
Setelah Qiao Xi kembali duduk. Jing Yang langsung berdiri dan segera turun ke panggung tanah.
“Selamat Qiao Xi.” Mei Hua memeluk tubuh Qiao Xi.
‘Kenapa Saudara Jing Yang tidak mengatakan apapun padaku...’
Qiao Xi terpaku menatap Jing Yang yang sedang menunggu kedatangan lawannya.
Di panggung tanah terlihat lawan dari Jing Yang melompat dan berdiri menatap tajam Jing Yang.
“Junior Jing Yang dan Junior Chun Lan. Apakah kalian berdua masih ingat dengan peraturannya?” Ye Long bertanya untuk sekedar memastikan jika kedua peserta masih mengingat peraturan pertandingan.
“Junior masih mengingatnya.” Jing Yang menjawab cepat. Sementara Chun Lan hanya mengangguk.
“Ambil jarak dan tunggu aba-aba pertandingan dariku!” Ye Long langsung memberi isyarat pada kedua peserta agar menjaga jarak.
Chun Lan sendiri mewakili Gunung Pedang Tunggal. Pertandingan ini sangat berarti bagi Jing Yang karena dia pernah bertemu dengan Chun Lan saat berada di Kota Shendong.
“Akan kupastikan untuk mempermalukanmu karena kau sangat dekat wanita ****** itu!” Chun Lan dengan angkuh menatap Ye Xiaoya yang sedang duduk di bangku penonton.
Jing Yang melepaskan aura pembunuh pada Chun Lan sebelum mengolah pernapasan.
“Dengan ini pertandingan dimulai!” Ye Long memulai aba-aba pertandingan dan terbang melayang di udara.
“Untuk manusia buta sepertimu, kau terlalu membuatku muak. Dikelilingi wanita dan ketiga gadis muda itu. Apa yang menarik darimu itu! Bersiaplah untuk mati!” Chun Lan melepaskan aura pembunuh dan memulai serangan pembuka.
“Peraturan Turnamen Sembilan Naga tidak boleh membunuh kecuali di babak semi final. Kalau begitu aku bisa mematahkan tulangmu itu. Jika perlu kuhancurkan mulutmu yang selalu mengoceh itu!” Jing Yang tidak menarik pedangnya.
“Seni Napas Dewi Naga Api!”
Tangan kanannya mengepal. Kemudian dia memanipulasi aura tubuhnya yang berwarna merah menjadi api.
Tepat setelah Chun Lan berada didepannya, Jing Yang melepaskan pukulan yang dilapisi api membara kepada Chun Lan. Hanya dalam satu kali pukulan yang mengenai dadanya, Chun Lan langsung mengerang.
Tubuh Chun Lan terpental ke belakang hampir keluar dari arena pertandingan. Sebelum tubuhnya keluar dari arena pertandingan, Jing Yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan memanipulasi aura tubuhnya yang berwarna ungu menjadi petir.
“Dengar, jika kau menghinaku maka aku akan diam dan mengabaikan. Tetapi jika kalian menghina temanku atau orang yang kuhormati maka kau akan berurusan denganku!”
Wajah Chun Lan berkeringat dingin. Setelah meremehkan Jing Yang justru dirinya tidak berkutik hanya dalam satu kali pukulan Jing Yang. Bahkan sekarang Jing Yang telah berdiri di belakang dan dalam posisi kuda-kuda depan.
Jing Yang melakukan sapuan atas dan mengincar wajah Chun Lan. Sapuan atas yang secepat kilat itu membuat penonton berdecak kagum. Tumit Jing Yang mengenai wajah Chun Lan, seketika tubuh Chun Lan langsung terpental menabrak dinding stadion.
__ADS_1
Penonton terkejut melihat kemampuan Jing Yang. Mereka bisa melihat Jing Yang telah mahir dalam memanipulasi aura tubuhnya. Yang lebih mengejutkan lagi Jing Yang dapat memanipulasi kedua aura. Namun semua orang yang ada di stadion kecuali Ye Xiaoya dan Murong Liuyu tidak mengetahui kekuatan dari Jing Yang yang sesungguhnya.
