Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 123 : Hutan Kegelapan III


__ADS_3

“Senior Rong, bisa serahkan orang ini padaku. Untuk jaga-jaga dengan kedatangan Lei Wu, Senior bisa menyimpan tenaga untuk kemungkinan terburuknya.”


Xue Rong mengangguk pelan. Dia mengingat cerita Xue Qinghua soal latar belakang Jing Yang. Pada dasarnya pemuda ini memiliki pola pikir yang berbeda dari anak seusianya karena Jing Yang seorang anak bangsawan.


Xue Rong membantu Xue Que dan Xue Bingyue mengatasi anggota dari Xun Ji.


“Ini justru akan lebih mudah.” Xun Ji terkekeh. Matanya menatap Jing Yang dengan seksama, “Seni Napas Dewa Naga Petir!”


Jing Yang hanya berwajah datar. Dia tidak menunjukkan emosi berlebihan seperti biasanya ketika menghadapi pendekar dari Pulau Iblis Tengkorak.


“Tidak ada yang lepas dari pandanganku!” Xun Ji kembali melemparkan goloknya.


Golok terbang yang tajam itu berkali-kali hampir memotong tubuh Jing Yang. Pergerakan Jing Yang tidak secepat biasanya.


“Seni Napas Dewa Naga Api!” Jing Yang melebarkan auranya hingga seluruh tubuhnya dipenuhi aura yang membara, “Aura Zirah Naga ~ Zirah Naga Api!”


Saat Jing Yang menggunakan tekniknya, Xun Ji juga melakukan hal yang sama. Pertarungan kedua berlangsung sengit. Pergerakan Xun Ji dapat menekan pergerakan agresif Jing Yang.


Jing Yang mendecakkan lidahnya. Jujur dia melihat Xun Ji yang merasa telah mendesaknya itu justru terlihat sangat menggelikan.


“Seni Napas Dewi Naga Angin!” Jing Yang sekarang mengolah pernapasan yang cocok untuk seorang perempuan, “Aura Zirah Naga ~ Zirah Naga Angin!”


Xun Ji kembali mengikuti tekniknya, seolah-olah dia dapat menyalin setiap apa yang Jing Yang keluarkan. Tetapi senyumannya memudar ketika melihat Jing Yang menyarungkan pedangnya.


“Bocah, apa kau meremehkanku?! Atau kau sudah menyerah!” Xun Ji melempar kembali goloknya dan mengincar perut Jing Yang.


“Aku tidak meremehkanmu, hanya saja aku merasa kau membuang-buang bakatmu dengan menjual jiwamu pada iblis...” Jing Yang mengeraskan kulitnya dengan aura.


“Aura Zirah Naga ~ Zirah Naga Bumi!”


Golok terbang Xun Ji tidak dapat menembus perutnya.


“Seorang bocah yang naif.” Xun Ji menangkap golok kesayangannya. Tubuhnya juga mengeras sama seperti Jing Yang.


“Ketika aku menggunakan Jurus Darah Iblis. Kebanyakan lawanku mati, kecuali para petinggi dan Patriark Mao...” Xun Ji menyeringai, namun itu tidak berlangsung lama.


Senyuman di wajah Xun Ji menghilang ketika mulutnya memuntahkan darah. Bahkan seluruh tubuhnya terasa remuk dan dihancurkan.


“Apa yang terjadi?!” Xun Ji terjatuh ke tanah dalam kebingungan.


Jing Yang menarik napas dalam dan menggelengkan kepalanya, “Bagaimanapun teknikku ini tidak dapat digunakan olehmu. Walau kau berhasil menyalinnya, tetapi darah, nadi, otot dan tulangmu tetaplah manusia.”


Xun Ji kebingungan. Dia melepaskan aura pembunuh, namun tulang rusuknya patah, ‘Apa ini gravitasi yang waktu itu?!”


“Apa ini salah satu kekuatanmu?!” Xun Ji mencoba berdiri, tetapi mulutnya tak henti-hentinya mengeluarkan darah.


“Tidak. Kau akan mati karena kekuatanmu sendiri.”

__ADS_1


Xun Ji melebar matanya, “Apa maksudmu?!”


“Jurusku hanya bisa dikuasai oleh orang yang memiliki darah dan tubuh roh naga. Aku membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan selama lima tahun untuk menguasainya. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi kuat.” Jing Yang menatap Xun Ji yang kesakitan di tanah. Dia sudah mengira Xun Ji tidak akan menerima dampaknya karena dia seorang pendekar bumi, tetapi ini jauh dari yangd dia perkirakan.


Xue Rong terkejut melihat Jing Yang dapat mengalahkan Xun Ji. Dia juga telah mengatasi pendekar yang membantu Xun Ji berama Xue Que dan Xue Bingyue


“Guru, Rubah Putih itu memiliki kekuatan yang sama denganku. Aku...” Xue Bingyue menatap Jing Yang dalam. Dia mengamati pemuda itu dari kejauhan. Xue Rong hanya tersenyum melihat wajah Xue Bingyue yang menatap Jing Yang penuh makna.


Jing Yang menarik Pedang Gravitasi dan mengakhiri nyawa Xun Ji dengan tebasan tepat di lehernya.


“Mereka selalu saja berpikir sama...” Jing Yang mendecakkan lidahnya karena beberapa pendekar aliran hitam yang dia temui selalu memilih jalan pintas untuk menjadi lebih kuat.


Yue Wang menikmati darah segar Xun Ji, sementara Jing Yang menyerap aura pembunuh milik Xun Ji.


