
Setelah melakukan perjalanan penuh selama empat hari, akhirnya Jing Yang dan yang lainnya telah sampai di Istana Sembilan Naga.
Mereka datang di waktu bertepatan dengan akan ditutupnya pendaftaran untuk mengikuti Turnamen Sembilan Naga. Beruntung mereka berempat berasal dari Istana Bunga Persik, dan keberadaan Murong Qiaomi juga menjadi alasan panitia pelaksana menerima Jing Yang, Mei Hua, Qiu Mei dan Qiao Xi untuk mengikuti Turnamen Sembilan Naga.
Kediaman Istana Sembilan Naga berada di tanah yang datar. Pintu masuk Istana Sembilan Naga terdapat gerbang besar yang memiliki ukiran naga. Proses masuk ke dalam Istana Sembilan Naga sangat ketat karena Istana Sembilan Naga adalah sekte aliran netral terbesar dan terkuat di Kekaisaran Jiang.
Istana Sembilan Naga menjadi satu-satunya sekte aliran netral yang ada di Kekaisaran Jiang. Keberadaan Istana Sembilan Naga membuat aliran putih dan hitam tidak berani mengusik Istana Sembilan Naga sembarangan.
Hari ini Istana Sembilan Naga akan menggelar sebuah kompetisi yang diadakan selama lima tahun sekali. Turnamen Sembilan Naga adalah sebuah kompetisi yang turun-temurun digelar setiap lima tahun sekali. Turnamen Sembilan Naga merupakan tempat bertarung pendekar muda dari umur 12 sampai 20 tahun tanpa memandang sekte ataupun aliran. Sebuah kompetisi pertarungan hidup dan mati yang tersaji di babak empat besar.
Istana Sembilan Naga memperbolehkan sekte aliran putih dan sekte aliran hitam untuk mengikuti Turnamen Sembilan Naga. Mereka sangat percaya diri dengan kemampuan yang akan dihadapi kedepannya.
Turnamen Sembilan Naga juga merupakan acara suci dari Istana Sembilan Naga. Karena Istana Sembilan Naga menjunjung tinggi kejujuran dan kemampuan dalam pertarungan.
Sebelum memasuki tempat dihelatnya pertarungan, peserta wajib melewati tes pemeriksaan umur dengan memegang Batu Kejujuran.
Istana Sembilan Naga memperbolehkan semua pendekar muda yang memiliki tingkatan tinggi dari pendekar tingkat satu sampai pendekar agung untuk mengikuti Turnamen Sembilan Naga. Hanya satu syarat yang harus dipenuhi, umur peserta yang boleh mengikuti Turnamen Sembilan Naga hanya orang yang berumur 12 sampai 20 tahun.
Sekte menengah dalam aliran putih yang mengikuti Turnamen Sembilan Naga adalah Sekte Pedang Langit, Sekte Bukit Angin dan Sekte Lembah Air. Masing-masing dari tiga sekte tersebut mengirimkan sepuluh pendekar muda yang paling berbakat di dalam sekte.
Ada tiga sekte aliran hitam yang mengirimkan pendekar muda dari sekte mereka untuk mengikuti Turnamen Sembilan Naga. Ketiga sekte aliran hitam itu diantaranya lainnya adalah Menara Pilar Hitam, Hutan Hantu dan Bulan Purnama Merah. Ketiga sekte ini mengirim dua perwakilan dari masing-masing sekte.
Sementara itu Gunung Pedang Tunggal, Istana Naga Api dan Istana Bunga Persik mengikuti Turnamen Sembilan Naga mewakili Sekte aliran putih terbesar di Kekaisaran Jiang.
Jing Yang, Mei Hua, Qiu Mei dan Qiao Xi langsung duduk di bangku peserta. Sedangkan Ye Xiaoya, Hua Ying dan Murong Liuyu duduk di bangku penonton yang telah disediakan. Untuk Murong Qiaomi dan Chi Rong duduk di bangku khusus yang telah disiapkan Sembilan Tetua Naga.
__ADS_1
Jing Yang merasa bangunan yang sama seperti stadion ini hanya ditempati para pendekar. Tidak ada satupun penduduk biasa yang hadir di dalam stadion tempat dihelatnya Turnamen Sembilan Naga.
