Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 96 : Menara Pilar Hitam


__ADS_3

Jing Yang menarik napas dalam sebelum menggunakan beberapa teknik Pedang Gravitasi untuk melancarkan serangan beruntun pada Pedang Hitam.


“Apakah kau utusan dari Bangsawan Shen? Atau Bangsawan Lu?” Pedang Hitam menahan tebasan pedang Jing Yang dengan susah payah.


Jing Yang tidak menjawab melainkan terus melancarkan serangan hingga akhirnya dia melihat empat pendekar yang sedang berdiri melihat pertarungannya.


“Pedang Hitam, siapa anak ini?!” Seorang pria yang memegang golok berwarna hitam langsung melepaskan aura pembunuh setelah mengetahui tingkat kekuatan Jing Yang.


“Bantu aku, Golok Hitam! Serang dia bersamaan!” Pedang Hitam menebaskan pedangnya lebih cepat sebelum memutarkan tubuhnya menciptakan pusaran angin berwarna hitam.


Jing Yang mundur tiga langkah sambil melihat baik-baik lima pendekar yang mencapai tingkat pendekar hitam. Kemampuan kelimanya sudah mendekati pendekar suci. Jing Yang tidak menggunakan kekuatan Tanda Mata Naga untuk mempersiapkan segala kemungkinan terburuk.


“Hanya kalian berdua? Lebih baik kau meminta bantuan pada mereka bertiga sekalian!” Jing Yang berkata dengan tenang. Kedua tangannya terus bergerak, mengayunkan kedua pedangnya.


“Cakar Hitam! Pisau Hitam! Pilar Hitam! Bantu kami!” Golok Hitam berteriak dan memberi isyarat pada rekannya untuk membentuk formasi.


Jing Yang mengamati pergerakan kelima lawannya yang terlihat lebih percaya diri. Tusukan tangan dari Cakar Hitam bahkan berbenturan dengan Pedang Gravitasi, Jing Yang melebarkan matanya ketika sebuah golok datang dari arah kiri. Serangan dari berbagai arah, berhasil diantisipasi Jing Yang dengan baik.


“Anak muda yang mencapai pendekar suci? Jangan bilang dia pemuda yang dirumorkan itu?!” Cakar Hitam mencoba mengenali wajah Jing Yang.


“Istana Sembilan Naga sekalipun tidak akan bisa menemukan markas kami. Sepertinya bocah ini membunuh Tetua Hitam yang dikirim ke Kota Cunfei!” Pedang Hitam terus melancarkan serangan kepada Jing Yang.


“Sepertinya kalian merencanakan sesuatu yang besar...” Sembari mengamati serangan lawannya, Jing Yang mengaliri kedua pedangnya dengan tenaga dalam sebelum menggunakan kekuatan gravitasi.


Gerakan tebasannya begitu cepat, gravitasi dan kilatan petir langsung melukai tubuh Cakar Hitam dan Pedang Hitam. Tangan kanan Cakar Hitam terpotong karena berusaha menahannya.

__ADS_1


Jing Yang kembali melepaskan tebasan pedangnya dengan cepat, Pedang Hitam dan Cakar Hitam menjadi incaran utamanya. Setelah keduanya terbunuh, Jing Yang langsung mengibaskan kedua pedangnya menatap tajam tiga pendekar yang tersisa.


“Jangan pikir kau dapat lolos dari tempat ini!” Golok Hitam melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar dan melancarkan puluhan jurus untuk menghentikan pergerakan Jing Yang.


“Kekuatannya tidak sebanding dengan kita. Andai saja Ketua Sekte dan Tetua ada disini...” Pilar Hitam bergumam pelan.


“Aku akan mengutuk perbuatanmu karena berani menyerang tempat ini!” Pisau Hitam melemparkan puluhan pisau ke arah Jing Yang.


Sembari menyarungkan kedua pedangnya, Jing Yang menangkap delapan pisau di sela-sela jarinya sebelum melemparnya kembali.


“Jadi Ketua Sekte dan Tetua Menara Pilar Hitam tidak berada disini. Informasi yang berguna...” Jing Yang tidak membiarkan Pilar Hitam, Pisau Hitam dan Golok Hitam berdiskusi lebih lama merencanakan sesuatu.


Mulutnya mendesis, “Seni Napas Dewi Naga Petir!” Kilatan petir menyambar disekitar tubuh Jing Yang. Dengan tatapan yang dingin, Jing Yang memusatkan satu serangan gravitasi pada satu titik.


“Teknik Pedang Dalam Sarung...” Secepat mungkin Jing Yang menebaskan pedangnya yang dipenuhi energi gravitasi dan aura petir, “Ledakan Gravitasi!”


“Jika Ketua Sekte dan Tetua Menara Pilar Hitam tidak berada disini, maka di depan sana ada Guru Xiaoya...” Jing Yang menaruh denah lokasi dan memeriksa beberapa pil yang ada di jubah Lima Pilar Hitam. Tetapi bukan pil yang dia cari, melainkan catatan penting tentang Menara Pilar Hitam ataupun aliran hitam.


