Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 217 - Kakak Yueyue Dan Adik Xiuxiu


__ADS_3

Jing Yang dan Xue Bingyue berpisah dengan Bai Xianlin dan Shi Surao. Sementara Jing Yang dan Xue Bingyue bergerak menuju Kota Ibukota Huaran, Bai Xianlin dan Shi Surao bergerak menuju Kota Xuedong.


Bai Xianlin sendiri diberi misi khusus oleh Jing Yang untuk melindungi identitas Shi Surao dan memastikan kebenaran tentang yang terjadi di Pulau Salju Rembulan.


Jing Yang dan Xue Bingyue terbang dengan kecepatan tinggi menuju Ibukota Huaran. Dalam perjalanan Jing Yang dan Xue Bingyue terus bergerak, sesekali mereka beristirahat untuk mengisi perut mereka yang lapar.


Perjalanan yang tidak membuat Jing Yang bosan karena tawa renyah Xue Bingyue selalu terlihat ketika dirinya menjahili gadis manis itu.


Beberapa hari kemudian keduanya sampai di Kota Cunfei. Suasana di Kota Cunfei sekarang nampak berbeda karena banyak pendekar yang terlihat sedang mengumpulkan para penduduk.


Jing Yang memperhatikan hal yang terjadi di Kota Cunfei dari atas langit begitu juga dengan Xue Bingyue yang berdiri disampingnya.


“Yangyang, bagaimana menurutmu?” Tanya Xue Bingyue dengan lembut.


“Yueyue, sepertinya mereka adalah pendekar dari Bulan Purnama Merah. Sebaiknya kita mendarat dan menguping pembicaraan. Aku tidak merasakan aura pendekar yang kemampuannya mendekati diriku. Kurang lebih mereka semua adalah Pendekar Raja.” Jelas Jing Yang dan mulai mendarat dengan kecepatan tinggi tanpa disadari siapapun kecuali Xue Bingyue.


Segera Xue Bingyue mengikutinya. Keduanya memperhatikan kejadian yang terjadi di Kota Cunfei. Sekarang situasi di Kota Cunfei tampak tegang, banyak penduduk yang menentang keras tindakan pendekar Bulan Purnama Merah yang hendak mengeksekusi Lu Hen, Lu Xiulan dan Lu Xiuyu.


Mendengar semua itu Jing Yang menatap kesatu arah yakni alun-alun Kota Cunfei tempat dimana Lu Hen, Lu Xiulan dan Lu Xiuyu sedang diikat ditiang bambu. Ketiganya ditangkap Pendekar Bulan Purnama Merah pagi ini.


Mengingat Keluarga Lu menentang untuk mendukung Jiang Feng, akhirnya Bulan Purnama Merah melakukan tindakan. Atas perintah Jiang Feng, pendekar Bulan Purnama Merah hendak melakukan eksekusi publik pada keluarga Lu Hen.


Sekitar lima puluh pendekar Bulan Purnama Merah datang ke Kota Cunfei dan menangkap keluarga Lu Hen. Tanpa menyadari keberadaan Jing Yang, kelima puluh pendekar tersebut tidak menyadari keberadaan Jing Yang sama sekali.


“Ini yang terjadi jika kalian menentang Kaisar Jiang Feng! Lihat ini baik-baik penduduk Kota Cunfei! Ini peringatan untuk kalian semua!” Terlihat pendekar berbadan kekar yang memimpin rombongan pendekar Bulan Purnama Merah ke Kota Cunfei berseru lantang.


Saat pendekar tersebut hendak mengayunkan pedangnya keleher Lu Hen, seketika tubuhnya mendadak lemas.


“Bisa kau hentikan tindakanmu itu? Aku bisa saja langsung membunuhmu, tetapi sepertinya aku harus mengorek suatu informasi darimu!” Suara Jing Yang menggema saat pemuda itu terbang diatas alun-alun dengan Xue Bingyue yang berdiri disampingnya.


“Suara ini?” Lu Xiuyu yang kedua matanya ditutup kain merasa tidak asing mendengar suara Jing Yang, “Yang‘gege? Apakah itu sungguh kamu?”


