Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 125 : Dewi Salju Xue Rong


__ADS_3

“Aku memiliki Nadi Api. Mungkin ini warisan dari mendiang ayahku. Dan tubuhku merupakan Jelmaan Tubuh Dewi Salju...” Saat Xue Rong mengatakan hal ini, Xue Que langsung mencengkeram tangan Xue Rong.


“Guru, cukup! Kenapa kau memberitahu semuanya kepada Saudara Jing! Jika dia menyebarkan kondisi tubuhmu, maka...” Xue Que tercekat. Untuk pertama kalinya dia melihat Xue Rong begini.


“Saudari Que, aku tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun. Karena dia juga memiliki kondisi tubuh yang seperti Senior Rong.” Jing Yang menenangkan Xue Que yang terlihat tidak mempercayainya.


Xue Bingyue menatap Jing Yang karena pemuda ini menatapnya penuh kehangatan.


Xue Que menjinjit dan berbisik, “Guru, dia ini lebih muda tujuh tahun darimu. Apa kau yakin dengan perasaanmu ini? Ah, aku tidak menyangka Dewi Salju yang terkenal dingin ini menjadi mencair...” Wajah Xue Rong sedikit memerah.


“Que‘er, aku...” Gadis yang terkekang, untuk pertama kalinya bisa merasakan bebas ketika melihat tindakan Jing Yang.


Saat Xue Rong tersipu malu, Jing Yang dan Xue Bingyue melepaskan aura pembunuh ke arah sebuah lorong besar layaknya terlihat seperti sarang ular.


Binatang Iblis Tahap Langit, Banteng Berkepala Tiga dan Serigala Halilintar keluar dari lorong. Masing-masing dari kedua Binatang Iblis berjumlah dua ekor.


“Yueyue, Que‘er, kalian berdua mundurlah.” Xue Rong langsung membuka telapak tangannya. Seketika kobaran api membara memenuhi tangannya.


Jing Yang melihat Xue Rong yang bergerak dengan kecepatan tinggi sebelum melepaskan satu pukulan yang berapi-api kepada Banteng Berkepala Tiga.


DUAR!!!


GROOOARRR!!!


Xue Rong memberi tanda pada kedua teman sekaligus muridnya untuk mendapatkan pengalaman.


Jing Yang menarik Pedang Gravitasi dan melepaskan energi gravitasi tekanan beban pada tubuh keempat Binatang Iblis. Dia ingin melihat bagaimana kerjasama dari ketiga gadis ini.


Seperti biasa telapak tangan Xue Bingyue mengeluarkan Pedang Salju Suxue. Ilmu Pedang Jiwa benar-benar telah dikuasai Xue Bingyue karena dapat membuat Roh Pedang beserta pedangnya sendiri menjadi bagian dari tubuhnya.


“Seni Napas Dewi Naga Salju!” Xue Bingyue mengalirkan tenaga dalam kemudian mengayunkan pedangnya, dalam satu kali tebasan dia dapat menahan serangan kejutan dari Serigala Halilintar.


Selepas Xue Bingyue memaksa Serigala Halilintar mengeluarkan serangan, segera Xue Que mendaratkan tebasan yang langsung mengarah pada kepala Serigala Halilintar.

__ADS_1


Kulit Serigala Halilintar sangat tebal, begitu juga dengan Banteng Berkepala Tiga. Xue Que terpental setelah terkena bola-bola petir.


Jing Yang tersenyum ketika melihat Xue Bingyue bekerja keras, dia melangkahkan kakinya secara perlahan sebelum mempercepat langkahnya, “Seni Napas Dewa Naga Api!”


Jing Yang mengincar salah satu kepala Banteng Berkepala Tiga dengan tebasan yang tajam dan membara. Mulut Banteng Berkepala Tiga membuka dan mengeluarkan semburan api ke arah Jing Yang.


Xue Bingyue dan Xue Rong melepaskan hawa dingin sebelum memanipulasi air untuk memadamkan semburan api dari Banteng Berkepala Tiga.


Mulut Xue Que terbuka lebar, “Kenapa mereka berdua ini? Yang benar saja, argh!” Tidak bisa dipungkiri, Xue Que melihat jelas jika Xue Rong benar-benar telah merasakan getaran cinta pertama.


Jing Yang memotong salah satu kepala Banteng Berkepala Tiga. Kemudian dia melebarkan auranya, lalu mulutnya mendesis sebelum memotong kepala yang berada di tengah.


“Permata Iblis ini sangat berharga...” Jing Yang mengambilnya dan menginjak wajah Banteng Berkepala Tiga yang tersisa.


