Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 81 : Tanda Mata Naga


__ADS_3

Jing Yang dapat melihat arah serangan Liong Lao dengan baik. Tanda Mata Naga dan Aura Mata Naga membuat tubuhnya bergerak lebih cepat, bahkan kekuatannya bertambah pesat.


Roh Sang Hitam memperhatikan pergerakan Jing Yang sebelum menjelaskan efek Tanda Mata Naga, “Dengar, anak manusia. Tanda Mata Naga bagaikan pedang bermata dua...”


Roh Sang Hitam menjelaskan bahwa Tanda Mata Naga membuat kemampuan Jing Yang meningkat drastis mencapai pendekar bumi dalam kurun waktu tiga puluh menit. Setelah itu tubuh Jing Yang akan merasakan kelelahan dan ledakan tenaga dalam murni. Beruntung Jing Yang memiliki 2200 lingkaran tenaga dalam. Sehingga masih dapat berdiri dan tidak langsung tumbang kehabisan tenaga dalam.


Seandainya Jing Yang hanya memiliki 1000 lingkaran tenaga dalam maka dia tidak akan dapat bergerak setelah efek Tanda Mata Naga habis mencapai tiga puluh menit.


Jing Yang mendengarkan perkataan Roh Sang Hitam. Kemudian dia mempercepat tempo serangannya. Saat ini dia berniat menghabisi seluruh pembunuh dari Organisasi Air Dosa yang berada di halaman depan.


“Tersisa dua puluh menit lagi...” Jing Yang tersenyum menyeringai sebelum menggunakan kekuatan gravitasi dan tebasan yang dilapisi api.


Liong Lao bergidik melihat kemampuan Jing Yang. Tidak pernah dia sangka, dirinya akan mati di tangan pendekar muda yang mencapai tahap pendekar bumi.


Jing Yang memberikan luka yang dalam pada tubuh Liong Lao. Tebasannya itu membuat organ dalam Liong Lao sebagian hancur. Tak lama pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau mengepungnya dari berbagai arah.


Jing Yang menyambut serangan dari berbagai arah tanpa gentar. Gerakan pembunuh yang menyerangnya terlihat lambat, dalam satu gerakan Jing Yang membunuh sepuluh pembunuh yang telah mencapai pendekar raja. Tatapannya kali ini jatuh pada dua pendekar yang sedang terbang mengawasi pertarungan.


“Tetua Lihua! Tetua Liwen! Dua orang ini kuserahkan pada kalian!” Jing Yang menghilang setelah berkata demikian.


Dua pendekar suci yang merupakan petinggi Organisasi Laba-Laba Hijau berhadapan dengan Xue Lihua dan Xue Liwen.


Jing Yang hendak melompat ke udara, tetapi salah satu pendekar bumi yang menggunakan tombak sebagai senjatanya memberikan luka tusukan pada perut Jing Yang.


Walau berhasil menghindarinya, Jing Yang masih mendapatkan luka. Dengan kekacauan yang terjadi di kediaman Jiang En, halaman depan yang luas itu menjadi tempat pertempuran berdarah. Bahkan bangunan yang megah menjadi hancur akibat pertarungan pendekar agung dan pendekar bumi.


“Sepertinya kau yang dibicarakan oleh orang-orang. Pemuda yang mencapai tahap pendekar suci dan memberikan luka pada Senior Mao.” Pria yang memegang tombak menatap Jing Yang tajam dan seksama.


Pendekar bumi yang bernama Jun Ma adalah petinggi Organisasi Air Dosa. Selain berasal dari Pulau Iblis Tengkorak, Jun Ma memiliki loyalitas yang besar kepada Mao Gang.

__ADS_1


“Anak Tuan Putri Ketiga berhasil hidup dan mencoba membalaskan dendam ayahnya yang mati mengenaskan...” Lanjut Jun Ma sengaja memancing emosi Jing Yang.


Mendengar perkataan Jun Ma, tidak sampai sedetik Jing Yang melesat cepat mengayunkan kedua pedangnya pada Jun Ma.


Benturan senjata yang dipenuhi tenaga dalam itu menghancurkan jalanan. Kemudian keduanya mulai bertukar serangan, Jun Ma terkejut melihat kemampuan Jing Yang.


‘Aura pembunuh miliknya ini tidak wajar....’ Pikir Jun Ma karena merasakan aura hitam pekat yang menyebar ke segala arah dari tubuh Jing Yang.


Jing Yang mencoba mengontrol kekuatannya. Dia ingin membunuh salah satu pendekar bumi dari Organisasi Air Dosa. Dirinya masih memiliki waktu lima belas menit dalam kekuatan Tanda Mata Naga.


Jun Ma menyambut Pedang Gravitasi dengan tombaknya, lalu memutarkan tombaknya menahan Pedang Dewa Naga. Permainan tombak Jun Ma sangat mahir. Bahkan Jing Yang belum memberikan satupun luka pada tubuh pendekar pengguna tombak tersebut.


“Kau sungguh diberkahi karena mempunyai dua pedang Pusaka Dewa. Tetapi dengan kemampuanmu saat ini, kau tidak akan mampu membunuhku.” Jun Ma menyambut setiap serangan Jing Yang dan membalasnya.