“Tuan Muda!” Lu Hen dan Lu Xiulan ikut terkejut.


Jing Yang turun dan berdiri dihadapan pendekar yang hendak mengeksekusi Lu Hen, Lu Xiulan dan Lu Xiuyu. Terlihat seluruh pendekar Bulan Purnama Merah mengelilingi Jing Yang.


“Oi, bocah! Kau pikir dirimu ini siapa hah?!”

__ADS_1


“Kita habisi dia dan jadikan peringatan untuk penduduk kota ini!”


“Ya, benar sekali! Kita akan menghabisinya!”


Saat semua pendekar melepaskan aura pembunuh padanya, Jing Yang justru tertawa dan menggelengkan kepalanya. Jing Yang memanipulasi aura tubuhnya menciptakan lima puluh pedang tak kasat mata.


“Aku sarankan untuk jangan bergerak...” Ucapan Jing Yang ditanggapi sebagai bahan lelucon.


“Lihat, bocah ini sangat so-” Pendekar yang bergerak kearahnya kepalanya terpotong seketika. Semua penduduk melebar matanya melihat kejadian barusan bahkan pendekar yang lain seketika terdiam. Tidak ada lagi suara tawa yang ada hanyalah keheningan.


Jing Yang memudarkan tatapan hangatnya dan berubah menjadi tatapan dingin mematikan. Dia segera menggerakkan pedang tak kasat mata lainnya dan menghabisi pendekar Bulan Purnama Merah.


Jing Yang hanya menyisakan satu pendekar yang hendak membunuh Lu Hen, Lu Xiulan dan Lu Xiuyu. Dia menendang kepala pendekar tersebut dan menginjaknya.


Xue Bingyue menggelengkan kepalanya melihat tindakan Jing Yang. Dia membebaskan Lu Hen, Lu Xiulan dan Lu Xiuyu. Ketiganya terkejut melihat sekitarnya penuh dengan lumuran darah pendekar Bulan Purnama Merah.


Jing Yang menciptakan api berwarna hitam dan membalas habis tubuh pendekar yang dia bunuh hingga lenyap tak berbekas. Jing Yang tersenyum saat menginjak kepala pendekar Bulan Purnama Merah yang memimpin rombongan.


“Pangerang Jing Yang!”


“Hidup Pangeran Jing Yang!”


“Hei, kau masih sadar bukan?” Jing Yang segera membawa pendekar tersebut keluar kota dan membawanya ke hutan. Setelah itu dia melepaskan Aura Raja Neraka dan menatapnya dingin penuh intimidasi.


Pendekar tersebut merasa tidak berdaya saat berada dihadapan Aura Raja Neraka. Tubuhnya gemetar ketakutan dan dia tidak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya.


“Tergantung dari semua jawabanmu, aku akan membiarkanmu hidup. Aku sarankan untuk berkata yang jujur jika tidak ingin merasakan rasa sakit yang lebih pedih dari kematian.” Jing Yang menjentikkan jarinya memperlihatkan seribu pedang yang berterbangan dibelakangnya.


Pendekar tersebut berkeringat dingin dan menelan ludah berulang kali. Pendekar tersebut mengatakan yang sejujurnya, mengatakan yang sebenarnya. Tidak ada kebohongan sedikitpun dalam ucapannya, namun setelah mengatakan semuanya Jing Yang membunuhnya dengan kejam.


Jing Yang saat sendirian dia tenggelam dalam kegelapan. Dia mengepalkan tangannya dengan erat dan lepas kendali setelah mengetahui Shen Mi ditangkap oleh Pendekar Bulan Purnama Merah.


Jing Yang kembali ke Kota Cunfei untuk memberitahu Xue Bingyue. Dia harus segera menyelamatkan Shen Mi secepatnya. Bagaimanapun dengan berkembangnya Menara Harta Naga dan Rumah Lima Warna pesat karena dirinya meminta Shen Mi untuk membentuk sebuah asosiasi dan organisasi untuknya.


