
Istana Bunga Persik memiliki halaman yang sangat luas. Tempat kediaman yang hanya dihuni pendekar perempuan ini memiliki wilayah yang seperti labirin.
Saat ini Jing Yang sedang diajak Murong Liuyu untuk menemui Murong Qiaomi yang sedang bersama Yi Yue di Rumah Bunga Persik. Sebuah kediaman yang sangat indah, dan merupakan tempat tinggal Murong Qiaomi.
Pendekar perempuan membungkuk dan memberi hormat di sepanjang jalan ketika Murong Liuyu melewati jalanan menuju Rumah Bunga Persik. Sesampainya di depan gerbang pintu masuk Rumah Bunga Persik. Murong Liuyu menyuruh Mei Hua dan Qiu Mei memanggil seseorang.
“Mari masuk.” Murong Liuyu mempersilahkan Jing Yang dan Ye Xiaoya masuk ke dalam Rumah Bunga Persik.
Ye Xiaoya masuk terlebih dahulu dan disusul Jing Yang dari belakang. Kediaman Murong Qiaomi memiliki halaman yang luas dengan bunga-bunga yang tumbuh dengan subur dan dirawat dengan begitu baik. Pantas saja tempat ini selain luas, keindahan yang tersaji membuat Jing Yang merasa rasa lelahnya menghilang, ditambah dirinya dikelilingi perempuan. Perasaan yang baru pertama kali dia rasakan itu tidak terlalu Jing Yang pikirkan.
Sesampainya di sebuah ruangan tempat Yi Yue dan Murong Qiaomi sedang berbincang, Jing Yang dan Ye Xiaoya memberi hormat kepada Murong Qiaomi.
“Terimakasih karena telah mengizinkan Junior masuk ke dalam Istana Bunga Persik, Senior Murong.” Jing Yang memberi hormat kepada Murong Qiaomi dan membungkuk sebelum duduk disamping Yi Yue.
“Terimakasih atas kebaikan hati Saudari Qiaomi. Perkenalkan namaku, Ye Xiaoya. Semoga kita bisa bekerjasama kedepannya...” Ye Xiaoya memberi hormat kepada Murong Qiaomi, setelah itu dia duduk disamping Jing Yang.
“Kakak Qiaomi. Aku telah membawa Saudari Yi Yue dan Jing Yang. Mereka berdua adalah pendekar yang menguak kegelapan di Kota Xuedong.” Murong Liuyu jongkok dan memberi hormat kepada Murong Qiaomi.
“Kerja bagus, Liuyu. Aku sudah membaca surat yang ditulis oleh Saudari Yi Yue. Terimakasih karena telah membantu kami mengatasi masalah di Pulau Salju Rembulan. Tetapi dengan ini, situasi Istana Bunga Persik dan beberapa sekte menengah akan tertekan...” Murong Qiaomi tersenyum sesaat, namun setelahnya dia tersenyum kecut.
Murong Qiaomi adalah Ketua Istana Bunga Persik. Dia telah mencapai pendekar bumi. Wanita dengan paras yang tidak kalah cantiknya dengan Murong Liuyu itu sudah berumur empat puluh tahun.
Dalam dunia persilatan nama Murong Qiaomi dikenal sebagai Ratu Bunga Persik dari Istana Bunga Persik. Sedangkan adiknya yang berumur tiga puluh tahun itu memiliki julukan Peri Bunga Persik.
Murong Qiaomi menjelaskan pada Yi Yue dan Jing Yang secara langsung. Wanita dengan jepit bunga persik dirambutnya itu menjelaskan situasi yang terjadi di dunia persilatan Kekaisaran Jiang selama tujuh tahun terakhir.
Empat tahun lalu. Dua sekta yang membantu pendekar bermarga “Lin” untuk menguasai Pulau Salju Rembulan dengan kudeta besar-besaran itu tak lain adalah Gunung Pedang Tunggal dan Istana Naga Api.