“Dalam sekejap, kalah! Bukankah Chun Lan adalah wakil dari Gunung Pedang Tunggal!”
“Pemuda bernama Jing Yang ini sebenarnya telah berada di tingkatan apa?”
“Hanya dalam dua kali serangan saja dia mengalahkan pendekar kaisar. Apa dia telah mencapai pendekar putih...”
“Jangan bilang dia telah mencapai pendekar suci...”
Penonton saling berbisik melihat pertarungan yang baru saja terjadi. Mereka ramai membicarakan Jing Yang.
Ye Long kagum dengan kemampuan Jing Yang. Kemudian dia mengangkat tangannya dan mengumumkan Jing Yang sebagai pemenangnya.
“Pemenangnya adalah Jing Yang!”
Setelah Ye Long mengakhiri pertandingan. Jing Yang langsung bergerak dengan kecepatan tinggi kembali ke bangku khusus peserta. Sementara itu Chun Lan dalam keadaan pingsan dengan patah tulang di rusuknya.
“Saudara Jing Yang. Apa kau baik-baik saja? Apa orang itu mengatakan hal yang buruk padamu?” Qiao Xi bertanya karena melihat sisi Jing Yang yang berbeda.
Mei Hua bahkan tersentak kaget melihat perubahan Qiao Xi. Bagaimana bisa gadis yang selalu bersikap dingin itu begitu perhatian pada Jing Yang.
“Aku baik-baik saja...” Jing Yang tersenyum dan menekan auranya untuk menenangkan dirinya.
Roh Sang Hitam terkekeh melihat Jing Yang berada di tengah-tengah gadis muda yang manis. Paras keduanya memanglah cantik ditambah memiliki ilmu bela diri dan berasal dari Istana Bunga Persik. Tentu saja banyak pendekar laki-laki yang menatap Jing Yang penuh kecemburuan.
‘Jika manusia rendahan menghinamu sebagai orang cacat atau buta. Aku akan menjadi matamu. Kekuatan dari Aura Mata Naga akan sepenuhnya bangkit jika kau mampu mengaktifkan Tanda Mata Naga.’
Roh Sang Hitam berkata dalam hatinya dan menatap Jing Yang penuh makna.
“Untuk peserta selanjutnya silahkan maju ke depan!” Ye Long langsung memanggil dua peserta selanjutnya.
Peserta selanjutnya adalah Ma Xinxuan dari Bulan Purnama Merah dan Zhen Oushang dari Istana Naga Api.
Kedua peserta langsung turun ke panggung tanah secara bersamaan. Ma Xinxuan menatap tajam Zhen Oushang. Keduanya sama-sama telah mencapai pendekar kaisar, hanya saja Ma Xinxuan lebih dahulu mencapai pendekar kaisar dibanding dengan Zhen Oushang yang baru saja mencapai tahap pendekar kaisar baru-baru ini.
Ye Long memberi penjelasan pada Ma Xinxuan dan Zhen Oushang tentang peraturan pertandingan sebelum menyuruh kedua peserta menjaga jarak.
“Ambil jarak dan tunggu aba-aba pertandingan dariku...” Ye Long menatap Ma Xinxuan dan Zhen Oushang yang melompat ke belakang bersamaan. “Dengan ini pertandingan dimulai!”
Ma Xinxuan dan Zhen Oushang bergerak hampir bersamaan setelah Ye Long memulai pertandingan. Dengan ilmu meringankan tubuh keduanya mulai bertukar serangan.
__ADS_1
Zhen Oushang langsung mencabut pedangnya dan mengalirinya dengan aura tubuh yang telah dia manipulasi menjadi api. Zhen Oushang sadar jika Ma Xinxuan telah berada di tahap pendekar kaisar lebih lama darinya, sehingga Zhen Oushang berniat menggunakan segenap kekuatannya sejak awal pertandingan.
“Kau terlalu bersemangat Saudara Zhen Oushang...” Ma Xinxuan juga mencabut pedangnya dan menahan tebasan pedang yang dilancarkan Zhen Oushang.