Namun Jing Yang tidak menyangka Shen Mi akan membentuk sebuah asosiasi perdagangan yang telah berkembang pesat dalam waktu singkat dengan nama Menara Harta Naga.


____

__ADS_1


“Yang‘gege!” Lu Xiuyu memeluk Xue Bingyue tepat setelah kain yang menutupi matanya terlepas.


Pandangan Lu Xiuyu terkejut dan rumit saat mengetahui orang yang dia peluk bukan Jing Yang melainkan gadis manis yang usianya lebih tua darinya dan terlihat begitu cantik mempesona.


“Cantiknya...” Tanpa sadar Lu Xiuyu bergumam pelan.


Dimata Xue Bingyue justru Lu Xiuyu terlihat sangat imut dan menggemaskan. Xue Bingyue mengelus kepala Lu Xiuyu dan tersenyum manis.


“Aku bukan Yang‘gege. Namaku Xue Bingyue.” Mendengar nama itu, Lu Xiuyu melepaskan pelukannya.


Lu Xiuyu memegang kedua tangan Xue Bingyue dan mengayunkannya, “Jadi kamu orang yang paling berharga bagi Yang‘gege? Syukurlah, kalian berdua bisa bertemu kembali. Dimana Yang‘gege? Aku sangat merindukannya!”


Lu Hen kebingungan dengan sikap anaknya. Dia memberi hormat pada Xue Bingyue dan mengucapkan rasa terimakasih, begitu juga dengan Lu Xiulan.


Melihat kedua orangtuanya mengucapkan terimakasih kepada Xue Bingyue, Lu Xiuyu ikut melakukan hal yang sama.


Lu Hen mengajak Xue Bingyue ke kediamannya setelah para penduduk tenang. Terlihat Lu Xiuyu sangat lengket pada Xue Bingyue dan terus menanyakan kabar Jing Yang.


“Kakak Yueyue sangat cantik. Apa aku bisa menjadi sepertimu?” Lu Xiuyu bertanya karena berharap bisa menjadi seorang pendekar.


Xue Bingyue tersenyum manis dan mengelus kepala Lu Xiuyu lembut, “Tentu saja bisa, Adik Xiuxiu. Tetapi semua orang mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing-masing.”


“Kakak Yueyue.” Lu Xiuyu tiba-tiba memeluk Xue Bingyue.


Xue Bingyue tersentak kaget, “Kenapa kau memelukku?”


“Aku hanya ingin memelukmu.” Lu Xiuyu tersenyum sendiri. Dia sering berangan-angan memiliki seorang kakak seperti Jing Yang namun dalam sosok perempuan. Dan Lu Xiuyu menemukannya dalam diri Xue Bingyue.


“Xiuxiu, kau membuat Nona Muda Xue repot.” Lu Xiulan mencubit gemas pipi anaknya itu.


“Yueyue!” Sebelum Lu Xiuyu menanggapi, suara Jing Yang terdengar.


Jing Yang melihat Lu Xiuyu sudah akrab dengan Xue Bingyue. Dia ingin bergegas menuju Kota Shendong, tetapi melihat Lu Hen dan Lu Xiulan yang sudah membuka pintu rumah membuatnya menahan diri.


Jing Yang tidak ingin berlama-lama dan langsung menjelaskan kepada Lu Hen, Lu Xiulan serta Lu Xiuyu tentang kejadian yang menimpa Shen Mi.


Xue Bingyue tersenyum saat mengetahui bagaimana lengketnya Lu Xiuyu ke Jing Yang. Bukan hanya itu saja, keberadaan Shen Mi sepertinya sangat berpengaruh untuk Jing Yang.

__ADS_1


‘Syukurlah. Aku kagum padamu, Yangyang. Kau dicintai banyak orang.’ Xue Bingyue memperhatikan Jing Yang dan segera berpamitan dengan Lu Hen, Lu Xiulan serta Lu Xiuyu sebelum mengikuti Jing Yang menuju Kota Shendong.


__ADS_2