__ADS_1
Kedua sekte ini membantu Lin Song untuk menguasai Pulau Salju Rembulan dengan jaminan, mereka yang mengendalikan sumber daya yang ada di Pulau Salju Rembulan.
Gunung Pedang Tunggal dan Istana Naga Api tidak bekerjasama dengan Pangeran Jiang Feng, namun kedua sekte tersebut menjalin kerjasama dengan Tuan Putri Kedua, Jiang Nian.
Gunung Pedang Tunggal memiliki ambisi menjadi yang terkuat di Kekaisaran Jiang. Sedangkan Istana Naga Api berniat mengembangkan sekte mereka hingga Kekaisaran Shi dan beberapa negeri lainnya di Benua Dataran Tengah.
Berbeda dengan Gunung Pedang Tunggal yang memiliki ambisi untuk menjadi sekte terkuat di Kekaisaran Jiang. Istana Naga Api justru memiliki ambisi untuk menjadi yang terkuat di Benua Dataran Tengah. Sungguh ambisi yang besar.
Kedua sekte besar ini yang selalu menekan Istana Bunga Persik. Beruntung Istana Bunga Persik memiliki hubungan yang baik dengan beberapa bangsawan yang tersebar di Kekaisaran Jiang. Sehingga mata pencaharian pendekar tidak hilang.
Sumber daya terbesar di Istana Bunga Persik adalah Kolam Bunga dan Buah Air yang ada di Hutan Persik Tersembunyi. Jarak antara Istana Bunga Persik dan Hutan Persik Tersembunyi cukup jauh.
Alasan terbesar kenapa Istana Bunga Persik tidak bergerak selama ini karena memilih mengawasi pergerakan dua sekte aliran putih terbesar di Kekaisaran Jiang tersebut.
“Jadi perbuatanku secara tidak sadar memicu perang dengan Gunung Pedang Tunggal dan Istana Naga Api?” Ye Xiaoya bertanya pada Murong Qiaomi setelah mendengarkan cerita yang sebenarnya dari Murong Qiaomi.
“Sekutu?” Ye Xiaoya mengelus dagunya dan memejamkan matanya.
“Aku tidak menyangka ada anak muda berumur dua belas tahun telah mencapai pendekar suci.” Murong Qiaomi menatap Jing Yang dengan seksama, “Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Kau adalah pendekar yang telah memecahkan sejarah, Jing Yang...”
Perkataan Murong Qiaomi membuat Jing Yang tersenyum tipis karena masih belum terlalu memikirkan soal itu. Sekarang dirinya ingin mengetahui keberadaan Xue Bingyue secara pasti.
Tak lama Murong Qiaomi, Murong Liuyu dan Ye Xiaoya saling berbincang. Mereka bertiga bersenda gurau dan langsung membaur satu sama lain.
Sementara itu Jing Yang dan Yi Yue diberikan ruang oleh mereka bertiga agar keduanya saling berbicara.
“Yang‘er, apakah ini sungguh dirimu, Jing Yang, anak Lian‘er?” Kedua telapak tangan Yi Yue memegang pipi Jing Yang dan meneteskan air matanya, “Maafkan nenek, Yang‘er...”
__ADS_1
Jing Yang sendiri masih mengingat Yi Yue mengusir mendiang ibunya dari kediamannya karena tidak menceraikan mendiang ayahnya. Luka masa lalu terbuka secara perlahan, tetapi saat ini Jing Yang tidak ingin membahas masa lalu yang memilukan. Masa lalu biarlah berlalu. Kita boleh mengenangnya, tetapi jangan sampai tinggal di dalamnya.
Jing Yang menatap Yi Yue yang menyeka air matanya dan menceritakan masalahnya kepada Jing Yang. Kali ini Yi Yue ingin meminta maaf dengan tulus pada Jing Yang.
“Nenek Yi, aku yakin ayah dan bunda sudah memaafkan. Nenek Yi tidak salah, aku merasa orang yang salah adalah orang yang menuduh dan membuat Nenek Yi membenci Bunda...” Jing Yang berkata dengan pelan. Kemudian dia tersenyum tipis menatap Yi Yue yang menyeka air matanya.