Untuk menjamin tidak adanya rencana penyerangan atau penyergapan secara diam-diam. Pendekar dari Istana Sembilan Naga memenuhi setiap bangku. Setiap sekte dari aliran putih dan hitam yang datang ke Turnamen Sembilan Naga tidak diperbolehkan membawa lebih dari dua puluh pendekar.
Keamanan semakin diperketat menjelang dihelatnya pertarungan antar peserta Turnamen Sembilan Naga. Beberapa pendekar dari aliran putih duduk di tribun timur, sedangkan aliran hitam duduk di tribun barat.
Hanya di Istana Sembilan Naga, pendekar dari sekte aliran putih dan sekte aliran hitam berada dalam stadion yang sama. Menikmati pertandingan yang sama dan memiliki tujuan yang sama. Tujuan utama pendekar dari aliran putih dan aliran hitam hanya satu, yakni menjalin kerjasama dengan Istana Sembilan Naga dan mengincar posisi tetua.
Jing Yang mengamati sekitarnya. Rata-rata peserta yang mengikuti Turnamen Sembilan Naga berumur dari 17 sampai 20 tahun, sementara Jing Yang adalah yang termuda diantara yang lainnya selain Mei Hua, Qiu Mei dan Qiao Xi yang berumur lima belas tahun.
Beberapa pendekar dari Istana Sembilan Naga mulai berbincang ketika melihat seluruh peserta telah duduk di bangku. Mereka mulai membicarakan nama-nama peserta yang unggul.
“Anak Ketua Gu dari Bulan Purnama Merah yang bernama Gu Hao mengikuti Turnamen Sembilan Naga. Kudengar dia telah mencapai pendekar kaisar di usianya yang masih berumur delapan belas tahun...” Pendekar dari Istana Sembilan Naga berbisik pada pendekar yang lainnya karena ada beberapa pendekar muda yang telah memiliki pencapaian hebat di usianya.
“Pendekar kaisar? Hebat, banyak peserta yang berprestasi. Hanya saja jika mereka mencari masalah dengan kita. Maka kita dari Istana Sembilan Naga tidak akan tinggal diam.” Pendekar yang lain menanggapi dengan sedikit angkuh.
“Aku juga pernah mendengarnya. Kalau tidak salah umurnya dua puluh tahun dan dia telah mencapai pendekar suci. Ini adalah pencapaian yang hebat. Aku rasa anak Tetua Wang Zhi akan mengisi kursi Sembilan Tetua Naga yang tidak diisi selama ribuan tahun...” Pendekar yang berumur tiga puluhan tahun menanggapi dengan antusias.
“Benar juga, ini adalah sejarah. Kita bisa melihat pendekar jenius yang telah mencapai pendekar suci di usia yang begitu muda...”
Murong Liuyu dan Chi Rong mendengar perbincangan pendekar-pendekar yang sedang membicarakan peserta Turnamen Sembilan Naga. Telinga Chi Rong bergetar ketika mendengar beberapa hal yang janggal dari cerita yang barusan dia dengar.
Istana Sembilan Naga mengatur tempat duduk berdasarkan latar belakang. Tak lama suara tepuk tangan dari ribuan pendekar Istana Sembilan Naga bergemuruh. Mereka memberi sambutan pada Sembilan Tetua Naga yang sedang berjalan memasuki podium.
“Hormat pada Sembilan Tetua Naga!”
__ADS_1
Seluruh pendekar dari Istana Sembilan Naga memberi hormat kepada Sembilan Tetua Naga. Walaupun disebut Sembilan Tetua Naga, tetapi hanya delapan pendekar yang duduk di podium. Sementara satu kursi emas dengan ukiran naga terlihat kosong dan tidak ada yang mendudukinya.
Pendekar dari luar Istana Sembilan Naga mulai membicarakan kursi yang kosong tersebut. Mereka penasaran dengan alasan mengapa bisa Sembilan Tetua Naga hanya memiliki delapan pendekar yang menjabat sebagai Tetua Istana Sembilan Naga.
“Kenapa di podium ada satu kursi yang kosong? Bukankah Sembilan Tetua Naga harus berjumlah sembilan orang, lantas kenapa di podium hanya ada delapan orang?” Pendekar dari Sekte Bukit Angin penasaran sehingga memberanikan diri bertanya pada pendekar yang berasal dari Istana Sembilan Naga.
