
Selepas memasuki Restoran Mawar Layu, Xue Bingyue memperhatikan sekitarnya dan melihat Huang Xin datang dengan seorang perempuan berumur tiga puluhan tahun. Sedangkan untuk Kaisar Shi Xuanyuan sudah kembali ke Istana Shi bersama seluruh pengawalnya.
“Bibi Xianlin, aku berpura-pura tidak mengetahui, tetapi aku benci situasi ini.” Xue Bingyue mengeluh karena dirinya mengetahui apa yang dilakukan Kaisar Shi Xuanyuan dan Huang Yu dibelakang Huang Xin.
Bai Xianlin tersenyum tipis, “Besok kita akan meninggalkan Ibukota Shilin. Jadi bersabarlah.” Bai Xianlin sendiri ingin memulai rencana untuk mengambil Kain Langit Suci malam ini.
Kedatangan Huang Xin bersama Huang Yu membuat Bai Xianlin menundukkan kepalanya. Huang Xin memperkenalkan kepada Huang Yu jika Bai Xianlin merupakan pelayannya.
Huang Yu sendiri menebak gelagat Huang Xin yang mencoba membohonginya. Dia hanya mengangguk dan sesekali menjawab antusias walau sebenarnya tidak terlalu peduli.
Setelah hidangan utama Restoran Mawar Layu datang, Bai Xianlin, Xue Bingyue dan Shi Surao segera menyantap makanan yang disajikan dihadapan mereka.
Selesai menikmati hidangan, Huang Xin mengajak Bai Xianlin, Xue Bingyue dan Shi Surao menuju Istana Shi. Mereka berempat tidak berangkat bersama Huang Yu yang memilih untuk beristirahat sejenak setelah melakukan kegiatannya bersama Huang Xin.
Dalam perjalanan menuju Istana Shi, Bai Xianlin memberikan sejumlah pertanyaan tentang Kaisar Shi Xuanyuan dan dijawab dengan antusias oleh Huang Xin.
Beberapa informasi penting dan tidak penting Bai Xianlin dengar. Kedua bola mata wanita itu menyapu sepanjang jalan menuju Istana Shi karena karena merasa bosan dengan rayuan Huang Xin.
Sesampainya di Istana Shi, Huang Xin membawa Bai Xianlin, Xue Bingyue dan Shi Surao diruang tunggu. Sementara dirinya bergegas menemui Kaisar Shi Xuanyuan.
Bersamaan dengan rencana untuk menguasai harta kekayaan keluarga bangsawan Huang, Kaisar Shi Xuanyuan tidak mengetahui apa yang dilakukan istri dan selirnya bersama para pendekar pilar utama Menara Sejalan.
“Senior Guang, setelah membunuh kedua orang itu. Kau akan menjadi pemimpin negeri ini. Ciptakan era baru untuk kami.” Patriark Sekte Lembah Darah yang sedang memangku tubuh salah satu selir Kaisar Shi Xuanyuan tersenyum lebar kearah pria paruh baya yang sedang menindih tubuh istri Kaisar Shi Xuanyuan.
“Ssshhh... Ya, aku akan menciptakan era baru untuk kita dan mewujudkan keinginan Senior Tang.” Pria bernama Huang Sha yang menjabat sebagai Patriark Benteng Naga Besi ini menindih tubuh wanita dibawahnya.
Senyum lebar menghiasi wajah Guang Sha dan Patriark Sekte Lembah Darah yang bernama Feng Guan. Keduanya saling mengobrol sambil memperhatikan empat pendekar yang lain sedang bersenang-senang dengan selir Kaisar Shi Xuanyuan.
“Saudara Hu, Saudara Shang, bagaimana dengan kedua anak kalian itu?” Pria berbadan kekar bernama Xiang Lixing yang merupakan tangan kanan Feng Guan bertanya pada Patriark Menara Pilar Langit yang bernama Hu Zhen dan tangan kanannya yang bernama Shang Fu.
Hu Zhen menjawab, “Aku mendengar kabar burung jika orang yang membunuh anakku sama dengan orang yang membunuh anggota Sekte Lembah Darah dan Benteng Naga Besi.”
Terlihat Hu Zhen melampiaskan kekesalannya pada tubuh selir Kaisar Shi Xuanyuan. Sementara itu tangan kanannya yang bernama Shang Fu mengucapkan sumpah serapah pada pembunuh anaknya.
Ditengah-tengah kesunyian ruangan yang ditempati mereka karena formasi segel, terlihat Huang Yu baru datang dan dibawa Kaisar Shi Xuanyuan menuju ruangan disebelah para pendekar pilar utama Menara Sejalan.