Murong Qiaomi tersenyum melihat Yi Yue dan Jing Yang saling berbincang. Keduanya kini terlihat akrab. Jing Yang melupakan masa lalunya yang pahit dan memaafkan perbuatan Yi Yue di masa lalu dari lubuk hatinya yang terdalam.
Yi Yue sendiri merasa sangat bersyukur karena melihat Jing Yang tumbuh dengan baik. Hanya saja mata kiri Jing Yang yang tertutup membuatnya penasaran. Yi Yue ingin menanyakan secara langsung, tetapi dia mengurungkan niatnya karena tidak ingin menyinggung masa lalu Jing Yang.
Hati Yi Yue sekarang merasa lega karena melihat cucunya baik-baik saja. Sambil menunggu kedatangan Tetua Istana Bunga Persik dan Dua Tetua Pulau Salju Rembulan tiba, Yi Yue menceritakan sedikit masa lalu pahit yang dia alami kepada Jing Yang, Ye Xiaoya, Murong Qiaomi dan Murong Liuyu.
Cerita tentang perjalanannya menjadi seorang istri Kaisar Jiang En dan menjadi seorang ibu, hingga akhirnya dia hampir dibunuh oleh anaknya yang dia lahirkan dan besarkan dengan kasih sayangnya.
Cerita memilukan dari Yi Yue membuat Jing Yang sadar jika setiap orang mempunyai masaalah sendiri-sendiri. Jing Yang telah mengetahui dua orang yang menjadi dalang penyerangan di Kota Yunfei. Dua nama yang tidak ingin dia percaya. Namun setelah menengok ke belakang, mengintip sedikit masa lalu yang ingin dia lupakan, akhirnya Jing Yang sadar jika Jiang Feng dan Jiang Nian telah melakukan kesalahan yang takkan termaafkan karena mereka berniat membunuh kedua orang tuanya demi harta kekayaan dan kekuasaan semata. Bahkan kedua orang itu telah membuat luka besar di hati Jing Yang karena telah membunuh orang tuanya secara tidak langsung di Kota Yunfei.
Setelah menunggu cukup lama. Akhirnya Mei Hua dan Qiu Mei datang membawa hidangan jamuan makan malam ke ruangan pertemuan. Kedua gadis muda itu datang bersama seorang gadis cantik dengan rambut panjang yang terurai. Sekarang ketiga gadis muda sedang menaruh hidangan jamuan makan malam dengan rapi.
Tak lama Tetua Istana Bunga Persik dan Dua Tetua Pulau Salju Rembulan datang memasuki ruangan, selepas Mei Hua, Qiu Mei dan gadis muda tersebut menaruh hidangan jamuan makan malam. Ketiganya duduk di belakang Murong Liuyu.
“Sebelum memulai pertemuan, kita nikmati jamuan ini terlebih dahulu.” Murong Qiaomi menawarkan pada semua orang yang hadir di ruangan tersebut untuk makan malam bersama.
Kini di ruangan tersebut seluruh Tujuh Tetua Istana Bunga Persik termasuk Murong Qiaomi dan Murong Liuyu telah hadir semuanya. Mereka bertujuh memiliki julukan di dunia persilatan dengan sebutan Tujuh Peri Bunga.
Sedangkan Dua Tetua Pulau Salju Rembulan juga telah hadir di dalam ruangan sambil bercengkrama dengan Jing Yang setelah menyapa Ye Xiaoya.
Sebelum membahas masalah yang akan mereka hadapi kedepannya ini. Murong Qiaomi mengajak semua yang ada di dalam ruang pertemuan untuk makan malam bersama.
__ADS_1
Jing Yang merasakan perasaan yang berbeda saat akan makan bersama. Sebuah kehangatan akan rasa kekeluargaan dan persaudaraan membuat Jing Yang menikmati suasana ini. Suasana yang membuat hatinya tenang.