Sementara Jing Yang terus melancarkan serangan tanpa henti. Walau berusaha mencari celah tetapi kecepatan dan reflek Jun Ma tidak dapat diremehkan.


“Kemampuanmu ini seperti darah iblis yang dapat memperkuat tubuh sesaat.” Jun Ma memutarkan tombaknya dan menahan tebasan pedang Jing Yang. Kemudian dia mundur ke belakang sambil melepaskan tenaga dalamnya.


‘Sudah kuduga, aku dapat melukai Mao Gang karena bantuan Kakek Sheng.’ Jing Yang mendecakkan lidahnya melewati batasannya.


Sebelum serangan Jun Ma mencapai dirinya, Pedang Dewa Naga memancarkan cahaya berwarna emas kemudian Jing Yang membalas serangan Jun Ma menggunakan teknik barunya.


“Teknik Pedang Dewa Naga ~ Menghunus Keheningan Malam!”


Jing Yang menggunakan kekuatan Pedang Dewa Naga untuk menahan serangan Jun Ma. Ketika kedua teknik berbenturan, Jing Yang terlambat mengantisipasi sehingga tubuhnya terpental jauh ke belakang karena hembusan angin yang dipenuhi tenaga dalam dari benturan kedua teknik.


Jun Ma sudah bergerak karena telah memperkirakan tindakan Jing Yang. Sebelum Jing Yang mendarat di tanah, Jun Ma menghunuskan tombaknya ke perut Jing Yang, tetapi Pedang Gravitasi Jing Yang menahannya hingga tekanan gravitasi disekitar keduanya berubah.


‘Sial! Hampir saja aku kehilangan keseimbangan!’ Jun Ma memutarkan tubuhnya mencoba menyerang Jing Yang dari sisi lain.

__ADS_1


‘Sepuluh menit lagi! Tidak kusangka, akan seperti ini. Bahkan dia belum menggunakan seluruh kekuatannya!’ Jing Yang mengumpat dalam hatinya setelah kembali mendapatkan keseimbangannya. Dia melihat pergerakan Jun Ma yang melesat cepat ke arahnya.


“Tidak aku sangka, ternyata kalian dari aliran putih dan netral membentuk aliansi. Pantas saja kami belum mendapatkan bantuan.” Jun Ma terus memainkan tombaknya mencoba memberikan luka tusukan pada tubuh Jing Yang.


“Apakah Pulau Iblis Tengkorak terlibat dalam kudeta di Pulau Salju Rembulan?” Jing Yang menangkis serangan Jun Ma dan bertanya di sela-sela pertarungan mereka.


Jun Ma mundur dan memutarkan tombaknya, “Tidak. Pulau Iblis Tengkorak tidak terlibat. Aku dengar, Istana Naga Api dan Gunung Pedang Tunggal yang bekerjasama dengan Lin Song.”


Setelah mendengar jawaban dari pria dihadapannya, Jing Yang segera mengolah pernapasan, “Seni Napas Dewi Naga Tanah!” Ketika tombak Jun Ma hendak menembus perut Jing Yang, sebuah pelindung tanah muncul dari bawah.


Jun Ma tertawa keras, “Hampir saja kau mati. Ada apa? Sepertinya kau kelelahan?” Dengan senyum sinisnya, Jun Ma memperhatikan Jing Yang yang sedang mengatur napasnya.


‘Seni Napas Dewi Naga Petir!’ Jing Yang mengolah pernapasan sebelum bergerak cepat mencoba memberikan serangan telak pada Jun Ma.


Melihat pergerakan Jing Yang yang bertambah cepat, Jun Ma tersentak kaget dan mencoba mengimbangi permainan pedang Jing Yang yang agresif.


Jing Yang melihat celah ketika Jun Ma terkejut melihat kecepatannya, dia menggunakan celah itu untuk memberikan serangan sebelum efek Tanda Mata Naga habis.


“Amarah Kegelapan : Malam Mengarungi Awan!”


Tebasan berwarna hitam pekat yang dilancarkan Jing Yang mengenai dada Jun Ma. Bersamaan dengan tubuh Jun Ma yang terkena serangan, tubuh Jing Yang terhuyung sebelum bola mata kirinya kembali seperti sedia kala.


‘Sial!’ Jing Yang mendecakkan lidahnya mengingat dirinya sendiri yang membuang waktu saat menggunakan Tanda Mata Naga ketika menghadapi Lin Song karena terpancing amarahnya.


‘Kakak! Kakak! Didepanmu, Kakak!’ Lingling berteriak dari alam bawah sadar Jing Yang ketika Jun Ma melepaskan aura mencekam dan perlahan sekujur tubuhnya berubah membesar.


“Jurus Darah Iblis!”


Rambut Jun Ma berdiri dan matanya menatap Jing Yang penuh amarah. Dengan kecepatan tinggi Jun Ma menghunuskan tombaknya pada perut Jing Yang. Namum sebelum mencapai perut pemuda itu, Jun Ma dikejutkan dengan pedang yang menahan serangannya.

__ADS_1


“Mau bermain denganku sebentar?”


__ADS_2