“Itu termasuk menjadi alasan besar mengapa Istana Sembilan Naga selalu mengadakan kompetisi ini. Karena leluhur kami mencari seorang pendekar yang memiliki darah dari Tetua Naga Muda. Entah itu dari aliran putih ataupun aliran hitam, jika pemuda itu mampu menjadi juara dan mencabut Pedang Dewa Naga. Maka dia yang akan menjadi Tetua Naga Muda...” Pendekar dari Istana Sembilan Naga menceritakan sejarah lama Istana Sembilan Naga dan dijawab anggukan kepala oleh pendekar Sekte Bukit Angin.
Selepas seluruh pendekar duduk tenang. Seorang pria berambut putih dengan jenggot putih yang panjang berdiri kursi emas di podium. Seluruh pendekar dari Istana Sembilan Naga dan yang hadir di stadion memberi hormat padanya.
Pria yang bernama Sheng Long itu mulai membuka acara Turnamen Sembilan Naga. Sheng Long dikenal sebagai Tetua Naga Agung. Sedangkan dia memiliki julukan Kumis Naga.
“Selamat datang di Istana Sembilan Naga, sebuah kehormatan bagi kami melihat pendekar dari aliran putih dan aliran hitam duduk bersama dalam satu stadion...” Sheng Long mengelus jenggotnya dan mulai menyapa semua yang hadir di stadion dengan melambaikan tangannya.
“Pemenang Turnamen Sembilan Naga hanya satu. Yaitu sang pemenang yang sesungguhnya. Sang pemenang diperkenankan untuk mencabut Pedang Dewa Naga yang konon hanya bisa dicabut oleh orang yang pantas duduk di kursi emas yang memiliki ukiran naga ini...” Sheng Long berkata dengan nada penuh emosi, semua orang merasa terbawa ke dalam cerita masa lalu Istana Sembilan Naga, “Jika dia berhasil mencabut Pedang Dewa Naga maka dia akan menyandang Tetua Naga Muda dan menjadi Tetua Sembilan Naga...”
Pemenang utama Turnamen Sembilan Naga akan mendapatkan hadiah lima belas ribu keping emas dan sumber daya, dan diperkenankan untuk mencoba mencabut Pedang Dewa Naga untuk memastikan apakah dia pantas menyandang Tetua Naga Muda atau tidak. Juara kedua akan mendapatkan sepuluh ribu keping emas dan sumber daya. Kemudian juara ketiga mendapatkan lima ribu keping emas dan sumber daya.
Inilah alasan sebenarnya mengapa sekte aliran putih dan aliran hitam selalu mengirimkan pendekar yang berbakat dari sekte mereka. Selain mendapatkan hadiah yang menggiurkan, mereka akan memiliki kekuatan tempur yang besar jika salah satu pendekar muda dari sekte mereka mampu mendapatkan kursi Tetua Naga Muda.
“Untuk mempersingkat waktu. Turnamen Sembilan Naga akan dipimpin oleh Tetua Ye Long...” Tepat setelah Sheng Long duduk kembali di kursi dan mengakhiri pembukaan. Semua orang yang ada hadir di stadion menatap ke arah lapangan.
“Perkenalkan namaku, Ye Long, di Istana Sembilan Naga aku menjabat sebagai Tetua Ilmu Naga. Tahun ini aku yang akan menjadi wasit Turnamen Sembilan Naga.” Ye Long berkata dengan suara yang tenang namun suaranya terdengar merdu dan keras. Ye Long memiliki ciri khas suara tersendiri dengan sikapnya yang terlihat sopan.
Semua penonton mulai membicarakan Ye Long setelah mendengar suaranya. Namun mereka kembali terdiam ketika Ye Long mulai melepaskan aura tubuhnya dan membentuk sebuah panggung untuk tempat pertarungan yang terbentuk dari tanah.
__ADS_1
“Untuk mempersingkat waktu, mari kita buka Turnamen Sembilan Naga hari ini. Peserta nomor satu dan peserta nomor dua silahkan melompat ke atas panggung tanah dan tunjukkan kemampuan kalian!” Ye Long langsung memulai pertandingan pembuka Turnamen Sembilan Naga dengan memanggil peserta nomor satu dan peserta nomor dua.