benar telah dipermalukan oleh Xue Bingyue. Dia kalah tanpa perlawanan yang berarti melawan Xue Bingyue.


Xue Bingyue sendiri langsung kembali ke bangku penonton yang telah disediakan oleh panitia pertandingan tanpa menoleh melihat Zhi Duan.


Jing Yang yang melihat kemampuan Xue Bingyue tersenyum tipis. Kekuatan yang digunakan Xue Bingyue adalah kekuatan Roh Sang Putih. Bagi Jing Yang, Xue Bingyue belum menyadarinya.


Xue Rong juga tersenyum tipis sesaat setelah melihat kemampuan Xue Bingyue. Tak lama dia kembali mencari penyebab melemahnya kemampuan Xue Que.


Jing Yang juga sudah berusaha mencari penyebabnya, tetapi dia tidak dapat menemukannya. Tak lama dia memegang leher Xue Que dan mengelusnya lembut.


Xue Rong hampir memasang wajah terkejut, sementara wajah Xue Que sudah merah padam. Banyak pendekar laki-laki yang menatap Jing Yang dengan tatapan iri.


“Saudari Que, apakah kau masih mengingat saat lawanmu menancapkan jarum ke perutmu. Aku tidak tahu penyebabnya, tetapi di lehermu terdapat benang aura yang aneh...” Jing Yang menyarankan Xue Que untuk memeriksa tubuhnya sendiri.


Benar saja saat Xue Rong memusatkan aura pada kedua bola matanya dan menatap leher Xue Que, samar-samar dia melihat aura aneh yang membuat aura tubuh dan tenaga dalam Xue Que terkuras habis.


Lalu Xue Rong mengajak Xue Que pergi ke penginapan untuk mencari penyebab. Sebelum pergi Xue Rong menyuruh Jing Yang agar jangan mengikutinya. Karena bagaimanapun Xue Rong yang akan memeriksa tubuh Xue Que dan bukan Jing Yang.


Jing Yang menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak menyangka Xue Rong yang berumur sembilan belas tahun seperti teman sebayanya.


Pada saat yang sama saat Xue Rong pergi kembali ke penginapan, Tian Taohua mengumumkan empat nama peserta pendekar muda yang akan bertanding di babak semi final Turnamen Pendekar Muda.


Tian Yuan, Xiao Fang, Bao Xinruo dan Xue Bingyue. Empat nama peserta pendekar muda yang mengikuti Turnamen Pendekar Muda hanya Xue Bingyue yang perempuan dan bersaing dengan tiga peserta laki-laki lainnya.

__ADS_1


Tiga pendekar suci dan satu pendekar kaisar. Banyak beranggapan Xue Bingyue memenangkan pertandingan karena kebetulan setelah melihat tingkat kemampuan pendekar di babak empat besar Turnamen Pendekar Muda.


Xue Bingyue sendiri tidak terlalu memusingkan perkataan orang-orang yang beranggapan miring tentang dirinya. Tujuannya untuk memenangkan Turnamen Pendekar Muda tidak berubah.


Pertandingan pertama semi final Turnamen Pendekar Muda mempertemukan Xiao Fang dan Bao Xinruo. Sementara Xue Bingyue bertemu Tian Yuan di putaran kedua.


Tian Taohua selaku wasit pertandingan Turnamen Pendekar Muda segera memanggil Xiao Fang dari Puncak Persik dan Bao Xinruo dari Sekte Menara Biru untuk turun ke lapangan arena pertandingan.


Untuk mempersingkat waktu, Tian Taohua langsung menyuruh Xiao Fang dan Bao Xinruo menjaga jarak. Setelah dia melihat Xiao Fang ataupun Bao Xinruo telah berdiri dijarak yang telah ditentukan, Tian Taohua segera memulai pertandingan pembuka babak pertama semi final Turnamen Pendekar Muda.


“Dengan ini pertandingan pertama babak empat besar Turnamen Pendekar Muda dimulai!” Tian Taohua melompat ke belakang dan melayang diudara sambil memperhatikan Xiao Fang dan Bao Xinruo yang sama-sama tidak bergerak dari tempatnya.


Bahkan setelah Tian Taohua memulai aba-aba pertandingan, Xiao Fang dan Bao Xinruo sama sekali tidak bergerak dari tempatnya. Mereka berdua masih mengamati kemampuan masing-masing.


