Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 85 : Akhir Organisasi Laba-Laba Hijau


__ADS_3

“Wajar saja...” Jing Yang menyadari rata-rata prajurit militer Kekaisaran Jiang berada di pendekar tingkat tiga. Saat semua pendekar wanita yang datang bersamanya sedang mengatasi pendekar suci dan pendekar agung. Jing Yang berniat menghabisi pendekar putih kebawah.


Tak lama Xue Liwen dan Xue Lihua datang menghampiri Jing Yang. Keduanya telah mengatasi kedua petinggi Organisasi Laba-Laba Hijau.


“Yang‘er, kami berniat menghabisi mereka semua. Jika kita melenyapkan mereka sekarang, maka kita membantu mengurangi kegelapan yang menyelimuti Kekaisaran Jiang.” Xue Lihua berbicara. Lalu menarik napas dalam dan memanipulasi aura tubuhnya membentuk sebuah pelindung salju ketika pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau menyerang mereka.


“Kita atasi pembunuh dan penyusup dari Kekaisaran Shi. Pendekar agung dan pendekar bumi yang berada di pihak kita sedang bertarung. Dan kita tidak bisa mengandalkan kekuatan militer. Satu-satunya pilihan adalah kita bertiga yang mengatasi mereka.” Xue Liwen langsung mengayunkan pedangnya membunuh pembunuh Organisasi Laba-Laba Hijau.


Jing Yang tersenyum menatap Xue Lihua. Tak lama dia mengangguk pelan sebelum menghabisi pembunuh Organisasi Laba-Laba Hijau yang masih berusaha membunuh prajurit militer.


“Organisasi seperti mereka hanya akan menimbulkan kekacauan di masa depan. Andai kau menjadi putra mahkota, aku yakin semua pihak aliran putih dan netral akan mendukungmu, Yang‘er...” Ucap Xue Lihua.


Sambil memaikan pedangnya mengejar pembunuh Organisasi Laba-Laba, Xue Lihua terus menghabisi satu demi satu pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau.


Jing Yang tersenyum canggung karena dirinya sendiri tidak percaya jika Yi Yue berniat menjadikannya seorang penerus tahta Kekaisaran Jiang.


“Sepertinya Senior Qiaomi dan Senior Qiaoli terdesak. Sebenarnya siapa pendekar bumi itu?” Xue Liwen menghampiri Jing Yang dan Xue Lihua.


“Entahlah. Tetapi semenjak Kota Yunfei dikuasai aliran hitam, terutama Pulau Iblis Tengkorak. Mereka banyak menghasilkan pendekar suci sampai pendekar bumi.” Sahur Xue Lihua.


Jing Yang mengamati sekelilingnya. Pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau semakin berkurang. Dia kembali bergerak bersama Xue Lihua dan Xue Liwen mencari keberadaan pembunuh Organisasi Laba-Laba Hijau yang tersisa.


Situasi di kediaman Jiang En nampak lebih tenang. Banyak pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau yang melarikan diri menuju luar kota. Sementara pembunuh dari Organisasi Air Dosa juga dapat diatasi dengan mudah oleh Jing Yang, Xue Lihua dan Xue Liwen.


Ketiganya terengah-rengah mengatasi pembunuh yang melarikan diri. Wajar saja mereka telah menghadapi pendekar suci dan beberapa petinggi Organisasi Laba-Laba Hijau dan Organisasi Air Dosa.


Xue Lihua merapatkan giginya ketika melihat lusinan pembunuh Organisasi Laba-Laba Hijau melarikan diri, “Mereka telah kehilangan semua anggota inti dan petingginya. Aku yakin mereka yang tersisa tidak akan bertindak dalam waktu lama.” Xue Lihua berpendapat.


“Di luar kota ada Asosiasi Pedang Hati. Terlebih lagi Senior Sheng Long yang memimpin. Aku yakin Tetua dari Istana Sembilan Naga pasti akan mengatasi mereka.” Sahut Xue Liwen.


“Tidak kusangka, seluruh tubuhku terasa begitu melelahkan.” Jing Yang tak habis pikir ketika Yue Wang dan Lingling mengambil alih tubuhnya, dirinya merasakan dampak dari tubuhnya yang membuatnya kelelahan.


Organisasi Laba-Laba Hijau benar-benar telah menghilang karena seluruh petinggi mereka benar-benar telah gugur dalam kudeta di Ibukota Huaran.