“Aku bukan saudaramu!” Zhen Oushang sejak awal terus menyerang Ma Xinxuan dengan agresif.
Ma Xinxuan juga mengaliri bilah pedangnya dengan aura. Kedua bilah pedang bertemu dan keduanya mulai bertukar serangan.
Zhen Oushang bergerak dengan cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh dan melancarkan serangan dari berbagai arah, sementara Ma Xinxuan terlihat lebih memilih bertahan.
Setelah bertukar tebasan lebih dari empat puluh lima tebasan, akhirnya Ma Xinxuan mulai menggunakan segenap kekuatannya.
“Kekuatan kita sama, namun pengalaman kita berbeda.”
Ma Xinxuan mengayunkan pedangnya dengan lincah. Kecepatan tebasan pedang Ma Xinxuan meningkat tajam. Aura pembunuh yang keluar dari tubuhnya juga lebih pekat dari Zhen Oushang.
Tebasan demi tebasan yang dilesatkan Ma Xinxuan membuat Zhen Oushang bergerak mundur ke belakang untuk mengatur napasnya. Namun tentu saja Ma Xinxuan tidak akan membiarkannya.
Gerakan Ma Xinxuan berubah. Sekarang dia bergerak dengan kecepatan tinggi menggunakan ilmu meringankan tubuh dan melancarkan tusukan kecil dari berbagai arah yang membuat sekujur tubuh Zhen Oushang terluka.
‘Apa pedang miliknya adalah pusaka?’ Zhen Oushang kesulitan dalam menerima tebasan pedang Ma Xinxuan.
Berulang kali Zhen Oushang menahan tebasan pedang Ma Xinxuan namun dia merasa pedang milik Ma Xinxuan memiliki energi pedang yang kuat. Setiap dia menyambut tebasan pedang tersebut, pertahanannya mulai goyah dan tangannya gemetar.
Tidak butuh waktu lama bagi Ma Xinxuan untuk mengakhiri pertandingan. Ma Xinxuan menebaskan pedangnya yang berisi aura dan tenaga dalam.
Sebuah tebasan pedang yang membentuk bulan sabit berwarna merah darah itu bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Zhen Oushang. Bulan sabit itu mengecil menjadi puluhan tebasan pedang yang berbentuk sabit.
Ma Xinxuan tersenyum menyeringai. “Dengan ini akan berakhir!” Tak sampai disitu saja, kali ini Ma Xinxuan menebaskan pedangnya menciptakan tebasan pedang yang membentuk ular darah.
Energi pedang yang keluar dari tebasan pedang Ma Xinxuan sangat mencekam.
Zhen Oushang dengan segenap kekuatannya menahan tebasan pedang tersebut namun kekuatan aura maupun energi pedang masih lebih lemah dari Ma Xinxuan.
Ketika tebasan pedang Ma Xinxuan berbenturan dengan bilah pedang Zhen Oushang, dalam sekejap ledakan terjadi dan membuat tubuh Zhen Oushang terpental jauh ke belakang, keluar arena karena menahan tebasan pedang tersebut.
Zhen Oushang terkena tebasan tepat di dadanya sebelum akhirnya dirinya benar-benar dinyatakan kalah karena keluar dari arena pertandingan.
Ye Long mengangkat tangannya dan mengumumkan Ma Xinxuan sebagai pemenangnya.
“Pemenangnya, Ma Xinxuan dari Bulan Purnama Merah!”
__ADS_1
Setelah Ye Long berkata demikian. Penonton terdiam melihat dua pertarungan yang cukup sengit. Andai saja pendekar yang ikut serta dalam Turnamen Sembilan Naga sedang berada dalam kompetisi Arena Hidup Mati maka pertarungan akan lebih mendebarkan.
Ma Xinxuan kembali ke bangku yang disediakan untuk pendekar Bulan Purnama Merah. Sementara itu Zhen Oushang sedang dirawat pendekar dari Istana Naga Api karena terkena tebasan pedang tepat di dadanya.