“Tangkap.” Jing Yang melempar Permata Iblis kepada Xue Bingyue, kemudian menebaskan pedangnya pada tubuh Banteng Berkepala Tiga dengan tebasan yang dipenuhi energi pedang.


Setelah Banteng Berkepala Tiga mati, mengatasi Banteng Berkepala Tiga yang tersisa tidak terlalu memakan waktu. Sekarang yang tersisa hanyalah Serigala Halilintar.


“Ini Rubah Putih...” Xue Bingyue hendak memberikan Permata Iblis, namun Jing Yang menolaknya.


“Aku berikan ini untukmu.”


Xue Que tersedak. Jujur dia merasa iri melihat Jing Yang dan Xue Bingyue dapat bersikap manis seperti ini.


‘Jika Yueyue tidak kehilangan ingatannya. Mungkin mereka...’ Xue Que memerah wajahnya membayangkan yang tidak-tidak.


Xue Rong menghampiri Serigala Halilintar sambil melepaskan kekuatannya. Di sekitar Xue Rong, rintik salju turun. Bahkan gadis ini dengan santainya menghindari setiap serangan dari Serigala Halilintar.


Xue Rong membentuk seratus pedang dengan aura tubuhnya. Kemudian dia mengontrolnya dengan mengayunkan tangannya.


Xue Bingyue menyarungkan pedangnya, begitu juga dengan Xue Que. Keduanya melihat kemampuan Xue Rong dalam mengontrol aura.


Jing Yang terpana ketika melihat kemampuan Xue Rong. Gerakan tangan dan badannya begitu lembut, bahkan tidak membutuhkan banyak tenaga.

__ADS_1


Kemampuan Xue Rong dalam pengontrolan aura selanjutnya membuat Jing Yang ikut menyarungkan pedangnya.


“Gurumu hebat.” Jing Yang melirik Xue Bingyue disampingnya.


“Ya, dia adalah temanku sekaligus orang yang mengajariku...” Xue Bingyue tersenyum lembut. Xue Rong pernah menyuruh Xue Que dan Xue Bingyue agar tidak memanggilnya dengan sebutan guru, tetapi karena keduanya begitu menghormati sosok Matriark Istana Bulan Biru ini, akhirnya Xue Rong membiarkan kedua temannya memanggil dirinya dengan sebutan guru.


Xue Rong tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Dia hanya melepaskan aura tubuhnya dan hawa dingin ke arah Serigala Halilintar.


“Daun Salju Berguguran...”Bibir tipisnya merekah menyebutkan nama jurusnya. Xue Rong menciptakan ratusan daun tajam yang melayang di udara.


Dua Serigala Halilintar meronta ketika tubuhnya terkena sayatan daun-daun itu. Kaki mereka juga secara perlahan membeku ketika hawa dingin yang dilepaskan Xue Rong menyebar dengan cepat.


Xue Rong membuka kedua telapak tangannya, seketika kumpulan salju terbentuk menjadi kepalan tangan yang besar.


Di dunia persilatan Kekaisaran Yin, Xue Rong mendapatkan julukan Dewi Salju. Dia bisa menciptakan salju dengan aura tubuhnya berkat kondisi tubuhnya.


Dua kepalan tangan itu mencengkeram badan dua Serigala Halilintar. Xue Rong meremas tangannya secara perlahan.


“Cengkeraman Delapan Penjuru!”


Darah Serigala Halilintar memenuhi area depan Makam Ratu Kuno. Xue Rong membekukan darah-darah itu, dan hanya menangkap kedua Permata Iblis lalu memberikannya kepada Xue Que.


Setelah melihat Jing Yang dapat menikmati hidup walau memiliki masa lalu dan takdir yang kejam. Xue Rong tergugah, ada perasaan bangga saat melihat Jing Yang terlihat kagum padanya.


”Kita memiliki waktu sampai menjelang pagi sebelum Makan Ratu Kuno kembali tertutup.”


Xue Rong menjelaskan bahwa Makam Ratu Kuno hanya terbuka setiap satu tahun sekali.


Jing Yang menjelaskan kepada Xue Rong, Xue Bingyue dan Xue Que tentang kondisi tubuhnya. Melihat Xue Rong begitu mempercayainya, Jing Yang juga mengatakan hal yang sama dengan Xue Rong.


“Aku memiliki Tubuh Raja Neraka, salah satu dari malapetaka, Sembilan Kekacauan Surgawi. Aku tidak mengetahuinya secara pasti. Tetapi ingatan ayahku menunjukkan tidak ada masa depan di benua ini...”


Wajah Xue Rong memucat. Bagaimanapun Tubuh Raja Neraka adalah merupakan kekuatan yang menjadi incaran Menara Dewa selain Tubuh Ratu Neraka dan Kutukan Iblis Hati.

__ADS_1


__ADS_2