“Resep pembuatan Pil Embun?” Jing Yang menaikan alisnya ketika selesai memeriksa saku Cakar Hitam dan menaruh kertas yang dia pegang ke dalam Cincin Dewa. Kemudian dia memeriksa saku Pilar Hitam.


“Ini...” Jing Yang mendapatkan kertas yang berisikan tentang rencana Menara Pilar Hitam dan Bangsawan Gu. Jing Yang tersenyum dan segera mencari keberadaan Ye Xiaoya.


Jing Yang terus memasuki lorong lebih dalam, menapaki markas Menara Pilar Hitam. Sesampainya di ruangan tempat tinggal Ketua dan Tetua Sekte, Jing Yang dikejutkan dengan samar-samar keberadaan Ye Xiaoya. Dia mengikutinya dan lebih terkejut ketika melihat Ye Xiaoya menguras sebuah gudang berisikan sumber daya Menara Pilar Hitam dan kekayaannya.


“Nasib berpihak pada kita. Menara Pilar Hitam meninggalkan anggotanya dan hartanya disini. Sementara Ketua Sekte dan Tetuanya entah berada dimana.” Ye Xiaoya menepuk kedua telapak tangannya setelah selesai menguras harta Menara Pilar Hitam.

__ADS_1


“Dengan ini, biaya perjalanan kita semakin terjamin...” Ye Xiaoya meremas rambut Jing Yang cukup lama, “Bagaimana bagianmu, Yang‘er?”


Jing Yang menjelaskan sesingkat mungkin pada Ye Xiaoya jika dirinya menemukan tahanan para bangsawan, resep pembuatan pil dan informasi rencana yang dilakukan Bangsawan Gu bersama Menara Pilar Hitam.


“Berniat menguasai Hutan Emas, tetapi kita akan bertemu dengan Panglima Shen Ho dan Asosiasi Pedang Hati di Kota Shendu. Kita bisa bicarakan masalah ini disana.”


Setelah berkata demikian, Ye Xiaoya dan Jing Yang keluar dari tempat persembunyian Menara Pilar Hitam. Keduanya langsung pergi menuju ke tempat dimana puluhan orang yang menjadi tahanan dan dibebaskan oleh Jing Yang.


“Pandai...” Ye Xiaoya tertegun ketika mengikuti Jing Yang dari belakang. Dia melihat tali panjang yang menjadi penuntun arah menuju tempat para tahanan berkumpul.


Para tahanan langsung menyambut kedatangan Jing Yang dan Ye Xiaoya. Tanpa basa-basi, Jing Yang segera membawa mereka menuju luar hutan yang tidak termasuk bagian wilayah Lembah Sunyi.


“Apa paman dan semuanya adalah keluarga bangsawan?” Jing Yang bertanya pada pria paruh baya yang berjalan disampingnya.


“Aku adalah pedagang yang dahulu bisa dibilang mampu tetapi karena aku mengetahui kebusukan Walikota Kota Gufei, aku ditahan disini, sementara mereka semua memiliki latar belakang yang bermacam-macam. Ada yang seorang bangsawan, pedagang dan pejabat yang mengetahui kejahatan Pangeran Jiang Feng. Kami semua ditahan oleh pendekar yang dipekerjakan Bangsawan Gu.”


Jing Yang menganggukkan kepalanya dan melihat beberapa tahanan yang terlihat begitu gembira karena telah keluar dari tempat persembunyian Lembah Sunyi.


“Kita akan berjalan menuju Kota Shendu. Kita akan melewati jalan memutar menjauh dari Kota Yunfei, demi keamanan. Jadi selama perjalanan, kita harus saling membantu karena mungkin kita akan menempuh waktu berhari-hari sampai di Kota Shendu.” Ye Xiaoya menjelaskan situasi kepada para tahanan.


Setelah keluar dari wilayah Lembah Sunyi, Jing Yang dan Ye Xiaoya berjalan bersama para tahanan menuju Kota Shendu. Perjalanan jauh melewati bukit dan hutan, tentu saja sangat menguras tenaga bagi para tahanan yang mengikuti Jing Yang dan Ye Xiaoya dari belakang.


“Guru Xiaoya, lebih baik kita bermalam disini...” Jing Yang sudah memeriksa jika mereka telah menjauh dari tempat persembunyian Menara Pilar Hitam.


“Lagipula semuanya terlihat kelelahan dan makanan yang ada di Cincin Penyimpanan milik Guru Xiaoya harus dibagi secara merata. Kita bisa membeli stok makanan di Kota Shendu.” Jing Yang justru menceramahi Ye Xiaoya.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan membagikan daging ini pada kalian semua...” Ye Xiaoya mulai membagikan satu demi satu daging bakar pada para tahanan.


Jing Yang menatap wajah para tahanan. Tidak pernah dia sangka sebelumnya jika dirinya akan mengalami pengalaman seperti ini. Suasana penuh kebebasan, kebahagiaan ini terasa sendu di benaknya. Perlahan Jing Yang menjauh dari Ye Xiaoya dan para tahanan sebelum melompat ke atas pohon dan memandang rembulan.


__ADS_2