Tidak jauh dari tempat Jing Yang, Xue Lihua dan Xue Liwen sedang memulihkan tenaga mereka, terlihat pertarungan sengit dari dua Tetua Istana Bunga Persik.


Fan Ziwei dan Fan Liwei berhasil membunuh salah satu pendekar agung dengan serangan kombinasi mereka. Sekarang didepannya ada dua pendekar agung yang tersisa.


Fan Ziwei menghadapi Xu Shuang yang sebelumnya bertarung melawan Ye Xiaoya. Sementara Fan Liwei menghadapi pendekar agung berasal dari Sekte Lembah Darah.


“Tidak kusangka Lima Golok Darah berakhir disini. Aku harus kembali hidup-hidup dan meminta imbalan yang setimpal pada Pangeran Shi Mubai.” Xu Shuang mengamati jalannya pertempuran yang memang sudah mendekati akhir. Dihadapannya ada dua pendekar wanita yang telah mencapai pendekar agung sama seperti dirinya.


“Saudara Xu tidak perlu khawatir...” Pendekar agung dari Sekte Lembah Darah juga sadar jika situasi mereka sudah tidak diuntungkan. Sehingga dia bersiul cukup keras dengan tenaga dalamnya. Seketika puluhan pendekar raja Sekte Lembah Darah yang masih bertahan menghalangi jalan Jing Yang, Xue Liwen dan Xue Lihua.


Xu Shuang mengernyitkan dahinya melihat tindakan pendekar agung dari Sekte Lembah Darah. Dalam dunia persilatan ketika penjahat bertemu penjahat yang membentuk sebuah aliansi, sudah pasti berakhir dengan pengkhianatan.


Xu Shuang menyadari jika tidak ada jalan kembali hidup-hidup untuk mengawal Shi Mubai dan Jiang Nian. Situasi yang tidak menguntungkan mereka untuk melanjutkan pertarungan, membuat Xu Shuang mulai curiga dengan tindakan pendekar agung dari Sekte Lembah Darah.

__ADS_1


“Saudara Xu, aku akan membunuh Kaisar Jiang dan istrinya.” Pendekar agung dari Sekte Lembah Darah menepuk punggung Xu Shuang dengan tenaga dalamnya dan mendorongnya ke depan sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi mengejar Panglima Shen Ho dan Jendral Besar Huan Chen.


Fan Liwei langsung mengejar pendekar agung dari Sekte Lembah Darah yang melewatinya, “Saudari Ziwei, aku akan mengurusnya. Kau cukup urus orang itu...” Dengan kecepatan tinggi menapaki udara, Fan Liwei mengejar pendekar agung tersebut.


“Hari ini Lima Golok Darah telah binasa...” Xu Shuang menggumam sebelum tertawa, “Manusia memang selalu dimabukkan oleh sesuatu. Manusia hidup pasti akan diperbudak oleh sesuatu... Hahahaha...”


“Ah, sepertinya dia menjadi gila setelah dikhianati.” Fan Ziwei segera mengaliri kedua tangannya dengan aura tubuhnya sebelum kedua tangannya menusuk jantung Xu Shuang.


“Lagipula aku juga terluka cukup parah. Jika kalian bekerjasama, mungkin aku dan saudariku akan mati. Tetapi ikatan kepercayaan kalian tidak ada. Itulah kelemahanmu sebagai seorang pendekar.”


Fan Ziwei langsung terbang rendah untuk memulihkan tenaganya karena sekujur perutnya bersimbah darah. Sekilas dia melihat pertarungan sudah berakhir, yang tersisa hanya Murong Qiaomi, Tao Qiaoli dan Ye Xiaoya.


Sementara itu Panglima Shen Ho membawa Jiang En dan Yi Yue menuju Istana Kekaisaran Jiang. Belum sampai di istana, Jiang En dan Yi Yue memarahi Shi Mubai dan Jiang Nian.


“Nian‘er, aku harap kau sadar atas tindakanmu ini!” Jiang En menatap geram Jiang Nian yang hanya diam membisu.


“Ayah mertua, ibu mertua, yang kalian lakukan ini sama saja melanggar perjanjian damai.” Shi Mubai menatap rendah Jiang En dan Yi Yue.