Walaupun Xiao Fang mengeluarkan energi pedang berjumlah besar, tetap saja Bao Xinruo tidak bergeming dari tempatnya. Benturan aura hitam pekat milik Bao Xinruo terlihat jelas di udara saat berbenturan dengan energi pedang milik Xiao Fang.


Xiao Fang menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk mempersingkat jarak antara dirinya dengan Bao Xinruo. Dalam waktu yang terbilang singkat, Xiao Fang sudah berada dihadapan Bao Xinruo.


Sebuah tebasan serangan pembuka dilepaskan Xiao Fang pada Bao Xinruo. Tak butuh lama bagi Xiao Fang untuk bertukar serangan dengan Bao Xinruo.


Bao Xinruo menarik pedangnya dan mulai menyambut setiap tebasan yang dilepaskan Xiao Fang. Bao Xinruo mengamati pergerakan Xiao Fang yang cepat, tak lama pemuda dari Puncak Persik itu melompat ke udara sambil melepaskan tebasan yang dipenuhi energi pedang.


Ledakan tercipta saat tebasan pedang yang dilepaskan Xiao Fang berbenturan dengan bilah pedang Bao Xinruo.


‘Dia ingin bertarung denganku diudara? Haha, jangan pikir kau adalah seorang jenius hanya karena mencapai pendekar suci di usia muda.’ Bao Xinruo menajamkan matanya menatap Xiao Fang yang terbang melayang di udara.

__ADS_1


Tak lama Bao Xinruo memusatkan aura tubuhnya pada kedua kakinya sebelum melompat ke udara dengan kecepatan tinggi. Tangan kanannya mengayunkan pedangnya yang dialiri tenaga dalam pada Xiao Fang.


Pertarungan antara Xiao Fang dan Bao Xinruo berubah menjadi pertarungan hebat di udara. Keduanya saling melepaskan jurus pedang yang berulang kali memancarkan energi pedang yang dahsyat.


Kedua bilah pedang saling bertemu, aura tubuhnya keduanya meluap-luap seiring berjalannya waktu saat Xiao Fang dan Bao Xinruo berkali-kali melancarkan tebasan.


Baik Xiao Fang ataupun Bao Xinruo keduanya sama-sama menunjukkan segenap kemampuan mereka. Hanya saja Bao Xinruo terlihat menyembunyikan sesuatu, sehingga Xiao Fang tidak sedikitpun melemahkan penjagaannya.


Xiao Fang mundur lima langkah sambil melepaskan tenaga dalam, lalu mengalirkannya pada bilah pedangnya.


Sementara Bao Xinruo juga melakukan hal yang sama dengan Xiao Fang hanya saja sekilas Bao Xinruo terlihat mengambil sesuatu dari jubahnya.


Xiao Fang dan Bao Xinruo hampir bersamaan melepaskan tebasan pedang mereka. Sebuah tebasan pedang berbentuk mulut harimau berwarna merah yang dilepaskan Xiao Fang mengarah pada Bao Xinruo yang juga melepaskan tebasan berbentuk mulut harimau berwarna biru.


Bersamaan dengan keduanya yang saling melancarkan serangan, Bao Xinruo melemparkan jarum-jarum ke arah Xiao Fang dengan kecepatan tinggi yang telah dialiri tenaga dalam berjumlah besar.


Bunyi ledakan menggema saat dua tebasan pedang saling berbenturan, sementara tubuh Xiao Fang terkena jarum-jarum milik Bao Xinruo.


‘Lawan yang merepotkan. Aku terpaksa menggunakan tenaga dalamku lebih besar!’ Bao Xinruo mengumpat ketika melihat Xiao Fang terduduk ditanah dan terkapar seketika.


Para penonton terkejut setelah melihat debu yang menutupi arena pertandingan menghilang, mereka hanya menemukan Xiao Fang yang tergeletak tak berdaya.


Tian Taohua mengangkat alisnya dan menatap tajam Bao Xinruo, karena bagaimanapun Xiao Fang tidak mudah dikalahkan digenerasi sekarang karena telah mencapai pendekar suci diusia muda, terlebih nama Bao Xinruo masih menjadi pertanyaan besar karena tidak dikenal luas dalam dunia persilatan Kekaisaran Yin.


Tangan Tian Taohua terangkat, “Pemenangnya Bao Xinruo dari Sekte Menara Biru!”

__ADS_1


__ADS_2