Huang Xin sendiri baru saja mengantar Bai Xianlin menuju lantai teratas Istana Shi. Dalam perjalanan menuju aula perjamuan dia tidak sengaja melihat Huang Yu datang, namun istrinya itu dipeluk Kaisar Shi Xuanyuan dan dibawa menuju ruangan tengah Istana Shi.
Dimana disamping ruangan tengah itu terdapat aula pertemuan yang digunakan para pendekar pilar utama Menara Sejalan menikmati tubuh istri dan selir Kaisar Shi Xuanyuan.
“Yu‘er.” Huang Xin terkejut saat mendengar suara erangan wanita dan laki-laki didalam ruangan. Pria itu hendak mendobrak pintu, namun tangannya ditahan oleh Feng Guan.
__ADS_1
“Bawa golok ini dan bunuh keparat itu. Dia telah menodai istrimu berulang kali.” Feng Guan tersenyum menyeringai saat Huang Xin menerima golok pemberiannya.
Huang Xin membuka pintu dan terkejut melihat pemandangan dihadapannya. Matanya melebar saat melihat Kaisar Shi Xuanyuan menindih tubuh istrinya.
“Yu‘er! Kau mengkhianatiku!” Huang Xin berteriak keras dan bergerak cepat mendekati Kaisar Shi Xuanyuan sambil menebaskan goloknya.
Kaisar Shi Xuanyuan berdiri tanpa mempedulikan tubuhnya dan menghindari serangan tiba-tiba dari Huang Xin.
“Feng Guan! Bunuh dia! Aku tidak membutuhkan orang yang tidak tunduk padaku! Aku adalah seorang Kaisar Shi! Milikmu adalah milikku, Huang Xin!” Kaisar Shi Xuanyuan berseru lantang pada Feng Guan.
Feng Guan tersenyum lebar dan hendak membunuh Huang Xin. Namun sebelum dirinya bergerak, Guang Sha datang dari ruangan sebelah dengan menghancurkan dinding dan langsung membunuh Huang Xin.
“Tidak!” Huang Yu menjerit saat melihat perut Huang Xin berlubang, terlebih Guang Sha merebut golok yang dipegang Huang Xin dan memotong kepala pria tersebut.
“Cukup sandiwaranya, kaisar boneka!” Guang Sha menatap dingin Kaisar Shi Xuanyuan yang terkejut dengan tindakannya.
“Guang... Guang Sha... Apa maksud tindakanmu ini?” Kaisar Shi Xuanyuan mundur saat Guang Sha mendekatinya.
“Lihat ke sana, Yang Mulia.” Guang Sha menunjuk ruangan sebelah dimana disana terdapat istri dan selirnya melakukan perbuatan tabu dibelakangnya.
Mata Kaisar Shi Xuanyuan terbelalak, “Kalian beraninya mengkhianatiku?!” Kedua mata Kaisar Shi Xuanyuan dipenuhi kebencian terhadap Guang Sha.
“Pengkhianat? Sejak awal kami sudah menandai Shi Mubai dan dirimu. Kalian berdua adalah boneka yang menjadi batu loncatan Senior Tang.” Tanpa basa-basi Guang Sha melepaskan pukulan kearah leher Kaisar Shi Xuanyuan.
Kejadian tidak terduga ini tentu saja tidak diketahui Bai Xianlin dan Xue Bingyue. Keduanya sedang memulai rencana mereka mencari Kain Langit Suci.
Hanya Shi Surao yang terkejut melihat kejadian tersebut. Gadis cantik ini mengendap-endap dan berusaha mengetahui rencana Shi Xuanyuan, namun Shi Surao justru diperlihatkan dengan kejadian yang tidak terduga dan tidak sesuai rencana.
Pengkhianatan dan rencana kudeta yang menyebabkan kematian seluruh keluarga Shi didalangi para pendekar pilar utama Menara Sejalan yang diberikan perintah oleh orang bernama Tang Mu.
Shi Surao pergi sejauh mungkin mencari keberadaan Bai Xianlin dan Xue Bingyue. Situasi di Istana Shi sekarang tidaklah aman. Dengan banyaknya pendekar yang berkumpul tentu saja jika identitas ketiganya ketahuan maka itu akan menjadi akhir perjalanan mereka.
Saat Shi Surao menaiki tangga, dia bertemu dengan Xue Bingyue yang hendak membuka salah satu ruangan.
“Yueyue! Kita harus pergi dari sini!” Shi Surao terlihat ketakutan sambil memegang tangan Xue Bingyue erat, “Apa kau sudah menemukan Kain Langit Suci?”
“Kakak Raorao, kenapa wajahmu pucat?” Xue Bingyue mengerutkan alisnya karena dihadapannya sekarang sosok Shi Surao terlihat seperti seorang gadis yang ketakutan.