“Diam kamu! Aku merasa bodoh karena telah percaya dengan perjanjian damai yang direncanakan ayahmu! Kau hanya menghasut anakku!” Jiang En memukul wajah Shi Mubai setelah berteriak penuh kemarahan.


“Aku tidak dihasut. Lagian kau terlalu bodoh dan percaya pada kata-kata Kakak Feng. Lihat, adik ketiga telah mati karena rencananya dan rencana kami. Kalau sekarang kau mau membunuhku, lebih baik bunuh aku secepatnya...” Jiang Nian menatap Jiang En dengan tatapan putus asa.


“Ayah, apa kau ingat dengan dua selirmu itu? Saat aku kecil, aku tumbuh bersama mereka. Aku adalah anak perempuan, tetapi ibunda, kau tidak pernah peduli padaku dan hanya memanjakan Kakak Feng. Orang tua seperti kalian benar-benar membuatku muak.” Jiang Nian menambahkan.


Jiang En dan Yi Yue tidak dapat berbicara apalagi membantah perkataan Jiang Nian.


“Pangeran Shi Mubai! Rencana kita gagal!”


Belum selesai Panglima Shen Ho berbicara, pendekar agung dari Sekte Lembah Darah datang dengan tangan kiri yang terputus. Di belakangnya terlihat Fan Liwei bersiap menghunuskan tombak berwarna ungu.


Ketika tombak tersebut menembus perut pendekar agung dari Sekte Lembah Darah, wajah Shi Mubai pucat pasi.


“Lepaskan aku! Biarkan aku dan istriku pergi meninggalkan negeri ini!” Shi Mubai menatap Jiang En tajam karena sadar rencananya telah gagal. Dia berharap Jiang En akan melepaskan mereka karena bagaimanapun Jiang Nian adalah anaknya.


Jiang En dan Yi Yue masih ragu untuk membunuh anaknya walau tahu Jiang Lian meninggal karena perbuatan Jiang Nian.


“Panglima, lepaskan mereka-...”


Kata-kata Jiang En terhenti ketika sebuah rantai yang memiliki ujung tajam layaknya ekor kalajengking menusuk kepala Shi Mubai beserta menghancurkan kedua bola matanya. Tak lama rantai itu mengikat tubuh Shi Mubai.


“Manusia seperti ini dibiarkan hidup? Jangan bercanda!” Suara pria yang bersuara lantang dipenuhi kemarahan menggelegar di langit.


Tiga orang yang memakai topeng terbang di langit. Semua orang yang tersisa di kediaman Jiang En menatap ke arah sumber suara.


Terlintas perkataan Roh Sang Hitam dipikiran Jing Yang.


‘Guru, apa mereka bertiga adalah orang yang guru maksud?’ Jing Yang bertanya sambil menatap tiga orang yang tiba-tiba datang membunuh Shi Mubai.

__ADS_1


‘Ya, mereka bertiga adalah orang yang kumaksud.’ Roh Sang Hitam menjawab.


Jing Yang melihat dua pendekar bumi yang memakai topeng putih dan biru datang menghampiri Murong Qiaomi dan Tao Qiaoli sebelum membunuh pendekar bumi dari Organisasi Air Dosa dengan serangan gabungan.


Bersamaan dengan kedatangan tiga pendekar bumi bertopeng itu, Jun Ma segera melarikan diri menggunakan seluruh tenaga dalamnya.


Ye Xiaoya tidak mengejarnya karena merasa tiga pendekar bumi yang datang secara tiba-tiba patut diwaspadai. Bahkan dua dari mereka berhasil membunuh tubuh pendekar bumi menjadi dua bagian. Kekuatan keduanya membuat Ye Xiaoya terkejut.


Tingkatan Pendekar :


Pendekar Tingkat Satu


Pendekar Tingkat Dua


Pendekar Tingkat Tiga


Pendekar Tingkat Tinggi


Pendekar Ahli


Pendekar Raja


Pendekar Kaisar


Pendekar Putih/Hitam


Pendekar Suci


Pendekar Agung


Pendekar Bumi


Pendekar Langit


Pendekar Roh


Pendekar Surgawi


Pendekar Dewa


Note : 08~09~2020 – 12~09~2020


22 komentar : Bonus 1 chapter.(2/5)


1000 Vote Poin : Bonus 1 Chapter(1/5)


Jangan lupa tinggalkan like dan komentar.

__ADS_1


__ADS_2