
“Bukankah lebih enak berlari, daripada terbang menggunakan Xue Ying?” Jing Yang menatap Ye Xiaoya yang sedang duduk bersila dan berlatih.
“Yang‘er, saat ini gunakan waktu luangmu untuk berlatih. Kita bisa bermeditasi dengan tenang ketika Elang Salju ini terbang mengantar kita...” Ye Xiaoya menjawab, sambil menekan aura tubuhnya.
Jing Yang mengikuti perkataan Ye Xiaoya sehingga ketika dalam perjalanan menuju Istana Bunga Persik, Jing Yang mengisi waktu luangnya dengan berlatih ilmu yang baru saja dia dapatkan dari Istana Sembilan Naga.
Perjalanan dari Istana Sembilan Naga menuju Istana Bunga Persik membutuhkan waktu lima hari. Sesampainya di Istana Bunga Persik, Jing Yang berlatih sebuah teknik pertarungan tangan kosong dari Istana Sembilan Naga, serta mengubah semua aura pembunuh menjadi dua bagian, Aura Raja Naga dan Aura Naga Kegelapan.
Murong Qiaomi tersenyum tipis ketika melihat pendekar dari Istana Bunga Persik menyambut kedatangannya. Tidak ada tanda-tanda penyerangan kecuali beberapa pendekar dari Organisasi Laba-Laba Hijau dan Lima Golok Darah yang mencoba menguasai desa-desa yang dekat dengan kediaman Istana Bunga Persik.
Ketika Jing Yang masuk ke dalam gerbang masuk, dia langsung disambut dengan pelukan Yi Yue. Terlihat nenek yang dahulu membencinya, sangat mengkhawatirkan kondisinya.
Yi Yue kagum melihat kedua mata Jing Yang yang kembali seperti sedia kala. Hanya saja ketika dia menatap bola mata kiri Jing Yang, dirinya merasakan aura kewibawaan dan entah kenapa hatinya merasa tenang ketika menatap tatapan ramah cucunya.
“Yang‘er, syukurlah kamu kembali dengan selamat.” Yi Yue belum melepas pelukannya, dan mendekap tubuh cucunya dengan begitu erat.
“Nenek Yi, lihat ini...” Jing Yang memperlihatkan Giok Naga Emas yang menandakan dirinya menjadi Tetua Naga Muda. Ketika Jing Yang menunjukkan sifat manjanya, terlihat Ye Xiaoya dan Murong Qiaomi memberikan ruang untuk keduanya.
Yi Yue dan Jing Yang berbincang di dalam penginapan. Jing Yang menceritakan apa saja yang terjadi pada dirinya, mendengar cerita Yi Yue, nampak kecemasan, perasaan bersalah dan kekaguman menghinggapi dirinya.
Jing Yang menceritakan semuanya pada Yi Yue tentang latihannya bersama Roh Sang Hitam. Ketika mendengar cerita cucunya tentang Xue Bingyue, terlihat Yi Yue senyum-senyum sendiri melihat kepolosan cucunya.
‘Yang‘er tumbuh dengan baik. Sepertinya aku terlalu mengkhawatirkannya...’ Yi Yue membatin dan menatap Jing Yang penuh kehangatan.
“Nenek, saat ini aku akan berlatih. Musuh yang berniat melukai orang-orang terdekatku memiliki kemampuan yang hebat. Aku akan berlatih hingga di masa depan nanti, tidak ada orang seorangpun yang memiliki masa lalu sepertiku!” Jing Yang memberi hormat pada Yi Yue sebelum keluar menemui Ye Xiaoya.
“Hmmm, Yang‘er? Bagaimana, bukankah kau mengajak kencan Gurumu ini?” Ye Xiaoya memakai pakaian seperti biasa.
“Guru, aku punya sesuatu yang akan membuatmu bahagia.” Perkataan Jing Yang begitu polos membuat Ye Xiaoya tidak dapat menahan tawanya.
__ADS_1
‘Siapa yang mengajari anak ini menjadi seorang ahli cinta. Apa dia memiliki perasaan kepadaku? Hah, tidak mungkin, tidak mungkin. Tetapi aku harus berhati-hati karena ketika dia beranjak dewasa, pasti akan banyak perempuan yang jatuh hati padanya...’ Ye Xiaoya membatin cukup lama sebelum tangannya di tarik Jing Yang.
Sebuah portal terbuka di udara, seketika Jing Yang dan Ye Xiaoya berada di Tebing Dimensi Hitam. Dalam sekejap raut wajah Ye Xiaoya berubah.
“Yang‘er, jika sumber daya disini kita budidayakan. Tidak, kita jual. Aku dan kamu akan menjadi kaya.” Ye Xiaoya langsung mengolah pernapasan dan bergerak cepat mencoba memetik setiap buah-buahan yang ada di pepohonan.
“Buah Api...” Ye Xiaoya memetik cukup banyak dan memasukkannya ke dalam Cincin Penyimpanan, “Lihat Yang‘er, Rumput Darah, Ginseng Naga, Bunga Aura Sembilan Unsur.”
“Guru, apa Guru ingin menjual semua sumber daya yang ada disini?” Jing Yang sedikit penasaran dengan tindakan Ye Xiaoya.
“Ehem!” Ye Xiaoya batuk cukup keras karena tidak dapat mengendalikan dirinya. Baru pertama kali ada orang yang melihat dirinya bertingkah seperti ini kecuali orang tua dan kakaknya, sehingga Ye Xiaoya sedikit merasa malu ketika melihat tatapan Jing Yang.