“Junior Yang... Maksudku Rubah Putih...”


Jing Yang menggaruk kepalanya karena dia sendiri merasa aneh ketika Xue Rong memanggilnya demikian.


“Rubah Putih...” Xue Que memanggil nama Jing Yang dengan nada mengeledek. Sementara Xue Bingyue mengamati bentuk topeng yang menutup wajah pemuda itu dengan seksama.


Jing Yang melihat kedua bola mata itu yang menunjukkan ketertarikan padanya. Xue Bingyue tetaplah sama. Melihat gadis ini baik-baik, menjadi kebahagiaan tersendiri di dalam benaknya.


Xue Rong samar-samar merasakan aura pembunuh yang besar. Sesuai perhitungannya, Lei Wu menyembunyikan dirinya. Tetapi pendekar bumi itu tidak menyerang, melainkan langsung pergi meninggalkan Hutan Kegelapan.


“Kalian berdua naiklah.” Jing Yang menghilangkan beban pada tubuh Xue Bingyue dan Xue Que, keduanya langsung melayang di udara mengikuti Jing Yang.


Xue Rong menggelengkan kepalanya melihat kemampuan gravitasi Jing Yang.


“Senior Rong, kalian bisa pergi ke lokasi terlebih dahulu. Aku tinggalkan Fang Baihu bersama kalian.”


Xue Rong tampak riang, tetapi dia berusaha untuk tetap anggun dan berwibawa. Tepat setelah Fang Baihu terlihat, Xue Rong langsung mendekapnya.


Xue Rong dan Xue Que langsung mendarat, keduanya bergegas menuju lokasi Makam Ratu Kuno. Sementara Xue Bingyue tetap berdiri di pedang besar dan menatap Jing Yang.


Jing Yang menghela napas panjang ketika Xue Bingyue terlihat penasaran dengannya.


“Mau ikut?”


Xue Bingyue menganggukkan kepalanya.


Jarak antara Jing Yang dan Lei Wu semakin menjauh. Pendekar bumi dari Pedang Tiga Raja itu telah memasuki hutan dengan pepohonan tinggi dan keluar dari wilayah Hutan Kegelapan.


Jing Yang melihat tempat dimana dirinya berpisah dengan Ye Xiaoya. Tumpukan mayat yang menjadi santapan Hewan Buas telah lenyap, hanya menyisakan senjata dari dunia luar ciptaan Bangsa Trost.


Jing Yang mendarat bersama Xue Bingyue.


“Ini senjata apa, Rubah Putih?” Xue Bingyue dengan ekspresi yang penasaran memegang pistol dan menatapnya tajam.

__ADS_1


“Itu pistol.” Jing Yang menjelaskan tentang pistol kepada Xue Bingyue karena dia telah diberitahu oleh Ye Xiaoya.


Xue Bingyue terkejut dan menaruh kembali pistol ke tanah, Jing Yang tertawa pelan melihat tingkah Xue Bingyue.


“Aku akan menyimpannya.” Jing Yang menaruh senjata ciptaan Bangsa Trost ke dalam Cincin Dewa.


“Kita akan menunggu disini sampai malam, untuk memastikan orang itu telah meninggalkan hutan ini.” Jing Yang memanjangkan Aura Naga Kegelapan untuk mengintimidasi Lei Wu.


Xue Bingyue hanya mengangguk. Alasan dia ingin mengikuti Jing Yang karena hatinya merasakan kehangatan saat berbicara dengan pemuda ini.


____


Beribu-ribu terimakasih untuk kalian yang mengikuti sejauh ini. Mungkin Arc 1 dan Arc 2, jalan ceritanya agak tidak sesuai dengan apa yang kalian pikirkan.


Tetapi, aku sudah buat outline begini dan memang nanti semua yang berhubungan dengan Jing Yang akan terikat takdir dengannya. Hmm, takdir benang merah, mungkin.


Bisa diingat tentang empat pemilik Takdir Ilahi.


Dan tentu saja, dengan judul Dragon Warrior Pair (Pasangan Pendekar Naga)


Pendamping hidup Jing Yang dalam novel ini adalah Xue Bingyue.


Btw, kalian pernah nebak Jing Yang sama Ye Xiaoya? Mei Hua? Atau Qiao Xi?


Atau mungkin ada yang berpikir Jing Yang akan mempunyai dua atau tiga istri nantinya?


Kalau pernah ketik slur di kolom komentar. Wkwk author kepo.


Cerita ini terbuat dari ide liar di dalam kepalaku, jadi rada serampangan mungkin haha.


Cerita novel ini, masih terfokus dalam Benua Dataran Tengah.


Semoga tetap suka dan temani perjalanan Yangyang lebih jauh lagi.


Ada karya aku yang judulnya Legenda Takdir Ilahi.


Aku ikutin Legenda Takdir Ilahi ke lomba You Are Writer Season 4.


Tenang, Dragon Warrior Pair gak aku tinggalkan. Karena setiap bulan aku juga kejar pendapatan minimum.


Sebenarnya pengin ikutin Dragon Warrior Pair, tapi udah gak bisa.


Kalau penasaran dengan Shen Lao, karakter dari LTI, bisa di cek di profilku.


Apakah Jing Yang dan Shen Lao memiliki hubungan? Atau dua novel ini saling berkaitan layaknya Kagutsuchi Nagato dan Love in Jiu War?


Semua akan terjawab pada waktunya.

__ADS_1


Selamat menikmati karya lainnya.


[Legenda Takdir Ilahi]


__ADS_2