“Aku akan jelaskan nanti.” Shi Surao menanggapi cepat. Xue Bingyue membuka pintu ruangan dan langsung mencari Kain Langit Suci disetiap sudut.
Shi Surao membantunya dan berharap mereka segera menemukan Kain Langit Suci. Saat paling mendebarkan karena takut identitas mereka ketahuan, Shi Surao dikejutkan dengan kehadiran Bai Xianlin yang berdiri dibelakang mereka.
__ADS_1
Xue Bingyue menghela nafas panjang, “Bibi Xianlin, kau menemukannya.”
“Ya, aku menemukannya disalah satu kamar yang berada dilantai teratas.” Bai Xianlin memberikan Kain Langit Suci kepada Xue Bingyue dan menyuruh gadis kecil itu menyimpannya didalam Cincin Dewa.
Xue Bingyue menaruh Kain Langit Suci kedalam Cincin Dewa sambil memperhatikan Shi Surao yang berdiri disampingnya.
“Ceritakan pada kami, Kakak Raorao.” Xue Bingyue menatap tajam Shi Surao yang terlihat ketakutan.
Shi Surao menatap Xue Bingyue dan Bai Xianlin secara bergantian, lalu menjelaskan secara singkat tentang pengkhianatan pendekar pilar utama Menara Sejalan dan rencana pembunuhan keluarga Huang.
“Sebaiknya kita pergi ke lantai teratas dan pergi dari sini.” Bai Xianlin segera bergerak menuju lantai teratas menuntun Xue Bingyue dan Shi Surao.
Mereka bertiga bergerak secepat mungkin saat mengetahui cerita Shi Surao. Sesampainya dilantai teratas, Xue Bingyue mengeluarkan Pedang Salju Suxue dan berpijak dibilah pedangnya begitu juga dengan Shi Surao.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Xue Bingyue dan Shi Surao terbang dengan kecepatan tinggi menuju luar Ibukota Shilin.
Bai Xianlin melebarkan aura tubuhnya karena merasa kehadiran mereka bertiga diketahui. Setelah mengawasi keadaan disekitarnya, Bai Xianlin melompat ke udara dan terbang menyusul Xue Bingyue dan Shi Surao.
Mereka bertiga berhasil keluar dari Ibukota Shilin dengan selamat, tetapi mereka bertiga sudah dicegat oleh Guang Sha dan Fang Heng.
“Tunggu, bukankah itu Tuan Putri? Kebetulan sekali.” Pria bernama Fang Heng menatap tajam Shi Surao yang melepaskan topengnya.
Sementara itu Guang Sha membunyikan lehernya dan menatap Bai Xianlin penuh makna, “Nyonya, maukah kau menjadi permaisuriku? Aku tidak ingin kasar padamu jika kau menolak tawaranku ini!”
Bai Xianlin mengerutkan keningnya karena tidak menyangka akan dihadang dua pendekar langit. Situasi yang sama sekali tidak menguntungkannya.
“Bibi Xianlin.” Xue Bingyue menyadari apa yang sedang Bai Xianlin pikirkan.
“Yueyue, aku akan membuka jalan untuk kalian berdua.” Bai Xianlin tersenyum dan tidak melepaskan pandangannya terhadap Guang Sha dan Fang Heng.
“Tetapi-” Xue Bingyue tidak menyangka mereka akan bertemu dengan situasi ini.
“Kau sudah berjanji untuk mengikuti arahan dariku bukan? Tenang saja, aku tidak akan mati disini. Sampai jumpa di Kota Zhenshu.” Bai Xianlin segera melepaskan tenaga dalamnya berjumlah besar.
Selendang miliknya yang berwarna merah muda berubah bentuk menjadi besar dan layaknya seekor ular, selendang itu bergerak gesit mengincar Guang Sha dan Fang Heng untuk melilit tubuh mereka.
Saat Bai Xianlin memberikan celah, Xue Bingyue menggigit bibir bawahnya dan segera melepaskan Pedang Salju Suxue sambil menarik tangan Shi Surao.
Keduanya pergi meninggalkan Bai Xianlin yang menahan pergerakan Guang Sha dan Fang Heng.
“Kau cukup keras kepala! Tetapi apa yang bisa dilakukan dua gadis itu? Cepat atau lambat mereka akan mati!” Guang Sha menghindari lilitan selendang Bai Xianlin sambil berusaha mempersingkat jaraknya dengan Bai Xianlin.
__ADS_1
“Kau tidak perlu khawatir. Mereka tidak akan mati dan kami akan bertemu kembali.” Bai Xianlin tersenyum lebar sebelum aura berwarna merah muda keluar dari tubuhnya.
Kedua mata Guang Sha dan Fang Heng melebar saat melihat serangan mendadak dari Bai Xianlin.