“Kamu memiliki banyak emas di Cincin Dewa. Dengar, kamu ini seorang laki-laki, bukankah kamu ingin memiliki kehidupan yang cerah di masa depan?” Ye Xiaoya menjelaskan singkat jika dirinya akan menyuruh Jing Yang membuat sebuah organisasi penyedia sumber daya.
Organisasi yang akan dibentuk Ye Xiaoya membuat Jing Yang tertarik. Ini merupakan langkah untuk menekan kekuatan aliran hitam, tetapi menurut penjelasan Roh Sang Hitam, pendekar dari aliran hitam yang berada di pihak Mao Gang memiliki kemampuan iblis.
“Iblis? Aku pernah mendengarnya. Konon iblis menghuni Benua Hitam. Di Benua Bintang Timur ada suatu negeri yang dijajah oleh Ras Iblis...” Ye Xiaoya memakan Buah Api dan menghabiskannya sambil berpikir sejenak.
“Ya, menurutku seperti itu Guru Xiaoya.” Jing Yang kemudian ikut memakan Buah Api.
“Gadis yang bernama Shen Mi, sepertinya memiliki kemampuan untuk memimpin organisasi yang akan kita bentuk ini. Setelah kita mengatasi masalah di Ibukota Huaran, kita berdua temui Shen Mi sebelum pergi Kekaisaran Qing. Aku yakin dia dengan sukarela menerima pekerjaan ini jika kau yang memintanya.” Jelas Ye Xiaoya sambil mengingat kecakapan Shen Mi yang membuka usaha Penginapan Pondok Kelapa.
“Benarkah? Jika aku yang memintanya, maka Shen Mi akan menerimanya?” Jing Yang sedikit ragu dan tidak ingin merepotkan orang lain.
Mendengar reaksi Jing Yang, wajah datar Ye Xiaoya menggeleng pelan, ‘Jelas dia akan menerimanya. Shen Mi itu telah jatuh hati padamu.’ Lalu Ye Xiaoya menganggukkan kepalanya.
“Baiklah, aku akan meminta tolong pada Shen Mi...” Jing Yang berkata, sambil menatap pedang Ye Xiaoya. Kemudian dia teringat sesuatu jika dirinya memiliki kejutan untuk gurunya.
Tangan Jing Yang mengambil sesuatu dari udara, ketika dua pedang yang memancarkan hawa panas dan dingin berada di genggaman tangan Jing Yang. Seketika Ye Xiaoya langsung memeluk Jing Yang dan terlihat begitu kegirangan.
__ADS_1
“Terimakasih muridku! Gurumu ini sangat beruntung bertemu denganmu!” Ye Xiaoya menatap wajah Jing Yang dengan ceria.
“Pedang paling kiri adalah Pedang Es, Bing Wang. Dan yang kanan adalah Pedang Api, Huo Wang.” Jing Yang memberikan kedua pedang yang termasuk dalam Pusaka Dewa kepada Ye Xiaoya.
“Maaf, Yang‘er, saat itu aku berniat memanfaatkanmu, bahkan sampai saat ini.” Ye Xiaoya kembali memeluk tubuh Jing Yang.
‘Anak manusia, Guru manusiamu memiliki tubuh dan nadi yang khusus. Pasti dia memiliki masa lalu yang menyakitkan. Aku rasa di Benua Bintang Timur terjadi sesuatu yang mengakibatkan dia melarikan diri ke Benua Dataran Tengah. Sifatnya memang seperti gadis muda atau kekanak-kanakan, tetapi dia melakukan itu untuk menyembunyikan kesedihannya.’ Roh Sang Hitam berpendapat. Dan Jing Yang segera menyadarinya sehingga dia memaafkan niat tersembunyi Ye Xiaoya.
“Guru Xiaoya, aku memaafkanmu. Lagipula, aku menyukai sifat Guru...” Jing Yang tersenyum, menunjukkan kepolosannya yang membuat Ye Xiaoya melepas pelukannya dan menjaga jarak dari Jing Yang.
“Yang‘er, aku terima pemberian darimu.” Ye Xiaoya segera menggigit jari jempolnya hingga berdarah sebelum melakukan kontrak darah dengan Huo Wang dan Bing Wang.
Jing Yang juga duduk bersila di belakang Ye Xiaoya. Keduanya saling menyandarkan punggungnya, dan mulai melakukan konsentrasi penuh hingga membuat suasana di Tebing Dimensi menjadi tenang.
‘Aku juga akan menemui Roh Pedang Dewa Naga...’
Jing Yang berkata dalam hatinya ketika dirinya tenggelam secara perlahan ke alam bawah sadar Pedang Dewa Naga.
Kegelapan membuat Jing Yang tidak dapat melihat apapun sebelum cahaya berwarna merah menyeruak masuk memecahkan kegelapan.
“Dimana dia berada? Apakah Roh Pedang Dewa Naga akan seperti Kakak Yue Wang?” Jing Yang membuka kedua matanya mencari keberadaan Roh Pedang Dewa Naga.
Seketika muncul cahaya berwarna merah yang paling terang diantaranya yang lainnya. Cahaya tersebut mengitari tubuh Jing Yang sebelum mengubah wujudnya menjadi sesuatu yang tidak terduga.
“Tuan, akhirnya anda datang!”
Kagutsuchi Nagato
Dragon Warrior Pair
__ADS_1
Sweet Dragon